Informasi Sidoarjo

Semalam Gudang Barang Bekas di Kepuh Kiriman RT 01/RW 01 Ludes Dilalap Api

Sabtu malam, 17 Nopember, warga Kepuh Kiriman RT 01/RW 01, dikejutkan dengan terbakarnya sebuah penampungan barang rongsokan. Tempat yang sudah berdiri selama 10 tahun itu pun ludes.

Menurut salah seorang saksi mata, Purwanto (50), api berasal dari bagian tengah, gudang milik Santoso warga Pasuruan itu. “Api awalnya dari bagian tengah, kemudian menjalar ke depan dan belakang bangunan,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Khoirul Huda, pemilik rumah yang berhadapan langsung dengan tempat tersebut. Api menyambar kabel listrik dan putus. Akibat, lampu di sekitar tempat kejadian padam.

Nyala api pertama diketahui sekitar pukul 21.10 WIB. Karena isi gudang tersebut merupakan bahan-bahan yang mudah terbakar, sehingga api cepat menjalar dan nyaris menuyulut bangunan di sekitarnya.

“Kebakaran mulai sekitar jam 21.10, api langsung membesar dan ada ledakan-ledakan, mungkin dari tanki LPG atau sepeda motor yang ikut terbakar.” kata khoirul Huda.

Enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Empat unit dari PMK Sidoarjo dan dua unit dari Kota Surabaya. Mobil PMK ini baru tiba setelah satu jam kebakaran berlangsung. Akibat sempitnya jalan menuju TKP dan banyaknya kerumunan warga, menghambat mobil pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi.

Saat kejadian, Santoso, sang pemilik gudang tidak ada ditempat. “Pak Santoso tadi pergi, katanya ke Pasuruan mengantar kiriman, yang ada di situ anak dan istrinya dengan beberapa anak buahnya. Tapi, begitu kebakaran, mereka pergi, mungkin takut diamuk warga.” terang Eko, tetangga korban.

Lebih lanjut Eko menambahkan, bahwa warga keberatan dengan keberadaan gudang rongsokan yang menempati tanah milik Yayasan Bhakti Luhur tersebut.

“Kami sangat keberatan dengan adanya tempat itu dan sudah sering diprotes. Karena kampung ini jadi terlihat kotor dan khawatir terjadi kebakaran seperti ini. Tapi tidak tau kenapa kontraknya diperpanjang terus, bahkan sudah dua kali ganti pemilik dan sekarang ada kos-kosan.”@moris_m(mg2)

sumber: licom

Musim Hujan Tiba, Inilah Kebiasaan Remeh Yang Bikin Orang Rentan Kena Flu

Berapa kali Anda mengalami flu setahun belakangan ini? Apakah sering atau sama sekali tak pernah sakit? Biasanya orang mengalami influenza ketika ketahanan tubuh mereka menurun. Namun sakit tak hanya dipengaruhi oleh ketahanan tubuh, melainkan juga karena kebiasaan yang buruk.

Ada beberapa kebiasaan yang tampak remeh dan sering dilakukan oleh banyak orang. Tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa membuat mereka lebih mudah terkena flu. Kebiasaan apa saja? Simak daftarnya berikut ini, seperti dilansir oleh Healthy Living.

1. Melewatkan sarapan
Anda pasti sudah sering mendengar ini, dan akan mendengarnya lagi, bahwa sarapan adalah jam makan terpenting dalam sehari. Makan di pagi hari tak hanya berkaitan dengan energi dan metabolisme Anda, tetapi juga memberikan peran yang besar untuk menjaga kesehatan tubuh. lebih dari 60 persen antibodi dalam tubuh yang menghancurkan infeksi ditemukan dalam usus. Untuk itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Sarapan adalah saat terbaik untuk mendapatkan asupan probiotik, bakteri baik yang bisa meningkatkan kesehatan lambung dan saluran pencernaan. Konsumsi beberapa buah dan protein saat sarapan untuk menjaga kesehatan dan menangkal penyakit di musim flu seperti sekarang ini.

2. Mudah panik
Mudah panik tampaknya hanya sifat diri Anda yang tak berpengaruh pada kesehatan. Namun anggapan tersebut salah besar. orang yang mudah panik dan merasa frustrasi cenderung memiliki tingkat stres yang tinggi. Saat stres, hormon kortisol akan naik dan menyebabkan tingkat gula darah ikut melonjak.

