Informasi Sidoarjo

Stadion Gelora Delta Sidoarjo Diperbaiki, Namun Laga Final IIC 2014 Batal

Menjelang laga final Turnamen Inter Island Cup (IIC) yang akan diselenggarakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (25/1), sejumlah perbaikan fasilitas dilakukan.
Puluhan pekerja tampak mengelas kembali pagar tribun yang roboh saat pelaksanaan Piala AFF U-19 tahun lalu. Beberapa diantaranya terlihat membuat garis lapangan. Kepala UPT GOR Sidoarjo, Akhmad Burhan mengaku belum mengetahui adanya perbaikan tersebut. Menurutnya perbaikan tersebut menjadi tanggung jawab PSSI selaku penyelenggara Piala AFF U-19 lalu.
Sebelumnya, laga final Inter Island Cup (IIC) 2014 yang sedianya akan berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (25/1), terpaksa harus ditunda. Tidak keluarnya izin dari pihak keamanan menjadi penyebab batalnya laga final ideal tersebut digelar tepat waktu. Saat dihubungi, Joko Driyono menyatakan akan taat pada semua keputusan dari otoritas keamanan.

Terkait Pemasangan Pipa Yang Sebabkan Saluran Mampet. Warga Kedungturi Taman Sidoarjo Demo PT Pertagas

Sekitar 100 warga RW 05, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, berunjuk rasa kemarin (23/1). Mereka memprotes PT Pertamina Gas (Pertagas) yang belum menormalisasi saluran air di desa itu. Unjuk rasa yang dilakukan di depan kantor PT Pertagas tersebut didominasi oleh ibu-ibu dari RT 11, 12, dan 13. Aksi ini merupakan buntut dari pembetonan saluran air yang ada di sebelah barat PT Pertagas. Warga menilai manajemen PT Pertagas belum memperhatikan keluhan mereka. Koordinator warga, M Roub, mengatakan, warga ingin PT Pertagas membuka saluran air yang melintas di desa mereka. Sebab, gangguan atas saluran air tersebut menyebabkan banjir di kawasan Kedungturi, khususnya tiga RT tersebut. “Ingat, pipa gas yang ditanam masuk di saluran air desa itu berdampak pada penyaluran air,” ujarnya.
Menurut Roub, hingga kemarin belum ada tindakan dari PT Pertagas untuk merespons tuntutan warga. “Kami harap secepatnya ada tindakan,” ucapnya. Dia mengungkapkan, karena tidak kejelasan sikap dari PT Pertagas, warga menuntut kompensasi sebesar Rp 5 juta per bulan. “Kami menginginkan masalah ini cepat rampung. Kompensasi menjadi jalan keluar,” jelasnya. Pada Desember lalu, warga juga memprotes PT Pertagas. Saluran yang posisinya lebih tinggi dari saluran yang melintas di rumah warga dibeton perusahaan itu. Warga kemudian menjebol beton yang ada di sebelah barat PT Pertagas.
Saat dijebol, air yang ada langsung lancar karena beton yang menutup saluran sedikit terbuka. Warga juga melihat ada paralon putih berisi beberapa kabel dengan ukuran besar. “Kami ingin pihak Pertagas mau peduli terhadap kampung kami. Musim hujan ini sangat rawan banjir,” katanya. Komisi A DPRD Sidoarjo pun telah memanggil manajemen PT Pertagas, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, dan pihak desa untuk hearing. Hasilnya, PT Pertagas ternyata belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Dewan meminta saluran yang melintas di kawasan PT Pertagas dipindahkan karena rawan penyalahgunaan. Manajer PT Pertagas Area Jawa Timur Dodi Norza menyatakan akan memenuhi tuntutan warga dengan membongkar saluran yang tersumbat itu. Hanya saja, pihaknya masih membutuhkan waktu. (vga/rek)

