Informasi Sidoarjo

Antisipasi Hujan Deras, BPLS Bikin Tanggul Baru

Sidoarjo, infosda.com – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) berhasil menyelesaikan pembangunan tanggul baru sepanjang satu kilometer dari total target pembangunan tanggul sepanjang 1,7 kilometer.

Humas BPLS, Dwinanto P, Rabu, mengatakan, pembuatan tanggul tersebut terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya luberan lumpur saat hujan deras yang terjadi di lokasi tersebut.

“Tingginya curah hujan yang terjadi kawasan tersebut membuat kami harus ekstra kerja keras demi mengantisipasi timbulnya banjir yang kerap kali terjadi akibat luberan lumpur dari dalam kolam penampungan,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya juga melakukan pembuatan alur pembuangan lumpur yang ada di belakang pemukiman warga di Deaa Gempolsari untuk menghindari banjir kepada rumah warga.

“Kami juga belum bisa memperbaiki tanggul yang jebol di titik 73 tersebut karena luberan lumpur yang ada di dalam kolam penampungan masih cukup tinggi,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini progres pembangunan tanggul baru sudah mencapai satu kilometer dengan ketinggian tanggul yang mencapai sekitar tiga meter.

“Kondisi pembangunan tanggul ini akan terus dilakukan sampai dengan ketinggian yang ideal supaya luberan lumpur tidak meluber ke pemukiman warga,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya terus menyiagakan sejumlah pompa untuk mengantisipasi banjir yang terjadi di sekitar lokasi tepatnya di tol buntung dan juga di sekitar rel kereta api.

“Pompa tersebut disiagakan untuk mengurangi terjadinya kemungkinan banjir yang terjadi di lokasi tersebut yang berpotensi terjadinya banjir,” katanya.(antara)

Kunjungi Pondok Pesantren Millinium Candi Sidoarjo, Mensos Akan Buatkan KIS-KIP Anak Yatim

Sidoarjo, infosda.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa akan berupaya memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak yatim yang ditelantarkan orang tuanya.

“Negara harus hadir dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya. Oleh karena itu harus didata terlebih dahulu kepada anak-anak tersebut untuk mendapatkan KIS dan juga KIP,” katanya saat mengunjungi Pondok Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Jalan Raya Tenggulunan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Selasa.

Ia mengatakan, di dalam pondok tersebut banyak anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya dan mereka harus mendapatkan kepastian untuk mendapatkan KIS dan juga KIP tersebut.

“Intinya negara harus memberikan perhatian penuh kepada anak-anak yang sudah ditelantarkan oleh orang tuanya seperti yang ada di pondok pesantren ini,” katanya.

Ia mengatakan, perhatian yang harus diberikan oleh negara, yakni memperhatikan kesehatan dan pendidikan anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya, karena kelahirannya tidak dikehendaki.

“Kemensos akan memperhatikan yang menjadi hak anak-anak ini salah satunya dengan memberikan kepastian kepada anak-anak tersebut untuk mendapatkan KIS dan KIP,” katanya.

Ia mengatakan, anak-anak terlantar ini untuk diuruskan akte kelahirannya. Karena tidak jelas unsur keluarganya, maka bisa mengacu putusan MK.

“Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo juga harus membantu persoalan ini,” tukasnya.

Sementara pengasuh pesantren KH Muhammad Khoirussholeh Efendi mengaku anak-anak balita yang diasuhnya, 90 persen tidak mengenal orang tuanya.

Dia juga tidak khawatir dengan biaya dikeluarkan dalam mengasuh sekitar 200 balita itu seperti dengan mencari sumbangan, proposal dan lainnya.

“Saya tawakkal kepada Allah SWT, terus bersyukur dan percaya balita-balita tak berdosa ini, berlimpahan rezeki. Marketing pesantren ini dari hamba-hamba Allah. Dari satu orang ditularkan ke lainnya dan lainnya,” katanya. (antara)

Pelebaran Jalan Wadungasri Waru, Pemilik Bangunan Minta Waktu 2 Bulan Untuk Pengosongan

Sidoarjo, infosda.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akhirnya berhasil membebaskan dua bangunan yang ada di Jalan Wadungasri Sidoarjo untuk selanjutnya akan dilakukan pelebaran di wilayah setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo Sigit Setiawan, Selasa, mengatakan, dua bangunan saat ini memang sudah dibebaskan dan menunggu untuk dibongkar.

