Informasi Sidoarjo

Ganti Rugi Akan Cair Sebelum Lebaran Tahun Ini

Sidoarjo, infosda.com – Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Dwinanto Hesti Prasetyo menyampaikan kabar gembira bagi sekitar 3000 korban lumpur panas Lapindo. Direncanakan, uang ganti rugi akan cair sebelum Idul Fitri tahun ini.
“Statement ini dari Menteri PU, komitmen pemerintah sebelum lebaran selesai. Proses perundingan dengan PT Minarak Lapindo Jaya masih berjalan. Tim teknis sudah berjalan dengan tugas melakukan perundingan. Setelah selesai perundingan bisa dilakukan mekanisme pembayaran,” kata Dwinanto Hesti Prasetyo, Jumat (28/5).
Dia menjamin pembayaran akan tepat sasaran karena dilakukan pendataan dengan ketat dan langsung dibayarkan ke rekening warga korban lumpur Lapindo. Berdasarkan ketentuan, bahwa ganti rugi aset milik korban lumpur panas yang berada di dalam area terdampak, menjadi tanggung jawab PT Lapindo Berantas.
Saat ini terdapat sekitar 3000 dari 13000 warga yang menjadi tanggung jawab perusahaan Lapindo. Seharusnya, sesuai dengan Peraturan Presiden, PT Lapindo Berantas membeli aset warga paling lama dua tahun sejak lumpur panas merendam pada 2007. Artinya tahun 2009, 13 ribu korban lumpur mendapatkan ganti rugi.
Seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 2009, PT Lapindo mengaku ada permasalahan dengan keuangan sehingga diputuskan skema cicil. Skema mencicil berlangsung hingga 2013. Tahun 2013, PT Lapindo mengaku kesulitan untuk membayar ganti rugi. Kemudian pemerintah memutuskan untuk mengintervensi pembayaran ganti rugi.
“Pemerintah memberikan pinjaman kepada PT Lapindo agar bisa melunasi aset warga”. Berbagai cara dilakukan oleh warga untuk mendapatkan ganti rugi mulai dari berunjuk rasa hingga memblokir jalan dan menutup kegiatan operasional di sekitar tanggul kolam lumpur. (jhg/red/ctr)

BPLS: Sembilan Tahun Lumpur Lapindo, Debit Semburan Makin Stabil

Sidoarjo, infosda.com – Sejak pertama kali menyembur pada 29 Mei 2006, kini kondisi lumpur panas Lapindo Sidoarjo saat ini berangsur-angsur makin stabil. Hal ini disampaikan oleh Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Dwinanto Prasetyo, Jumat (29/05).
“Debit semburan berangsur-angsur menurun dari sebelumnya 100.000 meter kubik per hari menjadi sekitar 30.000 – 60.000 meter kubik per hari. Memang masih terus muncul semburan, tapi kondisinya fluktuatif dan sudah jauh menurun hampir sepertiganya dari semburan di awal muncul,” ujar Dwinanto, Jumat (29/5).
Material semburan lumpur Lapindo ini terdiri dari 70 persen dalam bentuk cairan. Sedangkan 30 persen lainnya dalam bentuk padatan seperti lumpur halus yang diduga merupakan pasir laut di jaman purba.
“Sejak 2011 tidak ada penambahan luasan semburan, dan tidak ada peninggian tanggul. Ketinggian tanggul sendiri rata-rata sekitar 10 meter dan tidak bertambah tinggi lagi. Optimalisasi menjaga kolam dan tanggul kita lakukan dengan mengalirkan material semburan ke kali porong,” jelas Dwinanto.
Dwinanto juga menjelaskan, saat ini masih ada sekitar 3.000 warga yang belum mendapat ganti rugi dari semburan lumpur ini dengan nilai sekitar Rp 781 Miliar. Rencananya proses ganti rugi itu sendiri akan selesai sebelum lebaran 2015 ini.
“Jika masalah sosial ini sudah bisa diatasi, maka proses menjaga tanggul dan kolam penampungan akan semakin efektif dilakukan BPLS. Termasuk proses mengalirkan material semburan ke kali porong terutama saat musim penghujan yang debit materialnya menjadi sangat tinggi,” tegas Dwinanto. (jhg/red/ctr)

