Informasi Sidoarjo

Minggu 8/12/2013 KPU Sidoarjo Gelar Donor Darah Bersama Parpol di GOR Sidoarjo

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, Jatim, menggelar donor darah dengan melibatkan partai politik yang ada, dalam rangka menyosialisasikan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2014.

Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo, Bima Ariesdiyanto saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Jumat mengatakan, donor darah ini nantinya akan melibatkan seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

“Bidikan kami memang para calon legislatif tersebut bisa memberikan darahnya, karena mereka itu merupakan salah satu instrumen pelaksanaan pemilihan umum tahun ini,” ucapnya.

Ia mengemukakan, pelaksanaan donor darah ini akan dilakukan di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Sidoarjo pada Minggu (8/12).

“Dalam sehari itu kami mentargetkan bisa mendapatkan sedikitnya 500 kantong darah yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sidoarjo,” tuturnya.

Ia mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo untuk sosialisasi pelaksanaan pemilihan umum tahun 2014.

“Sesuai dengan temanya kegiatan ini bertaju ‘Darah Untuk Pemilu’ yang nantinya diharapkan akan banyak peserta pemilu termasuk caleg yang akan mendonorkan darahnya,” katanya.

Ia mengatakan, selain menggelar kegiatan donor darah, pihaknya juga menggelar beberapa kegiatan lainnya seperti parade musik, lomba karya ilmiah dan juga film dokumenter.

“Untuk parade musik rencananya akan digelar pada tanggal 14 Desember mendatang dengan target sosialisasi para pemilih pemula,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo ini mendapatkan respon yang cukup bagus dari masyarakat di Kabupaten Sidoarjo untuk meminimalisir angka golongan putih.

“Harapan kami, dengan banyaknya kegiatan ini bisa memotivasi warga masyarakat untuk memberikan hak suaranya pada pemilihan umum mendatang,” katanya.(*) (antara)

Terkait Polemik Akad Nikah Harus di KUA Pada Jam Kerja, DPRD Bakal Panggil Kepala KUA se-Sidoarjo

