Informasi Sidoarjo

Saat di Amerika Serikat Dahlan Iskan Temukan Terasi & Kerupuk Sidoarjo Yang Dijual Disana

Sebelum pulang ke tanah air, Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyempatkan diri mampir ke sejumlah toko yang menjual produk-produk bahan makanan dari Indonesia di New York.

Di toko itu, yang paling banyak dijual adalah berbagai jenis krupuk. Mulai dari krupuk udang Sidoarjo hingga krupuk beras dari Tangerang.

Dahlan juga menyebutkkan, berbagai jenis sambal juga banyak dijual di sejumlah toko oleh-oleh tersebut.
“Berbagai sambal memenuhi rak toko, mulai sambal goreng, udang Suseno dari Lampung, sambal terasi dari berbagai daerah sampai sambal botol dari ABC, Indofood dan lainnya,” ujar Dahlan.

Selain sambal dan kerupuk, Dahlan juga mendapati hampir semua bumbu asli Indonesia juga dijual di sana. Mulai dari bumbu rendang, soto sampai rawon semua tersedia dalam toko-toko tersebut. “Bumbu-bumbu juga lengkap, mulai cap Bamboe sampai yang dari pabrik besar,” kata dia.

Ia menceritakan, di sebuah Toko Skyfood, Queen, New York, produk makanan dan bumbu-bumbu dari Indonesia mendapatkan satu rak khusus yang panjang dan tinggi. “Praktis mencari apapun ada, termasuk rebung segar yang ditaruh didalam kaleng,” jelasnya.

Menurut petugas toko, pembeli produk makanan dan bumbu-bumbu diatas tidak hanya tertentu kalangan orang Indonesia melainkan juga orang lain yang pernah tinggal di Indonesia.
sumber: sumateraekspress

Badan Lingkungan Hidup Jatim: Limbah Sungai Di Sidoarjo Lebih Banyak Limbah Rumah Tangga

Survei Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim, ternyata limbah yang mencemari sungai, lebih banyak limbah domestik alias limbah rumah tangga daripada limbah perusahaan. Ini karena kesadaran masyarakat masih rendah, sehingga dari hulu sampai hilir sungai masih banyak penumpukan sampah. Meski sudah sering dikeruk, masih tetap saja ada sampah muncul.
Budaya ini harus segera dihilangkan,” tegas Kepala BLH Sidoarjo Erni Setyowati. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggaungkan sosialisasi Program Kali Bersih (Prokasih). Selain ditujukan kepada perusahaan yang lokasinya dekat dengan sungai, juga ditujukan kepada para kader lingkungan yang tinggal dekat sungai, maupun kepada pihak kelurahan atau desa, dan kecamatan. Meski demikian, Erni menyatakan, akan mengawasi perusahaan agar tidak membuang limbah ke sungai. Dari hasil evaluasi memang masih ditemukan perusahaan yang tetap membandel membuang limbah cairnya yang tidak sesuai standar baku mutu ke sungai. Erni menegaskan, perusahaan bisa saja membuang limbah cairnya ke sungai. Tetapi harus mengurus izin pembuangan limbah cair, agar sesuai dengan standar baku mutu. Ini seperti diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Perusahaan juga wajib lapor minimal tiap enam bulan sekali. “Kenyataan di lapangan, mereka buang limbahnya diam-diam,” jelasnya. Dia mengungkapkan, sejumlah perusahaan sebenarnya sering mendapatkan pembinaan. Beberapa perusahaan sebenarnya sudah punya instalasi pengolahan limbah (IPAL), namun operasionalnya tidak optimal. Ini dikarenakan, kapasitas produksi lebih besar dari kapasitas IPAL yang dimiliki. “Karena itu, pelanggaran sering dilakukan,” tambahnya. Contohnya, lanjut Erni, beberapa perusahaan di kawasan Pucang yang sering mendapat protes karena, perusahaan sering membuang limbah yang tak sesuai standar baku mutu ke sungai. Hal itu sangat merugikan, dan meresahkan masyarakat yang beberapa di antaranya masih mengandalkan air sungai.