Peringati Sembilan Tahun Lumpur Lapindo, Beragam Acara Digelar

Sidoarjo, infosda.com – Hari ini (29/05), tepat sembilan tahun lumpur lapindo Sidarjo. Semburan lumpur panas merusak kehidupan masyarakat di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Beragam rangkaian acara yang sengaja dibuat warga korban lumpur lapindo, Sidoarjo mewarnai peringatan sembilan tahun lumpur Lapindo, Jumat (29/5).
Dari informasi yang dihimpun infosda.com, warga akan menggelar pawai Ogoh-ogoh Bakrie, yang diarak dari pasar lama Porong menuju tanggul lumpur panas titik 21 atau tepatnya di Desa Siring, Porong. Kemudian, acara dilanjutkan dengan festival ‘Pulang Kampung’ yang menyajikan pertujukan mulai kesenian, budaya serta pentas musik.
Acara tersebut digagas oleh warga yang menjadi korban lumpur lapindo beserta Komunitas Ojek Portal 21 dan Sanggar Al-Fath. Kemudian pada pukul 13.00 WIB, acara berlanjut digelar di titik 25. Di titik tersebut terdapat makam seorang ulama yang disegani warga yakni KH Anas Al-Ayyubi. Diketahui Anas adalah pendiri pondok pesantren Abil Hasan Asy Syadzily di desa Jatirejo, Porong. Serangkaian acara peringatan sembilan tahun tragedi lumpur lapindo Sidoarjo ini, telah dimulai sejak seminggu lalu.(jhg/red/ctr)

Ramadhan Tahun Ini, Pemkab Agendakan Empat Kali Pasar Murah

Sidoarjo, infosda.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mengagendakan sebanyak empat kali pelaksanaan pasar murah selama pelaksanaan bulan Ramadhan tahun 2015 ini.

Kepala Bidang Fasilitas Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Sidoarjo, Tjarda, Kamis, mengatakan, empat kali pasar murah tersebut di antaranya akan dilakukan pada awal dan akhir Ramadhan.

“Dalam pelaksanaan pasar murah ini kami akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menentukan lokasi dan waktu pelaksanaannya,” katanya.

Untuk jumlah paket yang akan dijual dalam pasar murah ini setiap kali pelaksanaannya akan dibuat sekitar tiga ribu paket.

“Jadi total paket pada pelaksanaan pasar murah ini nantinya akan ada 12 ribu paket yang akan dijual kepada masyarakat dengan harga murah,” katanya.

Ia mengatakan, tidak hanya pasar murah, pihaknya juga akan melakukan operasi pasar yang akan berlangsung setiap hari selama bulan Ramadhan.

“Nantinya lokasi operasi pasar akan ditentukan pada rapat lanjutan dengan instansi terkait lainnya,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk beberapa harga kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Sidoarjo saat ini masih belum menunjukkan adanya kenaikan.

“Beberapa kebutuhan bahan pokok harganya bisa dibilang masih stabil dan belum ada yang mengalami kenaikan,” katanya.(is/red/am/atr)

BMKG Juanda: Dampak Pemanasan Tinggi Dalam Dua Minggu

Sidoarjo, infosda.com – Tingginya pemanasan udara dalam dua minggu terakhir menyebabkan awan Cumulonimbus (CB) tumbuh memanjang mulai dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Apritarum Vadyanika menegaskan, hujan saat kemarau adalah fenomena yang normal saja. Pemanasan tinggi, akan menyebabkan pertumbuhan awan terjadi sangat cepat, awan-awan yang sudah matang itu akan berubah menjadi hujan meskipun sedang dalam status kemarau.

