Informasi Sidoarjo

Jl Raya Balongbendo Sidoarjo Kembali Makan Korban, Pengendara Motor Tewas Seketika Setelah Tabrak Motor Lain

Jalur tengkorak di Jl Raya Balongbendo kembali minta korban. Seorang pengendara motor tewas seketika setelah motornya menabrak motor lain kemudian melabrak tiang rambu lalu lintas di Jl Raya Wonokupang, Balongbendo, Selasa (15/10/2013).

Pengendara motor Honda Tiger AG 6806 YT yang tewas seketika yakni Suharno, 36, warga Sukorejo, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Kondisi luka korban cukup parah karena motor yang dipacu dengan kecepatan sekitar 80 km/jam itu langsung terpental setelah menabrak Honda Beat W 6367 JX yang dikendarai Eko Wahyudi (32), warga Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo.

Kejadian yang menimpa korban berawal saat korban dari arah Surabaya menuju Mojokerto dengan kecepatan tinggi karena arus lalu lintas kondisinya sepi. Sesampai di lokasi kejadian tepatnya Desa Wonokupang, Eko Wahyudi dari arah utara menyeberang ke barat. Bersamaan munculnya, motor yang dikendarai Eko menuju jalan raya, korban kaget dan tidak bisa menguasai setir.

Tak pelak, motor yang dikendarai Suharno menabrak bagian kiri motor yang dikendarai Eko. Motor Suharno terpelanting ke selatan dan menabrak rambu lalu lintas di bahu jalan hingga roboh. Tewasnya korban diduga akibat tubuhnya terbentur tiang besi rambu lalu lintas yang ada. Pasalnya, dalam kecelakaan itu kendaraan milik Suharno langsung mengarah ke selatan.

Warga sekitar yang tengah menyembelih hewan kurban berlarian menolong korban yang tengah meregang nyawa. Apalagi suara kendaraan yang menabrak tiang rambu lalu lintas cukup keras sehingga tatapan warga langsung mengarah ke jalan. “Korban setelah tabrakan sudah tidak bisa berkutik lagi, mungkin kepalanya terbentur tiang besi,” tutur Abdul Rouf, warga Sidoarjo yang sempat menolong korban dalam perjalanannya ke Mojokerto.

Melihat kondisi korban suharno cukup parah, warga akhirnya menghubungi Polsek Balongbendo untuk mengamankan lokasi. Suharno dalam kondisi tidak sadarkan diri dilarikan ke RSUD Sidoarjo. Sementara Eko Wahyudi yang mengalami luka ringan karena terjatuh dibawa ke Polsek Balongbendo untuk dimintai keterangan terkait kejadian yang menimpanya itu.

Suharno diperkirakan akan ke Trenggalek untuk merayakan Idul Adha bersama keluarganya yang lain. Pasalnya, di tas yang dibawa korban ditemukan beberapa potong baju yang diperkirakan dipersiapkan selama di Trenggalek.

Kanit Laka Polres Sidoarjo, Iptu Eka Anggraeni, mengungkapkan pihaknya masih memeriksa Eko Wahyudi karena yang terlibat dalam kecelakaan itu. “Kami masih mencari kronologi bagaimana kecelakaan bisa terjadi. Tentunya kami juga mencari saksi yang ada di sekitar lokasi,” terangnya.

Sementara itu, tabrakan juga terjadi di jalan tol KM 17.600 sekitar pukul 05.00 WIB. Mobil travel jenis Isuzu Elf nopol DK 9078 A yang dikemudikan Nanang Sulisiyanto, 30, warga Jl By Pass Ngurah Rai, Kecamatan Kedaton, Denpasar Mangupura menabrak bak truk bagian belakang. Tabrakan ini diduga kuat, akibat Nanang Sulisiyanto mengantuk saat mengemudikan mobil travel itu.