Tak hanya itu, naiknya hormon kortisol juga membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Akibatnya, tubuh Anda mudah terserang penyakit dan Anda pun lebih mudah sakit. Jadi, mulai saat ini sebaiknya kurangi kecenderungan Anda yang mudah stres dan mudah panik. Coba lakukan meditasi atau yoga untuk menenangkan pikiran. Ini tak hanya penting untuk kesehatan mental, tetapi juga kesehatan tubuh.

3. Tidak olahraga
Anda mungkin tak perlu lagi memakai pakaian seksi di musim dingin semacam ini, namun itu bukan alasan untuk tidak berolahraga. Melewatkan olahraga dan bermalas-malasan tak hanya akan mempengaruhi berat badan dan lingkar pinggang, melainkan juga mempengaruhi ketahanan tubuh.

Olahraga bisa mengeluarkan bakteri dari paru-paru yang akan menurunkan risiko sakit dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, menaikkan suhu badan melalui olahraga juga bisa mencegah pertumbuhan bakteri dalam tubuh.

4. Permukaan yang kotor
Seberapa sering Anda membersihkan keyboard computer, layar tablet atau smartphone Anda? Tak sedikit orang yang jarang membersihkan alat-alat yang mereka gunakan atau sentuh setiap hari seperti telepon genggam atau komputer. Padahal, tahukah Anda bahwa layar smartphone dan keyboard komputer mengandung lebih banyak bakteri dari dudukan toilet?

Jangan remehkan permukaan yang terlihat bersih karena bisa saja permukaan yang sering Anda sentuh memiliki virus dan bakteri. Lebih seringlah membersihkan permukaan keyboard atau smartphone Anda. Selain itu, jangan lupa mencuci tangan sebelum makan, menggunakan kamar mandi, atau menyentuh permukaan yang kotor. Waspadai juga benda-benda yang sering Anda sentuh seperti remote televisi, mainan anak, gagang pintu, dan lainnya.

5. Sering menyentuh wajah
Ini adalah kebiasaan yang sering tidak disadari oleh banyak orang. Mereka dengan mudah menyentuh wajah, padahal baru saja menyentuh benda-benda lain yang bisa saja mengandung bakteri. Menyentuh wajah juga salah satu penyebab terbesar seseorang terkena flu. Begitu juga dengan menyentuh bagian mulut dan hidung. Untuk itu, jika Anda memiliki kebiasaan menyentuh wajah atau hidung, mulai saat ini coba hilangkan kebiasaan tersebut.

Itulah beberapa kebiasaan remeh yang bisa membuat Anda lebih mudah terkena flu. Jika memiliki beberapa kebiasaan di atas, sebaiknya mulai kurangi dan hentikan sekarang juga.

Polisi Tangkap Perempuan Pengedar Sabu-sabu di Gresik Asal Wage Taman Sidoarjo

Evi Rosdiana Dewi (88), warga Kelurahan Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo, ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Gresik karena tepergok mengirim 0,3 gram sabu-sabu ke Vero (36), warga Driyorejo, Jumat (15/11/2013).

Menurut pengakuan Evi di Mapolres Gresik, Vero baru empat hari berkunjung ke kafe tempat kerja Evi di Kecamatan Krian, Sidoarjo. Untuk meyakinkan ke Evi, Vero berkunjung ke tempat kos Evi. Di tempat tersebut Vero memesan sabu-sabu 0,3 gram. Vero beralasan barang terlarang tersebut untuk menghilangkan sakit kepalanya sehabis keguguran.

Barang tersebut dibelikan oleh Evi seharga Rp 400.000 dari bos kafe di Krian, Sidoarjo. Setelah itu Evi mengantarkan Vero ke Driyorejo, namun apes sesampainya di SPBU Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, ia diperiksa anggota Satnarkoba Polres Gresik dan ditemukan 0,3 gram sabu-sabu di saku depannya. Sedang Vero menghilang tanpa diketahui oleh Evi.

“Anehnya yang ditangkap hanya saya. Saya mengantarkan Vero ke tempatnya di Driyorejo, saat sampai di SPBU saya diperiksa Polisi sehingga ditemukan barang ini saku depan. Vero sudah menghilang saat dioperasi,” jelas Evi.

Evi mengaku tidak mengetahui barang yang didapat dari seorang juragan kafe di Krian, Sidoarjo, tersebut barang terlarang.

