Informasi Sidoarjo

450 Kader Anti Narkoba Sidoarjo Dikukuhkan

Untuk mencegah merebaknya jaringan narkoba atau menangkal para pengguna narkoba agar tidak merambah terlalu jauh. BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Sidoarjo telah membentuk 450 kader-kader anti narkoba.
Pengukuhan para kader-kader anti narkoba tersebut telah dilakukan oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH. M.Hum bersamaan dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba sekolah bebas narkoba 2013, pada Senin(9/12) di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.
Ketua BNN Sidoarjo AKBP Supriyanto mengatakan mereka yang terlibat atau terpilih sebagai kader-kader anti narkoba adalah dari beberapan instansi termasuk PNS, para medis dan para pelajar.”Mereka sebagai ujung tombak BNN dalam memberantas peredaran narkoba di Sidoarjo,” katanya.

BNN sidoarjo

BNN sidoarjo

Usai penyerahan, Bupati Saiful Ilah berharap kepada kader-kader narkoba agar turun ke lapangan lebih tegas lagi. Karena mereka menjadi ujung tombak dalam penanggulangan peredaran narkoba yang terus menggerogoti generasi kita.
Ia menegaskan kalau warga yang kena narkoba itu sudah tidak bisa ditoleransi, walaupun saudaranya sendiri tetap tidak bisa ditolong atau minta keringanan. “Kalau tertangkap kena narkoba, tetap diproses sesuai aturan yang ada,” katanya.
Disisi lain, Bupati Saiful yang pernah menjadi Ketua BNK Sidoarjo juga berharap kepada petugas, bila ada pelajar yang tertangkap kalau bisa jangan di penjara. Lebih baik direhabilitasi saja. Rehabilitasi fungsinya adalah untuk menyembuhkan dari pengguna narkoba. “Jika mereka di penjara akan lebih parah lagi, keluar penjara akan lebih semangat lagi untuk menggunakan narkoba. Makanya saya berharap di rehabilitasi saja,” harap Saiful Ilah.
Sementara pemenang sekolah yang bebas narkoba 2013, Juara 1 SMAN 1 Tarik, Juara 2 SMKN 1 Sidoarjo, Juara 3 SMAN 1 Wonoayu, Juara Harapan 1 SMAN 4 Sidoarjo, Juara Harapan 2 SMAN 1 Waru dan Juara Harapan 3 SMAN 1 Gedangan.as (mediacentersda)

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Sidoarjo Bagi-Bagi Stiker “Bantu kami untuk memberantas korupsi di Sidoarjo”

Dalam memperingati hari korupsi se dunia yang jatuh pada hari ini, senin (09/12) Kajari Sidoarjo lakukan tempel stiker di beberapa mobil dinas yang berplat merah yang diparkir di Jalan Raya Sultan Agung Suprapto Kota Sidoarjo.

Stiker yang bertulisankan ‘ Bantu kami untuk memberantas korupsi di Sidoarjo serta yang gambarkan tikus itu, ditempelkan di beberapa kendaraan dinas yang bekerja di lingkungan pemerintahan Sidoarjo.

Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk memperingatkan pada para pegawai pemerintahan pemkab Sidoarjo agar jangan melakukan tindakan korupsi di kantor pemerintahan di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

Menurut Kasi intel kejaksaan Sidoarjo, Sifulloh mengatakan, bahwa tindakan tersebut dilakukan guna untuk memberi peringatan kepada seluruh Kabid di lingkungan Pemerintahan Sidoarjo.

” Selain kami membagi-bagikan stiker ke seluruh pengguna jalan, kami juga menempelkan stiker di kendaraan dinas yang dipakai oleh jajaran Kabid yang ada dilingkungan pemerintahan Sidoarjo,” ujarnya

Sementara itu, tindakan tempel stiker yang di lakukan oleh Saifulloh di kendaraan dinas tersebut sempat membuat beberapa sopir pribadi beberapa Kabid yang ada di lingkungan pemerintahan Sidoarjo kaget dan sempat agak sedikit marah. Namun, setelah diberi informasi dan diberi pengertian akhirnya mereka membiarkan kendaraan dinas itu ditempeli stiker dan malah membatu menempelkanya ke kaca depan kendaraan-kendaraan dinas tersebut. (dik/aca) (suarakawan)

Puluhan Mahasiswa Yang Tergabung Dalam PMII Sidoarjo Siang Tadi Demo Tolak Pembangunan Gedung Baru Pemkab Sidoarjo

Sedikitnya 30 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Sidoarjo, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Sidoarjo, senin (09/12). Aksi demo damai yang diakukan oleh puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo ini untuk menolak pembangunan gedung Baru pemkab Sidoarjo yang rencananya akan segera dibangun di daerah wilayah barat Sidoarjo.