9 Bulan Guru Di Sekolah Terpencil Jabon, Porong, Sidoarjo Resah Karena Tunjangan Tak Kunjung Cair

Puluhan guru di sekolah kawasan terpencil, resah. Sejak Januari 2013 hingga masuk bulan September ini, mereka belum mendapatkan tunjangan. Padahal, sudah bertahun-tahun mereka biasa menerima tunjangan yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Hal ini pun menjadi rasan-rasan di antara para guru, khususnya yang mengajar atau beraktivitas di sekolah kawasan sisi timur Sidoarjo, baik di Kecamatan Sidoarjo, Jabon, maupun Porong.
Sebab dana tersebut bisa menjadi perangsang bagi mereka untuk mengabdi meski di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Bahkan, untuk mengajar, para guru ini harus melewati galengan atau tambak yang becek saat hujan. Mereka juga harus naik perahu di saat jalan darat tidak memungkinkan dilalui. Untuk diketahui, jika di kawasan Porong terdapat satu SD di lokasi tepencil yaitu Plumbon, di kawasan Jabon. Sekolah terpencil lebih dari satu sekolah. Muhammad Imam, Kepala Sekolah Dasar (SD) Plumbon, Kecamatan Jabon yang dikonfirmasi mengakui kebenaran kabar ini. “Kalau ditempat kami, kebetulan ada lima orang, yakni kepala sekolah, tiga guru dan satu penjaga sekolah. Sudah sembilan bulan ini memang tidak mendapatkan tunjangan,” katanya. Menurut dia, besarnya sumbangan mencapai Rp 750 ribu per bulan per orang. Ia mengatakan sudah 1,5 tahun tunjangan sebesar itu diterima. Tetapi sebenarnya tunjangan sudah mulai diberikan tahun 2007 yang naiknya berangsur. “Awalnya Rp 250 ribu hingga dua tahun, kemudian naik Rp 500 ribu,” katanya. Imam menyatakan, telah menanyakan masalah tunjangan ini ke Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Jabon. Sayangnya, jawabannya tidak membuat para tenaga pendidik lega. Sebab, memang tidak ada kucuran dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sidoarjo. “UPTD juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi keluhan itu sudah kami sampaikan ke diknas,” kata Kepala UPTD Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Jabon, Asy’ari. Sementara itu Mukhamad Khusaini, Kepala Bidang Tenaga Pendidik, dan Tenaga Pendidikan, Dispendik Sidoarjo yang ditemui mengatakan, bahwa soal pembayaran bukan di pihaknya. “Itu urusan sekretariat, atau tanyakan ke DPPKA,” katanya.
Namun, Khusaini mengaku telah mengusulkan masalah tunjangan tersebut kepada bupati. “Sudah saya usulkan ke bupati. Hasilnya bagaimana kami belum tahu,” ujarnya. Kata dia, karena sekolah sulit terjangkau sehingga perlu ada pembedaan dengan guru yang lain. Mengapa diusulkan? Bukankah selama ini sudah ada pencairan? Mukhamad Khusaini menyatakan, ada larangan untuk mencairkan. “Karena ada Perbup (peraturan bupati) tahun 2013 yang melarang. Tapi, saya lupa berapa nomornya yang intinya mengenai penghasilan penambahan.” terusnya.

Kinerja Kades Dianggap Tidak Becus, Warga Desa Sawotratap Gedangan Sidoarjo Datangi Balai Desa

Puluhan warga Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo mendatangi kantor balai desanya, Jum’at (06/09).

Kedatangan puluhan warga yang mengatas namakan diri “Forum warga peduli Desa” itu, untuk menuntut pertanggung jawaban kinerja Kepala Desa (Kades) yang dianggap tak becus oleh warga.

Di samping itu, warga juga menuntut mundur jabatan Kades sementara yang ditunjuk secara langsung oleh Mantan Kades yang bernama Sundayati tersebut.

Menurut Sumitro, warga Sawotratap mengatakan bahwa masa jabatan sebagai Kades Sawotratap sudah habis.

Tapi Sundayati tak rela melepaskan jabatanya begitu saja. Hingga akhirnya tanpa rundingan dengan warga, ia langsung mengangkat anaknya sebagai Kades sementara di desa Sawotratap ini.

“Saya beserta warga sempat kaget mengetahui ada kades baru yang dipilih sendiri oleh Bu Kades (Sundayati), tanpa mengajak rembukan dulu dengan para perangkat desa dan warga,” ujar Sumitro.

Masih kata Sumitro, Kades baru yang diangkat oleh Sundayati adalah anak kandung Sundayati sendiri. Hal itu jelas menyalahi aturan desa.