“Barang bukti sabu-sabu 0,3 gram diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasatnarkoba Polres Gresik AKP Sutopo Prayitno.

Akibat perbuatannya Evi diancam Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.
sumber: Tribunnews

KPU Sidoarjo Gelar Lomba Film Dokumenter Pemilu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo menggelar lomba film dokumenter tentang pemilihan umum (pemilu) sebagai bagian dari upaya sosialisasi pelaksanaan pemilu kepada masyarakat.

Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Bima Ariesdiyanto saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Jumat, mengatakan, lomba film dokumenter tersebut berisi tentang upaya pelaksanaan pemilihan umum yang baik dan benar.

“Lomba ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Sidoarjo supaya bisa memberikan ide dan apresiasinya terhadap pelaksanaan pemilihan mum di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Ia mengemukakakn, dengan adanya lomba film dokumenter ini diharapkan warga masyarakat bisa memberikan masukan terkait dengan pelaksanaan pemilihan umum yang akan berlangsung tahun 2014 mendatang.

“Dengan begitu, sosialisasi terkait dengan pelaksaan pemilihan umum yang ada di Kabupaten Sidoarjo bisa lebih mengena karena masyarakat bisa berperan aktif dalam pelaksanaan pemilihan umum,” katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan lomba film dokumenter ini nantinya akan melibatkan lembaga swadaya masyarakat dan juga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai tim untuk melakukan verifikasi.

“Film tersebut berdurasi sekitar 20 menit. Ya, kami ingin film tersebut seperti film dokumenter yang disiarkan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan, selain menggelar film dokumenter, pihaknya juga menggelar lomba karya tulis ilmiah terkait dengan pelaksanaan pemilihan umum.

“Kalau untuk karya ilmiah ini lebih kearah tulisan ide dan gagasan pelaksanaan pemilihan umum di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Ia mengatakan, tulisan karya ilmiah yang dilombakan ini juga tidak terikat pada detil seperti metodologi penelitian seperti apa, tetapi lebih menitik beratkan pada pelaksanaan pemilihan umum yang baik dan benar seperti apa.

“Intinya pelaksanaan lomba yang diberikan ini sebagai salah satu sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat supaya tidak terkesan monoton dan berjalan satu arah,” katanya.(*)
sumber: antara

Kepala Disperindag Jatim: Keberatan Penuhi UMK Ring Satu Disarankan Pindah Ring Dua

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur menyarankan sejumlah industry padat karya untuk pindah ke ring dua, kawasan Jombang, Lamongan, Mojokerto dan Madiun.

Saran ini muncul, untuk memberi solusi kepada para pengusaha yang mengalami kendala terhadap upah minimum buruh di wilayah ring satu.

Budi Setyawan Kepala Disperindag Prov Jatim mengungkapkan kawasan yang berada di ring dua notabene masih memiliki standart upah yang terjangkau.

“Kawasan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik tuntutan upahnya cukup tinggi, iklim usaha sudah tidak kondusif, lebih baik mereka boyongan ke ring dua,” ujarnya saat ditemui oleh LICOM seusai sholat Jumat (15/11/13).

“Sisi positifnya, kepindahan industrial padat karya ini juga bisa meningkatkan kualitas ekonomi daerah lain, pemerataan usaha ini juga akan menyerap tenaga kerja baru, selain itu akan mempersempit jarak ketimpangan ekonomi antar daerah,” tambahnya.

Meskipun begitu, Budi menambahkan upaya ini membutuhkan pertimbangan cukup panjang. “Saat ini memang belum ada yang memutuskan pindah, karena kami tahu para investor akan menghitung kembali pengeluaranya,” tambahnya. @bagus
sumber: licom

Jelang Liga Futsal Nasional 2013 Desember Ini, Tim Futsal Sidoarjo Sibuk Seleksi Pemain

Tim futsal Sidoarjo terus menggelar seleksi pemain untuk diturunkan di Liga Futsal Nasional Desember mendatang hingga 20 oktober 2013. Ini disebabkan dari 25 pemain yang dijadwalkan mengikuti seleksi hari pertama Kamis (14/11) kemarin hanya dihadiri 10 pemain.

“Pengurus masih akan memberikan waktu bagi pemain yang belum sempat mengikuti seleksi hingga batas waktu tersebut,” jelas Sekretaris tim futsal Sidoarjo Yarif Priatno, Jum’at (15/11/2013) Pagi.