“Sudah kami bebaskan dan saat ini pihak yang bersangkutan meminta waktu sekitar dua bulan untuk mengosongkan bangunan tersebut supaya bisa digunakan untuk pelebaran jalan,” katanya, Selasa.

Ia mengemukakan, dengan dibebaskannya dua bangunan tersebut maka proses pembangunan Jalan Raya Wadungasri bisa segera dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan arus lalu lintas yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kalau bangunan tersebut sudah diselesaikan pembongkarannya maka, dengan secepatnya kami melakukan perbaikan pelebaran jalan mengingat di lokasi tersebut sering terjadi kemacetan lalu lintas terutama pada jam masuk dan pulang kerja,” katanya.

Ia mengatakan, selain melakukan pelebaran jalan pihaknya juga melakukan sejumlah perbaikan jalan dan juga pembuatan jalan baru yang ada di wilayah setempat.

“Salah satunya pembuatan jalan pendamping yang ada di sepanjang jalan protokol mulai dari Kecamatan Waru sampai dengan Kecamatan Buduran dengan panjang sekitar 10 kilometer,” katanya.

Menurutnya, pembangunan jalan pendamping tersebut sangat perlu dilakukan mengingat saat ini volume kendaraan yang melalui wilayah tersebut cukup pada ditambah lagi wilayah tersebut banyak terdapat industri.

“Dengan adanya pembangunan jalan pendamping baru tersebut, maka beban jalan di jalur utama bisa dikurangi dan otomatis akan mengurangi potensi kemacetan yang kerap kali terjadi pada jam-jam kerja,” katanya.(antara)

BPBD Sidoarjo Tambah Mobil Damkar

Sidoarjo, infosda.com – Dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum, Jumat (2/1). Selain mobil Damkar, satu unit mobil dapur lapangan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga ikut diresmikan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo pagi tadi. Selain itu, dua motor trail sebagai kendaraan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo ikut pula diresmikan.

Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan serta Sekda Sidoarjo Vino Rudy Muntiawan SH dan para pejabat Sidoarjo hadir dalam kesempatan tersebut. Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah berharap kendaraan yang telah diresmikannya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perawatan mobil Damkar mutlak diperlukan agar siap sedia bila terjadi kebakaran.

Begitu juga dengan personil pemadam kebakaran yang ada. Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah meminta seluruh personil pemadam kebakaran selalu siap bila sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran. Kesiapan personil maupun peralatan akan mampu meminimalisir korban jiwa maupun material bila terjadi kebakaran.

Ia juga meminta personil pemadam kebakaran cekatan bila telepon pelayanan pengaduan kebakaran berdering. Personil pemadam kebakaran diharapkan siaga akan pengaduan kebakaran melalui telepon. Ia tidak menginginkan masyarakat kecewa saat menghubungi pemadam kebakaran melalui telepon.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Ir. Dwijo Prawito M.MT mengatakan dua unit mobil Damkar merupakan pengadaan tahun anggaran 2014. Satu unit mobil Damkar senilai Rp 1,8 milyar. Satu unit mobil Damkar akan di tempatkan di pos Damkar yang berada di PT. Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah Kecamatan Waru.

Ia berharap dengan penambahan mobil Damkar dapat diikuti dengan penambahan pos Damkar seperti yang ada di Kecamatan Waru. Kecamatan Taman dan Krian merupakan wilayah yang akan dipergunakan sebagai pos Damkar. (humas protokol Kab. SDA/git).

Jenazah Pramugari AirAsia Diterbangkan ke Palembang

Sidoarjo, infosda.com – Jenazah Khairunisa, pramugari AirAsia yang tewas dalam kecelakaan pesawat bernomor penerbangan QZ 8501, Jumat pukul 16.00 WIB diterbangkan dari Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur menuju kapung halamannya Palembang.

“Identifikasi jenazah Khairunisa belum selesai jadi pemulangan dimundur menjadi pukul 16.00 WIB,” kata A Fanani, sepupu almarhumah dijumpai di kediaman orangtua korban di Jalan Pipa Reja Kecamatan Kemuning Palembang, Jumat.

Lelaki yang dipanggil akrab Ivan itu memprediksi jenazah sepupunya akan tiba di Kota Palembang pada pukul 17.30 WIB.

