Informasi Sidoarjo

Ada 5.499 Rumah Tangga Sederhana Sidoarjo Yang Belum Terima BLSM Di Antaranya Memiliki Kartu BLSM Ganda

Penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kota Delta diketahui ada yang memiliki kartu BLSM ganda. Dari 78.103 Rumah Tangga Sederhana (RTS), 15 di antaranya mendapatkan kartu BLSM ganda itu. Hal ini terungkap setelah Pemerintah Desa (Pemdes) melakukan verifikasi terhadap data penerima BLSM yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Selain itu juga ditemukan 5.499 RTS yang ditunda penerimaannya. Data ini diungkapkan Kepala Kantor Pos Sidoarjo, Muhamad Nasichin. Menurutnya verifikasi data tersebut dilakukan oleh Pemdes sendiri. Sebelumnya data penerima yang diterima kantor pos dibagikan kepada masing-masing pemdes.
Selanjutnya pemdes akan mengirim surat undangan kepada penerima untuk mengambil BLSM di kantor desa atau kecamatan. Dari verifikasi inilah terdekteksi ada 15 RTS yang memiliki kartu BLSM ganda. Untuk sementara, pencairan dananya ditunda dan anggarannya bakal dikembalikan lagi ke pemerintah pusat. Nasichin berharap agar pemdes segera mengajukan pengganti sehingga pemerintah bisa menetapkan daftar penerima BLSM yang baru. “Targetnya akhir Desember tahun ini pembagian BLSM tahap pertama sudah selesai semua,” katanya.
Sementara itu dari 78.103 RTS masih terdapat 9.283 RTS yang belum menerima BLSM. Jumlah tersebut sudah termasik penerima ganda dan yang ditunda. Sedangkan 3.769 lainnya belum mengambil dana tersebut dengan berbagai alasan. “Namun kartunya sudah kami antarkan ke rumah dan mereka bias mengambil dana ke kantor pos setempat,” terangnya. Ia menjelaskan ada beberapa factor yang menyebabkan penundaan penerimaan dana kompensasi kenaikan harga BBM tersebut. Misalnya, penerima sudah meninggal dunia, pindah alamat ke desa lain atau dianggap sudah mapan oleh Pemdes. “Kriteria mapan yang menentukan pemdes sendiri, kita hanya membagikan,” tuturnya. Selanjutnya pemdes akan mengajukan pengganti sejumlah yang ditunda ke pemerintah pusat.

Bekas Kantor Kawedanan Porong Sidoarjo Atau Di Sebelah Utara Polsek Akan Dibangun Ruang Terbuka Hijau Taman Pusing

Bekas Kantor Kawedanan Porong di Porong bakal dirobohkan. Lahan milik Pemkab Sidoarjo yang luasnya mencapai 6.000 m2 itu bakal disulap menjadi Taman Flora Porong.

Taman yang ada itu lokasinya di sisi timur Jl Raya Porong atau sebelah utara Polsek Porong. Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang akan dibangun itu sepenuhnya didanai pusat, Sidoarjo hanya sebagai pelaksana. Nilai anggarannya mencapai Rp 850 juta.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo, M Bahrul Amig, menjelaskan RTH yang ada itu bisa difungsikan masyarakat sebagai sara rekreasi keluarga. Pasalnya, di taman itu tersedia segala permainan mulai anak-anak hingga orang dewasa.

“Yang menjadi andalan di taman ini adalah Taman Pusing,” tandas Bahrul Amig, Rabu (31/7/2013).

Taman Pusing itu dibikin dari bunga yang penuh liku. Di beberapa jalan yang dibatasi dengan bunga ada jalan kecil yang bisa dipakai bersembunyi. “Jadi anak-anak yang datang bisa kejar-kejaran lalu bersembunyi di celah-celah bunga yang ada. Ini sangat menarik,” tandasnya.

Di taman itu juga disediakan lahan untuk gowes, jogging track, gazebo untuk duduk santai dan parkir motor serta mobil yang luas. “RTH ini bisa dinikmati pengendara motor atau mobil yang tengah melintas di Jl Raya Porong,” ujarnya.

Mantan Camat Taman ini, menegaskan karena lokasinya di tepi jalan dan bisa dinikmati siapa saja, taman yang ada akan dibikin sangat menarik. Di situ akan ditanami berbagai pohon yang dianggap langka seperti Pohon Pule yang sudah nyaris jarang ada.

“Pohon ini tergolong purba. Usianya bisa mencapai ratusan tahun dan sudah jarang di Sidoarjo,” katanya sambil tertawa.