“Seharusnya pengangkatan sebagai Kades baru itu, harus melalui rembukan dulu dengan warga atau paling tidak harus melalui Pilkades dulu. Bukan main tunjuk seenaknya sendiri seperti yang dilakukan oleh mantan Kades tersebut,” ucapnya.

Masih kata Sumitro, warga menduga bahwa mantan Kades tersebut tak mau melepas jabatanya karena ia takut dimintai pertanggung jawaban oleh masyarakat atas kinerjanya selama ini.

“Karena mantan Kades sering menarik uang kepada warga saat mengurus surat-surat di balai desa. Dan bila tak memberikan uang pelicin maka surat-surat tersebut tidak akan ditandatangani. Bahkan sempat juga ada warga yang mengetahui kalau Sundayati akan menjual tanah makam yang ada di desa kami. Untuk itu, kami datang ke balai desa ini, meminta penjeasan kepada Sundayati terkait hal tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, mantan Kades Sawotratap Sundayati, saat hendak dimintai keterangan terkait tudingan warga Desa ini, tidak bisa ditemui bahkan terkesan menghindar dari awak media.

Kini warga hanya berharap, agar secepatnya dari pihak pemerintah kabupaten Sidoarjo mengambil tindakan tegas terkait permasalahan yang terjadi di desa Sawotratap ini.
sumber: suarakawan

Kantor Inspektorat Jatim Raya Juanda Sidoarjo Dibobol Maling, 90 Juta Raib

Kantor Inspektorat Pemprov Jawa Timur di Jalan Raya Bandara Juanda dibobol maling. Uang operasional sebesar Rp 90 juta yang tersimpan di brankas ruang bendahara berhasil dibawa kabur pelaku.

Pelaku masuk dengan melompati pagar. Setelah itu pelaku berjalan menuju ruang bendahara melalui lapangan voli.

“Pelaku diperkirakan masuk dari pintu sisi timur. Kemudian menuju ruang bendahara dengan merusak pintu,” kata Kompol Kamran Kapolsek Gedangan kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (06/06/2013).

Kamran menjelaskan, saat berada di dalam ruang Bendahara, pelaku juga mengacak-acak semua ruangan untuk mencari lokasi Brankas.

“Pelaku diperkirakan 3 orang. Merusak 2 Brankas, menguras semua isinya. Nilainya 90 juta rupiah. Uang itu adalah untuk operasional pegawai inspektorat,” ucap Kamran.

Dibobolnya kantor pemerintahan tersebut disesalkan oleh pihak kepolisian.
Pasalnya, ada 3 orang yang menjaga kantor tersebut. Mereka adalah Bambang, Budi dan Imam dari Anggota Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Ternyata 3 petugas jaga tersebut tidak melakukan patroli keliling/ Mereka hanya berputar di depan saja.

“Yang mengetahui pertama justru seorang cleaning servince sekitar pukul 06.00 pagi. Terus lapor ke petugas (Bambang, Imam dan Budi) jaga yang ada di depan. Setelah itu baru lapor ke kantor polisi pukul 07.00,” pungkas Kamran.

Guna penyelidikan dan penyidikan, ketiga petugas yang saat itu menjaga kantor Inspektorat dan seorang cleaning service diperiksa di Polsek Gedangan. Sementara, pihak Inspektorat ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan enggan memberikan keterangan. Justru wartawan diusir oleh Satpol PP.
sumber: detik

Habis Rehab Kucurkan Dana APBD 286 Juta, SDN Sumput Sidoarjo Masih Berlantai Tanah, Tanpa Kusen Jendela & Pintu

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumput dikeluhkan masyarakat kurang memadai. Padahal SDN ini sudah direhab dengan kucuran APBD tahun 2012 senilai Rp 286 juta. Nyatanya, di sekolahan ini memang cukup mengejutkan. Sebab lantainya masih tanah, tembok belum dilepo semen (masih bata), serta tidak dilengkapi kusen pintu dan jendela. Temuan ini didapat setelah Komisi D DPRD Sidoarjo melakukan sidak, kemarin (5/9).

Tidak hanya itu, melihat bangunan, kondisi dinding tampak kokoh. Beton sebagai rangka penyangga dek lantai dua, terlihat cukup besar, dan rapat. Hal tersebut mengesankan bahwa, beton tersebut kurang proporsional alias kebanyakan, dan terlalu besar.

sd..

Ironisnya, di bagian depan tangga ke lantai dua, juga terlihat telah retak. “Enak di sini. Kalau hujan tapi airnya bisa masuk,” kata beberapa siswa kelas V yang menghentikan sejenak belajarnya karena kelasnya ke datangan rombongan anggota Komisi D.

