Informasi Sidoarjo

Pemkab Berencana Bangun Rumah Sakit Baru di Kawasan Sidoarjo Barat

Pemkab Sidoarjo berencana membangun rumah sakit di wilayah Sidoarjo barat. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan bisa merata. Pembangunan rumah sakit tersebut bakal dimulai tahun depan. Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Abduk Kholik mengatakan, pembangunan rumah sakit di wilayah Sidoarjo barat merupakan aspirasi masyarakat yang ada sejumlah kecamatan di wilayah barat. Sebab, jarak RSUD Sidoarjo cukup jauh. “Hal itu dapat dicarikan solusi dengan pembangunan RS baru,” ucapnya kemarin. Bukan hanya itu. Sidoarjo masih kekurangan rumah sakit karena penduduk terus bertambah.
Saat ini jumlah warga Sidoarjo sekitar 2,5 juta jiwa. Abdul Kholik menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan Wakil Direktur RSUD Sidoarjo Dr Syafrudin. Rumah sakit yang ada di Sidoarjo belum mampu mengcover kesehatan seluruh warganya.
Saat ini ada 23 rumah sakit. “Rumah sakit di Sidoarjo baru bisa mengcover 3.000 pasien. Padahal, dilihat dari jumlah penduduk, Sidoarjo seharusnya minimal 6.000 pasien,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Ika Harnasti sebelumnya meminta masyarakat agar tidak langsung berobat ke RSUD Sidoarjo. Mereka bisa mengoptimalkan 26 puskesmas yang ada di seluruh Sidoarjo. Dari 26 puskesmas tersebut, baru ada 13 puskesmas dengan fasilitas rawat inap. Yakni, puskesmas di Porong, Jabon, Prambon, Krembung, Wonoayu, Sukodono, Sedati, Waru, Medaeng, Taman, Krian, Barengkrajan, dan Tulangan.

Promo PT KAI Berlaku 1-30 Januari, Beli Tiket KA H-90 Didiskon 50 %

Untuk menarik penumpang, PT KAI akan memberikan harga khusus bagi yang memesan tiket H-90. Penumpang akan mendapatkan
tarif batas bawah (TBB) atau diskon sekitar 50 persen. Promo ini berlaku periode pembelian 1-30 Januari 2014 untuk periode keberangkatan 1-30 April.
Salah satu calon penumpang Siti Khotiah (46) mengaku tidak mengetahui terkait adanya promo tersebut. Ia mengatakan tidak mendapatkan info resmi adanya promo yang diselenggarakan PT KAI dalam rangka memberikan dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. “Jujur saya tidak tahu, makanya saya kaget kok tahu-tahu ada tiket promo,” ujarnya saat ditemui. Ia menyesal saat tiket kereta dengan tujuan ke Jakarta telah digenggaman tangannya.
Menurutnya jika pihak stasiun menginformasikannya sejak dini, hal itu akan dapat membantu calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket dengan harga murah. “Kalau tahu harganya murah kan bisa di hemat uang kita, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya. Misalnya digunakan untuk membawa oleh-oleh atau bekal saat perjalanan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Sidoarjo Herlambang mengaku sudah mengimbau kepada seluruh penumpang yang ada di stasiun. Menurutnya pihak stasiun secara rutin menginformasikan itu melalui pengeras suara setiap satu jam sekali yang intinya mulai diberlakukan promo tersebut. “Sudah kita informasikan, namun itu memang butuh waktu,” paparnya.
Herlambang menyebutkan promo ini berlaku untuk semua kelas. Semisal kelas eksekutif Kereta Agro Anggrek Pagi dengan tujuan Pasar Turi-Jakarta yang semula tiketnya seharga Rp 750 ribu menjadi Rp 300 ribu. Sedangkan kereta bisnis Gumarang dengan tujuan Jakarta semula tiketnya seharga Rp 550 ribu menjadi Rp 220 ribu. Untuk kereta ekonomi Gayabaru Malam tujuan Jakarta yang semula seharga Rp 160 ribu menjadi Rp 90 ribu. “Intinya promo ini 50 persen lebih murah dari harga awal,” pungkasnya. (gal/no)