Ivan yang berhubungan terus dengan orangtua Khairunisa menyusul Jenazah di Surabaya via seluler itu mengungkapkan keinginan orangtua almarhumah untuk menunda pemakaman hingga besok.

Namun kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk menunggu lagi, mungkin juga akan dimakamkan pada malam ini.

Ivan mengaku terakhir kali bertemu almarhumah beberapa waktu lalu saat mengantarkan sepupu kecilnya berangkat dinas ke Bandara SMB.

“Dia bilang akan pulang tanggal 6 Januari 2015, saya tidak sangka itu pertemuan terakhir kami,” ungkapnya.

Keluarga, kerabat serta tetangga almarhumah sudah mulai berdatangan ke rumah duka sejak pagi dan mulai ramai selepas shalat Jumat hingga berita ini diturunkan.

Pihak keluarga almarhumah sudah mempersiapkan pemakaman jenazah. Nisan dan kayu pemakaman telah siap di rumah duka.

Karangan bunga juga berdatangan sejak Kamis kemarin hingga Jumat hari ini, di antaranya berasal dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya tempat almarhumah mengenyam bangku kuliah, Ketua DPRD Kota Palembang, Walikota Palembang, dan beberapa instansi lainnya.

Khairunisa merupakan salah satu pramugari maskapai penerbangan pesawat Air Asia Qz 8501 rute Surabaya – Singapura yang mengalami kecelakaan pada Minggu (28/12).

DVI Polda Jatim Masih Identifikasi Lima Korban AirAsia Lagi

Sidoarjo, infosda.com – Tim “Disaster Victim Identification” (DVI) Polda Jawa Timur sampai saat ini masih mengidentifikasi lima korban pesawat AirAsia QZ8501 di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf menyampaikan bahwa proses identifikasi yang dilakukan sesuai standar internasional berdasararkan ISI PO Interpol.

“Dengan demikian hasil dari identifikasi sangat akurat untuk penegakan hukum,” ujarnya kepada wartawan di Crisis Centre Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis sore.

Dari enam korban yang sekarang sudah di RS Bhayangkara, seorang korban berhasil diidentifikasi atas nama Hayati Lutfiah Hamid, warga Sawotratap Sidoarjo, Jawa Timur.

Wanita berusia sekitar 40 tahunan tersebut teridentifikasi setelah Tim DVI Polda Jatim memastikan sesuai metode identifikasi primer maupun sekunder dengan pendukung lainnya.

Menurut rencana, korban akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di sekitar tempat tinggalnya pada Kamis malam ini.

Sementara itu, Kapolda Jatim juga menjelaskan saat ini Tim DVI yang diketuai Kombes Pol Budiyono telah menyiapkan dua kegiatan identifikasi “antemortem” dan “postmortem”.

“Antemortem” merupakan kegiatan “profiling” yakni menyiapkan data orang, seperti rekam medis, sidik jari, DNA, termasuk ciri-ciri fisik seperti tahi lalat, tato dan tanda-tanda khusus di tubuh lainnya.

“Berikutnya semua data sekunder itu ditindaklanjuti di ‘postmortem’. Setelah teridentifikasi, pasti disampaikan,” kata jenderal dua bintang tersebut. (antara)

Malam Tahun Baru 2015, Polres Sidoarjo Panen Motor Pretelan

Sidoarjo, infosda.com – Malam menjelang pergantian tahun baru 2015 (31/12/14), Polres Sidoarjo mengamankan sejumlah motor berknalpot brong dan pretelan di Bundaran Taman Pinang.
Motor berknalpot brong dan pretelan yang terkena razia ini sengaja dihentikan petugas, kemudian diangkat ke atas truk dan dibawa ke Mapolres Sidoarjo.
AKP Budi, Kasatlantas Polres Sidoarjo mengatakan, sepeda pretelan dan knalpot brong yang diamankan ini akan dibawa ke Mapolres Sidoarjo dan pengendaranya diberi surat tilang atas pelangaran ini.
Kemudian bagi pengendara yang ditilang karena pelanggaran lalin ini, akan dilakukan sidang di pengadilan negeri (PN) Sidoarjo.
Selanjutnya, pengendara bisa mengambil sepeda motor berknalpot brong dan pretelan ke Mapolres Sidoarjo dengan membawa kelengkapan sepeda, serta diminta kembali melengkapi komponen yang dipreteli di Mapolres Sidoarjo.
Setelah kelengkapan semua terpenuhi, maka bolehlah motor dibawa pulang.

