Informasi Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Didesak Untuk Segera Cairkan Tunjangan Bagi Ketua RT-RW 100 Ribu Per Bulan Sesuai APBD 2013

Tunjangan bagi ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kota Delta belum turun. Tiap ketua RT – RW telah dianggarkan Rp 100 ribu per bulan. Namun sejak APBD 2013 digedok, sampai kini anggaran itu belum ada tanda-tanda cair. Pemkab Sidoarjo didesak segera mencairkan tunjangan itu. Salah satu desakan ini disampaikan Kades Kedungturi Kecamatan Taman, Mukarni.
Ia berharap turunnya tunjangan yang sebenarnya sudah disambut di tingkat bawah. “Kami bisanya menunggu. Tetapi kalau bisa ya sebelum Lebaran bisa cair. Kalau tidak, kepala desa yang kelimpungan mencarikan tunjangan untuk RT-RW seperti yang terjadi selama ini,” katanya. Desakan yang sama dilontarkan anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Sidoarjo Didik Budi Santoso.
Ia menyebut sejak APBD 2013 disahkan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda tunjangan RT-RW itu diturunkan. Padahal, nilainya tidak terlalu besar. “Masa anggaran sudah didok belum ada tanda-tanda turun sampai bulan Juli. Ini sudah setengah tahun,” katanya. Beberapa waktu lalu pihaknya pernah mendesak Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Sidoarjo sebagai pihak yang berhak mencairkan dana itu. Namun desakan ini kemungkinan realisasinya tidak bisa cepat. Sebab Kepala BPM-PKB Ali Imron dikonfirmasi mengatakan, kemungkinan anggaran turun Desember 2013 mendatang. “Kami masih menungu Peraturan Bupati (perbup) karena hingga sekarang belum turun. Jadi mungkin Desember 2013 baru bisa dicairkan,” katanya.

Jelang Arus Mudik Petugas Gabungan Cek Kesiapan Bus dan Sopir di Terminal Bungurasih Sidoarjo

Petugas gabungan dari Dishub, UPT Terminal Purabaya dan Polres Sidoarjo menggelar uji emisi armada bus dan kelengkapan kendaraan di Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo, Kamis (18/7/2013).

Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan kendaraan bermotor menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. Hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki, Kepala UPT Purabaya May Ronald, Kanit Dikyasa Iptu Eka Anggriana dan lainnya.

Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki menandaskan, dengan adanya uji emisi dan uji kelengkapan kendaraan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kami ingin, pada lebaran tahun ini segala bentuk antisipasi kecelakaan dan juga kelengkapan kendaraan bisa dipatuhi terutama oleh pengendara bus dalam arus mudik dan arus balik tahun ini,” katanya

Selain melakukan uji emisi, dalam kegiatan ini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan sopir bus di Terminal Purabaya. Pemeriksaaan para sopir itu meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan narkoba dan juga pemeriksaan urine.

Para sopir ini memiliki peranan penting dalam mengisi arus mudik dan balik lebaran pada tahun ini. “Baik buruk arus lalu lintas kendaraan di jalan raya tergantung dari para sopir yang bersangkutan,” terangnya dengan diamini Ka UPT Purabaya May Ronald.
sumber: beritajatim

Langgar Aturan, 7 Rumah Warga di Desa Banjar Kemantren Depan PT. Comfeed Diratakan Satpol PP Pemkab Sidoarjo

Ramadhan bulan suci bulan penuh berkah, namun tidak bagi Ahmad (47), pasalnya rumahnya yang sudah ditinggali selama 60 th lebih, rumah peninggalan dari orang tuanya yang berdiri diatas tanah irigasi Dinas Pengairan Sidoarjo tepatnya di Desa Banjar Kemantren depan PT. Comfeed dihancurkan oleh SatPol PP, Rabu (17/07).

Selain rumah miliknya Ahmad, juga ada enam bangunan rumah maupun toko yang ikut dibongkar dan diratakan dengan tanah oleh SatPol PP, antara lain milik Herman, Sujarwo, Kastur, Sukamto, Mul dan Agus.