Dispendik Sidoarjo Berencana Menambah Sekolah Akselerasi

Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo masih akan menggodok rencana penambahan program percepatan belajar atau akselerasi. Saat ini program tersebut hanya ada di SMAN 1 dan SMAN 3 Sidoarjo. Penambahan program akselerasi ini akan disesuaikan dengan pengajar maupun program kurikulumnya. Kepala Dispendik Sidoarjo Agoes Boedi Tjahjono mengatakan, saat ini untuk kelas akselerasi yang dibuka untuk umum hanya SMAN 3 Sidoarjo. Sedangkan SMAN 1 Sidoarjo hanya menyaring siswanya sendiri. “Program tersebut sangat baik, namun harus disesuaikan dengan infrastruktur yang ada,” terangnya.
Dia mengungkapkan, tes psikologi guna menyaring siswa berkompeten dengan inteligent quotient (IQ) minimal 130 juga harus dilaksanakan. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) program akselerasi akan dilaksanakan setelah PPDB reguler usai . Selain dari peserta SMAN 3 sendiri, peserta seleksi juga akan diikuti oleh siswa dari sekolah lain. “Seleksi di SMAN 3 memang untuk umum,” paparnya.
Dia menambahkan, setiap sekolah yang akan mengikutkan siswanya dalam program akselerasi di SMAN 3 harus melakukan seleksi tes psikologi mandiri. Tes tersebut dilakukan guna menyaring siswa dengan kemampuan IQ minimal 130. “Siswa yang lolos seleksi di sekolah masing-masing akan mengikuti seleksi di SMAN 3,” terangnya.
Menurutnya, program akselerasi yang hanya meluluskan siswanya selama 2 tahun tersebut akan digodok seberapa penting dan kebutuhan dari sekolah. Sekolah yang akan ditunjuk untuk melaksanakan program akselerasi juga harus disaring secara matang. “Kami tidak akan asal tunjuk.
Karena disesuaikan kemampuan,” ucapnya. Ruang kelas akselerasi secara khusus juga sangat penting bagi sekolah yang ditunjuk. Selain itu, guru juga harus mengimbangi dengan kurikulum yang ditetapkan. (vga/no) (radarsidoarjo)

Pencarian Yohanes Centiano Warga Candi Sidoarjo Yang Tercebur di Kali Ngrame Mojokerto Oleh Tim SAR Belum Ada Hasil

Tim SAR gabungan dari Basarnas Surabaya dan relawan SAR Mojokerto terus melakukan pencarian terhadap jasad Yohanes Centiano (16), warga Desa Jambangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo yang tercebur di Kali Ngrame setelah terjatuh dari sepeda motornya. Pencarian yang dilakukan sejak pukul 09.00 WIB, hingga kini belum membuahkan hasil.

Tim SAR yang berjumlah sekitar 20 personel melakukan penyisiran di lokasi jatuhnya korban di jembatan Kali Ngrame, Kecamatan Pungging, Mojokerto. Dengan menggunakan satu unit perahu karet, tim SAR hingga kini belum menemukan jasad korban.

“Kami bagi tim menyisir di darat dan di air. Yang di darat menyisir sepanjang tepi sungai, yang di air menyisir dengan perahu karet,” jelas Asnawi Suroso, Koordinator Basarnas Surabaya kepada detikcom, Minggu (5/1/2014).

Menurut Asnawi, diduga jasad korban saat ini telah jauh terseret arus sungai. Oleh sebab itu, tim SAR memindahkan lokasi pencarian ke sekitar Jembatan Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Sementara hasil yang sama juga diterima tim SAR karena jasad korban belum bisa ditemukan.

Sementara itu, terkait penyebab jatuhnya korban dari motornya, polisi menduga karena korban saat berkendara dalam kondisi mengantuk. “Dari pemeriksaan saksi-saksi, diduga korban mengantuk saat mengendarai motor,” ungkap Kanit Laka Sat Lantas Polres Mojokerto Iptu Sariyanto. [detik]

Diberitakan sebelumnya, Yohanes Centiano (16), siswa kelas XI SMK Perkapalan Buduran yang tinggal di Desa Jambangan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya di Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging, Mojokerto, Sabtu (4/1/2014).

Yohanes yang mengendari sepeda motor merek Jialing dengan nopol W 5843 RF tiba-tiba menabrak trotoar jembatan Ngrame dan terjatuh ke sungai. Saat itu korban bersama dua orang temannya, Zaki Pratama (16) dan Agustin (17) hendak berwisata ke kawasan Pacet, Mojokerto.

