Informasi Sidoarjo

Akibat Kualitas Air PDAM Kotor, Warga Perumahan Grand Rose Buduran Sidoarjo Mulai Terserang Penyakit Kulit

Keruhnya air PDAM yang ada di Wilayah Sidoarjo, nampaknya membawa dampak negatif terhadap para pelangganya, hal itu dirasakan oleh keluarga Badrul iman warga Perumahan Grand Rose, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, senin (02/12).

Kotornya air PDAM Delta Tirta Sidoarjo ini membuat kulit anaknya yang bernama Akmal Khuluk yang usianya masih (3) bulan tersebut mengalami bintik-bintik merah, hal tersebut sudah berlangsung hampir satu minggu ini, bahkan ketika diperiksakan ke dokter kulit oleh orang tuanya, balita usia 3 bulan yang kulitnya bentul-bentul merah ini disebabkan dari air yang tak sehat. “Anak saya Sudah saya periksakan kedokter mas, tapi sembuhnya hanya sebentar saja mas, karena keluarga kami mandi tetap pakai air PDAM ini,” ujar, Badrul Iman saat ditemui di rumahnya.

Sementara itu ditempat terpisah, kotornya air PDAM Delta Tirta Sidoarjo ini juga dirasakan oleh anggota Dewan Sidoarjo, warih Handono wakil ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, dirumah anggota Dewan ini yang ada di wilayah Waru juga merasakan hal yang sama, padahal keruhnya air PDAM Sidoarjo tersebut sudah pernah dilaporkan ke Direktur PDAM Delta Tirta Sidoarjo.”Saya sudah laporkan kepada direktur PDAM Sidoarjo tapi hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa,” ujarnya

Dewan meminta Bupati Sidoarjo agar melakukan Penghentian dan bila perlu pemecatan terhadap Direktur PDAM Sidoarjo Jayadi, pasalnya Dewan menganggap Direktur PDAM Sidoarjo saat ini sudah tidak bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Selama ini Dewan selalu mengabulkan permintaan anggaran yang diminta oleh PDAM, namun ada masalah kotornya air PDAM yang banyak dikeuhkan masyarakat kok tidak segera ditamggapi dengan serius,” ucapnya

Kini warga berharap agar secepatnya air PDAM Delta Tirta segera di benahi, pasalnya warga merasa dirugikan dengan pembayaran tiap bulan ke pihak PDAM tersebut. (dik/aca)
sumber: suarakawan

Dari Operasi Zebra di Bekas Timbangan Candi Siang Tadi, Satlantas Polres Sidoarjo Menjaring Ribuan Kendaraan

Sat Lantas Polres Sidoarjo melakukan Operasi Zebra di bekas timbangan Candi Sidoarjo Senin (2/12/2013). Ribuan kendaraan yang tak dilengkapi surat dan SIM bagi pengendara, kena tilang.

Jenis kendaraan yang melanggar, selain motor R2, motor R3, juga ada mobil bak R4 yang membawa penumpang. “Operasi digelar untuk menekan angka kecelakaan yang bermula dari adanya pelanggaran,” ucap Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Tommy F.

Dia menyebutkan, jenis pelanggaran terbanyak yang terjaring dalam Operasi Zebra ini, didominasi kendaraan R2 yang tak dilengkapi kendaraan dan pengemudi kendaraan tak memiliki SIM.

“Dilapangan juga ditemukan pelanggaran motor yang belum keluar nopolnya, dan juga mobil bak terbuka yang membawa penumpang. Ini juga rawan menimbulkan kecelakaan,” terangnya.

Razia yang sama, juga akan dilakukan secata intensif di banyak titik, tak hanya di kawasan Candi saja. Di titik yang lain juga akan di jadikan Operasi Zebra. [isa/but]
sumber: beritajatim

Meski Memiliki Potensi Perikanan Yang Tinggi Namun Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Sidoarjo Masih Rendah

Meskipun termasuk Kabupaten yang memiliki potensi perikanan cukup tinggi di Indonesia, namun soal konsumsi ikan, masyarakat Sidoarjo termasuk masih dibawah standart Nasional.

Menurut Ir H.Sholeh MSI.MM, kepala dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Sidoarjo, standart konsumsi ikan nasional tiap warga yang ditetapkan nasional adalah 30 kg per kapita per tahun.