Di bagian tengah taman yang ada, juga disediakan panggung untuk ajang kreasi. Baik itu hiburan atau masyarakat sendiri menggelar aksi bisa dilakukan di taman. “Selain untuk sarana olah raga juga bisa dijadikan tempat berteduh jika pengguna jalan kecapekan,” terang Amig.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Juana Sari, menjelaskan taman yang luas menjadi idaman warga Sidoarjo. Apalagi Porong adalah pintu masuk menuju Sidoarjo dari arah Selatan. “Kalau bisa pemkab juga membikin taman kota di pintu masuk dari Surabaya atau Mojokerto,” terangnya.

Pembangunan taman yang ada di Porong itu biar tidak memunculkan kesan kurang bagus terhadap wilayah Porong yang terendam lumpur panas. “Adanya taman bisa mengesankan Sidoarjo utamanya Porong kini menjadi hijau dan menjadi jujugan bagi pngguna jalan yang melintas,” paparnya.

Politisi Partai Demokrat, mengungkapkan RTH yang ada bisa memunculkan fauna baru di lokasi. Seperti burung, kupu-kupu yang sudah terlihat jarang bisa menjadi hiburan tersendiri.

“Setelah taman ini ada semoga pemkab bisa merawat dan mendirikan pos keamanan yang dijaga Satpol PP agar masyarakat yang datang merasa aman,” ujar Juana Sari.
sumber: Tribunnews

Mobil Dinas Dilarang Dibawa Mudik, Pemprov Jatim Perhatikan Imbauan KPK

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf akan memperhatikan imbauan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengenai, penggunaan mobil dinas selama mudik lebaran dikategorikan korupsi.

“Kalau itu memang imbauannya dilarang, ya kita akan sangat mengindahkan imbauan KPK,” kata Saifullah Yusuf kepada wartawan di sela acara buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim di kantor Kwartir daerah gerakan Pramuka Jawa Timur di Jalan Kertajaya Surabaya, Rabu (31/7/2013).

Pada lebaran tahun lalu, pegawai negeri sipil (PNS) masih diperbolehkan menggunakan mobil plat merah selama mudik lebaran.

Karena lebaran tahun ini ada imbauan dari Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas bahwa penggunaan mobil dinas masuk kategori korupsi, Wagub yang biasa disapa Gus Ipul ini akan mengkomunikasikan dengan Gubernur Soekarwo.

“Tahun lalu nggak ada yang spesifik begitu ya. Kalau memang betul seperti itu (imbauan KPK), nanti akan saya sampaikan ke pak gubernur,” tuturnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah gubernur akan membuat seperti surat edaran yang melarang penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran, Gus Ipul belum berani memastikannya.

“Tidak tahu. Ya nanti kita lihat. Saya akan lapor ke pak gubernur,” terangnya.
sumber: detik

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah Memperbolehkan Mobil Dinas Dipakai Untuk Mudik Lebaran

Pejabat yang bertugas di lingkungan Pemkab Sidoarjo tak perlu cemas untuk menggunakan Mobil Dinas (Mobdin) dipakai mudik Lebaran. Pasalnya, Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah telah memperbolehkan anak buahnya untuk kepentingan Lebaran itu.

Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Pemkab Sidoarjo, H Yusuf Isnayanto,
menjelaskan pertimbangan yang diberikan oleh bupati adalah faktor keamanan.
Pasalnya, selama mobil itu ditinggal mudik atau cuti bersama praktis nganggur di rumah pejabat itu. Dikhawatirkan dalam keadaan rumah tak berpenghuni mobil tersebut disatroni penjahat.

“Kalau dipakai mobil itu kondisinya terawat dan aman karena ada yang membawa,” tutur Yusuf Isnayanto, Selasa (30/7/2013).

Dalam penggunaan mobdin untuk mudik itu ada ketentuan yang mendasar. Yakni tidak diperbolehkan merubah pelat nomor dan tidak boleh melepas stiker yang bertuliskkan BBM non subsidi. “Kalau pakai mobdin ya harus tetap menggunakan BBM non subsidi atau Pertamax. Tentunya pihak SPBU tidak akan mau mengisi selain Pertamax,” tuturnya.

Selama mobdin itu dibawa untuk kepentingan mudik Lebaran, pemegang harus bertanggung jawab penuh jika sampai terjadi kerusakan. Karena kondisi kendaraan saat dikembalikan atau dibawa tugas harus harus seperti semula.