Menurut Ahmad, dirinya dan warga sudah mendatangi Dinas Pengairan, Dinas PU dan Bina Marga untuk meminta penagguhan pembongkaran setelah hari raya Idhul Fitri ini. “Sebenarnya saya dan warga sudah meminta untuk ditangguhkan pembongkaran ini setelah Hari Raya Idhul Fitri dengan mendatangi Dinas terkait termasuk Dinas Pengairan, namun tidak digubris dan tetap saja pembongkaran dilakukan pada bulan ramadhan, SatPol PP sepertinya tidak punya hati dan beraninya hanya pada rakyat kecil”, tegas Ahmad kesal.

Ahmad menyesalkan sikap SatPol PP Sidoarjo yang tidak punya rasa kemanusiaan dan menyesalkan sikap dari PemKab Sidoarjo yang tidak menangguhkan pembongkaran setelah melewati Hari Raya Idhul Fitri. “Kami warga sebenarnya sudah mengikhlaskan rumah kami dibongkar namun jangan sekarang, karena masih Ramadhan dan mau Idhul Fitri, apa mereka (SatPol PP) tidak kasihan melihat kami? Dimana hati nurani mereka? Kami juga sudah menyurati Baputi Saiful Illah untuk menangguhkan pembongkaran, tapi ya tetap saja dibongkar saat Ramadhan ini,” keluhnya.

Ahmad juga mempertanyakan mengenai alasan SatPol PP dalam melakukan pembongkaran tersebut. “Saat pertemuan antara warga dan SatPol PP alasan SatPol PP membongkar karena menggunakan dasar perda No. 5 tahun 2005 tentang bangunan diatas tanah irigasi, kalau memang demikian kenapa bangunan sebelah rumah saya, dua kios toko dan balai RW yang jelas-jelas berdiri diatas tanah irigasi tapi tidak ikut dibongkar? Ada apa ini? Termasuk bangunan bengkel yang ukuran bangunannya lebih besar dari rumah saya, letaknya sebelah selatan jalan yang jelas-jelas bangunannya tidak menyisakan tanah pinggir kali alias mepet kali tapi tidak dilakukan pembongkaran oleh SatPol PP, ini tidak adil!,” teriaknya.

Sekitar tahun 2009 Ahmad mendapatkan uang ganti rugi sebesar Rp. 2 juta, “Uang tersebut sebenarnya bukan uang ganti rugi namun uang penagguhan masa pembongkaran untuk pindah tempat lain,” terangnya.

Menurut Septiady Kusmatoyo (56) Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan SatPol PP Sidoarjo, “sejak tahun 2007 warga sudah diberitahu oleh PemKab Sidoarjo bahwa bangunan rumah mereka melanggar Perda No. 3 Tahun 2004 tentang Irigasi, dan sudah dikasih waktu untuk mengosongkan rumah mereka karena akan dilakukan pembongkaran, dan ini sudah lama namun baru sekarang kita lakukan pembongkaran dan pembongkaran ini sesuai dengan Protap (Prosedur Tetap),” ujarnya.

Lanjut Septiyadi, termasuk bangunan yang sebelah selatan akan dilakukan pembongkaran juga, namun masih bertahap karena butuh anggaran yang tidak sedikit untuk melakukan pembongkaran.
sumber: surabayapagi

Warga Sedati Sidoarjo Yang Pecatan Polisi, Merampas Uang & HP Satpam di Jl Mastrip Dengan Pistol Mainan

Menjelang lebaran, aksi perampasan dan penodongan mulai marak di Surabaya. Salah satunya dilakukan Ferry Kencana Putra (39), pecatan polisi yang tinggal di Perum Griya Candra Mas, Sedati, Sidoarjo. Kini, Ferry dengan pangkat terakhir Bripka ini mendekam di tahanan Polda Jatim setelah dibekuk anggota Subdit III Jatanras.

Ferry terahir dinas di Polwil Besuki pada tahun 2007. Dirinya kemudian dipecat dari kesatuannya karena disersi. Sejak empat bulan lalu, ia ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh polisi atas kejahatan yang telah dilakukannya.

“Dia berstatus DPO dalam kasus perampasan handpone dan uang seorang satpam di Ruko Jl Mastrib, Kedurus, Surabaya. Dalam aksinya, dia menodong korban menggunakan pistol mainan,” ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Suhartoyo, Rabu (17/7).

Setelah empat bulan buron, pecatan polisi ini akhirnya berhasil ditangkap petugas Subdit II Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. “Dia ditangkap di Tulungagung. Termasuk senjata api mainan yang digunakan beraksi juga berhasil diamankan,” terang Suhartoyo.