Informasinya, mobil travel yang mengangkut 5 penumpang tujuan Surabaya itu bertolak dari Bali, Senin (14/10/2013) sekitar pukul 20.00 WIB. Begitu sampai di lokasi, sopir ditengarai capek sehingga saat berjalan di tol dari Gempol menuju Surabaya mobil kelihatan oleng. Truk yang ada di di depan mobil travel ditabrak dari belakang. Sopir baru sadar setelah kendaraan yang dikemudikan menabrak truk yang ada di depannya.

Dalam kondisi seperti itu, truk yang ditabrak tidak berhenti justru berjalan terus ke arah Surabaya. Salah seorang saksi, Rudi Candra yang ada di belakang kendaraan travel, mobil itu berjalan oleng. Melihat kondisi yang demikian, Rudi tidak berani menyalip karena takut tersenggol mobil Isuzu Elf itu. “Mobil itu oleng dan langsung menabrak truk di depannya,” tutur Rudi kepada petugas kepolisian yang datang ke lokasi.

Dalam peristiwa itu, Nanang dan 5 penumpang di antaranya AAbraham Elyanis dan Ria Rahmawati hanya mengalami luka ringan akibat terbentur bodi mobil. Kondisi mobil Isuzu Elf bagian depannya ringsek.
sumber: Tribunnews

Warga RT 17 RW 3 Ketegan Taman Sidoarjo Mengeluhkan Genangan Limbah Yang Cemari Sumur

Kelurahan Taman dan Ketegan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo terendam air campur limbah.

Genangan air bercampur limbah sampah sudah merendam dua kelurahan itu sejak sepekan terakhir. Tidak hanya sampah, limbah yang menggenangi permukiman warga juga bercampur kotoran manusia.

Genangan air limbah ini sangat mengganggu kesehatan warga menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan penyakit kulit. Limbah ini juga mencemari air sumur warga, sehingga tidak bisa untuk mencuci, mandi, apalagi memasak.

Aktivitas warga juga sangat terganggu karena mereka tidak bisa leluasa keluar rumah.

Genangan limbah ini berasal dari luapan air sungai yang membelah dua kelurahan tadi. Air sungai meluap karena ada saluran gorong-gorong yang mampet. Gorong-gorong tersebut seharusnya sudah diganti dengan box culvert namun hingga saat ini belum dilakukan.

Warga sebenarnya sudah melaporkan persoalan ini kepada Pemerintah Kecamatan Taman dan dinas terkait yaitu kantor irigasi. Sebab pencemaran ini berasal dari luapan air sungai akibat mampetnya saluran air gorong-gorong.

“Namun baik pemerintah kecamatan maupun kantor irigasi tidak melakukan tindakan nyata untuk mengatasi genangan limbah ini,” kata Harlin,42, warga RT 17 RW 3 Kelurahan Taman.

Ironisnya, kata Harlin, warga mendengar sudah ada dana Rp1,4 miliar untuk mengatasi persoalan ini namun tidak sampai ke bawah. Dana sebesar itu sebenarnya bisa untuk mengganti gorong-gorong dengan box culvert namun tidak dilakukan pemerintah atau instansi terkait.
sumber: metrotv

DPO Komplotan Pecah Kaca Mobil Jakarta Beraksi di Surabaya-Sidoarjo

Komplotan penjahat spesialis pencurian mobil parkir dengan modus pecah kaca berulah di Surabaya. Diketahui, kelompok ini adalah jaringan Jakarta yang belakangan kerap beraksi di Surabaya.

Beberapa bulan terahir, kelompok ini sudah beraksi di tujuh lokasi berbeda di Surabaya dan Sidoarjo. Modusnya selalu sama, yakni memecah kaca mobil yang sedang parkir, kemudian menguras isinya.

Ada empat pelaku dalam komplotan bandit jalanan ini. Namun, baru dua yang berhasil ditangkap polisi. Dua lainnya masih dalam pengejaran dan sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).

Dua pelaku yang tertangkap adalah Rahim Raha (33) warga Kampung Pangkalan, Kalideres, Jakarta Barat, dan Anhar Usman (31) asal Halmahera, Maluku. Keduanya ditangkap anggota Polsek Lakarsantri saat beraksi di kawasan Pondok Maritim Indah Surabaya.