“Misalnya jika mobdin itu diisi premium tentu kelihatan karena biasanya menggunakan Pertamax,” jelasnya.

Mobil dinas yang dipakai pejabat Pemkab, untuk kepala dinas menggunakan Toyota Innova, Suzuki Grand Vitara dan Kabag sebagian Toyota Rush, adapula yang memakai Toyota Innova. Sedangkan untuk Kabid dan setingkatnya menggunakan Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Pejabat yang dinas di lingkungan Pemkab Sidoarjo itu tidak hanya dari Sidoarjo. Melainkan ada yang dari Ponorogo, Trenggalek, Kediri, Lamongan dan lainnya. “Yang jelas saat hari pertama masuk, pejabat dan mobilnya harus kembali dan si pejabat harus masuk,” terangnya.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Heru Susanto mengatakan, boleh saja pejabat menggunakan mobdin untuk mudik. Tetapi dalam membawa kendaraan itu tidak diperbolehkan mengganti pelat nomor atau merubah barang yang ada. Karena pelat nomor merah dan tempelan stiker BBM non subsidi adalah yang membedakan dengan kendaraan pribadi.

“Kepercayaan yang diberikan oleh bupati agar pejabat bisa menjaganya,” terangnya.
Selama membawa mobil untuk kepentingan pribadi karena dipajai mudik Lebaran, jangan sampai menggunakan uang negara. “Mereka harus menggunakan uang pribadi untuk membeli bensin atau mengganti oli,” kata politisi Hanura.
sumber: Tribunnews

Pegadaian Adakan Bazar Perhiasan Emas Murah Di Gedung Langen Palikrama Jl. Majapahit Sidoarjo

Bazar biasanya identik dengan penjualan kebutuhan pokok, namun di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ada bazar yang khusus menjual perhiasan dan logam mulia.

Bertempat di Gedung Langen Palikrama di Jalan Majapahit 116, Sidoarjo, terdapat stand bazar yang khusus menjual berbagai perhiasan. Berbagai perhiasan dan aksesoris berbahan dasar emas dipajang dalam empat etalase.

Harganya pun dibanderol lebih murah dibanding dengan harga perhiasan di pasaran. Untuk perhiasan emas dengan kadar 24 karat, setiap gramnya dijual Rp480 ribu sedangkan di pasaran dijual Rp503 ribu.

Haruko Fuji, Pimpinan Cabang Pegadaian Sidoarjo, Rabu (31/7/2013), mengatakan, alasan mengapa perhiasan emas di sana bisa dijual lebih murah karena para penjual tidak dibebani harga produksi.

Tidak cuma melayani pembelian tunai, panitia bazaar juga memberi kemudahan dengan cara kredit hingga tiga tahun.

Dalam bazar tersebut, panitia juga menawarkan logam mulia yakni emas batangan mulai dari lima sampai satu kilogram.

Bazar dibuka hingga tiga hari mendatang.

Polisi Tangkap Kurir Sabu ABG 16 Tahun Asal Wonoayu Sidoarjo

DKA (16), kurir sabu asal Kecamatan Wonoayu ditangkap anggota Satnarkoba Polres Sidoarjo. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita sekitar 1 gram sabu.

Kasat Reserse Narkoba Polres Sidoarjo AKP Chotib Widianto menyatakan, tersangka ditangkap saat berada di tepi jalan Dusun Banar Desa Pilang Kecamatan Wonoayu, menunggu temannya yang akan mengambil sabu yang dibawanya.

“Petugas yang sudah menyanggongnya langsung menangkap pelaku sebelum pelanggannya yang datang lama sekali. sabu yang dimasukkan kantong pelaku, berhasil kami temukan,” ucapnya Rabu (31/7/2013).

Saat ditangkap, DKA mengaku sabu tersebut bukan miliknya, tapi milik temannya. “Saya hanya disuruh mengantar pada pelanggan yang janjian di lokasi,” ucap tersangka

Chotib Widiyanto mengatakan tidak sepenuhnya percaya kepada pengakuan tersangka. “Kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif dan masih memburu temannya yang menyuruh tersangka mengirim sabu,” pungkas Chotib.
sumber: beritajatim

Agar Mudik Lancar, UPTD Terminal Purabaya Gelar Razia Rutin Untuk Armada Bus

Razia terutama ditujukan pada armada bis, utamanya pada kelengkapan operasional, mulai dari surat izin jalan sampai dengan kelengkapan peralatan kendaraan.