Sedangkan saat ini, masyarakat Sidoarjo masih 25 kg per kapita per tahun.

“Memang konsumsi ikan masyarakat Sidoarjo masih di bawah konsumsi nasional. Namun untuk konsumsi ikan di tingkat masyarakat Jawa Timur, kita masih diatasnya,” tutur Sholeh saat ditemui dalam program GEMARIKAN (gerakan masyarakat makan ikan) di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (26/11/2013).

Kenapa demikian lanjut Sholeh, karena tingkat konsumsi ikan masyarakat di Jawa Timur ini, masih sekitar 24 kg perkapita per tahun.

“Ini disebabkan, masyarakat di Kabupaten lain, potensi penghasil perikanannya masih di bawah Sidoarjo,” ujar Sholeh lagi.

Sementara itu, Sebagai upaya menggenjot lagi konsumsi ikan bagi masyarakat Sidoarjo, Dinas kelautan dan perikanan Sidoarjo, terus menggencarkan program gemar makan ikan.

Program yang dibarengi dengan lomba menu masakan kudapan berbahan dasar ikan ini, bertujuan untuk menggairahkan kembali gemar makan ikan bagi masyarakat Sidoarjo.

“Ikan itu mengandung omega 3 yang cukup baik bagi kecerdasan. Untuk itu, kita terus upayakan agar masyarakat Sidoarjo semakin gemar mengkonsumsi ikan, apapun jenis ikan tersebut,” tutup Sholeh.

Penyidikan Kejaksaan Negeri Sidoarjo Terkait Penertiban Reklame Liar Disinyalir Akan Seret Pejabat Pemkab

Penertiban reklame liar yang dilakukan Pemkab Sidoarjo dan berujung penyidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo ditengarai bakal menyeret sejumlah pejabat di lingkungan pemkab dalam pusaran kasus itu. Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) yang menangani kasus ini sudah menetapkan bos reklame PT Delta Rama, ASR sebagai tersangka.

Penetapan tersangka pada ASR dilakukan penyidik karena ASR yang menyewakan iklan bando di daerah Waru kepada pihak ketiga. Padahal dalam penyewaan itu tidak ada izin dari pemkab dalam hal ini Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT).

Pihak BPPT tidak berani mengeluarkan izin karena terbentur dengan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum (PU) Nomor 20 Tahun 2010. Bahwasanya, iklan yang ada di badan jalan, trotoar, dan pulau jalan tidak diperbolehkan karena mengganggu pengguna jalan.

“Yang kami bidik soal Permen PU itu. Dalam aturan itu tidak diperbolehkan kenapa masih berdiri dan disewakan kepada orang lain,” tutur Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo, Sumardi didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Irwan Setiawan, Minggu (1/12/2013).

Menurut Irwan, meski ASR sudah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik masih belum memeriksanya. Pemeriksaan justru ditekankan kepada pejabat di lingkungan pemkab yang terkait dengan tim reklame. Pejabat yang sudah diperiksa adalah dari DPPKA, PU Bina Marga, Satpol PP dan BPPT karena dianggap lebih tahu letak sebelum izin dikeluarkan.

“Dari pemeriksaan pejabat BPPT, justru memberatkan tersangka ASR karena iklan yang ada itu tidak ada izinnya,” tandas Irwan.

Sesuai rencana, dalam waktu dekat ini, penyidik memanggil ASR untuk diperiksa. Dalam pemeriksaan ini, fokusnya adalah kenapa reklame yang ada di Waru itu bisa berdiri dan bisa dijual ke pihak ketiga.

“Nah dari pemeriksaan itu mudah-mudahan akan terungkap semua,” tuturnya.

Kabar yang berkembang, tenggat waktu dalam Permen PU itu adalah 12 Juli 2012 sejak Permen PU Digedok tahun 2010, tetapi kenapa sampai setahun lebih reklame itu dibiaran tetap berdiri dan dibisniskan. Informasinya, reklame di Waru itu tetap berdiri karena ada kesepakatan bersama dan kesepakatan itu yang kini tengah dicari oleh penyidik Pidsus.

“Apakah dalam kesepakatan itu ada deal-deal tertentu dan apakah ada uang yang mengalir ke pejabat yang membuat kesepakatan,” tutur sumber di lingkungan Kejari Sidoarjo.