Menurut korlap aksi Muchammad Sofa mengatakan bahwa, pihak PMII menolak keras adanya alokasi dana sebsar 3 milyar dana dari ABPD yanga akan digunakan untuk membangun gedung baru pemkab Sidoarjo.”Sangat tidak manusiawi sekali pihak pemerintah sidoarjo, masak gedung masih bagus dan layak digunakan tapi pemkab sidoarjo akan membangun gedung baru lagi dengan memakai dana dari APBD,” ujar Sofa

Masih kata sofa, masih banyak masyarakat Sidoarjo yang miskin dan membutuhkan dana kesejahteraan tapi kenapa dari pihak pemkab terkesan tak perduli dan memaksakan diri untuk membangun gedung baru tersebut. “Maka dari itu kami menolak keras pembangunan gedung pemkab baru tersebut dan mengalihkan dana sebesar 3 milyar itu ke alokasi pembangunan rumah sakit yang masih banyak dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya sidoarjo di wilayah Barat,” kata Sofa

Untuk itu,masih tambah Sofa, pihaknya terus mendesak kepada seluruh anggota dewan Sidoarjo sebagai wakil rakyat Sidoarjo ikut turut serta menolak adanya rencana pembangunan gedung baru tersebut.

“Kami menginginkan dari pihak DPRD Sidoarjo memfasilitasi pertemuan antara pihak Pemkab Sidoarjo dalam hal ini Bupati dan jajaranya dengan kami selaku warga masyarakat Sidoarjo untuk memusyawarhkan permasalahan ini, dan kalau bisa pembangunan gedung pemkab Sidoarjo di batalkan saja,” imbuhnya

Aksi demo PMII yang dilakukan didepan pintu masuk kantor Bupati Sidoarjo itu, selain mereka melakukan orasi yang point nya adalah menggagalkan pembangunan gedung baru pemkab tersebut, puluhan mahasiswa ini juga melakukan aksi teaterikal yang melambangkan penderitaan rakyat Sidoarjo. (dik/aca) (suarakawan)

PT Pertamina Gas Diminta PU Pengairan Sidoarjo Untuk Bongkar Beton di Permukiman Warga Kedungturi, Taman

Dinas PU Pengairan Pemkab Sidoarjo menginstruksikan kepada PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk membongkar jembatan saluran irigasi yang melintas di permukiman warga Desa Kedungturi, Kecamatan Taman akibat dibeton.

Pembetonan jembatan itu dianggap menyalahi aturan yang ada, karena dalam perizinan yang diajukan tidak ada pembetonan.

“Kecuali kalau diplengseng saja tidak ada masalah karena untuk penguatan. Kalau dibeton tidak boleh,” tandas Kepala Dinas PU Pengairan H Fatchur Rohman, Senin (9/11/2013).

Untuk melihat kondisi yang dikeluhkan warga hingga timbul protes dari warga Kedungturi, PU Pengairan menurunkan tim untuk melihat.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pembetonan saluran irigasi terlihat menjulang dibanding kondisi air yang ada.

Akibatnya, air yang ada di sebelah barat tidak bisa mengalir ke timur karena terhalang beton.

“Dari pengamatan di lapangan akan kami rapatkan dengan dinas terkait seperti Satpol PP. Jika itu benar terbukti Satpol PP yang akan membongkar jembatan di atas irigasi itu,” ungkapnya.

Ketika disinggung di aliran irigasi dan sempadan saluran dipendam pipa gas, Fatchur Rohman mengaku tidak pernah memberi izin.

Terkuaknya di sempadan irigasi ada penanaman pipa gas dari Moch Ro’ub dan warga lainnya saat demo berlangsung, Minggu (8/12/2013).

Pipa yang dipendam di sempadan ada 2 buah dengan besaran pipa sekitar 10 dim. (Tribunnews)

Ditemui Saat Pengukuhan Kader Narkoba. Kepala BNN: 50 Persen Pelajar di Sidoarjo Kenal Narkoba

Pelajar SMP dan SMA sederajat di Sidoarjo ternyata sudah tahu dan mengenal narkoba. Hal itu terungkap saat check list yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo terhadap siswa saat sosialisasi.

Kepala BNN Sidoarjo, AKBP Supriyanto, menjelaskan 50 persen pelajar itu baru mengetahui narkoba yang jenis murahan, seperti pil koplo atau dobel L.

“Barang yang dikenal itu justru membahayakan jiwa dan otak pemakai,” tandas Supriyanto dalam pelantikan kader narkoba di pendopo kabupaten, Senin (9/12/2013).