3 Kali Berturut-turut Raih Juara Umum Investment Award Provinsi Jawa Timur Bukti Investor Lebih Suka Berinvestasi di Sidoarjo

Tiga kali berturut-turut Kabupaten Sidoarjo raih juara umum penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur. Tadi pagi, Kamis (23/1) penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur 2013 diterima Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah S,M.Hum dari Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah sanggat bangga Kabupaten Sidoarjo dinobatkan sebagai Juara Umum Tingkat Utama penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur untuk yang ketiga kalinya. Hal tersebut sampai bupati Sidoarjo membuktikan bahwa kinerja pelaksanaan pelayanan penanaman modal Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat bagus.
Selain itu, ungkap bupati Sidoarjo, banyak faktor penilaan yang menjadi sebab penghargaan bergensi tersebut kembali diraih Kabupaten Sidoarjo. Seperti pada infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo yang dianggap baik dan mudah. Begitu juga dengan masalah perijinan. Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah mengatakan permohonan perijinan di Kabupaten Sidoarjo sangatlah mudah dan singkat. Cukup satu hari selesai asalkan semua persyaratan dipenuhi oleh pemohon. Dan tidak kalah pentingnya lanjut H. Saiful Ilah, faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan para pengusaha banyak berinvestasi di Sidoarjo. “Perijinan di Kabupaten Sidoarjo tidak bertele-tele,”sampainya. Dalam kesempatan tersebut H. Saiful Ilah juga mengatakan bahwa kembali diraihnya penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur terebut juga sebagai pembuktian bahwa semburan lumpur Lapindo tidak menghalangi investor berinvestasi di Sidoarjo. Ia mengatakan, memang pada awal-awal bencana lumpur terjadi, nilai investasi di Kabupaten Sidoarjo sempat merosot. Hal tersebut disebabkan informasi tentang bencana lumpur yang salah. Informasi diluar menganggap Kabupaten Sidoarjo tenggelam karena lumpur. Padahal area terdampak tidak sampai 1% dari luasan Kabupaten Sidoarjo. “Bahkan pemberi modal pinjaman seperti Bank takut untuk menucurkan dananya karena menganggap Sidoarjo tidak aman untuk berinvestasi,”sampainya. Sementara itu Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Sidoarjo Drs. Achmad Zaini MM yang mendampingi bupati Sidoarjo mengatakan bahwa realisasi investasi di Kabupaten Sidoarjo ditahun 2013 mencapai 10 triliyun. Tepatnya Rp. 10.998.321.020.639 lebih rendah dibandingkan di tahun 2012 lalu yang mencapai Rp. 15.678.201.769.488. Hal tersebut ungkap Zaini disebabkan banyak faktor. Seperti faktor iklim berinvestasi yang secara nasional tidak mengntungkan untuk melakukannya. Akan tetapi ujar mantan kepala pelaksana BPBD Sidoarjo tersebut realisasi investasi mulai tahun 2010 sampai 2012 peningkatannya sangat tajam. Di dua tahun tersebut, hampir setengah peningkatannya. Mulai tahun 2010, realisasi investasi sebesar Rp. 4.843.061.501.448 menjadi Rp. 9.317.069.917.627 ditahun 2011. Ditahun 2012 meningkat lagi menjadi Rp. 15 triliyun. Seiring dengan realisasi investasi, jumlah perizinan yang masuk ditahun ini 2013 juga mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2012. Di tahun 2012 jumlah izin di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 13.779 menurun menjadi 12,191 atau turun sebesar 29,85% ditahun 2013. Tetapi di tahun 2010 sampai 2012, jumlah izin yang masuk di Sidoarjo terus menglami peningkatan. 12.865 jumlah izin ditahun 2010 meningkat menjadi 13.573 atau meningkat sebesar 42,38% ditahun 2011. Ditahun 2011 ke tahun 2012 meningkat sebesar 68,27% atau sebanyak 13.779 jumlah izin yang masuk pada tahun itu. Mengetahui hal itu, Zaini berharap ditahun ini akan ada peningkatan jumlah investasi seiring dengan izin yang dikeluarkannya. Untuk itu tahun 2014 ini pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan PAD melalui perizinan-perizinan yang ada. Dalam kesempatan tersebut Drs. Achmad Zaini MM mengatakan bahwa juara umum yang diraih Kabupaten SIdoarjo secara berturut-turut menjadikan Kabupaten SIdoarjo tidak dapat mengikuti lomba tersebut tahun ini. Sebagai gantinya, Kabupaten SIdoarjo akan mengikuti lomba serupa di tingkat nasional. “Karena berturut-turut, secara regulasi tahun ini Sidoarjo tidak ikut dalam kompetisi yang akan datang di tingkat provinsi, tapi tahun ini kami akan ikut di tingkat nasional,”sampainya. (humasprotokolkabsda/git)