Apabila ada uang yang mengalir ke pejabat di lingkungan pemkab, tidak menutup kemungkian jumlah tersangka akan bertambah karena termasuk gratifikasi. Pasalnya, dalam kesepakatan itu dimungkinkan ada uang beredar kepada pejabat sebagai kompensasinya. Uang sewa reklame kepada pihak ketiga pertahun nilainya sekitar Rp 180 juta.

Sementara itu, di lingkungan Pemkab Sidoarjo dan kalangan DPRD juga beredar kabar kenapa hanya satu perusahaan reklame saja yang disentuh oleh kejaksaan. Padahal ada beberapa pengusaha reklame yang ditengarai menggunakan pola yang sama. Bahkan pemasangan reklame itu dilakukan di badan jalan, trotoar, bando dan pulau jalan.

Kepala DPPKA Sidoarjo, Joko Sartono, menjelaskan DPPKA memungut pajak sesuai dengan apa yang terpasang di reklame itu, baik itu ukuran dan lokasi.

“Kalau dia (pengusaha) memasang reklame ya harus bayar pajak. Kan uang pajak masuk ke negara. DPPKA justru menguntungkan keuangan negara,” jelasnya.

Dalam pungutan ini, pihaknya tidak ambil pusing. Begitu ada pemasangan reklame harus bayar sesuai dengan space yang ada. Apabila tidak membayar terpaksa diturunkan.

Seperti diketahui, awal terungkapnya kasus ini saat Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) bersama Satpol PP membogkar reklame yang dianggap bodong (tidak ada izin). Apalagi saat itu pembersihan atas dasar Permen PU Nomor 20 Tahun 2010. Begitu dilakukan penertiban, pengusaha reklame teriak karena pihaknya merasa sudah membayar kepada pemkab.

Dari persoalan yang ada, Pidsus Kejari Sidoarjo masuk untuk mengungkap kasus ini. Karena ada indikasi penyalahgunaan wewenang terkait pemasangan reklame di beberapa jalan raya di Sidoarjo. Reklame yang diturunkan saat itu di Jl Jenggolo, Jl Raya Waru, Jl Gajah Mada, Jl Hang Tuah dan beberapa akses jalan lainnya.
sumber: surya

Demi Adipura Kencana, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Sidoarjo Memperbanyak Taman

Dari tahun ke tahun Sidoarjo terus berbenah. Tidak hanya merancang kota dan tempat wisata, tapi juga memperbanyak taman. Nuansa hijau kian menghiasi Kota Delta. Kini, menjelang 2014, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mulai memberlakukan pemerataan pembangunan taman di seluruh wilayah Sidoarjo. Pembangunan taman-taman tersebut akan mulai dikebut sejak awal tahun. Selain itu, taman-taman yang sudah ada akan dipercantik dengan tambahan fasilitas umum berupa tempat duduk, mainan anak-anak, hingga toilet umum. Tidak murah memang. Sebab, standar minimal anggaran pertamanan diperkirakan mencapai Rp 20 miliar.
Kepala DKP Sidoarjo Bahrul Amig membenarkan bahwa pembangunan taman hingga kini belum merata ke seluruh daerah. Karena itu, pembuatan ruang terbuka hijau (RTH) publik akan dimaksimalkan sebisa mungkin agar seluruh warga dapat merasakannya. “Sidoarjo ini punya keterbatasan untuk lahan-lahan di tengah kota yang bisa dijadikan RTH. Jadi, kami hanya bisa mengoptimalkan,”
Jelasnya pekan lalu. Pemkab juga mengakui bahwa seluruh taman yang sudah ada kini masih kurang perawatan. Hal tersebut dikarenakan kesadaran masyarakat akan lingkungan masih kurang. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Bahkan, tidak sedikit pula yang merusak tanaman-tanaman dengan menginjak atau mencabutnya.
Di samping itu, masih minimnya petugas kebersihan serta fasilitas penunjang perawatan taman. Bahrul Amig pun mengimbau warga Sidoarjo untuk makin peduli dengan lingkungan “Seluruh warga Sidoarjo itu adalah satgas kebersihan” katanya. Selain pembangunan taman, pemkab juga sedang menyusun peraturan daerah (perda) untuk mengajak seluruh masyarakat menjadi satgas kebersihan.
Di dalam perda tersebut nanti akan ada teguran bertahap bagi siapa pun yang membuang sampah sembarangan dan merusak taman. Rancangan perda tersebut sudah mulai disosialisasikan ke beberapa daerah. Untuk pengolahan sampah, pemkab berupaya mengurangi jumlah sampah dengan cara mengolahnya menjadi produk berguna. Seperti energi listrik atau barang kerajinan. Sedangkan sampah yang sudah tidak bisa diolah akan dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA). Nah, melalui kegiatan tersebut, jumlah sampah diharapkan tidak akan menumpuk seperti sekarang. “Masyarakat juga perlu melakukan 3R. Reduce, reuse, recycle,” kata Amig. Perkembangan pesat Kabupaten Sidoarjo di segala aspek juga diimbangi dengan makin bersih dan hijaunya suasana kota.
Hal itu membuat Bupati Saiful Ilah tidak hanya ingin mempertahankan Piala Adipura yang telah diraihnya secara berturut-turut sejak 2011, tapi juga mengincar Adipura Kencana. Namun, pemkab pesimistis jika warga tidak turut berkontribusi di dalamnya. Karena itu, berbagai cara akan dilakukan untuk memotivasi seluruh masyarakat Sidoarjo agar turut andil dalam membantu meraih Adipura Kencana. Menurut Amig, Adipura Kencana itu digunakannya sebagai motivator baik pemerintah dan warga. “Akan percuma jika kita meraih Adipura Kencana, tapi warga tidak ikut berkontribusi” ujarnya. (ron/rek)
sumber: radarsidoarjo