Menurutnya, pelajar yang kenal pil koplo itu karena pernah mengonsumsi. Mereka tahu dari jenis, warna, bentuk serta nama pil koplo yang ada. Untuk mencegah siswa semakin keranjingan, BNN kerap datang ke siswa untuk memberikan pengertian.

“Mereka itu korban justru butuh penyembuhan. Jika dibiarkan akan semakin berkembang dan akin mengenal narkoba yang lebih tinggi,” paparnya.

Siswa SMP dan SMA ini adalah aset yang perlu dijaga dan dibina agar menjadi generasi muda yang berguna bagi bangsa dan negara. Pembentukan kader narkoba dari kalangan pelajar, pramuka, guru, ormas dan tokoh agama sebagai garda terdepan untuk memerangi narkoba. Jumlah total kader yang dinaungi sebanyak 450 orang.

Di kalangan pelajar bisa menyebarkan sosialisasi di kalangan pelajar sendiri. Begitu pula tokoh masyarakat yang dianggap sebagai panutan masyarakat bisa mensosialisasikan di wilayahnya.

“Jadi dari beberapa ruang yang ada sudah kami lapisi agar narkoba tidak terus berkembang,” jelasnya.

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah menjelaskan, kader yang dilantik itu langsung bergerak untuk melakukan pembinaan kepada teman atau sanak keluarga. Pasalnya, perkembangan peredaran narkoba semakin pesat, sehingga pembinaan juga harus diimbangi.

“Narkoba sudah dimana-mana ada bahkan di Sidoarjo sendiri pernah ada home indsutry yang digerebek polisi,” tuturnya.

Peredaran narkoba maupun obat terlarang tampaknya memang sudah mengakar ke beberapa aspek kehidupan. Di Sidoarjo saja Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo mendata sekitar 50 persen dari pelajar di Sidoarjo sudah mengetahui tentang narkoba. Baik itu sebagai pengedar, pengguna hingga pelajar yang hanya pengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

Kepala BNN Sidoarjo AKBP Supriyanto mengatakan, sebanyak 50 persen pelajar di Sidoarjo memang sudah mengenal narkoba. Baik itu dari lingkungannya maupun terjun sendiri di dunia narkoba. Jumlah tersebut memang cukup banyak karena dari segi usia memang masih muda.

“Jika terus dibiarkan akan sangat memprihatinkan dan bisa meningkat. Apalagi untuk pengguna,” ujarnya di sela pengukuhan kader penyuluh anti narkoba di Pendopo Delta Wibawa, kemarin (9/12/2013).

Dia mengungkapkan, untuk mencegah peredaran narkoba BNN Sidoarjo kemudian membentuk kader penyuluh anti narkoba sebanyak 450 anggota. Terdiri dari pelajar, PNS, dari medis hingga masyarakat umum. Mereka turun langsung untuk melakukan sosialisasi kepada semua elemen masyarakat. “Kami juga berharap para pengguna juga langsung ditangani dengan rehabilitasi,” ucapnya.

BNN Sidoarjo, kata Supriyanto , juga telah merehabilitasi sebanyak 6 pelajar pengguna narkoba. Rehabilitasi tersebut dilakukan di Makasar karena Sidoarjo belum memiliki pusat rehabilitasi khusus narkoba. Pelajar yang direhabilitasi minimal selama 6 bulan itu terdiri dari berbagai jenjang pendidikan.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang berkesempatan mengukuhkan para kader tersebut juga meminta agar para kader secara intens melakukan sosialisasi. Para kader dianggap sebagai ujung tombang untuk mengerem laju perederan narkoba yang semakin merajalela.

“Saat ini narkoba juga mempengaruhi orang untuk melakukan tindakan kriminalitas,” katanya.

Dia mengungkapkan, para pelajar yang menjadi harapan masa depan bangsa ini jangan sampai terjun ke dunia narkoba. Dengan masa depan yang sudah terkontaminasi narkoba, akan sangat mengganggu para pelajar menyelesaikan pendidikan. “Jangan berani coba-coba (narkoba) ya,” pesannya. (Tribunnews)

Donor Darah KPU Sidoarjo Bersama PMI Sepi Dari Caleg & Partai Politik Besar

Aksi bakti sosial (baksos) KPU Sidoarjo dalam donor darah sepertinya kurang mendapatkan respon dari partai besar di Sidoarjo.

Buktinya, kegiatan yang bekerjasama dengan UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Sidoarjo di GOR Sidoarjo itu, sepi dari kedatangan para pimpinan parpol maupun Caleg 2014.