Motor Saling Bersenggolan, Warga Pasuruan Tewas Tertindas Truk di Depan Polsek Candi

Jalan depan Polsek Candi Sidoarjo Kembali memakan korban. Kali ini kecelakaan yang terjadi melibatkan 2 motor dan truk. Truk W 8005 LU, Motor Kymco W 5946 TI dan Supra X N 5480 XQ. KOMPOL Andi Febrianto – Kapolsek Candi Sidoarjo mengatakan korban meninggal a.n Taufik Dwi Hariiono 23 th warga JL. Sukun 14B Pasuruan.
Untuk Kronologi kejadian, Kapolsek Candi mengatakan, “sebelumnya 2 motor bersenggolan, lalu jatuh. Satu diantara pengendara terlindas truk.”
Sedangkan Sopir Truk mengatakan sudah melakukan pengereman, namun karena muatan berat, dia menegaskan tidak bisa berhenti mendadak. Saat berita ini diluncurkan jenasah korban kecelakaan a.n Taufik Dwi Hariiono sudah dievakuasi.

Seriusi Pembinaan, Badan Futsal Sidoarjo Gelar Turnamen Futsal SMA & Kecamatan 27 Januari Mendatang

Usaha Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo untuk melakukan seleksi atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V di Banyuwangi 2015 mulai ditindaklanjuti cabang olahraga (cabor) yang ada. Salah satunya a Badan Futsal Cabang (BFC) Sidoarjo dengan menggelar turnamen futsal tingkat SMA dan Kecamatan yang akan dilakukan 27 Januari mendatang. Sekertaris BFC Sidoarjo, Yarif Priatna mengatakan ada 24 tim futsal putra dan 12 tim futsal putri yang akan mengikuti turnamen futsal SMA. Sedangkan untuk turnamen futsal Kecamatan akan diikuti oleh 32 tim dari seluruh wilayah Sidoarjo. “Turnamen akan kita gelar di lapangan futsal GOR Sidoarjo,” ujarnya.
Sistem yang digunakan dalam turnamen untuk SMA ini berbeda dengan turnamen Futsal antar kecamatan. Untuk tingkat SMA akan digunakan sistem setengah kompetisi. Ke 24 tim futsal putra akan dibagi ke dalam 8 grup sedangkan tim futsal putri dibagi ke 4 grup. Nantinya juara grup dan runner up akan melaju ke babak selanjutnya. “Sedangkan untuk lomba futsal antar kecamatan kitya gunakan sistem gugur,” terangnya. Kompetisi ini juga digunakan oleh BFC untuk menjaring atlet futsal baik putra maupun putri. Nantinya mereka kan dipersiapkan untuk mengikuti Kejurporv Futsal yang akan diselenggarakan tahun 2014 ini. “Mereka juga akan kita persiapkan untuk mengikuti Kejurporv V di Banyuwangi,” tandasnya. (bam/nug)

RSUD Sidoarjo Siap Jalankan Program BPJS

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang sistem jaminan sosial nasional, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia. Lembaga jaminan sosial yang akan digantikan perannya oleh BPJS, yaitu PT. Askes (Asuransi Kesehatan,red) menjadi BPJS Kesehatan dan PT. Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Menanggapi hal itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo sudah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat yang menggunakan program BPJS. “Kami sudah siap memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien BPJS, karena hal itu merupakan perintah undang-undang, “ kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hukum dan Humas RSUD Sidoarjo H. Ahmad Zainuri, SH. Dikatakan oleh Ahmad Zainuri bahwa pelayanan pasien BPJS tidak beda jauh dengan pelayanan terhadap pasien yang selama ini menggunakan Askes maupun Jamsostek, meskipun ada beberapa pembenahan.

Pasien BPJS merupakan hasil rujukan dari Puskemas-puskemas yang ada diwilayah Sidoarjo ataupun dengan membawa surat keterangan dari instasi-instansi terkait. Ditegaskan kembali oleh Ahmad Zainuri bahwa RSUD Sidoarjo sudah siap menjalankan program BPJS itu pada awal tahun 2014 ini, meskipun diakui ada beberapa kekurangan.

Warga Candi Sidoarjo (16), Hilang Tercebur di Kali Ngrame Pungging Mojokerto Dengan Motornya

Nasib naas dialami Yohanes Centiano (16), warga Candi, Sidoarjo. Yohanes terjatuh dan tercebur ke Sungai Ngrame saat melintas di Jembatan Sungai Ngrame Kecamatan Pungging, Mojokerto. Hingga kini, korban belum ditemukan.

Menurut Kanit Laka Polres Mojokerto, AKP Sariyanto, saat kejadian Yohanes bersama 2 orang temannya hendak berwisata ke Pacet. Yohanes mengendari sepeda motor sendirian, sedangkan kedua orang temannya berboncengan. Ketiganya bermotor beriringan dari arah Sidoarjo menuju Pacet.

“Saat kejadian Yohanes ini bermotor sendirian tepat di belakang kedua temannya,” kata Sariyanto, Sabtu (4/1/2014).