“Dua tersangka diamankan saat berusaha membobol sebuah mobil Avanza milik Yunita (37) warga Pondok Maritim Indah. Mereka beraksi empat orang, tapi dua lainnya berhasil kabur,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri AKP Agung Widoyoko, Rabu (9/10/2013).

Saat ditangkap polisi, komplotan penjahat ini belum sempat mendapat barang jarahan. Namun, dari lokasi berbeda mereka sempat mendapatkan sebuah tas berisi laptop dan sejumlah barang berharga lain setelah membobol mobil Avanza milik Khusnul Fadilah (31) warga Mulyosari Tengah Surabaya yang sedang diparkir di depan toko GSM Barokah di Wonoayu, Sidoarjo.

Dalam pemeriksaan, ternyata komplotan ini sudah kerap beraksi di Surabaya dan Sidoarjo. Beberapa bulan terahir, mereka sudah melakukan aksi serupa di tujuh lokasi berbeda.

Modus yang dilakukan juga selalu sama. Mereka berkeliling mencari sasaran dengan berkendara sepeda motor. Setelah ketemu sasaran, dua pelaku berjaga di luar untuk mengawasi lokasi, sedangkan dua lainnya menjadi eksekutor.

“Dan dua pelaku yang tertangkap ini adalah yang bertugas sebagai eksekutor. Sementara dua yang kabur adalah yang bertugas berjaga di luar,” sambung Agung.

Dalam aksinya, pelaku mencongkel karet kaca mobil menggunakan obeng. Kemudian, mereka memecah kaca mobil dan menggasak barang-barang didalamnya. Selanjutnya, mereka kabur dengan sepeda motor yang mereka pakai.

Kepada penyidik, pelaku mengaku bahwa pada aksinya kali ini, mereka baru datang dari Jakarta dengan mengendarai bus. Sesampai di terminal Bungurasih, mereka lantas membeli sepeda motor baru. Yakni Jupiter MX bernopol P 4954 XX.

Sepeda motor yang masih berplat nomor putih itupun langsung digunakan untuk berkeliling mencari sasaran. Sampai akhrirnya mereka ditangkap polisi.

“Termasuk sepeda motor yang digunakan beraksi tersebut juga disita sebagai barang bukti. Juga obeng yang mereka gunakan untuk mencongkel karet kaca mobil,” sambung Kanit Reskrim.
Terkait #penjahat pecah kaca beraksi, surabaya.
sumber: Tribunnews

Timnas Senior Harus Main Tanpa Penonton, Tak Ada Pemasukan Maka Dari Sidoarjo U-19 Dipindah Ke Jakarta

Laga kualifikasi Piala Asia timnas U-19 Indonesia melawan Laos sepi penonton. PSSI dinilai telah melakukan blunder dengan memindahkan laga kualifikasi itu ke Jakarta.

Suasana Stadion Gelora Bung Karno ketika timnas U-19 menghajar Laos 4-0, Selasa (8/10/2013) malam WIB, berbanding terbalik dengan atmosfer stadion Delta Sidoarjo dan stadion Tri Dharma Gresik bulan lalu saat timnas berlaga di ajang Piala AFF U-19 bulan lalu.

Antusiasme suporter membludak saat timnas U-19 bertanding, hingga memompa semangat bertanding penggawa tim besutan Indra Sjafri itu. Hasilnya, mereka pun sukses menjuarai Piala AFF U-19 untuk pertama kalinya.

Meski animo penonton membludak, PSSI malah memindahkan laga kualifikasi Piala Asia yang rencananya juga dihelat Sidoarjo ke Jakarta. Alasan kekhawatiran munculnya gangguan ketertiban karena kapasitas stadion yang tak sebanding dengan jumlah penonton menjadi faktor utama pemindahan lokasi bertanding.

Harga tiket pun dianggap sebagian suporter kemahalan. Untuk menyaksikan langsung timnas U-19 berlaga, para suporter harus merogoh kocek 50 ribu rupiah untuk tiket termurah, dan satu juta untuk tiket termahal.