Di Jatim, Guru Sidoarjo Tercatat Paling Banyak Yang Tak Lulus Sertifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru UNESA

Para guru tak bisa berleha-leha untuk mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP) guru. Para pendidik itu harus lulus pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) terlebih dahulu. Kemarin (22/1) lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) rayon 114 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatat, 543 guru di antara total 10.550 peserta di Jawa Timur tidak lulus PLPG 2013.

Sekretaris Sertifikasi Guru LPTK Rayon 114 Unesa Kisyani Laksono mengatakan, tingkat ketidaklulusan peserta PLPG di rayonnya tersebut 5,4 persen dari seluruh peserta di Jatim. Jumlah itu lebih rendah bila dibandingkan dengan 2012, sekitar 800 guru (8 persen dari total peserta yang hampir sama).

Mereka tidak lulus karena nilainya masih di bawah standar.

“Itu yang nilainya kurang-kurang. Masih belum memenuhi standar,” ungkap Kisyani seusai penyerahan sertifikat ke seluruh kabupaten/kota di Jatim. Mereka yang tidak lulus telah melewati kesempatan dua kali ujian ulang.

Berdasar hasil rekapitulasi kelulusan PLPG Unesa, yang paling banyak tidak lulus adalah peserta dari Sidoarjo, yakni 90 orang. Kemudian, Bojonegoro 78 orang, Surabaya 76 orang, Tuban 57 orang, dan Mojokerto 48 orang.

Selain banyak yang tidak lulus, lanjut Kisyani, dalam pelaksanaan PLPG tahun lalu, banyak ditemukan peserta yang belum memenuhi syarat, yakni 211 orang. Bahkan, ada yang tidak hadir, 244 orang. ”Peserta yang belum memenuhi syarat itu termasuk mereka yang diduga menggunakan ijazah palsu,” ujar perempuan berjilbab itu. (ayu/mas/end) (jpnn)

Laga Final Inter Island Cup 2014 di Sidoarjo Batal, Persib Vs Arema Diundur

Laga final Inter Island Cup (IIC) 2014 yang sedianya akan berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (25/1), terpaksa harus ditunda. Tidak keluarnya izin dari pihak keamanan menjadi penyebab batalnya laga final ideal tersebut digelar tepat waktu. Saat dihubungi, Joko Driyono menyatakan akan taat pada semua keputusan dari otoritas keamanan. Pihaknya akan melakukan penjadwalan ulang final IIC antara Arema Cronus vs Persib Bandung. Kita akan melakukan reschedull jadwal final IIC 2014. Kami yakin ini akan menjadi laga final yang sangat dinantikan oleh kedua pendukung klub yang tampil di final, dan juga seluruh pecinta sepakbola nasional. Kita juga menyatakan permintaan maaf kepada Aremania dan bobotoh Persib yang harus menunda menyaksikan tim pujaannya bertarung dalam laga final prestisius ini,” papar Joko.