Padahal donor darah ini untuk menyambut Pemilu 2014 dan mensosialisasikan hak pilih masyarakat Sidoarjo dalam pesta demokrasi 2014 ini.

Menurut anggota KPU Sidoarjo Fatkhur Mujib, baksos ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Sidoarjo terkait Pemilu yang akan datang. “Ini bagian dari sosialisasi hak pilih masyarakat dalam Pileg mendatang,” ucapnya.

brt655246624

Dia menambahkan, baksos ini semestinya diperuntukkan bagi seluruh partai politik. Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan para caleg kepada warga Sidoarjo. “Supaya masyarakat tahu, para caleg dipertemukan melalui program ini,” terangnya.

Pantauan di lapangan, meski kegiatan sudah berlangsung, belum juga tampak caleg parpol besar, berada di lokasi. Hanya tampak di lokasi kader Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) dan ada juga kader parpol yang belum memiliki kursi di DPRD Sidoarjo. [isa/but] (beritajatim)

Lingkungan Terancam Banjir, Warga RW III Sedati Agung Wadul DPRD Sidoarjo

Sampah menumpuk, selokan mampet dan air menggenangi pemukiman, membuat warga RW III Sedati Agung, wadul bareng-bareng ke anggota DPRD Sidoarjo.

Para warga itu mengeluh saat berdialog dengan Tarkit Erdianto anggota DPRD Sidoarjo dapil VI (Sedati, Gedangan dan Buduran) dalam jaring apirasi masyarakat di Balai RW III Sedati Agung.

“Dalam musim hujan ini, daerah kami terancam banjir, karena selokan yang ada, tak berfungsi dan banyak sampah menumpuk di sungai,” ucap Laila salah satu warga Semambung Kecamatan Gedangan Sabtu (7/12/2013).

Hal yang sama juga dikeluhkan Nur Cahya Wahyudi warga Sedati Agung RT 8 RW 3 Kecamatan Sedati. Kala hujan turun, sering adanya genangan air. “Khawatirnya, kalau ini tidak segera diatasi, akan terjadi banjir di Desa Sedati Agung,” keluhnya.

Sementara Tarkit Erdianto menyatakan akan berkordinasi dengan kades yang ada, agar permasalahan sampah, sungai terjadi sumbatan, segera teratasi.

Soal sampah dilingkungan desa, anggota Komisi B itu mengusulkan agar di buatkan Perdes. Karena sampah, termasuk bagian kewenangan dan bisa diatasi oleh pemerintahan desa.

“Soalnya, dengan Perdes itu, semua warga harus berpartisipasi untuk iuran pengangkutan sampah. Semakin banyak warga yang ikut ‘urunan’ pengangkutan sampah, tentunya iuran yang dikenakan lebih sedikit,” terangnya politisi PDIP itu.

Lanjut dia, soal penanganan banjir, dirinya minta diberikan laporan soal selokan yang dibutuhkan lingkungan dan selokan perlu penanganan agar berfungsi normal.

“Dan kami juga akan laporkan ke Dinas PU Pengairan Pemkab Sidoarjo, perlu adanya normalisasi di sungai atau penanganan banjir di Sedati tersebut,” janji Tarkit dengan juga mengajak warga untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan . [isa/kun] (beritajatim)

Sebanyak 600 Karateka Ramaikan Kejurkab FORKI Sidoarjo 07 – 08 Desember 2013

Pengurus Kabupaten Federasi Karate Do-Indonesia (FORKI) Sidoarjo, 07 – 08 Desember 2013, menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Karate di GOR Sulaksana Sidoarjo.

Kejuaraan yang setiap tahun diselenggarakan ini diikuti sekitar 600 karateka dari 11 perguruan di Sidoarjo.

Sekretaris Umum FORKI Sidoarjo, Sutanto, menjelaskan, kejuaraan ini dihelat untuk menjaring atlet-atlet karate baru di Sidoarjo yang akan dibina dalam Pemusatan Latihan Cabang (Pustalcab).

“Selain itu Kejurkab tersebut juga sebagai persiapan untuk kejuaraan selanjutnya termasuk persiapan Porprov Jawa Timur kelima di Banyuwangi 2 tahun mendatang,” ungkapnya.

Ada 6 kelompok umur (KU) yang dilombakan yakni umur 7 hingga 19 tahun. Total nomor yang diikuti ada 50 nomor. Sementara 11 perguruan yang mengikuti adalah KKI, Lemkari, Inkai, Inkadi, Unkanas, Gojukai, Wadokai, Pordibya, Kandagaprana, Amura dan Funakosi. (Agustin/Rio/DS) (rri)

Bolos Sekolah, Pelajar Yang Berkeliaran di GOR Sidoarjo Diciduk Satpol PP

Siswa SMA sederajat yang berkeliaran di sekitar Gelanggang Olah Raga (GOR) Sidoarjo saat jam aktif sekolah digaruk petugas Satpol PP, Jumat (6/12/2013) sekitar pukul 08.00 WIB.