Komisi D DPRD Sidoarjo berencana memanggil kepala KUA se-Sidoarjo. Hal itu dilakukan untuk mengakomodir aspirasi dari masing-masing KUA terkait kesepakatan baru dalam melayani akad nikah. Hasil kesepakatan Forum Komunikasi Kepala KUA se-Jatim adalah akad nikah harus dilakukan di KUA pada jam kerja. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Mahmud mengatakan, kesepakatan kepala KUA se Jatim ini memang memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, termasuk Sidoarjo. Karena itu, harus ada jalan keluar yang terbaik agar tidak ada yang dirugikan. “Kesepakatan itu kan belum menjadi aturan tetap. Karena itu, kita harap ada solusi terbaik,” ujarnya. Dia mengungkapkan, budaya pengaturan waktu untuk akad nikah sudah berlangsung sejak dulu. Budaya tersebut sepertinya akan sulit dihilangkan karena kebanyakan proses akad nikah dilakukan saat hari libur dan dilakukan di luar kantor KUA. “Budaya Jawa kan sudah sejak lama. Jika rumah dengan kantor KUA jauh kan juga memberatkan,” kata politisi PAN ini. Menurutnya, gratifikasi yang terjadi di KUA di Kediri diharapkan tidak terjadi di Sidoarjo. Asalkan tidak ada yang dirugikan antara calon pengantin dengan modin atau penghulu untuk masalah tarif tidak menjadi masalah. Kesepakatan tersebut sama-sama menguntungkan. “Karena itu, kita harapkan ada solusi terbaik nantinya,” tegasnya. Pemanggilan kepala KUA se-Sidoarjo tersebut, imbuhnya, untuk mengakomodir aspirasi dari KUA. Diharapkan, kesepakatan itu bisa kembali mewujudkan aturan yang lama. Asalkan tidak ada unsur pemaksaan dalam masalah biaya. Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Didik Budi San toso menambahkan, KUA hendaknya lebih fleksibel dalam melayani calon pengantin. Kesepakatan baru yang saat ini melandasi untuk melayani proses akad nikah diharapkan tidak memberatkan siapapun. “Intinya memang jangan ada yang dirugikan,” ucap politisi Hanura ini. Seperti pernah diberitakan, dampak kesepakatan tersebut, KUA Sidoarjo, mendapatkan banyak komplain. KUA Sidoarjo per 3 Desember baru memberlakukan kesepakatan baru itu. Sebanyak 60 calon pengantin akhirnya bisa melaksanakan akad nikah sesuai aturan lama. Lantaran, mereka mendaftar ke KUA sebelum 3 Desember 2013. Modin Jabon tidak masalah meski kesepakatan baru itu membuat pendapatan berkurang, namun para kasi kesra desa (modin) di Kecamatan Jabon mengaku tak mempermasalahkannya. Hal itu disampaikan Rusman Syaifullah (38) salah satu modin Keboguyang, Jabon. Ia mengatakan bersama 14 temannya seprofesi sepakat untuk tetap bekerja meskipun kesepakatan itu sedikit merugikan. “Meskipun sekarang akad nikah tidak boleh di luar jam kerja dan di luar KUA, saya tetap menerimanya tanpa beban,” ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Rabu (4/12) pagi. Saat disinggung terkait pendapatannya yang terancam berkurang akibat tarif nikah yang telah ditentukan dalam PP No.47 Tahun 2004 sebesar Rp 30 ribu, ia hanya menjawab rezeki seseorang tidak datang dari satu pintu. Menurutnya meski para modin terancam tidak akan mendapatkan uang transpor dari calon mempelai, mereka tetap akan melaksanakan tugasnya.
“ Ada rezeki dari jalan lain, dan kesepakatan ini tidak akan mengurangi rezeki kami (modin, Red),” jelasnya. Kepala KUA Jabon Muhammad Khusaeri mengatakan akan menyosialisasikan kesepatan akad nikah baru itu ke masyarakat. “Misalnya sekarang nikah harus di KUA, biaya lebih murah, dan dilarang nikah di luar jam kerja, masyarakat harus lebih paham,” ucapnya.
(vga/gal/no)

Ternyata Sudah Seminggu Anggara Putra Trisula Dibebaskan Oleh Polisi

Anggara Putra Trisula, putra purnawirawan Jenderal Bintang Satu yang sempat ditahan penyidik Polres Sidoarjo itu ternyata sudah sekitar seminggu bebas. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Anggara tidak kembali ke ruang sel tahanan Polres Sidoarjo. Dia diperbolehkan pulang ke rumahnya, karena pengajuan penangguhan penahanan diterima oleh penyidik.

Sudah sekitar seminggu. Orang tuanya yang menjamin penangguhan tersebut,” jawab Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim Kompol Bambang Cahyo Bawono. Menurut Bambang, salah satu alasan penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ini, karena Anggara menderita sakit. Sayangnya, dia mengaku tidak tahu persis jenis sakitnya.

Setelah peristiwa penabrakan itu, Anggara sempat kabur. Kemudian, dia menjalani pemeriksaan di Polres Sidoarjo dan ditetapkan sebagai tersangka. Dalam prosesnya, anak jenderal ini sempat beberapa kali masuk rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim. Pertama, untuk pemeriksaan kejiwaan. Kemudian, dibawa lagi ke rumah sakit dengan alasan tidak bisa tidur dan tidak doyan makan. Setelah beberapa lama menjalani perawatan Anggara tidak kembali ke tahanan Polres, melainkan pulang ke rumahnya karena pengajuan penangguhan penahanan dikabulkan oleh penyidik Polres Sidoarjo.