Pelayanan BPJS-nya Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jatim Lakukan Sidak ke RSUD Sidoarjo

Dari banyaknya pengaduan masyarakat yang masuk, menggugah Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jatim melaukan sidak. Dari hasil pantauan di lapangan, KPP Jatim banyak menemukan permasalahan pelayanan BPJS di RSUD Sidoarjo. KPP Jatim melakukan sidak di RSUD Sidoarjo karena RSUD Sidoarjo paling dikeluhkan pelayanan BPJS-nya.

Kepala Divisi Penanganan Pengaduan (KPP) Jatim, Nuning Rodiyah mengatakan dari sidak di RSUD Sidoarjo ditemukan masyarakat masih bingung untuk mengakses pelayanan RS, karena berubahnya alur pelayanan diantaranya pasien askes harus wira-wiri fotocopy untuk pemenuhan syarat pelayanan (Di poli Jantung).”Pelayanan sistem paket INA CBG’s dirasa masyarakat menyulitkan pasien, karena pasien yang dulu mendapat paket obat selama 30 hari, sekarang berkurang menjadi 7 hari. Sehingga pasien harus 4 kali ke rumah sakit tiap bulannya yg mengakibatkan biaya transport dan akomodasi perjalanan ke rumah sakit menjadi lebih banyak,” terangnya.

Nuning mengatakan juga sistem Informasi yg belum dimutakhirkan secara optimal, sehingga RS masih sering menemukan data peserta BPJS yg belum aktif secara sistem tapi mempunyai kartu BPJS. “Sehingga RS melakukan entry secara manual yg mengakibatkan beban kinerja pegawai RS menjadi bertambah,” pungkasnya.

Pemilu Semakin Dekat, Desa-Desa di Sidoarjo Berhias Alat Peraga Kampanye

Alat peraga yang dipasang peserta Pemilihan Umum tahun ini di sepanjang jalan desa di Kabupaten Sidoarjo semakin bertambah. Hal ini dikarenakan pelaksanaan Kampanye melalui penyebaran bahan kampanye kepada masyarakat dan pemasangan alat peraga terus berlangsung hingga 5 April mendatang.

Di tengah maraknya alat peraga yang menunjukkan identitas calon anggota legislatif ini, Pengamat Politik dari Universitas Hang Tuah Surabaya Bambang Ariyanto mengharapkan caleg yang tengah mendulang suara agar memiliki kemampuan yang matang dalam memahami birokrasi dan sistem politik di Indonesia.

“Belajar memahami birokrasi dan sistem politik di Indonesia tidak gampang. Karena itu, belajar politik di partai politik lebih awal,” ujarnya.

Selain melakukan kampanye dengan memasang alat peraga, peserta Pemilu 2014 juga dapat berkampanye melalui rapat umum dan iklan media massa, cetak dan elektronik, namun pelaksanaannya mulai 16 Maret-5 April 2014. Ketentuan ini sesuai aturan dalam UU No. 8/2012 tentang Pemilu. Jika sengaja melakukan kampanye di luar jadwal, sesuai Pasal 276 UU Pemilu, setiap orang dapat dikenai pidana kurungan paling lama 1 tahun serta denda paling banyak Rp 12 juta.

Infrastruktur Buruk, Wisata Sidoarjo Sulit Dijual ke Luar Daerah

Kabupaten Sidoarjo sebenarnya punya banyak tempat wisata yang menarik. Mulai dari wisata kuliner, kerajinan, religi, hingga situs-situs bersejarah. Belakangan banyak orang pun penasaran untuk melihat langsung kondisi semburan lumpur di kawasan Porong dan sekitarnya. Sayang objek-objek wisata yang ada belum dikemas dengan baik oleh pemkab. Inilah yang membuat para pengusaha perjalanan wisata kesulitan untuk memasarkan pariwisata Sidoarjo ke luar daerah.