Akibat dari dua keputusan itu langsung bisa dirasakan saat timnas U-19 melakoni laga pertama kualifikasi Piala Asia U-19 melawan Laos kemarin. Stadion Gelora Bung Karno yang berkapasitas sekitar 88 ribu itu sepi penonton.

“PSSI boleh dikatakan melakukan blunder. Mereka terlalu menyederhanakan persoalan. Mereka mengira bahwa timnas U-19 sudah menjadi magnet setelah menjuarai Piala AFF, padahal di level junior Indonesia memang jago,” ungkap pengamat sepakbola Muhammad Kusnaeni saat dihubungi.

“Standar tontonan sepakbola di Jakarta itu sudah tinggi. Di sini sudah pernah bermain tim-tim sekelas Liverpool, Arsenal, dan Chelsea. Dengan begitu, maka laga timnas U-19 belum menjadi pertandingan yang wajib ditonton.

“Selain itu, keberadaan local hero seperti Evan Dimas bisa juga menjadi magnet bagi penonton untuk datang ke stadion. Kalau di Jakarta siapa yang menjadi local hero-nya.

“Menurut pendapat saya, pemindahan lokasi bertanding ini karena PSSI butuh pemasukan. Tapi karena dua laga timnas senior harus dimainkan tanpa penonton, maka timnas U-19 yang kemudian dijadikan alat untuk menutupi pemasukan,” terangnya.

Soal sepinya penonton yang hadir ke stadion, sedikit banyak akan mempengaruhi mental bertanding timnas U-19. Bek tengah ‘Garuda Muda’ Hansamu Yama bahkan menyebut pengaruh penonton sangat besar buat para pemain di tengah lapangan.

“Jumlah penonton di stadion pasti berpengaruh bagi kondisi psikis para pemain. Jangan sampai mereka berpikir bahwa mereka sudah berjuang bagi negara, tapi tidak ada yang mendukung. Padahal di luar sana banyak sekali masyarakat yang memberikan dukungan,” ungkap pria yang akrab dipanggil Bung Kus itu.

Deltras & Persida Harus Tetap di Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Saiful Illah menegaskan, dua klub yang berada di wilayahnya, Deltras dan Persida Sidoarjo, harus tetap berada di kota tersebut, dan tidak dijual kepada investor lain.

Sebelumnya sempat muncul wacana merger Deltras dan Persida. Nama terakhir berhasil merebut tiket promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia. Dengan demikian, di Sidoarjo kini ada dua klub yang berlaga di Divisi Utama.

Menurut Saiful, pihaknya menginginkan kedua klub ini tetap bermarkas di Sidoarjo, meski di musim depan akan sama-sama mengarungi kompetisi Divisi Utama.

“Yang penting sama-sama jalan dulu. Nanti kita pilih siapa yang bermain di Gelora Delta dan Stadion Jenggolo. Selanjutnya, kita akan bicarakan lagi lebih serius kalau sudah ada yang pegang tim,” ujar Saiful. “Saya tidak berani untuk menjual Deltras. Nanti kalau sudah ada yang pegang tim kan enak. Kita akan usulkan ke PSSI, supaya kedua tim di Divisi Utama ini bisa tetap di Sidoarjo.”

Saiful juga tidak mau memilih salah satu tim untuk diprioritaskan. Sebab, baik Deltras maupun Persida sama-sama aset milik Sidoarjo. Jika salah satu dihilangkan akan membuat perjuangan Sidoarjo dalam melakukan pembinaan di cabang olahraga sepakbola menjadi sia-sia.

“Kalau nanti Deltras dihilangkan, berarti muspro [sia-sia]. Sebab, dulu kita beli, kok sekarang dibiarkan begitu saja,” kata Saiful.

Sebelumnya, manajer Persida Ibnu Hanbal mengatakan, mereka akan segera berkomunikasi dengan semua pihak agar menemukan jalan penyelesaian yang terbaik, terkait adanya dua tim yang mewakili Sidoarjo di kasta Divisi Utama.