Selain senjata mainan berupa pistol korek api, dalam penangkapan ini, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa lima amunisi palsu, dan sebuah handpone merek nokia, serta uang hasil kejahatannya.

Aksi kejahatan yang dilakukan Ferry pada 23 Maret 2013. Ketika itu, dia mendatangi ruko di Jl Mastrip Kedurus Dukuh sekitar pukul 19.30 WIB, kemudian memotret sejumlah mobil yang berada di parkiran. Melihat itu, Satpam Ruko bernama Nur Ali mendatangi tersangka dan pura-pura bertanya. Sejurus kemudian, pelaku langsung menodongkan pistol mainan yang mirip senjata api beneran itu kepada Nur Ali.

Korban ketakutan. Kemudian, pelaku merampas handpone dan uang Rp 320 ribu milik korban. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Karangpilang. Sejak saat itu, Ferry menjadi buron polisi. Dan 3 Juli 2013 sekitar pukul 21.00 Wib, Ferry diamankan di depan Hotel Gajah Mas, Tulungagung. Kemudian dibawa ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.

Saat diperiksa tersangka mengaku sejak dipecat menjadi anggota Polri, tak memiliki pekerjaan tetap dan butuh uang untuk makan.”Saya butuh uang untuk makan,”katanya saat disela-sela pemeriksaan.

Kejahatan Jalanan
Selain itu, aksi perampasan jalanan mulai marak di Surabaya. Dalam sehari kemarin, terdapat dua laporan kejadian perampasan yang mengakibatkan korbannya mengalami kerugian materiil. Aksi perampasan pertama terjadi di Jalan Tenggilis Mejoyo AN-3, yang mengakibatkan Carolina Mahasiswa S-2 Ubaya kehilangan beberapa surat penting, diantaranya KTP, ATM, STNK mobil, dua handphone dan kunci mobil Grand Livina.

Menurut Carolina, aksi itu terjadi, waktu dia berhenti di rumah kos kawannya, dan masih di dalam mobil. “Tiba-tiba saya didatangi satu orang laki-laki pakai helm teropong biru, jaket hitam, dia mengetuk kaca mobil dan langsung menodongkan golok, minta tas saya,” ujarnya.

Meski di dalam tas yang dirampas tidak ada uang tunai terlalu banyak, Carolina mengaku cukup terkejut dengan kejadian itu. Kejadian itu, sudah dilaporkan korban ke Polsek Rungkut.

Kasus perampasan lainnya menimpa Nova Lilian Nurul, warga Jl Petemon. Saat itu dirinya hendak ke gereja, Novian yang baru turun dari mobil di Jalan Kombes M Duryat, langsung didatangi seorang pelaku, menggunakan sepeda motor, dan langsung merampas tasnya.

Meski di sekitar lokasi kejadian cukup ramai, korban tidak sempat minta tolong, karena kejadiannya sangat cepat. “Saya tidak bisa minta tolong, karena yang lewat pengguna mobil semua, pelakunya langsung lari, sesudah merampas tas saya,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, ia kehilangan beberapa surat penting miliknya, diantaranya KTP, SIM, STNK, ATM BCA dan uang tunai. Ia juga sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Tegalsari, yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
sumber: surabayapagi

Curas Kembali Terjadi Di Jalan Rolaksongo Tarik Sidoarjo, Kali Ini Menewaskan Warga Mojokerto

Telah terjadi perampasan kendaraan dengan kekerasan di jalan Rolaksongo,Tarik, Sidoarjo dini hari tadi, Kamis(18/07). Akibat tindakan kekerasan tersebut korban yang bernama Adi Jatmiko (27) warga desa Balongsari, Gedeg, Mojokerto tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Menurut informasi yang diterima, peristiwa terjadi saat korban mengendarai Vario melintas pelan dijembatan Rolaksongo, tanpa disadari oleh si korban saat berjalan santai tersebut, tiba-tiba kepala korban dipukul dari belakang oleh pelaku. Saat korban terjatuh, pelaku masih menghajar korban hingga korban tak bergerak lalu pelaku membawa kabur kendaraan korban.