Dan Untuk menindaklanjuti pengembalian berkas APT yang dinilai kurang lengkap karena tak ada Hasil Visum Korban Tabrak Siswa dan Guru SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. Saat ini, penyidik telah memperbaiki berkas yang dikembalikan jaksa karena dianggap tidak lengkap,” kata Bambang.

Menunggu Derby Delta (Deltras – Persida) Di Divisi Utama

Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim mendatang dipastikan semakin seru. Sidoarjo mengirimkan dua tim terbaiknya untuk bertarung dalam kompetisi tersebut. Kedua tim tersebut adalah Persida Sidoarjo dan Deltras Sidoarjo. Hampir 32 tahun berdiri, Persida akhirnya bisa lolos ke Divisi Utama. Dengan demikian, Persida kini menjadi sebuah klub profesional, sebelumnya Laskar Jenggolo bermain di liga amatir Divisi Satu dan Dua. Di bandingkan dengan Persida, The Lobster (julukan Deltras) lebih berpengalaman di kompetisi ini. Namun kelebihan ini belum bisa dijadikan ukuran musim depan Deltras lebih baik di bandingkan Persida. Untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama musim depan, Deltras maupun Persida tentunya harus siap segalanya. Terutama finansial, inilah yang diprediksi menjadi kendala bagi dua tim kota Delta yang musim depan bermain di kompetisi Divisi Utama. Laskar Jenggolo sendiri menyadari kondisi ini. Untuk membantu kebutuhan finansialnya dalam mengikuti Divisi Utama, pihak menejemen sudah mengatur jadwal pertemuan dengan beberapa pengusaha di Sidoarjo. “Akan kita bahas lagi setelah rapat pengurus umum,” terang ketua umum Persida Biqintorin Musa. Untuk saat ini pihak menejemen masih fokus kepada pembentukan format manejemen baru seusai persyartan yang dikeluarkan oleh PT Liga Indonesia. Biqintorin menegaskan tidak ingin Persida hanya menjadi klub penghibur di Divisi Utama. Meskipun baru pertama kali lolos, menejemen sudah mempersiapkan segala kebutuhan klub untuk bisa lolos ke pentas ISL. “Kami tidak ingin hanya sekedar lolos ke Divisi Utama untuk itu kita kan memaksimalkan segalanya,” tegasnya. Sementara itu Bupati Sidoarjo, Saiful Illah menyatakan tidak akan membedakan kedua tim tersebut. Menurutnya meskipun sudah tidak bisa lagi menggunakan uang daerah dalam kompetisi Divisi Utama, namun Pemkab tetap akan memberikan dukungan bagi kedua tim itu. “Untuk pembelian pemain memang tidak bisa menggunakan uang daerah namun untuk akomodasi akan kita usahakan,” tandasnya. Berdasarkan pengalaman musim lalu, dasar pembagian grup salah satunya adalah faktor jarak antar tim. Sepertti Deltras yang musim lalau bergabung di grup 4 yang kebanyakan merupakan tim asal Jawa Timur seperti Persid Jember dan PSBK Blitar. Jika sistem pembagian tim masih sama maka Derby Delta tidak terelakkan lagi.(bam/vga/rak)

Sebanyak 200 Mobil Plat Merah Pemkab Sidoarjo Akan Dipasang Converter Kit Untuk Fungsikan BBG

Bahan Bakar Gas (BBG) mulai dikenalkan di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Sebanyak 200 mobil plat merah milik Pemkab Sidoarjo didaftar untuk dipasang peralatan converter kit, untuk memfungsikan BBG.

Menurut Kepala Seksi Sumber Daya Mineral, Dinas Koperasi Perindag ESDM Sidoarjo, Agus Sudarsono ST, ini program dari Kementrian ESDM melalui Dirjen Migas. “Mobil di SKPD apapun boleh mendaftar untuk pemasangan converter kit,” ucapnya saat mengawasi proses pemasangan peralatan converter kit ini, di lahan parkir lapangan tenis GOR Sidoarjo, Rabu (4/12/2013).