Heru Sutrisna Kepala SDN Sumput, mengatakan pihaknya mendapatkan dana APBD tahun 2012 sebesar Rp 286 juta untuk membangun tiga ruangan. “Sebenarnya usulan kami membangun delapan ruangan, empat bawah, dan empat atas.

Tetapi berdasarkan hitungan konsultan, dananya hanya cukup untuk tiga ruangan,” katanya. Tiga ruangan itu pun, kata Heru, hanya sampai dek lantai saja. Tidak ada kusen jendela, kusen pintu, maupun pelur dinding.

“RAB (Rencana Anggaran Belanja, red) memang begitu yang ditunjukkan konsultan,” terusnya. Didik Budi Santoso anggota Komisi D, mengaku tidak tahu apa rencana konsultan terhadap bangunan SD tersebut.

Namun, ia mempertanyakan dalam perencanaan bangunan, sangat aneh jika bangunan dirancang tidak dilengkapi dengan kusen jendela maupun pintu. “Kalau begini kan bisa ketampon air hujan,” katanya.

Sedangkan Hadi Subiyanto, juga dari Komisi D, menilai bangunan kurang proporsional. Sebab kondisi beton terlalu tebal untuk ukuran kelas yang diperkirakan hanya dua lantai.

“Betonnya besar, tetapi dinding yang tidak dilengkapi kusen. Ini malah ada yang diberi penguat dari kayu agar tidak goyang,” katanya.

Dalam sidak kemarin, anggota dewan berharap agar ada kelanjutan pembangunan untuk SD Sumput. Sebab di SD yang sama tetapi lokasinya berbeda atau berjarak sekitar 150 meter, juga ada renovasi yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang juga belum selesai.

Dari anggaran Rp 180 juta, baru turun Rp 70 juta. Yang Rp 30 juta belum bisa cair sehingga, sekolah kesulitan untuk melanjutkan pembangunannya.

Nasib Oknum Guru Sidoarjo Pemalsu Ijazah Yang Mencoreng Dunia Pendidikan Masih Menunggu Kepastian Hukum

Perilaku oknum guru yang memalsu ijazah pendidikan tingginya telah mencoreng wajah dunia pendidikan, terutama di Jawa Timur (Jatim). Karena itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim memanggil Kepala Dispendik kabupaten/kota se-Jatim di kantor Jagir Sidosermo khusus untuk membahas permasalahan tersebut pada Rabu (4/9).

Seperti diketahui, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas PGRI Adi Buana berhasil menemukan delapan ijazah palsu ketika memverifikasi berkas guru calon peserta Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG). Mereka berasal dari Bangkalan, Sumenep, dan Bojonegoro, masing-masing satu orang guru. Kemudian, tiga guru dari Mojokerto, dan dua lagi asal Sidoarjo.

Kepala Dispendik Sidoarjo Agoes Budi mengaku prihatin karena ada oknum guru yang berani memalsukan ijazah pendidikan tingginya agar bisa mengikuti PLPG. Apalagi, dari delapan orang guru yang diketahui telah memalsu ijazah, dua diantaranya merupakan guru asal Sidoarjo.

Agoes mengatakan, pihaknya langsung bertindak usai muncul pemberitaan guru dari Sidoarjo ada yang nekad memalsu ijazah. Dia pun segera menanyakan ke pihak Unesa siapa nama oknum guru-guru tersebut. Namun, Unesa belum memberikan kepastian nama karena berkasnya masih berada di Unipa.

“Sampai saat ini saya belum mendapat surat secara formal dari Unesa maupun Unipa terkait nama-nama guru yang telah memalsukan ijazah, terutama yang asal Sidoarjo,” katanya saat ditemui usai menghadiri acara di Dispendik Jatim.

Semua tahapan mengenai kepastian apakah benar guru itu melakukan tindakan pemalsuan ijazah, diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berkompeten. Menurut dia, pihak yang berkompeten ini adalah perguruan tinggi bersangkutan.

“Pihak-pihak yang kompeten untuk mengklarifikasi, menjustifikasi, apakah benar secara formal ijazah itu palsu atau tidak, kan ada di Unipa. Kalau mereka sudah yakin benar itu ijazah palsu, baru nanti kami diberitahu,” ujarnya.