Hari Ini Jembatan Penghubung Surabaya – Sidoarjo, Sepanjang – Karangpilang Resmi Beroperasi

Sidoarjo, infosda.com – Hari ini, 1-1-2015 jembatan Sepanjang yang menghubungkan Sidoarjo dengan Surabaya mulai beroperasi. Namun, kendaraan yang lewat beratnya akan dibatasi maksimal 10 ton.
Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir Sigit Setyawan, mengungkapkan jembatan Sepanjang dibangun murni dari APBD Sidoarjo sebanyak dua kali, tahun 2013 dan 2014. Total dana yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan nilainya Rp 10,5 miliar. Tahun 2013 nilainya Rp 5,5 miliar dan tahun 2014 Rp 5 miliar.
Difungsikannya Jembatan Sepanjang secara otomatis memecah arus lalu lintas yang ada di sekitar Sepanjang dan Karangpilang. Pasalnya, saat jembatan belum dibangun atau saat dibangun terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang. Kepala Dinas PU Bina Marga Ir Sigit Setyawan mengungkapkan, Jembatan Sepanjang dibangun murni dari APBD Sidoarjo. Yakni, sebanyak dua kali, tahun 2013 dan 2014.
Setelah itu, Dishub bersama Satlantas Polres Sidoarjo dan Satlantas Polrestabes Surabaya akan mengevaluasi kondisi lalu lintas karena menyangkut dua wilayah. Jika ada kendaraan melebihi 10 ton tetap melintas, Dishub menyerahkan sepenuhnya ke polisi. ”Itu kewenangan polisi karena di situ sudah ada rambu larangan kendaraan di atas 10 ton melintas,” ucap Joko Santosa.
Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah meminta polisi harus bertindak tegas terhadap pelanggar. Mengingat jembatan yang dibangun itu untuk kepentingan orang banyak. ”Kalau ada yang melanggar harus ditilang,” ucapnya.

Korban AirAsia Warga Surabaya Yang Sudah Teridentifikasi Akan Dimakamkan Di Sidoarjo

Sidoarjo, infosda.com – Salah seorang korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang teridentifikasi, Hayati Lutfiyah (39), warga Jalan Ketintang Baru Selatan 5 B Nomor 16 Kota Surabaya akan dimakamkan di Desa Sawo Tratap, kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Saya ini mau ke Rumah Sakit Bayangkara untuk menjemput jenazah adik ipar saya. Kalau seadainya bisa saya bawa pulang malam ini, ya saya bawa, terus dimakamkan,” kata Erna Susanti, kakak ipar Hayati, kepada ANTARA News di kediamannya di Jalan Nala Nomor 14 Desa Sawo Tratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

Di bagian sudut depan rumah itu terpampang tiga foto yang ikut menjadi korban jatuhnya AirAsia QZ8501, yaitu Joko Suseno (40), Hayati Lutfiyah (39), Naura Kanita (9) dan Sumami (64).

Joko Suseno adalah adik kandung Erna Susiati, dan Naura Kanita adalah anak dari Joko Suseno dan Erna Susiati. Sedangkan, Sumami adalah ibu kandung Joko Suseno dan Erna Susiati. Dari keempat korban ini, yang baru teridentifikasi adalah Hayati Lutfiah.

“Saya tahu kalau temuan salah satu jenazah pesawat Air Asia ini adalah adik ipar saya itu dari Pak RT. Saya tahu sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Erna.

Dengan mata berkaca-kaca Erna menceritakan, awalnya dia menghubungi Ketua Rukun Tetangga (RT)-nya itu untuk mematikan lampu rumah adiknya yang ada di Jalan Ketintang Baru Selatan 5 B Nomor 16.

Saat percakapan lewat telepon itulah, menurut dia, Pak RT memberitahukan bahwa, salah seorang jenazah yang berhasil diidentifikasi tim pencari AirAsia QZ8501 adalah Hayati Lutfiah, sedangkan ketiga keluarganya yang lain belum terindentifikasi.

“Saya sudah membicarakan dengan pihak keluarga adik ipar saya, nanti mau dimakamkan di Sawo Tratap,” katanya.

Erna melanjutkan, sejak awal dia tidak pernah mendapat firasat akan mendapat musibah ini. Baik itu melalui mimpi atau ucapan-ucapan dari keluarganya yang menjadi korban.