Menurut Jumali, warga yang saat itu melintas dijembatan mengatakan sewaktu Jumali melintasi jembatan melihat korban tergeletak ditanah dan berhenti membantu korban. ”Karena saya takut melihat kondisi korban yang banyak mengeluarkan darah itu, akhirnya saya meminta bantuan kepada orang yang sedang melintas, serta warga sekitar,” tuturnya.

Mengetahui kondisi korban parah, akhirnya warga sekitar langsung menghubungi pihak RS. Ctira Medika, “korban langsung dibawa kerumah sakit dengan menggunakan mobil ambulance, namun sayang belum sampai rumah sakit nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi, akibat mengeluarkan darah banyak dari kepala korban,” kata Jumali.

Mengetahui korban sudah tak bernyawa lagi, akhirnya pihak rumah Sakit Citra Medika memutuskan untuk membawa jenasah korban ke RS Bhayangkara Mapolda Jatim, guna dilakukan Otopsi.

sumber: suarakawan

Terkait Pembuangan Limbah Ke Sungai, DPRD Akan Segera Panggil Pihak RSUD Sidoarjo

Pembuangan limbah B3 ini memantik reaksi dari kalangan dewan. Ketua Komisi C bidang pembangunan DPRD Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifudin mengatakan, tidak akan mencampuri masalah hukumnya. Tetapi sebagai bentuk kontrol terhadap institusi pemerintah, komisinya bakal memanggil RSUD untuk hearing meminta penjelasan mengenai masalah tersebut.
“Seingat saya, RSUD Sidoarjo sudah memiliki incinerator. Kok sekarang ada penangkapan oleh pihak kepolisian,” katanya. Sementara itu Zaniul Lutfi, anggota Komisi C menyayangkan pembuangan limbah oleh RSUD Sidoarjo tersebut. Alasannya limbah sebagai salah satu instrumen rumah sakit harus mendapatkan perhatian. Jika terjadi kerusakan incinerator, kata dia, hal tersebut bukan alasan pembenar untuk membuangnya di lokasi atau diserahkan kepada pihak ketiga yang tidak yang memiliki izin. “Kalau rusak ya harus diperbaiki, bukan kemudian membiarkan. Apalagi RSUD Sidoarjo itu kan termasuk rumah sakit besar. Pasiennya selalu membeludak dan masuk sebagai rumah sakit percontohan,” kata politikus dari PAN ini.

RSUD Sidoarjo Mengakui Sampahnya Menumpuk Namun Tak Tahu Menahu Bila Dibuang ke Sungai

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo mengakui limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang diamankan Polda Jatim adalah miliknya. Pembuangan limbah ini memang dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang digandeng dalam status uji coba (penjajakan). Namun pihak RSUD menyatakan tidak tahu jika limbah B3 bakal dibuang di lokasi lain. Sebab mestinya limbah tersebut dibuang ke incinerator di Bluru milik pihak ketiga. “Kami tidak mengetahui ternyata dibuang di tempat lain,” ujar Humas RSUD Ahmad Zainuri, kemarin (16/7). Pihak RSUD sebenarnya telah menggandeng Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo dalam pengolahan limbah B3 ini. Selama ini limbah dibawa ke incinerator yang terletak di daerah Praloyo. Incinerator di Praloyo ini milik RSUD.
Setiap hari limbah yang dikirim bisa mencapai 100 kilogram. Namun sejak 27 Juni lalu, alat pembakar tersebut rusak. Imbasnya limbah menumpuk di RSUD. “Kita sempat kebingungan karena tidak mungkin melakukan pengolahan limbah di sekitar rumah sakit,” terus Zainuri. Ia menjelaskan, pihak ketiga tersebut kemudian datang ke RSUD dan menawarkan kerja sama pengolahan limbah. Pihak ketiga juga sempat menunjukkan surat izin pengolahan limbah dari Kementerian Lingkungan Hidup.
RSUD kemudian memutuskan melihat proses pengolahan limbah yang dilakukan pihak ketiga tersebut, sebelum ada kerja sama secara resmi alias teken dikontrak. Pada hari pertama, limbah memang dibawa ke incinerator di Bluru. “Keesokannya saat kami hendak menandatangani kontrak kerja sama, ternyata dia sudah diamankan Polda Jatim,” terang dia. Untuk saat ini Zainuri mengaku belum bisa melakukan pengolahan limbah B3 karena incinerator di Praloyo masih dalam perbaikan. Perkiraannya, perbaikan ini baru selesai sepuluh hari lagi.
Sementara itu, limbah RSUD ditumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) B3 yang berada di belakang RSUD. Atas kejadian ini RSUD akan mencari pihak ketiga selaku pengolah limbah yang mempunyai izin dari Kementerian Lingkungan Hidup sesuai dengan peraturan yang berlaku. RSUD juga akan mengalokasikan dana untuk pembelian incinerator berteknologi baru. Alat ini nantinya tidak akan menimbulkan bau maupun asap sehingga tidak mengganggu warga. “Kita masih mencari info terkait alat tersebut,” tegasnya. Untuk diketahui, sebelumnya Polda Jatim sedang mengusut kasus pembuangan limbah B3 milik RSUD Sidoarjo. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, polisi menemukan limbah rumah sakit di RSUD Sidoarjo dialihkan ke pihak ketiga. Tetapi pihak yang diserahi pembuangan limbah berbahaya itu tidak mengantongi izin.