“Kami akan segera mengkomunikasikan dengan beberapa pihak terkait, karena tidak mungkin satu kabupaten mempunyai dua tim sepakbola dalam satu kompetisi. Apakah nanti dikolaborasikan [antara Deltras dan Persida], atau gimana. Itu yang akan kami cari solusinya,” ungkap Ibnu.

Ketua Harian PSSI Pengcab Sidoarjo Biqintorin Musa menambahkan, Persida tidak menutup kemungkian bergabung dengan The Lobster. Hanya saja, status Deltras juga harus dijelaskan, apakah masih menjadi aset pemerintah daerah, atau sudah berpindah tangan ke perorangan.

“Kami berharap, ada keinginan dan aksi konkret pemerintah untuk mengangkat Persida. Karena kini Persida sudah berada di Divisi Utama, dan tentunya kami akan bekerja keras,” tutur Torin-sapaan akrab dari Biqintorin Musa.

Selama mengikuti kasta Divisi Satu klub masih diperbolehkan menggunakan dana APBD, lantaran masih berstatus amatir. Tapi begitu menginjak kasta Divisi Utama, semua pendanaan harus mandiri, karena sudah masuk dalam tataran kompetisi profesional.
sumber: goal

Inilah Tarif Baru Tol Surabaya – Gempol Selengkapnya

Tol Surabaya Gempol termasuk satu dari 14 ruas jalan tol yang mengalami penyesuaian tarif sejak 11 Oktober nanti tepat pukul 00.00 WIB. Rata-rata kenaikan mencapai 20 hingga 30 persen.

Untuk ruas Waru-Sidoarjo Golongan I, dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.000, Gol II (3.500-4000), Gol III (4.500-5.000), Gol IV (5.500-6.000) dan Gol V (6.500-7.500). Ruas Waru-Porong Gol I (3.500-4.000), Gol II (4.500-5.000) Gol III (7.000-8.000), Gol IV (8.500-10.000), dan Gol V (10.500-12.000). Untuk Sidoarjo-Porong Gol I (2.500-4.000), Gol II (3.500-5.000), Gol III (4.500-8.000), Gol IV (5.500-10.000) Gol V (6.500-12.000).

Sementara Porong-Sidoarjo, untuk Gol I (2.500-3.000), Gol II (3.500-4.000), Gol III (4.500-5.000), Gol IV (5.500-6.000), dan Gol V (6.500-7.500). Adapun ruas Dupak-Waru, Gol I (2.500-3.000), Gol II (3.500-4000), Gol III (4.500-5.000), Gol IV (5.500-6.000) dan Gol V (6.500-7.500).

Festival Sapi Jelang Idul Adha di Sidoarjo

Menjelang hari raya Idul Adha pada 15 Oktober mendatang, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar kontes ternak sapi dan kambing kurban di Puspa Agro Jemundo, Rabu (9/10/2013) kemarin.

Dalam kontes ini, panitia menetapkan tiga kriteria dalam penilaian yakni kondisi sapi harus sehat, tidak sakit atau cacat, berat sapi ideal yang meliputi panjang badan, ukuran badan, dan ukuran kaki).

Dalam kontes itu, ada peserta yang membawa sapi berukuran raksasa dengan bobot 1,2 ton. Sapi Simetal milik Khoirul itu dibanderol Rp 120 juta karena berbeda dengan sapi kontestan lain.

Khoirul (41) membawa dua ekor sapi, masing-masing jenis Simetal dan Limosin. Sapi Simetal milik Khoirul, warga Ganting, Kecamatan Gedangan sudah beberapa kali mengikuti kontes.

Di Sidoarjo sudah tiga kali mengikuti dan selalu juara 1. Sapi itu juga pernah ikut kontes di Jombang sebanyak dua kali dan menjadi juara 2. “Sapi ini saya beri nama si Gendut karena tubuhnya besar sekali. Sapi nilainya Rp 120 juta,” kata Khoirul.