Dari catatan razia Selasa (30/7/2013) berhasil diamankan sekurangnya 8 armada bis, dengan berbagai pelanggaran, diantaranya surat KIR mati, sampai dengan emisi gas buang melebih ambang batas normal.

Untuk dua armada bis yang langsung ditilang dan diminta keluar terminal serta langsung menurunkan penumpangnya, karena kedapatan surat KIR yang tidak berlaku atau mati, diarapkan segera mengurus surat tersebut.

“Kalau belum diurus kami tetap perintahkan untuk tidak masuk terminal, dan tidak boleh mengangkut penumpang. Sedangkan enam armada lainnya kami berikan peringatan karena emisi gas buang yang melebihi ambang batas normal,” tegas May Ronald.

Razia yang dilakukan dibeberapa bagian terminal Purabaya tersebut, berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, razia digelar di jalur pemberangkatan maupun di lokasi kedatangan bis, dan diharapkan akan menjaring banyak pelanggar.

“Razia kami gelar insidentil dan berpindah-pindah lokasi. Kalau sebelumnya di pemberangkatan, kami pindah ke kedatangan. Harapan kami agar razia tidak sampai bocor. Ini juga untuk kenyamanan mudik Lebaran tahun ini,” tukas May Ronald.

Ditanya hasil razia Rabu (31/7/2013) ini, May Ronald mengaku masih melakukan pendataan dan dipastikan sebelum jadwal buka puasa datanya sudah rampung dikerjakan.

Hingga Hari Ini Belum Ada Peningkatan Penumpang di Terminal Purabaya Bungurasih

Kepala UPTD Terminal Purabaya, Surabaya, May Ronald, mengatakan, belum ada peningkatan jumlah penumpang menjelang arus mudik lebaran di Terminal Purabaya hingga Rabu (31/7/2013).

Menurutnya, lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi pada Minggu (4/8/2013) atau H-4 lebaran.

“Sampai sekarang jumlah penumpang masih normal antara 27 ribu sampai 28 ribu orang per hari seperti hari-hari biasa,” kata Ronald.

Dikatakan Ronald, para pengusaha angkutan umum juga belum menerjunkan armadanya secara maksimal.

Saat ini, para pengusaha hanya menerjunkan armada sekitar 50 persen sampai 70 persen saja.

“Belum ada penambahan armada. Jumlah armada tetap sekitar 800 kendaraan, mulai AKAP, AKDP, ekonomi, dan non ekonomi,” ujar Ronald.

Ia menjelaskan, para pengusaha akan menerjunkan armada angkutan umum secara maksimal pada H-4 lebaran.

Jika armada reguler masih kurang, pihak terminal juga sudah menyiapkan armada insidentil.

“Untuk penumpang jarak jauh ke Solo, Jogja, dan Semarang, kami sediakan bus pariwisata. Lebaran tahun kemarin, kami terjunkan 60 unit bus. Untuk tahun ini, kami menyesuaikan kebutuhan saja,” kata Ronald.

Selain itu, Ronald menambahkan, pihak terminal juga menyiapkan armada insidentil untuk penumpang jarak dekat tujuan Mojokerto, Jombang, dan Nganjuk.

“Untuk armada insidentil jarak dekat kami siapkan bus Damri. Tahun kemarin kami terjunkan 20 unit,” ujarnya.
sumber: Tribunnews

Berbuka Puasa Dengan Ikan Bakar Madu Krian & Kalanganyar Khas Sidoarjo

Pada bulan Ramadhan seperti saat ini, ada banyak menu alternatif disajikan untuk santap berbuka puasa. Jika Anda penikmat ikan bakar, tak ada salahnya mencoba ikan bakar madu khas warung lesehan di Sidoarjo, Jawa Timur, ini.

Di warung lesehan Jalan Raya Keterungan, Kecamatan Krian, atau anda juga bisa menemui menu ini di lesehan Pemancingan kalanganyar Kecamatan Sedati, Menikmati berbagai menu ikan bakar, seperti gurami, kakap, patin, nila, kerapu, dan dorang. Yang membedakan ikan bakar di warung lesehan ini adalah jika ikan bakar pada umumnya selalu mengunakan kecap, di warung milik Koptu Kanari (37), anggota Koarmatim Ujung Surabaya, ini dilumuri madu dicampur rempah dalam proses membakarnya.

Bapak tiga putra ini secara khusus memberikan bocoran resepnya agar ikan bakar madu nikmat saat dihidangkan. Ikan harus benar-benar masih segar. Kemudian, ikan segar tersebut dibersihkan dari kotoran, dicuci hingga bersih, lalu dibelah badannya sebelum dibakar.