Tiga Kementerian Tandatangani Gerakan Penanggulangan Pengangguran di Sidoarjo

Pemerintah Indonesia mencanangkan Gerakan Penanggulangan Pengangguran Nasional di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (30/11).

Gerakan tersebut ditandatangani oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pemberdayaan Wanita dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Penandatangan dilakukan oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar, Sridanti Anwar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Deputi Bidang Prodksi Kementerian Koperasi dan UKM Brahman Setyo.

Menurut Muhaimin Iskandar, program ini dicanangkan untuk menekan angka pengangguran dan pemberdayaan perempuan agar bisa melakukan wirausaha.
sumber: metrotv

Rencana Tahun Depan PPDB Sidoarjo Pakai Tes Masih Tunggu Instruksi Bupati

Rencana Pemkab Sidoarjo untuk menerapkan tes tulis dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Delta tampaknya masih belum ada titik terang. Pasalnya, penerapan tes untuk seleksi masuk ke sekolah-sekolah itu masih sebatas wacana dan belum ada kepastian. Mengingat, PPDB masih akan dilakukan tahun depan.
Ketua Dinas Pendidikan Sidoarjo, Agoes Boedi Tjahjono menyatakan bahwa untuk persiapan PPDB masih belum ada greget. Mengingat, pelaksanaan PPDB baru akan terlaksana pada tahun depan. Karena itu, pihaknya masih belum bisa memastikan adanya system penyeleksian menggunakan sistem tes atau tidak. Apalagi untuk persiapan tersebut, harus ada perintah dari bupati. Karena itu saat disinggung tentang wacana PPDB secara tes, Agoes menampik hal tersebut. Pasalnya, kemungkinan- kemungkinan tersebut tidak bisa diprediksi. Apalagi, keputusan ada tidaknya mengenai hal tersebut dalam PPDB menunggu pembicaraan bersama bupati.
Namun Agoes mengakui, kalaupun ada tes, itu bisa dimungkinkan. Meskipun pelaksanaan seperti tahun 2013 dengan penggunaan NEM tertinggi masih menjadi salah satu syarat. “Itu semua bisa saja, kita tidak bisa langung memutuskan. Kan belum ada pembahasan lebih lanjut,” tambahnya.
Hal serupa juga diutarakan oleh Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Mahmud Untung. Ia menyatakan bahwa persiapan untuk pelaksanaan PPDB masih belum ada perintah dari Bupati Saiful Ilah. “Untuk saat ini masih belum ada pembicaraan tentang PPDB. Karena, pelaksanaan PPDB masih tahun depan. Untuk membahas PPDB juga tidak bisa cepat. Banyak poinpoin yang harus diselesaikan secara detail,” jelasnya. Terkait dengan penyebaran siswa di beberapa sekolah pinggiran, Agoes mengatakan bahwa Dinas Pendidikan sudah memberikan batasan kuota maksimal setiap masing-masing sekolah.
Diharapkan, pemberian kuota tersebut untuk memberikan kesempatan agar sekolah pinggiran bisa dilirik oleh calon peserta didik nanti. “Selama ini, kita sudah mengupayakan sekolah-sekolah pinggiran juga diminati oleh calon peserta didik. Saat ini, kami sudah mensosialisasikan perbaikan mutu kerja sekolah, supaya bisa memenuhi delapan standar.
Sehingga sekolah tersebut banyak yang meminati,” tutur Agoes. Dalam pembagian calon peserta didik, Agoes menyatakan pihaknya menyerahkan pada daya tampung peserta didik yang dimiliki masing-masing sekolah. Dari situ, Dinas Pendidikan bisa memantau apakah sekolah tersebut setiap tahun bertambah peminatnya atau kurang diminati. Sebelumnya, Bupati Saiful Ilah pernah melontarkan gagasan agar proses PPDB pada tahun depan menggunakan tes untuk masuk ke sekolah-sekolah negeri. Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan jika dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya yakni menggunakan penyeleksian lewat NEM tertinggi. (rie/jay)
sumber: radarsidoarjo