“Meskipun barangnya bagus, kalau kemasannya kurang bagus, ya, sulit dipasarkan,” ujar Soepomo, ketua Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata Sidoarjo (APPWS), kemarin (21/1). Sebagai penyangga Kota Surabaya, menurut dia, Sidoarjo beruntung ketempatan Bandara Internasional Juanda dan Terminal Purabaya.

Baik bandara maupun terminal bus itu merupakan infrastruktur terbesar di kawasan Indonesia Timur. Dengan kedua fasilitasitu, arus kedatangan wisatawan dari luar ke Sidoarjo niscaya lebih besar ketimbang daerah-daerah lain di Jawa Timur. Sayang, di mata Soepomo, selama ini belum banyak wisatawan yang nyantol di Kabupaten Sidoarjo. Biasanya mereka langsung ke Surabaya atau ke tempat-tempat wisata favorit seperti Gunung Bromo, Malang, atau Bali.

“Kami sudah berusaha menjual tempat-tempat wisata di Kabupaten Sidoarjo. Tapi, ya, harus ditunjung dengan kesiapan infrastruktur dan sebagainya,” ujar Soepomo. Salah satu event tahunan yang berpotensi mendatangkan wisatawan ke Sidoarjo adalah tasyakuran laut atau nyadran. Perayaan tradisional di kampung nelayan Bluru Kidul (Sidoarjo), Balongdowo (Candi), dan Gisik Cemandi (Sedati) ini cukup menarik. Namun, sampai sekarang belum dikemas secara maksimal sebagai ajang pariwisata.

Kondisi sungai dari dalam kota menuju ke muara di pantai timur Sidoarjo, Dusun Kepetingan, Kecamatan Buduran, pun masih memprihatinkan. “Jadi, sektor pariwisata ini memang harus ditangani secara serius. Dan, tentu saja membutuhkan anggaran yang sangat besar,” ucap pengusaha biro perjalanan wisata yang bermarkas di kawasan Sedati ini. Soepomo mengingatkan, sektor pariwisata selama ini terbukti ampuh menjadi alternatif pertumbuhan ekonomi saat krisis.

Ketika sektor ekonomi lain merosot, sektor pariwisata tetap tumbuh. Bahkan, sejumlah negara yang tak punya sumber daya alam menggantungkan diri pada pariwisata sebagai lokomotif pertumbuhan. Pendapat senada disampaikan Dawud Budi Sutrisno. Ketua DPRD Sidoarjo ini ikut memeriahkan perayaan nyadran hingga ke Makam Dewi Sekardadu di Dusun Kepetingan, Buduran, bersama ratusan nelayan Bluru Kidul.

Dawud menilai infrastruktur menuju ke Kepetingan masih sangat memprihatinkan. “Padahal, kawasan Kepetingan itu bisa dikemas menjadi wisata religi andalan Sidoarjo,” katanya. (rek)

Datang ke Bluru Kidul, Rombongan Siswa SMAN 2 Sidoarjo Teliti Tradisi Nyadran

Saat perayaan Nyadran kemarin, ada yang menarik, sekitar 50 an pelajar SMAN 2 Sidoarjo sibuk mewawancarai pengunjung & warga Desa Bluru Kidul, wartawan, hingga panitia. Siswa-siswi SMAN 2 itu terlihat mencatat semua jawaban dari para responden pada formulir yang sudah mereka siapkan. Para pelajar, yang sebagian besar wanita, ini sebetulnya sederhana saja. Misalnya, pengertian nyadran, apa saja yang dilakukan selama nyadran, manfaat nyadran bagi pengembangan ekonomi masyarakat, hingga siapa itu Dewi sekardadu. “Kami diminta melakukan penelitian tentang tradisi nyadran di Sidoarjo,” kata salah satu siswi. Tak hanya asyik bertanya, rombongan siswa SMAN 2 Sidoarjo ini mencarter perahu khusus menuju ke Pantai Kepetingan. Mereka ikut menikmati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama keluarga besar nelayan Bluru Kidul spesialis kerang di Kepetingan. Maklum, kebanyakan siswa salah satu sekolah favorit itu belum pernah berkunjung ke Kepetingan. Saat Tiba di makam Dewi Sekardadu, rombongan siswa SMAN 2 Sidoarjo pun tak tinggal diam. Mereka kembali sibuk memotret, syuting, dan mewawancarai warga setempat. Bahkan, ada beberapa siswi yang ikut masuk ke cungkup makam ibunda Sunan Giri itu ketika pengajian sedang berlangsung. “Saya penasaran ingin melihat langsung kondisi makam seperti apa. Selama ini saya hanya mendengar kalau di Kepetingan ada makam yang sudah berusia ratusan tahun,” kata Ifa, salah satu peneliti.