Agoes pun menyiapkan sanksi pemecatan bagi oknum guru yang telah memalsu ijazah. Tapi, sebelum menjatuhkan sanksi tersebut, pihaknya akan taat kepada regulasi, yakni menunggu ada inkracht. “Kepastian hukum inilah yang akan kami gunakan untuk memecat guru pelanggar aturan itu,” tandasnya.

Kepala Dispendik Jatim, Harun mengatakan, guna meminimalisir kembali terjadinya pemalsuan ijazah, kepala Dispendik dari 38 kabupaten/kota di Jatim telah sepakat untuk mengusulkan ke pusat agar pihak provinsi ikut dilibatkan dalam proses sertifikasi guru. Selama ini, proses pemberkasan hanya melibatkan Dispendik kabupaten/kota, LPTK, dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim.

“Kalau semua ingin berjalan lancar dan baik, provinsi harus dilibatkan dalam koordinasi proses sertifikasi guru. Ini usulan dari 38 kabupaten/kota,” kata Alumnus Lemhanas 2008 ini.

Menurut dia, hal itu sangat penting. Sebab, jika terjadi suatu masalah, provinsi bisa turut campur untuk mengatasi berbagai persoalan di dalam proses sertifikasi guru. “Usulan lainnya termasuk melibatkan provinsi dalam proses pencairan dana tunjangan guru yang seluruhnya dipegang pusat. Aspirasi akan kami sampaikan semua ke pusat,” jelasnya.

Ketua Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 114 Unesa, Alimufi Arief menyambut baik adanya masukan dari daerah untuk melibatkan Dispendik Provinsi dalam proses sertifikasi. Dia mengakui, saat ini proses verifikasi berkas hanya dilakukan di tingkat kabupaten/kota dan LPMP Jatim. “Kalau provinsi dilibatkan makin bagus karena selama ini kalau terjadi apa-apa larinya ke provinsi. Padahal selama ini mereka tidak tahu apa-apa karena memang tidak terlibat,” katanya.

Alimufi menyatakan, proses verifikasi berkas pendaftar membutuhkan waktu cukup lama. Saat ini pihaknya masih melakukan proses klarifikasi kepada pemilik 957 berkas bermasalah. “Proses klarifikasi sudah berjalan dan baru rampung sekitar 30 persennya,” pungkasnya.
sumber: surabayapost

MK Tolak Permintaan Salah Satu Anggota DPRD Sidoarjo Yang Meminta Uang Pensiun Bagi Dewan

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi Undang-undang (UU) Nomor 12 Tahun 1980 tentang Hak Keuangan Pejabat Negara. Permohonan ini diajukan oleh anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo periode 2004-2009, I Wayan Dendra yang menilai pemberlakuan UU ini telah melanggar hak konstitusionalnya karena tidak mengatur masalah pemberian uang pensiun bagi anggota DPRD.

“Menyatakan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua MK Akil Mochtar membacakan amar putusan dalam sidang di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (5/9).

Mahkamah menilai, tidak diaturnya dana pensiun bagi anggota DPRD merupakan ‘legal policy’ dari pembentuk UU. Selain itu, Mahkamah menyatakan, dalil pemohon yang menyebut DPD juga tidak mendapat uang pensiun tidak beralasan menurut hukum.

“Adapun tidak dimasukkannya mantan anggota DPD untuk menerima dana pensiun, menurut Mahkamah, hal itu karena UU tersebut diundangkan Pada tahun 1980, sedangkan pembentukan DPD baru dicantumkan dalam UUD 1945 pada Amandemen III pada 2001,” kata Hakim Konstitusi Arief Hidayat membacakan pertimbangan.

Selanjutnya, Arief menerangkan, apabila permohonan ini dikabulkan, maka akan berdampak pada hilangnya hak para pejabat negara untuk memperoleh dana pensiun. Sehingga, menurut dia, UU ini tidak dapat dinyatakan bertentangan dengan konstitusi.

“UU Nomor 12 Tahun 1980 yang menurut pemohon sudah ketinggalan zaman dan tidak layak diterapkan dalam era sekarang ini, menurut Mahkamah, tidak berarti serta merta UU tersebut bertentangan dengan UUD 1945,” ungkap Arief.