Indosat Akan Luncurkan Satelit Palapa E Tahun 2016

Memenuhi tenggat waktu dari Kemenkominfo terkait pemanfaatan slot orbit satelit di orbit 150,5 BT, hari ini, Indosat menyampaikan surat kepada Menkominfo berisi laporan penandatanganan kerja sama Palapa E dengan Orbital Sciences pada 27 November 2013 kemarin.

Kontrak kerja sama ini untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan yang diminta oleh pemerintah sesuai tenggat waktu yang diberikan.

Penandatanganan kontrak yang dilakukan oleh President Director & CEO Indosat Alexander Rusli dan EVP & GM Orbital Sciences, Michael E. Larkin ini merupakan tindak lanjut rencana Indosat dalam mempersiapkan peluncuran satelit Palapa E pada tahun 2016 mendatang.

“Penandatanganan kontrak ini merupakan wujud komitmen Indosat untuk memenuhi persyaratan pemerintah. Dan, kami bergembira dan berterima kasih kepada berbagai pihak sehingga perjanjian kerja sama dengan Orbital Science dapat ditandatangani dalam tenggat waktu seperti yang dimintakan pemerintah,” demikian disampaikan Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat dalam siaran pers, Jumat (29/11).

Satelit Palapa E akan menggantikan satelit Palapa C2 yang mengorbit di slot 150,5 BT. Satelit Palapa E yang akan dikendalikan dari Stasiun Bumi Jatiluhur ini menggunakan platform Satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences Corporation, memiliki kapasitas yang terdiri dari transponder C-Band standard dan extended serta transponder KU-Band (optional).

Satelit ini akan meng-cover wilayah Indonesia, Asean dan Regional Asia Pasifik. Satelit ini juga akan menjadi bagian dari jaringan backbone untuk mendukung seluruh layanan Indosat, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap maupun data tetap.

“Orbital Sciences siap mendukung Indosat sebagai pelanggan kami dalam rencana desain, produksi serta peluncuran satelit yang merupakan proyek yang penting bagi Indonesia. Dengan seluruh kapasitas yang dimilikinya, satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences adalah solusi optimal guna memenuhi kebutuhan satelit Indosat,” jelas Michael E. Larkin, EVP & GM Orbital Sciences.

Layanan Satelit yang disediakan Indosat antara lain adalah Transponder Lease sebagai basic service untuk memenuhi kebutuhan konektivitas korporasi dan pemerintahan (seperti untuk jaringan e-KTP, ISP, dan lain-lain melalui jaringan VSAT), serta DigiBouquet dan Telecast Service untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan broadcasting.

Saat ini satelit Palapa D di lokasi orbit 113 BT telah menyiarkan 55 channel TV dan 5 channel radio free-to-air (tidak berbayar) dari dalam maupun luar negeri termasuk di dalamnya sebagian besar TV-TV nasional dan dinikmati oleh sekitar 15 juta pesawat penerima (TVRO) di wilayah Indonesia.