Bagi Hasil Terminal Bungurasih Cair, Pemkab Sidoarjo Terima Rp 4,673 Miliar Dari Pemkot Surabaya

Selama bertahun-tahun, Pemkab Sidoarjo akhirnya menerima kucuran bagi hasil pengelolaan Terminal Purabaya dari Pemkot Surabaya. Di tengah pembicaraan adendum bagi hasil yang meminta perubahan komposisi persentase bagi hasil, Pemkab Sidoarjo mendapatkan pembayaran Rp 4.673.173.223. Nilai itu diserahkan 11 Juli lalu, namun Pemkot Surabaya masih memiliki kekurangan Rp 414.908.730, yang akan dianggarkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2013. “Di tengah pembicaraan adendum, Pemkot Surabaya mau membayar kekurangannya,” kata Kepala Bagian (Kabag) Kerja Sama Pemkab Sidoarjo Ari Suryono. Pembayaran ini sebenarnya molor dari jadwal yang disepakati. Ari menyatakan janji pembayaran dulu dalam triwulan pertama tahun 2013 akan ada pelunasan. “Tetapi kita pandang positifnya saja. Kekurangan yang Rp 414 juta akan dianggarkan dalam anggaran perubahan 2013 yang batasnya mungkin hingga Desember 2013,” paparnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo Adhy Samsetyo memberikan apresiasi atas pembayaran bagi hasil pengelolaan Terminal Purabaya, meskipun masih ada kekurangan. Sebab kekurangannya tinggal Rp 414 juta. Menurut dia, pembayaran itu sebagai iktikad baik Pemkot Surabaya membayar kekurangan bagi hasil dengan komposisi 30 persen untuk Sidoarjo. Sebab pembayaran tersebut sempat diragukan menyusul adanya permintaan adendum karena merasa keberatan dengan persentase bagi hasil tersebut. Adhy pun meminta kekurangan itu segera dilunasi. Selain itu perlu dilakukan pembahasan segera mengenai perubahan persentase bagi hasil. “Adendum harus dilakukan karena itu permintaan Pemkot Surabaya, dan kami Komisi A sudah memberikan rekomendasi. Sekarang tinggal bagaimana pembahasannya antara Pemkab Sidoarjo dan Pemkot Surabaya,” kata politikus ini.

Waspada Agar Tak Seperti Di Medan, Kapolda Lakukan Pendekatan Kunjungi Rutan Medaeng Sidoarjo

Pasca kerusuhan dan terbakarnya Lapas Tanjung Gusta-Medan beberapa hari lalu, jajaran kepolisian menjadi waspada.

Hal ini nampak jelas seperti yang terjadi di Lapas Medaeng -Surabaya, Rabu (17/07).

Tak seperti biasanya, Lapas Medaeng kelas 1 Surabaya ini yang biasanya sepi, mendadak dipenuhi oleh puluhan polisi yang berjaga-jaga di sana.

Penjagaan tersebut terkait kunjungan Kapolda Jatim Irjend Unggung Cahyono ke Lapas kelas 1 Medaeng tersebut.

Kapolda mengatakan bahwa sengaja pihaknya datang ke Lapas kelas 1 Medaeng ini dengan tujuan guna memastikan kondisi seluruh penghuni Lapas yang sudah over kapasitas tersebut.