Dia menjelaskan, dengan dipasangnya peralatan converter kit dengan kriteria, bahan bakarnya premium/pertamak, injection dan 4 silinder ini, mobil dinas akan punya BBM dobel. Bisa menggunakan pertamax maupun bisa menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). “Terserah nanti mau pakai yang mana, boleh pertamax maupun gas,” ujarnya.

Lanjut Agus, memakai BBG ada kelebihannya. Yakni harga gas masih murah, Rp 3200 perliter setara premium (LSP). Jarak tempuhnya bisa mencapai rata-rata 1:12 km bahkan bisa 1: 15 km. Tapi kalau pakai premium/pertamak, paling 1: 7 km. “Pakai BBG juga lebih murah, isi full tangki hanya Rp 30 ribu, dengan jarak yang bisa ditempuh sampai 100-150 km,” jelas Agus dengan menyebut tabung converter kit komposit terbaik yang harganya Rp 21 juta.

Kegiatan ini menurut Agus, sebetulnya untuk tahun 2012, tapi pelaksanaannya baru dilakukan pada tahun 2013 ini. Program ini dari Kementrian ESDM melalui Dirjen Migas. Diskop Perindag ESDM Sidoarjo, sebagai kordinator di tingkat kabupaten. Untuk pemasangan converter kit ini, pemilik mobil dinas, tidak ditarik biaya alias gratis. [isa/but]
sumber: beritajatim

Baru Dua Bulan Berdiri, Ekskul Modeling SMAN 1 Sidoarjo Sudah Berprestasi

Ekstrakulikuler (Ekskul) modeling SMA Negeri 1 Sidoarjo, baru berdiri dua bulan. Namun prestasinya sudah mulai nampak. Salah satunya, menjadi finalis dalam pemilihan Guk Yuk Sidoarjo tahun 2013.

Ekskul ini diprakarsai oleh siswa-siswi yang menyukai dunia modeling. “Awalnya kita cuma kumpul-kumpul aja, kemudian muncul ide untuk buat Ekskul Modeling. Alhamdulillah, ide kami ini didukung oleh Wakil Kepala Sekolah,” beber Firyal Iqbal.

“Biasanya Ekskul berhubungan dengan olahraga, tapi saat ini dunia modeling semakin populer. Itu alasan kami membuat wadah buat teman-teman yang memiliki bakat atau berminat dengan modeling,” pungkas Guk persahabatan 2013 ini.

Sejak berdirinya wadah minat dan bakat siswa ini, mereka sudah mengikuti empat event. Salah satunya berpartisipasi dalam Festival Tantular 2013.
Dalam acara teresebut, mereka menggunakan busana batik, yang berasal dari beberapa daerah di Jatim. Seperti batik Madura dan Sidoarjo.

“Saya sangat mendukung ekstrakulikuler modeling ini, karena dapat menambah kreativitas, dan kepercayaan diri. Anak saya sendiri sudah sejak usia tiga tahun, saya ikutkan kelas modeling,” terang Erni, salah satu orang tua murid. (lensaIndonesia)

Kebijakan Baru KUA Sidoarjo Sejak 1 Desember 2013 Hanya Melayani Akad Nikah di Kantor KUA Banyak Menuai Komplain

Kesepakatan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Jatim yang hanya akan melayani akad nikah pada jam kerja dan di kantor KUA , mengakibatkan KUA banyak menerima komplain. Lantaran, para calon pengantin ini sudah telanjur mengagendakan akad nikah di masjid, rumah maupun di hotel. Kesepakatan ditetapkan mulai berlaku sejak 1 Desember 2013. Menyikapi kondisi ini, beberapa kantor KUA Sidoarjo memilih tetap melayani akad nikah di luar KUA dan pada hari libur asal mendaftar sebelum 3 Desember 2013.