Satelit Palapa D juga menjadi andalan sarana penyiaran bagi 3 operator TV berbayar nasional dengan jumlah total channel berbayar sebanyak 200 channel.

Adapun layanan Telecast Service digunakan untuk melayani berbagai macam kebutuhan siaran acara-acara tertentu seperti siaran langsung Liga Super Indonesia, Konferensi Tingkat Tinggi Asean dan PBB, SEA Games, dan lain-lain.

Indosat Grup memanfaatkan satelit Palapa D dan Palapa C2 sebagai bagian dari jaringan backbone untuk mendukung seluruh layanan Indosat Grup, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap, maupun data tetap dan juga anak perusahaan.

Hari Korpri, Bupati Sidoarjo Raih Penghargaan Profesional Award 2013 Provinsi Jawa Timur Dari Gubernur

Penghargaan demi penghargaan diraih Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum dan dalam November tahun ini tiga penghargaan didapatnya, setelah Jumat (29/11) Kabupaten Sidoarjo meraih penghargaan Profesional Award 2013 Provinsi Jawa Timur dengan predikat juara yang lebih tinggi.

Kabupaten Sidoarjo menjadi juara pertama penerima penghargaan Profesional Award 2013 setelah di tahun lalu meraih juara kedua.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah selaku penasehat Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sidoarjo menerima langsung penghargaan Profesional Award 2013 dari Gubernur Jawa Timur DR Soekarwo setelah upacara bendera peringatan HUT Korpri ke-42 tahun di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Penghargaan tersebut terasa spesial, pasalnya bagaikan kado Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sidoarjo di HUT Korpri ke 42 tahun ini.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM selepas menjadi inspektur upacara bendera peringatan HUT Korpri ke 42 tahun di Alun-alun Sidoarjo, mengaku bangga dengan diraihnya penghargaan Profesional Award 2013 Provinsi Jawa Timur tersebut.

Ia mengucapkan selamat kepada Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sidoarjo yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Sidoarjo H. Vino Rudy Muntiawan SH, yang telah mampu membawa jajarannya meraih penghargaan tersebut.

Tidak lupa, Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto yang juga selaku penasehat Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sidoarjo berpesan agar pengabdian kepada bangsa dan negara untuk terus ditingkatkan.

Dan sebagai aparatur negara, pelayanan kepada masyarakat harus betul-betul ditingkatkan. “Berikan pelayanan yang baik sehinggga masyarakat Sidoarjo betul-betul mendukung program-program pembangunan Pemerintah Daerah Sidoarjo,” pesannya.

Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto mengatakan, diraihnya penghargaan Profesional Award akan dapat membuat motivasi yang baik kepada seluruh jajaran Korpri Sidoarjo. Untuk itu kedepan, kinerja seluruh jajaran Korpri di Sidoarjo harus terus ditingkatkan guna mempertahankan penghargaan tersebut.

“Ke depan penghargaan Profesional Award harus dipertahankan sehingga Korpri Sidoarjo makin solid, berkembang dengan baik dan profesional,” pesan Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto. (humas/git/toeb)

Menakertrans Buka Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) Nasional di Suncity Hall Sidoarjo

Bersama dengan pemerintah Kab Sidoarjo, pemerintah Prov. Jatim serta Fatayat NU, Menakertrans RI akan membuka dan menghadiri Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) Nasional yang dikemas dalam pameran EXPO Perempuan Mandiri di Negeri Sendiri. Tempat pelaksanaan kegiatan tersebut di Suncity Hall Sidoarjo dari tanggal 30 Nopmber s/d 1 Desember 2013. Dalam event tersebut selain diselenggarakan seminar terkait upaya-upaya untuk mendorong masyarakat mengurangi pengangguran juga diselenggarakan pameran multi produk UMKM dan Handycraf unggulan karya komunitas Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) Nasional Kemenakertrans RI, Fatayat NU dan binaan Disnaker kab Sidoarjo serta Provinsi Jawa Timur. (bdr/nop/2013)

Page 98 of 391« First...102030...96979899100...110120130...Last »

Arsip Berita

March 2015
M T W T F S S
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Thu, 05 Mar 2015 4:59 am WIT

Haze

24°

High: 30° Low: 23°

Haze

Feels like: 24 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 94%

Visibility: 4.01 km

Dewpoint: 23 °C

Wind: 11.27 km/h

Sunrise: 5:33 am

Sunset: 5:47 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+