I Wayan Dendra mengajukan permohonan uji sejumlah pasal dalam UU Hak Keuangan Pejabat Negara, yaitu Pasal 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, dan Pasal 21 terkait dana pensiun pejabat negara. Menurut dia, pasal-pasal ini menciptakan perbedaan perlakukan antara anggota DPR dengan anggota DPRD.
sumber: merdeka

Asyik Telepon Saat Menyeberang Perlintasan KA, Rossa Warga Pasuruan Tertabrak KA Di Buduran Sidoarjo

Rossa (35) warga asli Pasuruan yang saat ini kos di Desa Banjar kemantren RT 04 Rw 04 Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, tewas ditabrak kereta api di depan tempat kosanya, Kamis (05/09).

Menurut informasi di lapangan, korban yang saat itu menyebrang di rel kereta di depan kosanya dari arah barat ke timur, bertujuan handak pulang ke rumah kosnya.

Namun karena saat menyebrangi rel itu korban sambil menerima telephone, akhirnya ia tak mendengar bila ada kereta api jurusan Surabaya – Banyuwangi yang melintas dari arah utara ke selatan.

Akibatnya tabrakan pun tak terhindarkan, hingga tubuh korban terlempar sampai puluhan meter jauhnya dan tewas seketika di lokasi.

Menurut Darmaji saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut menuturkan, bahwa dirinya sudah meneriaki korban.

Namun ia (korban) tak menghiraukan teriakanya tersebut.

“Padahal saya sudah teriak awas ada kereta! Awas ada kereta! Tapi korban terus aja menyebrang jalan kereta itu,” ujar Darmaji.

Karena laju kereta api sangat kencang, akhirnya tubuh korban langsung ditabraknya hingga terlempar puluhan meter jauhnya.

“Saya nggak nututi mas mau menolong korban, karena kejadianya cepat sekali dan selesai menabrak korban, kereta api sempat berhenti sebentar untuk melihat kondisi korban,” ucapnya

Selesai masinis turun dan melihat tubuh korban yang sudah tak bernyawa itu, akhirnya oleh masinis kereta, jenasah korban langsung diangkut ke dalam kereta dan dilarikan ke kamar jenasah Rumah Sakit RSUD Sidoarjo untuk di lakukan otopsi.

Kini puluhan warga sekitar beserta pengguna jalan lain, melihat kelokasi kejadian hingga membuat arus lalulintas di jalan Raya Buduran -Sidoarjo menjadi macet akibat banyaknya warga yang menghentikan kendaraanya untuk melihat kecelakaan tersebut.
sumber: suarakawan

Ini Bahayanya Bila Kita Mendengkur Saat Tidur

Mengorok atau mendengkur adalah kebiasaan tidur yang buruk yang dimiliki oleh manusia. Selain suara dengkuran yang bisa mengganggu, mengorok merupakan indikasi suatu penyakit lho!

Para peneliti di Institut Karolinska di Stockholm melaporkan bahwa mendengkur dapat membahayakan kesehatan Anda. Para ilmuwan mengambil jaringan di tenggorokan dari 21 orang yang mendengkur dan 10 orang yang tidak pernah mengorok. Hasilnya ditemukan bahwa pendengkur lebih cenderung memiliki kelainan serius pada otot tenggorokan, seperti dilaporkan Nytimes.

Mendengkur terjadi akibat penyempitan saluran napas. Saluran napas yang menyempit tadi jika dilewati udara maka akan menimbulkan suara dengkuran.

Sementara itu seperti yang dilaporkan dailymail, para peneliti telah menemukan bahwa beberapa kasus mendengkur terkait dengan masalah tertentu yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan kehilangan memori.

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa gangguan pernapasan umum , disertai dengan mendengkur, bisa berakibat pada hilangnya sel-sel otak.

Penemuan ini bisa menjelaskan mengapa kondisi, yang disebut sleep apnea, telah dikaitkan dengan memori dan kesulitan belajar. Para peneliti menemukan orang dengan sleep apnea memiliki konsentrasi lebih rendah daripada yang tidak.

Oleh karena itu jangan anggap enteng jika Anda tidur sambil mendengkur.

Page 113 of 363« First...102030...111112113114115...120130140...Last »

Arsip Berita

August 2014
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Sat, 02 Aug 2014 12:00 pm WIT

Partly Cloudy

30°

High: 32° Low: 23°

Partly Cloudy

Feels like: 30 °C

Barometer: 982.05 mb and falling

Humidity: 58%

Visibility: 9.99 km

Dewpoint: 23 °C

Wind: 22.53 km/h

Sunrise: 5:40 am

Sunset: 5:28 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+