Puluhan pelajar yang digaruk dalam Operasi Cipta Kondisi itu ada yang tengah main biliar, ngopi dan cangkruk di sudut GOR. Berbagai alasan yang dilontarkan siswa agar tidak dibawa petugas dikesampingkan karena mereka main biliar, ngopi, dan cangkruk saat jam efektif sekolah. Mereka langsung dibariskan untuk diberi pengarahan dan menjadi tontonan masyarakat.

“Mereka (siswa) ini sama halnya mencoreng dunia pendidikan di Sidoarjo. Nanti kalau tidak lulus, katanya sekolahnya yang jelek. Justru anak-anak sendiri yang tidak sekolah,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Satpol PP Pemkab Sidoarjo, Mujib Anwar, Jumat (6/12/2013).

Mujib mengkhawatirkan, jika hal ini terus dilakukan oleh siswa akan membuat orang tua makin sedih. Karena siswa dari rumah pamit berangkat sekolah ternyata tidak sampai di sekolah.

“Apa kamu tidak kasihan dengan orang tua Anda. Orang tua Anda menyekolahkan agar pandai, ternyata Anda semua malah tidak mau sekolah,” tegur Mujib di hadapan para siswa yang tengah dibariskan.

Operasi terhadap pelajar terus diintensifkan karena masih ada pelajar saat jam belajar ada di taman dan mall. “Operasi ini akan kami teruskan dengan mobil patroli agar mereka jera dan masuk sekolah,” paparnya.

Penyisiran pelajar yang bolos sekolah juga sebagai bentuk upaya antisipasi terhadap tawuran pelajar. “Para pelajar ini dari sekolah yang berbeda, jiwa mereka adalah jiwa muda yang gampang tersulut emosinya. Untuk itu kami amankan pelajar yang bolos sekolah biar tidak sampai terjadi ketersinggungan antar pelajar yang nantinya mengarah ke tawuran,” jelas Mujib.
sumber: Tribunnews

Karena Minim Sarana, Atlet Panjat Tebing Sidoarjo Terpaksa Urunan

Sarana latihan untuk olahraga Panjat Tebing Sidoarjo sangat minim. Wajar kalau hingga saat ini mereka belum pernah mendapatkan medali sama sekali dalam berbagai event yang diikutinya.
Berdasarkan pantauan, Pemkab Sidoarjo baru menyediakan satu papan panjat tebing yang berada di sisi barat GOR Delta Sidoarjo. Meski begitu sejumlah atlet tetap semangat melakukan latihan rutin. Dengan media latihan seadanya para atlet melalulan latihan rutin 5 kali dalam seminggu. Pelatih Panjat Tebing Sidoarjo, Boyes Tapalera mengakui media latihan yang ada saat ini masih dirasa kurang. “Tapi tetap kita gunakan latihan secara maksimal,” ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan latihan, para atlet tersebut rela mengumpulkan dana guna membuat papan panjat tebing baru. “Saat ini sudah jadi dan akan digunakan untuk latihan di dalam gedung,”terangnya. Terdapat 3 papan baru dengan ketinggian 3 meter yang dipasang di lantai 2 Stadion Delta Sidoarjo.
Selain menjaga kekuatan fisik, latihan rutin ini juga digunakan untuk melatih strategi dan teknik saat pertandingan. Sebab dalam event Porprov V di Madiun lalu tim panjat tebing Sidoarjo belum mampu menyumbang medali. “Banyak yang harus diperbaiki sehingga latihan rutin ini dilakukan,” imbuh pria yang juga menjadi pengurus di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sidoarjo ini. Latihan ini juga sebagai persiapan untuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing yang diselenggarakan di Surabaya awal tahun depan. Diharapkan dalam Kejurda nanti atlet panjat tebing bisa membawa pulang medali. “ Untuk itu kita persiapkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan kejuaraan,” tandasnya. (bam/nug)

Page 98 of 394« First...102030...96979899100...110120130...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Sat, 25 Apr 2015 5:00 pm WIT

Partly Cloudy

27°

High: 31° Low: 24°

Partly Cloudy

Feels like: 27 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 79%

Visibility: 9.99 km

Dewpoint: 24 °C

Wind: 12.87 km/h

Sunrise: 5:29 am

Sunset: 5:24 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+