Saat melintas di Jembatan Ngrame, tiba-tiba teman korban mendengar suara benturan. Kedua teman korban pun melihat ke belakang. Ternyata Yohanes terjatuh dari motornya dan tercebur ke sungai Ngrame.

Melihat kejadian itu, kedua teman korban pun berhenti dan berusaha menolong korban. Namun arus sungai yang deras membuat korban langsung hilang ditelan arus sungai Ngrame.

“Yohanes tercebur ke sungai, kalau motornya tidak,” imbuh Sariyanto.

Terkait penyebab jatuhnya korban dari motornya, Polisi masih belum dapat menyimpulkan. Saat ini kedua teman korban beserta sepeda motor milik korban telah dibawa ke Mapolres Mojokerto. Kedua teman korban sedang dimintai keterangan polisi terkait kecelakaan tersebut.

“Korban diduga hanyut karena arus sungai sangat deras. Kita akan lakukan pencarian,” pungkas Sariyanto. [detik]

Polisi Warga Asrama Brimob Medaeng Sidoarjo Tewas Tersengat Listrik Saat Berburu Burung di Sawah

Wawan Adrianto (37) anggota Brimob Polda Jawa Timur, ditemukan tewas tersengat listrik jebakan tikus.

Pria yang tinggal di Asrama Brimob Medaeng ini tersengat listrik saat berburu burun. Saat itu, korban berburu di persawahan Dusun Tanjunganom RT 01 RW.05 Desa Tanjungsari Kecamata Taman, Sidoarjo. Persawahan ini milik Moch Rofik.

Pria dengan pangkat AKP itu tidak bisa diselamatkan dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Anwar Medika Balongbendo sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Kronologisnya bermula saat korban bersama Erry Kusmanendra (36) bermaksud mencari burung di sawah dusun Tanjung Anom.

Keduanya berjalan di atas tanggul pematang sawah, untuk menembak burung. Saat berjalan itu, korban tiba-tiba terjatuh.

“Saat jatuh, korban sepertinya menyentuh kabel ‘jebakan’ tikus. Korban sempat ditolong lengannya ditarik, namun ikut kesetrum dan berteriak minta tolong dan tidak lama aliran listrik mati,” ucap sumber, Sabtu (4/1/2014).

Korban lalu dilarikan ke rumah sakit, namun korban menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan ke rumah sakit.

Aliran listrik yang ada, berasal dari kabel yang menyambung di warung milik Rofik yang berada di dekat sawah. “Aliran listrik di kabel bendrat tanpa pembungkus itu untuk membasmi tikus sawah,” lanjut sumber itu.

Kapolsek Taman Kompol Edy Siswanto dikonfirmasi soal kasus ini, dia tak bersedia komentar. Saat beritajatim mengirim BBM ke blackberrynya, mantan Kapolsek Porong itu hanya membaca saja, tanpa membalas balik.

Saat ini, jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim. [beritajatim]

Cuaca Buruk, Penerbangan Garuda Dari Jakarta Tujuan Juanda Surabaya di Sidoarjo Mendarat di Bali

Pesawat Garuda penerbangan dari Jakarta dengan tujuan bandara internasional Juanda Sidoarjo Jawa Timur, terpaksa mendarat di Bali.

Pesawat Garuda ini gagal mendarat di Juanda lantaran cuaca buruk. Hujan disertai angin kencang, membuat pesawat memilih meneruskan perjalanan dan mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali.

General Manager (GM) Angkasa Pura I Juanda Trikora Harjo membenarkan kejadian tersebut. Katanya, pendaratan di Ngurah Rai itu untuk keselamatan penumpang.

“Pesawat jurusan Jakarta-Surabaya itu akhirnya mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali. Ini upaya mengutamakan keselamatan bersama,” ucap Trikora Harjo.

Pihak bandara tidak bisa memberi jaminan kalau Garuda mendarat. Sehingga terpaksa dialihak ke Bali. Namun, setelah cuaca kembali normal, Garuda kembali terbang ke Juanda.

“Sekarang sudah lancar, baik pesawat yang datang maupun yang berangkat, tidak ada persoalan. Semoga saja cuaca selalu mendukung dan tidak ada gangguan,” harap purnawirawan TNI AL berpangkat Kolonel (P) tersebut. [beritajatim]

Page 98 of 408« First...102030...96979899100...110120130...Last »

Arsip Berita

July 2016
M T W T F S S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca


Fatal error: Call to a member function get_forecasts() on a non-object in /web/infosda.com/wp-content/plugins/yahoo-weather-forecasts/yahoo!-wheather.php on line 61