Menurut Khoirul, ia memiliki 47 sapi di rumahnya dan yang sudah laku 37 ekor. Ia memelihara sapi dilakukan secara turun temurun dari ayahnya. “Sebelumnya saya kerja swasta dan baru tahun 2010 meneruskan usaha ternak milik ayah saya,” sambungnya.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, Ir Handajani, menjelaskan sebelum sapi peserta kontes dibawa ke Puspa Agro harus diseleksi terlebih dahulu. Begitu sapi tersebut dinyatakan sehat baru diperbolehkan mengikuti kontes.

“Kontes yang kami gelar untuk memacu semangat peternak sapi di Sidoarjo. Selain itu juga untuk mengekspos hasil ternak wilayah Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, mengapresiasi terobosan yang dilakukan Dinas Pertanian Perternakan dan Perkebunan karena program seperti ini bisa memberi motivasi terhadap para peternak.

“Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi peserta yang mengikuti, itu sebagai bukti bahwa kabupaten Sidoarjo siap mensuplai stok sapi untuk kurban, mengingat saat ini pemenuhan stok sapi benyak melalui jalan impor,” tandas Saiful.
sumber: Tribunnews

Windows 8.1 Hadir di Indonesia 18 Oktober Ini

Baru-baru ini Microsoft telah mengonfirmasi bahwa pihaknya akan datang ke tanah air untuk launching produk terbarunya, yaitu Windows 8.1.

Menurut press release yang diterima (8/10), Microsoft akan menggelar acara pada hari Jumat, 18 Oktober mendatang pukul 13:30 WIB di Blitz Megaplex, Central Park, Jl. Let. Jend. S. Parman, jakarta Barat.

Acara yang berlangsung hingga pukul 19:30 ini akan menampilkan Windows 8.1 sebagai bintang tunggal. Dalam undangan tersebut, Microsoft juga menyertakan sebuah tulisan yang cukup menggoda Anda.

‘Temui dan rasakan pengalaman yang baru serta menyenangkan dari perangkat-perangkat canggih Windows 8.1′.

windows-81-006-yoga-tri-priyanto

Menurut bocoran yang sebelumnya, Windows 8.1 ini membawa cukup banyak perubahan, salah satunya adalah kembalinya tombol Start. Beberapa di antaranya, Microsoft menawarkan perubahan menarik untuk keyboard pada layar serta Microsoft Outlook-nya.

Ada pula perbaikan multitasking yang akan sangat memudahkan Anda tentunya. Tidak sabar menunggu Windows 8.1? Nantikan minggu depan.

Hindari Resiko Penyakit Jantung & Stroke Dengan Tidur 6-8 Jam

Tidur selama enam hingga delapan jam setiap malamnya mengurangi risiko masalah jantung dan stroke.

Tim peneliti dari Chicago Medical School menemukan, orang yang kurang tidur dari enam jam setiap malam memiliki kemungkinan dua kali lebih besar menderita serangan jantung dan stroke dibanding mereja yang memiliki lama tidur antara enam sampai delapan jam.

Tak hanya itu, mereka yang kurang tidur juga memiliki risiko 2/3 lebih tinggi akan gagal jantung kongestif, yang kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh melemah dan berpotensi merusak organ lainnya.

“Orang-orang dengan durasi tidur ekstrem berada pada risiko tertinggi penyakit kardiovaskular. Enam sampai delapan jam adalah periode terbaik durasi tidur menurut penelitian ini,” kata penulis utama Dr Saurabh Aggarwal, seperti dilansir dari dailymail.

Hal ini karena durasi tidur yang lebih pendek memiliki efek termasuk peningkatan kadar hormon stres kortisol , tekanan darah meningkat, hiperaktivitas dari sistem saraf simpatik dan peradangan meningkat .

Sebelumnya, tidur selama lebih dari delapan jam semalam dikaitkan dengan lebih dari dua kali lipat risiko angina dan kemungkinan 19 persen lebih tinggi dari penyakit arteri koroner.

Namun alasan mengapa tidur lebih lama daripada rata-rata meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular tidak jelas, kata tim.