Sedangkan, bagi pasangan yang mendaftar mulai 3 Desember 2013 akan diberlakukan ketentuan baru. Kepala KUA Sidoarjo H Achmad Choirin mengakui memberlakukan aturan baru tersebut mulai 3 Desember. Hal itu dilakukan karena pihaknya juga perlu melakukan koordinasi dengan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) di 24 desa dan kelurahan di Kecamatan Sidoarjo. “Di Kecamatan Sidoarjo ada sekitar 32 modin yang juga harus diberi penjelasan terkait kesepakatan ini,”ujarnya. Dia mengungkapkan, di KUA Sidoarjo ada 60 calon pengantin yang tetap melaksanakan akad nikah dengan aturan yang lama. Dikarenakan, para calon pengantin tersebut mendaftar di KUA Sidoarjo sebelum kesepakatan baru tersebut muncul.

“Modin masih bisa ke rumah pengantin dan beberapa di antaranya dilaksanakan pada hari libur,” ujar Choirin yang juga menjabat kepala KUA Kecamatan Sedati ini. Dia menambahkan, untuk di kantor KUA Sedati ada 40 calon pengantin yang masih menggunakan mekanisme lama. Sama halnya dengan di Sidoarjo, para calon pengantin itu juga telah melakukan pendaftaran sebelum kesepakatan baru itu. “Alasan gratifikasi memang menjadi poin utama mengapa kesepakatan itu dilakukan,” tegasnya. Choirin mengaku menerima banyak komplain dari calon pengantin karena kesepakatan baru tersebut. Masalahnya, mere ka sudah menetukan waktu akad nikah dan tempatnya.

mirrr

Apakah kesepakatan baru tersebut memberatkan? Choirin menjelaskan, ada sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan jika kesepakatan itu terus dijalan kan. Di antaranya, tempat akad nikah di masing-masing KUA yang sempit serta biaya operasional dari KUA. Jika hanya mengandalkan, biaya akad nikah Rp 30 ribu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2004 tentang Pencatatan Nikah, biaya operasional dari KUA dinilai kurang. Misalkan untuk keperluan ngeprint maupun kebutuhan lain di kantor tidak cukup.

“Itu yang saat ini belum dipahami oleh pemerintah pusat,” keluhnya. Soal pemberian uang yang diterima oleh modin, menurut Choirin sudah tradisi sejak lama. Karena itu merupakan pengganti uang transportasi untuk menjangkau rumah calon pengantin. Di sisi lain, keterbatasan ruang di kantor KUA untuk menampung calon pengantin dan keluarganya pun menjadi kendala. Seperti halnya di kantor KUA Sedati ruang akad nikahnya sempit dan untuk parkir pun terbatas. Idealnya, ruang tersebut bisa menampung kedua keluarga besar dari calon pengantin.

Choirin menegaskan, akan menjalankan kesepakatan baru mulai 3 Desember. Para calon pengantin yang mendaftar memang wajib menaati aturan tersebut. “Kami tidak mau dikatakan menerima gratifikasi. Meski saat kita konsultasi ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo itu bukan suatu pelanggaran. Karena masuk dalam asas kepatutan dari calon penagntin saja,” ucapnya. Seperti diketahui, kepala KUA se Jatim sepakat hanya melayani pencatatan nikah di KUA sesuai jam kerja.

Untuk hari Sabtu, Minggu dan hari besar libur. Pencatatan akad nikah di luar KUA tidak dilayani. Kesepakatan baru tersebut muncul setelah ada kasus kepala kantor KUA di Kediri Romli memungut biaya nikah Rp 225.000 untuk pernikahan di luar kantor dan Rp 175.000 di dalam kantor. Dari nominal itu Romli mendapatkan jatah Rp 50.000 sebagai petugas pencatat nikah plus Rp 10.000 sebagai insentif kepala KUA. Padahal sesuai PP Nomor 47 Tahun 2004 tentang Pencatatan Nikah, biaya nikah itu sebesar Rp 30.000. Diduga Romli melakukan perbuatan itu selama kurun waktu 2 Januari 2012 hingga 31 Desember 2012 dengan 713 kali pernikahan. (vga/no)