Bahkan, sebelumnya, Joko Suseno sempat menawari anaknya untuk ikut berwisata ke Singapura. Lantaran ada kegiatan pengambilan rapor, maka anaknya tidak diizinkan untuk berangkat.

Selanjutnya, ia menuturkan, pada saat hari Minggu (28/12) lalu dia bersama suami pergi untuk jalan-jalan. Tak jauh dari rumahnya, terdengar berita dari stasiun radio lokal bahwa pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak.

“Saat itu juga saya ke Bandara Juanda. Saya ingin tahu yang menumpang pesawat AirAsia ini siapa saja. Ini karena saya tahunya, adik saya pagi itu berangkat ke Singapura. Tapi, tak tahu naik pesawat apa,” katanya.

Setibanya di bandara, dia langsung menuju Pos Komando (Posko) Crisis Center AirAsia. Oleh petugas, dia disarankan untuk ke kantor pelayanannya AirAsia. Sayangnya, petugas maskapai mulanya enggan untuk membeinfo siapa saja penumpang di pesawat naas itu.

Tak lama kemudian, dia ditelepon salah seorang wartawan yang memintanya untuk kembali ke posko. Wartawan itu mengabarkan bahwa data semua penumpang Air Asia QZ8501 sudah diumumkan pihak bandara.

“Setelah saya tahu keluarga saya naik pesawat ini, badan saya langsung lemas. Saat itu saya tidak selera makan. Tiga hari saya tidak makan dan malas diajak bicara. Baru hari ini saya makan dan perlahan mulai bisa diajak bicara dengan leluasa,” katanya.

Erna mengakui, harus merelakan kepergian keluarganya yang terjadi secara mendadak ini, dan tidak pernah menyangka keluarganya akan mengalami kematian secara tragis.

Akhirnya, diapun memilih untuk merelakan kepergian mereka, agar arwahnya bisa tenang di alam baka.

“Saya sekarang tidak menangis lagi. Kenapa? Karena air mata saya sudah habis. Lagipula, saya harus merelakan kepergian mereka. Jika saya tidak merelakan, kasihan mereka. Saya juga berdoa agar semua korban bisa ditemukan. Dan, semoga ada mukjizat bahwa mereka selamat,” katanya. (antara)

Untuk Mempermudah Identifikasi, Posko Crisis Center Akan Pindah ke RS Bayangkara Polda Jatim

Sidoarjo, infosda.com – General Manager Angkasa Pura I Juanda Trikora Harjo menyatakan kemungkinan posko Crisis Centre yang selama ini berada di Terminal 2 Bandara Juanda bisa dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Bhayangkara Surabaya.

“Posko tersebut bisa dipindahkan ke rumah sakit untuk memudahkan para keluarga penumpang melakukan identifikasi terhadap evakuasi penumpang,” katanya di Crisis Centre Bandara Juanda Surabaya, Rabu.

Ia mengemukakan, posko Crisis Centre yang dipersiapkan di lokasi rumah rumah sakit tersebut untuk memudahkan koordinasi dengan keluarga penumpang.

“Saat ini juga disiapkan sekitar 130 ambulans dari Surabaya dibantu dengan ambulan dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini juga sudah ada sekitar 30 orang keluarga penumpang yang sudah menyetorkan contoh DNA untuk dilakukan pencocokan terhadap keluarga penumpang.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada kelurga penumpang seperti orang tua anak atau juga saudara kandung untuk segera menyerahkan contoh DNA kepada petugas guna mempercepat proses identifikasi oleh petugas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya Hernanto menyatakan jika cuaca buruk menghambat proses pengiriman jenazah korban pesawat AirAsia QZ 8501 dari Pangkalan Bun Kalimantan Tengah menuju Bandara Juanda Surabaya.

“Saat ini cuaca di Pangkalan Bun kurang baik sehingga proses pengiriman korban mendapatkan kendala sehingga belum bisa dikirimkan ke Surabaya,” katanya.

Ia mengemukakan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan sekitar 18 kapal yang digunakan untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang pesawat tersebut.

Page 16 of 398« First...10...1415161718...304050...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Thu, 28 May 2015 8:01 am WIT

Partly Cloudy

28°

High: 32° Low: 24°

Partly Cloudy

Feels like: 28 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 79%

Visibility: 9.99 km

Dewpoint: 24 °C

Wind: 16.09 km/h

Sunrise: 5:33 am

Sunset: 5:17 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+