“Tapi biasanya hujan yang turun tidak merata di seluruh wilayah. Seperti pagi tadi, Surabaya masih diguyur hujan tapi hanya di wilayah selatan dan pusat kota,” tegasnya, Selasa (26/5).

Kata Prita, data radar cuaca menyebutkan kalau besok Rabu (27/5/2015), awan-awan CB yang menggantung diatas Surabaya dan sekitarnya akan berangsur-angur punah. Secara umum, tidak ada fenomena alam yang mengganggu Indonesia sehingga muncul perubahan cuaca yang tidak normal.

“Jadi besok kami prakirakan masih ada hujan, tapi pada dinihari dan sangat bersifat lokal dan ringan. Lusa, Surabaya akan kembali cerah dan panas,” tegasnya.

Prita menjelaskan, bahwa Surabaya hari ini diprakirakan berawan masih berpotensi hujan. Angin dari timur dengan kecepatan 5 – 35 km/jam dengan suhu udara 24 – 34 derajat celcius. Kelembaban udara 50 – 95% dengan jarak pandang 3 – 10 km. (ap/red/aks/rri)

Tanpa Harus Melalui BPLS Atau Minarak, Pembayaran Korban Lapindo Bisa Langsung Pemerintah

Sidoarjo, infosda.com – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyatakan jika pembayaran untuk korban lumpur Lapindo bisa dilakukan langsung oleh pemerintah tanpa harus melalui BPLS atau Minarak Lapindo Jaya (MLJ).

Humas BPLS, Dwinanto P, Senin, mengatakan pembayaran ganti rugi korban lumpur bisa dilakukan langsung oleh pemerintah tanpa harus melalui MLJ yang selama ini menjadi juru bayar korban lumpur atau juga melalui BPLS.

“Kemungkinan itu pasti ada karena saat ini di pusat masih dalam proses perundingan terkait dengan pembayaran terhadap korban lumpur tersebut,” katanya.

Namun demikian, jika memang BPLS ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan pembayaran terhadap korban lumpur, maka pihaknya juga mengaku sudah siap.

“Kami siap jika memang ditunjuk untuk melakukan pembayaran ini, karena kami juga sudah siap untuk melakukan pembayaran terhadap korban lumpur yang belum terbayarkan,” katanya.

Ia menyebutkan sesuai dengan data yang diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kekurangan pembayaran terhadap korban lumpur sebanyak Rp827 miliar, bukan Rp781 miliar.

“Sesuai dengan data verifikasi yang dilakukan oleh BPKP itu nantinya digunakan sebagai acuan pembayaran terhadap korban lumpur,” katanya.

Ia mengemukakan adanya perbedaan nilai yang dikeluarkan oleh BPKP itu salah satunya disebabkan oleh kurang validnya verifikasi yang dilakukan oleh MLJ selaku juru bayar terhadap korban lumpur.

“Berkasnya tetap sama, tetap ada beberapa korban lumpur yang belum mendapatkan pembayaran ganti rugi tapi dimasukkan dalam verifikasi tersebut,” katanya. (is/red/emy/atr)