3 Tahun Terakhir Pensiun Sekitar 1300 Sampai 1400 Orang, Sidoarjo Masih Kekurangan PNS

Tiga bulan ini, empat jabatan strategis di Pemkab Sidoarjo, masih kosong belum terisi, pasca ditinggal pensiun oleh pejabatanya. Sejauh ini belum ada kejelasan kapan posisi yang kosong itu akan segera diisi karena masing menunggu mutasi jabatan.

Empat jabatan itu, Asisten II yang ditinggal pensiun Muslick Yasin 1 September lalu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Erni Setyawati pensiun 1 Oktober dan Dirut RSUD Sidoarjo yang ditinggal pensiun Eddy Koestantono 1 November lalu serta Asisten I, Suyono yang pensiun 1 Desember kemarin lusa.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo Hj. Sri Witarsih, dalam bulan ini, belum tentu kekosongan itu akan diisi. Karena saat ini masih fokus pembahasan anggaran. “Masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) masih disibukkan membahas anggaran untuk APBD 2014,” terangnya, Rabu (4/12/2013).

Kalau pembahasan anggaran sudah selesai, kemungkinan bisa dilakukan pengisian jabatan yang kosong dan tentunya mutasi pejabat. “Tapi semua itu tergantung dari bupati untuk mutasi jabatan,” tandas Sri Witarsih.

Untuk sementara waktu tugas-tugasnya di empat jabatan itu, dijalankan oleh Pelaksana tugas (Plt). Seperti untuk Asisten I (pemerintahan) saat ini Plt-nya dijabat oleh Kabag Pemerintahan Desa Asrofi, kemudian Asisten II (Perekonomian) Plt dijabat Kabag Perekonomian Sudibyo. Demikian pula dengan BLH dan RSUD Sidoarjo untuk Plt dijabat oleh pejabat di bawahnya.

Selain empat pejabat yang pensiun dalam tiga bulan terakhir, ada beberapa pejabat Eselon II yang memasuki pensiun tahun depan. Sebut saja Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Joko Sartono, pensiun Pebruari 2014, kemudian Kepala Dinas Pasar Dian Wahyuni yang memasuki pensiun Juli 2014, dan masih ada beberapa pejabat lagi yang pensiun.

Kabid Mutasi BKD, Zainul Arifin menyatakan, dalam tiga tahun terakhir ada sekitar 1300 sampai 1400 PNS yang pensiun. Sehingga Pemkab Sidoarjo masih kekurangan PNS, terutama untuk tenaga guru dan kesehatan masih kekurangan cukup banyak pegawai.

“Kalau dihitung kurangnya tenaga PNS, ya banyak. Idealnya pegawai sekelas Kabupaten Sidoarjo antara 16000 sampai 17000 PNS, terutama tenaga guru dan kesehatan,” jawabnya.

Sekadar diketahui, tahun 2009 jumlah PNS dilingkungan Pemkab Sidoarjo sekitar 16.700 orang, namun kini tinggal sekitar 15.000 orang. BKD juga tidak bisa segera mengisi kekurangan itu mengingat keterbatasan formasi CPNS dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan). [isa/but]
sumber: beritajatim

Pengaliran Lumpur Lapindo Ke Sungai Ketapang Cemari Sawah Warga, Korban Lumpur Lapindo Sidoarjo Desak DPRD Ingin Bertemu BPLS