Satu dari enam kematian laki-laki dan satu dari sembilan kematian perempuan berasal dari penyakit jantung koroner (PJK) -total hampir 74.000 kematian dan stroke menyebabkan hampir 42.000 kematian. Lebih dari 159.000 orang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler di Inggris pada tahun 2011, menurut British Heart Foundation.

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Sidoarjo Gelar Festival Hewan Ternak di Pasar Induk Puspa Agro

kontes hewan ternak dan festival hewan ternak korban sapi dan kambing yang di selenggarakan oleh pihak Dinas pertanian, perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo diadakan di depan halaman. Pasar Induk Puspa Agro yang ada di Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Rabu (9/10), Festival hewan ternak dan korban itu juga di dihadiri oleh jajaran Forpimda Sidoarjo.

Dari masing-masing peserta yang berjumlah sekitar 50 orang untuk peserta festival hewan sapi dan 15 untuk peserta hewan Kambing Jenis Etawa ini. Rata-rata semua hewan yang di pamerkan memiliki kesehatan dan kebersihan serta perawatan yang baik. Selain melakukan kontes hewan sapi dan Kambing ini, peserta juga berencana menjual hewan-hewan tersebut untuk dijadikan hewan korban bagi para penonton yang menginginkan hewan tersebut setelah kontes selesai.

Menurut Anwar Rokip warga Desa Ganting Kecamatan Gedangan kabupaten Sidoarjo peserata kontes saat dimintai keterangan mengatakan, bahwa sebeum ada kontes ini dirinya sejak kecil sudah hobby berternak sapi atau memelihara sapi, apa lagi sapi jenis kermen seperti ini. ” sebenarnya saya hanya iseng-iseng saja mas mengikuti kontes ini, karena penasaran dan ingin tahu akhirnya saya mencoba mengikutkan sapi saya berberjenis keremen ini,” ujarnya.

Setelah diikutkan kontes ternyata tak disangka-sangka sapi miliknya memenangkan lomba tersebut dan mendapatkan beberapa hadiah hiburan” saya tidak menyangka, karena sapi yang sudah saya rawat sejak umur 8 bulan itu sekarang berat badangnya bertambah menjadi 883 kilo, dan bisa memenagkan lomba ini,” ucapnya.

Masih menurut Anwar, dalam perawatan sehari-hari dirinya selalu menjaga kebersihan kandang sapi serta selalu memandikan sapi tersebut, dengan demikian kesehatan sapi piaraanya selalu sehat dan maknya banyak” tidak ada tips khusus mas dalma merawat sapi saya ini, namunsaya selalu membersihkan kandang dan memeandikanya saja, kalau makanan biasanya saya menggunakan makan ternak buatan sendiri, karena sapi itu keturunan langsung dari sapi Australia, jadi tubihnya memang besar,”katanya

Sementara itu Bupati Sidoarjo, Saiful ilah yang hadir dalam acara kontes sapi dan Kmabing ini, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi dengan diselengarakan kontes ini, bahkan pemerintah daerah harus memberikan dorongan serta memberikan suport kepada kegiatan tersebut” saya sangat bangga dengan adanya acara seperti ini, karena selain bisa mendongkrak para peternak, juga bisa memberikan harapan baru buat para peternak yang ada di Sidoarjo,” kata Saiful ilah

Selain itu masi kata Bupati Sidoarjo ini, dengan diadakanya kontes seperti ini diharapkan para peternak bisa meningkatkan prodiktifitas daging sapi yang ada di Sidoarjo” jadi kita tidak perlu mengambil Sapi atau kambing dari wilayah di luar Sidoarjo, karena sapi-sapi dan kambing-klambing yang ada di sidoarjo sudah lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan akan daging sapi di Sidoarjo,” imbuh Bupati Sidoarjo ini.
sumber: suarakawan

Page 113 of 380« First...102030...111112113114115...120130140...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Wed, 26 Nov 2014 6:31 am WIT

Haze

26°

High: 32° Low: 26°

Haze

Feels like: 26 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 83%

Visibility: 5 km

Dewpoint: 26 °C

Wind: 4.83 km/h

Sunrise: 5:01 am

Sunset: 5:30 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+