Warga Menolak Keberadaan PKL Taman Pinang, Satpol PP Akan Tegas

Sidoarjo, infosda.com – Konflik warga Taman Pinang Indah dan PKL yang berjualan di sepanjang jalan raya Taman Pinang akhirnya mencapai puncaknya kemarin (24/5). Warga bersih keras menolak keberadaan PKL di jalan yang statusnya berada di kawasan perumahan tersebut.
Satpol PP sudah berusaha memblokade jalan masuk Taman Pinang di dekat bundaran GOR Delta dan gerbang yang berbatasan dengan Perumahan Gading Fajar, sejak pukul 04.00 untuk menertibkan para PKL. Namun, Satpol PP kalah cepat oleh para PKL. Puluhan mobil yang biasa menjadi lapak pedagang itu sudah terparkir di jalan tersebut sejak pukul 03.30. Kemudian, Satpol PP akhirnya mencegat semua pengendara yang hendak melintas di jalan tersebut. Hanya warga Taman Pinang dan jemaat gereja yang diizinkan lewat di jalan tersebut.
Melihat penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP, banyak PKL yang protes. Sedangkan pada saat bersamaan, warga Taman Pinang pun mendatangi kerumunan PKL. Setelah itu, terjadi lah adu mulut antara warga dan PKL. Warga secara keras meminta PKL tidak berjualan lagi di jalan tersebut. Agar lebih jelas, kemudian kedua belah pihak setuju untuk berembuk di salah satu rumah makan di lokasi tersebut. Namun, suasana nya makin tetap tegang.
Perwakilan dari Paguyuban Warga Taman Pinang Budi Susanto mengatakan, warga sebenarnya sudah lama memprotes keberadaan PKL itu. Namun, protes tersebut tidak pernah digubris. Warga semakin tidak terima ketika mendapat salinan surat pedagang yang dikirim ke Bupati Sidoarjo. Budi lantas menunjukkan fotokopi surat pedagang itu. Dia mempertanyakan keabsahan surat yang tidak dilengkapi dengan kop surat tersebut. Selain itu, surat tersebut menyebutkan, pedagang sudah mendapat izin dari warga untuk berjualan.
’’Kami tidak pernah memberi izin. Ini pembohongan,’’ kata Budi.
Perwakilan Paguyuban Warga Taman Pinang itu menjelaskan bahwa lahan jalan itu belum diserahkan ke Pemkab Sidoarjo dan sepenuhnya masih milik pengembang. Jadi, warga berhak mengatur kawasan tersebut.
’’Selama ini warga bersabar. Bisa saja kami menempuh jalur hukum, tapi hal itu tidak dilaksanakan,’’ ujar Budi.
Melihat kondisi tersebut, kemudian Satpol PP menghimbau para PKL agar tidak melanggar aturan. Satpol PP akan menindak tegas jika masih ada PKL yang nekat berjualan di kawasan tersebut.
’’Kami akan tegakkan aturan,’’ tegas Kepala Satpol PP Sidoarjo, Mulyawan.
Dan kemudian, Ketua Asosiasi Pedagang Taman Pinang Indah (APTPI) Eka Sri Wulandari mengatakan, pihaknya akan merundingkan hasil pertemuan tersebut dengan pedagang yang lain.
’’Akan kami bahas dulu dengan teman-teman. Toh, aktivitas kami di sana (jalan TPI, Red) bukan di hari produktif. Kami hanya berdagang di hari Minggu dan libur nasional. Itu pun hanya setengah hari,’’ kata Eka.

Peringati Sembilan Tahun Semburan, Korban Lapindo Tabur Bunga

Sidoarjo, infosda.com – Puluhan korban lumpur Lapindo, Kabupaten Sidoarjo, melakukan tabur bunga sebagai bentuk peringatan sembilan tahun semburan lumpur Lapindo.

Salah seorang warga, Sutrisno, Minggu, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk peringatan terhadap tragedi sembilan tahun luapan lumpur Lapindo.

“Kami jga meminta kepada pemerintah supaya segera menyelesaikan proses ganti rugi korban lumpur ini mengingat warga sudah menderita akibat belum selesainya proses penyelesaian pembayaran ini,” katanya.

Para warga korban lumpur, kata dia, mendesak kepada pemerintah supaya mengambil langkah cepat penyelesaian ganti rugi kepada warga korban lumpur.

“Intinya warga meminta supaya proses pembayaran tersebut dipercepat supaya warga tidak menunggu seperti yang selama ini sudah dilakukan,” katanya.

Warga korban lumpur dan kelompok korban lumpur yang tergabung ini juga melakukan drama treatikal mandi lumpur di titik 25.