Bumbunya terdiri dari dua macam; pertama bumbu kuning dan yang kedua bumbu merah. Bumbu kuning terdiri dari bawang putih, ketumbar, kemiri, jahe, dan kunyit. Bumbu kuning ini dioleskan pada ikan yang sudah ditempatkan di atas pemanganagan. Bumbu kuning bermanfaat menghilangkan rasa dan aroma amis ikan.

Sementara, bumbu merah terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah, dan daun jeruk.

“Pada bumbu merah ini, resep utama berupa madu dicampur dan dioleskan ke ikan saat dibakar setengah matang hingga matang,” kata Kanari, sang pemilik.

Sebelum disajikan, tak lengkap jika ikan bakar tanpa sambalnya. Sambal segar inipun dibuat langsung sebelum disajikan. Adapun bahan sambal terdiri dari tomat, cabe yang digoreng terlebih dahulu lalu dihaluskan bersama garam, gula, dan jeruk limau. Jangan lupa selalu ada lalapan.

Bedanya ikan bakar madu di sini adalah rasa madunya yang khas. Rasa pedasnya serasi dengan manis madu, benar-benar bikin kita ketagihan terus,” tutur Hendro, salah seorang penikmat ikan bakar madu.

Ide membuka usaha ikan bakar madu oleh kanari, yang sehari-hari berdinas di bagian Staf Satuan Kapal Patroli Koarmatim Ujung Surabaya, ini berawal dari kegemarannya menyantap menu ikan bakar. Dia lantas mempunyai keinginan untuk membuka warung ikan bakar lesehan.

“Ternyata gayung bersambut. Istri mendukung sepenuhnya keinginan saya. Ide menggunakan madu sendiri muncul karena sekian banyak warung dan rumah makan di Sidoarjo menggunakan kecap untuk mengoles ikan bakar,” tambah Kanari.

Dalam sehari, Kanari mengaku menghabiskan sekira 20-30kg ikan segar. Untuk bisa menikmati ikan bakar madu, harga satu porsinya bervariasi tergantung besar-kecilnya ikan. Namun, masih terbilang cukup murah karena harga satu porsinya mulai Rp15 ribu sampai Rp25 ribu. Pada Ramadan seperti ini, biasanya pelanggan berdatangan menjelang magrib untuk membeli ikan bakar khusus dibuat menu berbuka puasa.

Jelang Lebaran Omzet Toko Kue Di Sidoarjo Naik Hingga 500%

Meski Lebaran masih beberapa hari lagi, namun berbagai persiapan mudik sudah mulai dilakukan warga. Di antaranya dengan berbelanja kue kering.

Di Sidoarjo, Jawa Timur misalnya, sejumlah warga sudah menyerbu toko makanan dan kue kering untuk oleh-oleh dan persiapan Lebaran. Meningkatnya permintaan membuat omzet toko kue di daerah tersebut naik hingga 500 persen.

Sejumlah toko kue yang menjual makanan khas Sidoarjo dan aneka kue kering diserbu pembeli. Mereka memilih berbelanja lebih awal, karena takut kehabisan.

Selain persediaan Lebaran, sejumlah pembeli belanja lebih awal untuk bingkisan ke saudara, kerabat dan keluarga di kampung halaman. “Ini untuk oleh-oleh mudik Lebaran,” ujar Lisa, salah seorang pembeli.

Dari beberapa kue yang dijual, rata-rata yang dicari pembeli adalah jenis kue kering dan aneka macam makanan dari kacang-kacangan, dengan harga antara 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang ingin memberikan oleh-oleh Lebaran, pedagang menjual kue dalam bentuk paket beraneka ragam jenis.

Pedagang dan pengelola toko makanan di Sidoarjo pun kewalahan memenuhi permintaan. Penjualan naik hingga lima kali lipat dari hari biasa. “Ya, meningkat hingga 500 persen,” ujar Ida Widyastuti, pengelola salah satu toko kue.

Page 173 of 394« First...102030...171172173174175...180190200...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Tue, 28 Apr 2015 12:30 am WIT

Haze

25°

High: 31° Low: 24°

Haze

Feels like: 25 °C

Barometer: 982.05 mb and falling

Humidity: 89%

Visibility: 5 km

Dewpoint: 24 °C

Wind: 8.05 km/h

Sunrise: 5:29 am

Sunset: 5:22 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+