“Saya tak ingin kejadian yang ada di lapas Tanjung Gusta Medan itu merembet ke wilayah Jatim. Untuk itu saya beserta seluruh jajaran dari Mapolda Jatim hari ini akan mendatangi seluruh rumah tahanan yang ada di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, guna melihat kondisi Lapas serta penghuninya,” ujar Kapolda Jatim Irjernd Unggung Cahyono, saat ditemui setelah keluar dari Lapas Medaeng.

Masih kata Kapolda, selain melihat kondisi lapas yang sudah over kapasitas dengan penghuninya ini, Kapolda juga memastikan bahwa sarana dan prasarana seperti air dan aliran listrik yang ada di Lapas tersebut tidak ada kendala apa-apa.

“Untuk itu kita harus selalu melakukan koordinasi dengan jajaran terkait yang ada di Jawa timur ini. Kita juga harus selalu lakukan patroli serta lakukan latihan bersama bagaimana mengantisipasi kejadian seperti yang ada di medan tersebut jangan sampai terjadi di sini dan agar bila ada kejadian seperti itu kita bisa cepat lakukan tindakan,” kata Kapoda Jatim ini.

Selain itu, Kapolda Jatim beserta rombongan tidak hanya mendatangi Lapas kelas 1 Medaeng saja. Tapi rombongan juga mendatangi Lapas Porong dan Lapas Delta Sidoarjo.

Dalam kunjungan Kapolda Jatim di Lapas kelas 1 Medaeng yang tak begitu lama ini. Akhirnya rombongan meneruskan perjalanannya menuju ke Lapas Porong guna memastikan situasi dan kondisi di Lapas Porong tersebut.
sumber: suarakawan

Kontrak Habis, Dalam Waktu Dekat Pemkab Sosialisasikan Tarif Sewa Mal Jalan Gajah Mada Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo dalam waktu dekat bakal menyosialisasikan sewa stan kepada seluruh pemilik stan di Sidoarjo Plasa (Matahari Dept Store) di Jl Gajah Mada. Hal ini terkait akan habisnya pengelolaan plasa tersebut secara BOT oleh pihak ketiga pada Oktober 2013.

Bangunan dua lantai itu terpecah menjadi beberapa bagian. Di lantai dua mayoritas dipakai Matahari Dept Store dan lantai I terdiri dari raatusan toko. Mulai gerabah, perhiasan emas, elektronik dan lainnya. Seiring berakhirnya BOT, bangunan ini diserahkan ke Pemkab Sidoarjo.

Kabag Kerjasama Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono, dalam mekanisme yang baru ini pemkab akan menyosialisasikan masalah ini ke seluruh pedagang yang menempati kios-kios. Bangunan plasa itu juga sudah diaudit PU Cipta Karya dinyatakan masih layak dipakai. “Kios-kios yang ada itu akan diatur dengan sewa baru,” katanya.

Dalam sosialisasi ini, pemilik kios lama tidak perlu resah karena akan diberi prioritas pertama untuk sewa lahan. Apabila penyewa lama tidak mengambil kesempatan, akan ditawarkan ke pihak lain.

“Sampai kini belum ada keputusan apa-apa dari Pemkab, karena masih menunggu perintah bupati,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, H Sungkono, berharap Pemkab harus menguasai sepenuhnya Sidoarjo Plasa. Bila perlu dikosongkan untuk ditata ulang penyewanya.
“Lahan itu harus disisakan untuk PKL. Saya tidak sepakat bila PKL ditinggal karena dampaknya mereka tetap akan berjualan di jalan raya,” tutur Sungkono.

Untuk menekan jumlah PKL di Jl Gajah Mada, pemkab harus membuat program untuk menggiring masuk ke lahan eks pertokoan Matahari.

“Bekas pertokoan ini konsepnya untuk menampung PKL. Kalau sudah masuk konsep cepat direalisasikan,” tandasnya.
sumber: Tribunnews

Page 173 of 385« First...102030...171172173174175...180190200...Last »

Arsip Berita

February 2015
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Sun, 01 Feb 2015 3:01 pm WIT

Thunder

29°

High: 31° Low: 23°

Thunder

Feels like: 29 °C

Barometer: 982.05 mb and rising

Humidity: 66%

Visibility: 9 km

Dewpoint: 23 °C

Wind: 19.31 km/h

Sunrise: 5:29 am

Sunset: 5:56 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+