Warga juga melakukan tabur bunga di pusat semburan lumpur untuk mengingat arwah para leluhur yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Aksi keprihatinan yang dilakukan oleh warga ini dilakukan sebagai bentuk protes mereka terkait dengan belum terselesaikannya pembayaran korban lumpur.(foto: @dodoputrabangsa) (is/red/emy/atr)

FORMI Sidoarjo Ajak Warga Tingkatkan Kebugaran

Sidoarjo, infosda.com – Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Sidoarjo, mendorong masyarakat setempat meningkatkan kebugaran dan kesehatan melalui program-programnya.

Ketua Umum FORMI Kabupaten Sidoarjo, Hadi Sutjipto, Minggu, mengatakan, pihaknya mendorong kepada warga masyarakat untuk turut membentuk kesehatan dan kebugaran masyarakat Sidoarjo melalui program-programnya.

“Semoga FORMI Kabupaten Sidoarjo semakin eksis, dan melalui program-programnya, bisa menciptakan masyarakat yang gemar berolah-raga,” katanya saat ulang tahun ke-5 FORMI Kabupaten Sidoarjo.

Ia mengemukakan, saat ini di setiap kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, FORMI juga eksis dengan pelaksanaan hari bebas kendaraan atau “Car Free Day” setiap pekannya.

“Banyak dan beragamnya kegiatan olahraga yang diselenggarakan FORMI kecamatan. Ini menandakan, perkembangan olahraga di Kabuupaten Sidoarjo semakin maju,” katanya.

Ia mengatakan, selama lima tahun ini, FORMI Kabupaten Sidoarjo telah memberikan kontribusi nyata, dalam upaya meningkatkan olahraga masyarakat.

“Kami ingin olahraga di masyarakat ini terus ditingkatkan supaya masyarakat tetap sehat,” katanya.

Ia mengatakan, torehan prestasi yang membanggakan diciptakan komunitas-komunitas olahraga yang tergabung dalam FORMI Sidoarjo bisa mengharumkan nama Sidoarjo di tingkat nasional maupun internasional.

“Torehan prestasi tersebut tidak terlepas dari dedikasi seorang pembina maupun pelatih dalam memajukan komunitas olahraganya,” katanya.(is/red/shp/atr)

Atlet Putri Sidoarjo Raih Emas di 1000 M Speed Kejurda Sepatu Roda Piala Walikota Surabaya

Sidoarjo, infosda.com – Atlit putri asal klub X Speed Sidoarjo, Devia Dara Aishia tampil sebagai juara pertama sekaligus merebut medali emas dalam ajang Kejurda sepatu roda antar klub Piala Walikota Surabaya yang ke X 2015 di kelas speed A 1000 M putri, yang berlangsung di sirkuit sepatu roda Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu.

Sementara untuk posisi kedua atau merebut medali perak di raih oleh Altisya Rachel Zahia dari T-PRO Tuban Jatim, yang berhasil menggeser saingan beratnya Arin Amarta Regina asal klub SMALA Surabaya, yang akhirnya harus puas berada di posisi ketiga sekaligus merebut medali perunggu.

Sementara itu di kelas B Standart 1000 M putri, tampil sebagai juara pertama dan merebut medali emas Nabila Hasnah Syakira dari MILS Malang, yang berhasil menyisihkan dua pesaingnya Zakiyah Syarifah Ambami (MILS Malang ) dan Deamorita Amaris ( Delta Sidoarjo) yang sekaligus merebut medali perak dan perunggu.

Ajang kejuaraan sepatu roda antar klub Piala Walikota Surabaya berlangsung selama dua hari, 23-24 Mei 2015 di lintasan sepatu roda gelora Bung Tomo Surabaya dan diikuti oleh sekitar 141 atlit yang ada dilingkar Jawa Timur. (fjr/red/DS/rri)

Page 11 of 408« First...910111213...203040...Last »

Arsip Berita

December 2016
M T W T F S S
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca


Fatal error: Call to a member function get_forecasts() on a non-object in /web/infosda.com/wp-content/plugins/yahoo-weather-forecasts/yahoo!-wheather.php on line 61