Pemprov Jatim Bahas Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2014 pada Februari

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mulai membahas draf Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2014 pada Februari karena saat ini Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan (Disnakertransduk) provinsi sedang menunggu usulan dari masing-masing daerah.

“Bulan depan sudah ada pembahasan UMSK atau bersamaan dengan selesainya usulan draf dari 38 kabupaten/kota,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Jatim Eddy Purwinarto ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Rabu.

Sampai sekarang, pihaknya sudah menerima usulan draf UMSK 2014 dari sejumlah daerah, khususnya kawasan Ring I yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Pasuruan.

Ia menjelaskan, usulan UMSK Jatim rata-rata mengalami kenaikan 5 persen dari UMK 2014 yang sudah ditetapkan per Januari. Angka tersebut, kata dia, akan dikaji dan ditetapkan oleh Gubernur Jatim agar bisa diterapkan di masing-masing kabupaten/kota.

“Nantinya, setelah usulan semua masuk maka akan ditetapkan UMSK 2014. Kami harap semua daerah segera mengirim draft usulannya dalam waktu dekat ini,” kata mantan Asisten III Setdaprov Jatim tersebut.

Perlu diketahui, Pemerintah pusat mengimbau masing-masing daerah segera memberlakukan UMSK. Imbauan itu tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa besaran UMSK minimal adalah 5 persen di atas UMK masing-masing Kabupaten/Kota.

Selain itu, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 89 ayat 1 disebutkan bahwa upah minimum juga didasarkan pada wilayah kabupaten/kota atau provinsi.

Dikonfirmasi secara terpisah, juru bicara Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Jamaluddin menuntut Gubernur Jatim Soekarwo menetapkan UMSK di beberapa sektor, antara lain kimia, energi, logam, otomotif, elektronik, farmasi, kesehatan, plastik, sandang, kulit, dan pariwisata.

Sedangkan, daerah yang harus memberlakukan UMSK antara Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Sidoarjo yang tergolong padat industri.

Hal senadan disampaikan anggota Komisi E DPRD Jatim, Ahmad Iskandar. Ia meminta Pemprov Jatim segera menetapkan UMSK 2014 dan disarankan diberlakukan di sektor tertentu, agar tidak menyulitkan pengusaha maupun kaum buruh.

Pihaknya bahkan dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah elemen yang terlibat langsung dengan penetapan UMSK 2014.

“Harapannya, segera diketahui perkembangan proses penetapan tersebut. Saya sudah berkomunikasi dengan dewan pengupahan serta Disnakertransduk Provinsi. Secepatnya kami mengundang pihak terlibat membicarakannya,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim tersebut. (antara)

Page 16 of 338« First...10...1415161718...304050...Last »

Arsip Berita

April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

kirim tweet ke @infosda


update twitter via infosda


Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Fri, 18 Apr 2014 1:00 am WIT

Clear

25°

High: 32° Low: 24°

Clear

Feels like: 25 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 78%

Visibility: 8 km

Dewpoint: 24 °C

Wind: 4.83 km/h

Sunrise: 5:29 am

Sunset: 5:26 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+