Korban lumpur yang tergabung dalam Korban Lumpur Menggugat (KLM) mendesak Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo untuk kembali mempertemukan mereka dengan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Mereka menganggap pengaliran lumpur ke sungai Ketapang sangat merugikan. Terutama mencemarkan lahan pertanian warga. Sugito, warga Penatarsewu, RT 7/RW 2, Tanggulangin, berharap, pertemuan dengan BPLS diatur ulang segera diraih kesepakatan terkait masalah ganti rugi. “Kita butuh kepastian terkait ganti rugi,” ucapnya kemarin.
Nurul Hidayat menambahkan, kondisi Sungai Ketapang saat ini sangat kotor dan tercemar. Endapan di sungai itu sudah berlebihan. Hal itu bisa membuat kondisi air sungai meluap. “Kita khawatir jika hujan deras bisa membeludak airnya,” ujar warga Gempolsari ini. Kegelisahan warga semakin memuncak karena pada Jumat (29/11) lalu, di depan dewan, mereka mengaku kecewa karena pihak BPLS, yang bertanggung jawab atas penanganan Lumpur, tidak datang. Para korban lumpur hanya ditemui Emir Firdaus, Taufiq Hidayat, dan Mahmud, anggota Pansus Lumpur. Taufiq Hidayat, anggota Pansus Lumpur, menduga ada miskomunikasi. Surat soal rapat ini sudah diajukan ke pimpinan, tapi belum ada keputusan. “Dewan minta maaf soal miskomunikasi ini.
Kami akan terus membantu korban lumpur dalam dan luar peta,” tegasnya. Emir Firdaus menambahkan, pihaknya akan mempertemukan kembali warga dengan BPLS. Dia juga setuju penyaluran lumpur ke Sungai Ketapang harus dihentikan. (vga/rek)

Bupati Sidoarjo Berencana Sidak ke Lokasi Air PDAM Yang Dilaporkan Keruh Oleh Warga

Diduga akibat menggunakan air PDAM yang tidak bersih, balita bernama Akmal Khuluk, tubuhnya mengalami bintik-bintik merah. Balita berusia tiga bulan yang tinggal bersama orang tuanya di perumahan Grand Rose blok D Desa Kemiri Kecamatan Buduran. Bintik-bintik merah itu hampir muncul di sekujur tubuhnya.

Setelah muncul bintik-bintik yang gatal itu, akhirnya kedua orang tuanya tidak berani menggunakan air PDAM nya untuk keperluan mandi. Pasangan Badrul Iman dan Yaya itu, untuk memenuhi kebutuhan air, beli air bersih ke pedagang air yang keliling di perumahan. “Ya sekarang, untuk memenuhi air bersih, beli ke pedagang air yang keliling,” ucap Badrul Senin (2/12/2013).

Dia menandaskan, hampir air keruh yang keluar dari kran, sudah terjadi beberapa pekan. Kasus ini juga sudah dikaporkan ke PDAM, namun tidak ada tanggapan dan airnya warna kecoklatan. “Baru saja saya membuat sumur bor untuk kebutuhan air mandi. Dan warga perumahan sini juga mulai membuat sumur bor. Mungkin warga sudah capek, komplain tapi tidak ada tanggapan,” tuturnya lirih.

Kasus air PDAM keruh ini, sebetulnya sudah diketahui oleh Bupati Sidoarjo H Saiful ilah, setelah membaca berita di media. Saiful ilah juga berencana dan mengajak para jurnalis untuk melihat ke lokasi. Namun rencana itu gagal, karena bupati ada jadwal lain yang lebih penting. “Saat ini, bapak (bupati red,) belum bisa hadir ke lokasi perumahan Grand Rose, karena harus menghadiri acara pelantikan kepala desa di suatu tempat,” ucap salah satu ajudan Bupati Saiful ilah via ponselnya kepada para wartawan.

Page 113 of 408« First...102030...111112113114115...120130140...Last »

Arsip Berita

August 2015
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Fri, 28 Aug 2015 1:29 pm WIT

Partly Cloudy

32°

High: 33° Low: 22°

Partly Cloudy

Feels like: 32 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 40%

Visibility: 9.99 km

Dewpoint: 22 °C

Wind: 20.92 km/h

Sunrise: 5:31 am

Sunset: 5:28 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+