Rencananya dari seleksi tersebut akan diambil 20 pemain sesuai dengan kuota maksimal yang ditentukan. Kuota tersebut diperkirakan akan diisi mayoritas pemain yang turun di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV lalu. Rencananya setelah menemukan komposisi atau susunan pemain yang tepat, tim futsal Sidoarjo akan berangkat akhir bulan ini ke Jogyakarta. (Agustin/Rio)

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo Tolak Usulan UMK Sidoarjo 2014 Sebesar Rp 2.348.000

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) sebesar Rp2.348.000 yang diajukan ke Gubernur Jatim ternyata ditolak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo.

Pasalnya, berdasarkan survei angka UMK Sidoarjo tidak sampai Rp2 juta. Ketua Apindo Sidoarjo, Sukiyanto mengakui pihaknya menolak usulan UMK Sidoarjo 2014 senilai Rp2.348.000.

Sebab, berdasarkan perhitungan Apindo telah muncul angka Rp1.818.357. Angka itu tidak sekedar hitungan, namun berdasarkan survei di lapangan. Pihaknya mempersilakan Pemkab untuk mengusulkan nominal UMK tersebut, namun keputusan tetap berada di tangan gubernur.

Apindo berharap Gubernur Jatim bisa membuat keputusan rasional, apalagi usulan UMK Surabaya senilai Rp2,2 juta dan UMK Jakarta Rp2,4 juta. Selain itu, meski tidak ada aturan secara hukum, namun dari sisi kebutuhan, Jakarta lebih tinggi dari Surabaya.

Menurutnya, wajar jika UMK Sidoarjo besarnya di bawah Surabaya, karena kalau dilihat dari kebutuhan hidup layaknya juga berbeda. UMK Sidoarjo 2014, akhirnya diusulkan senilai Rp2,348 juta kepada Gubernur Jawa Timur. Angka itu telah resmi diputuskan dalam rapat Dewan Pengupahan Sidoarjo, di Pendapa Delta Wibawa, Kamis (14/11) malam.

Meski UMK yang telah diteken Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah ini sudah dikirim di Provinsi Jawa Timur, hari ini (15/11). “Usulan UMK Sidoarjo itu sudah diterima di Provinsi Jatim pukul 13.30 WIB hari ini. Saya juga telah memegang surat terimanya,” ujar Sukarji, salah satu anggota Dewan Pengupahan Sidoarjo, Jumat (15/11/2013).

Usulan UMK Rp2.348.000 itu, lanjut Sukarji berdasarkan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) senilai Rp2.048.447 yang ditambah dengan pertumbuhan ekonomi 7,13 persen, inflasi regresi 7 persen. Angka KHL berubah karena item transportasi ditetapkan senilai Rp5.400 x 4 x 30.

Sukarji yang merupakan anggota dewan pengupahan dari elemen buruh itu mengaku pihaknya akan mengawal angka ini agar tidak berubah saat di provinsi. “Angka itu sudah ideal jangan sampai diturunkan lagi,” tandas Ketua FSP KEP SPSI Sidoarjo ini.

Sayang, kesepakatan usulan UMK senilai Rp2.348.000 itu dikirim tanpa tanda tangan unsur Apindo Sidoarjo. Namun berkas kesepakatan usulan UMK itu telah diteken unsur buruh, pemerintah, dan perguruan tinggi. Terkait alasan penolakan itu, Sukarji mengaku tidak tahu alasan penolakan Apindo.
sumber: sindonews

Pelaku Pembunuh Preman di Ramayana Bungurasih Sidoarjo Akhirnya Ditangkap

Pelaku Pembunuhan yang terjadi di pintu masuk Mall Ramayana Desa Bungurasih, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, dengan korbanya yang bernama alfarizi(20) warga Asli Wonokromo kamis (14/11) kemarin, ternyata pelakunya tak lain adalah temanya sendiri Dwiki Bagus Sudarmaji (19) warga Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

Menurut Kasat Reskrim polres Sidoarjo Roni Setyadi, mengatakan bahwa setelah kejadian jajaranya langsung melakukan penyidikan serta memintai keterangan dari saksi-saksi.” Begitu kami mendapatkan identitas pelaku kami langsung melakukan pengejaran kepada pelaku di daerah Malang,” ujarnya, jumat (15/11)

Masih kata Roni, dalam pengejaran tersebut, pelaku dapat ditangkap oleh anggota reskrim Sidoarjo, dirumahnya yang ada di Desa Ngingit-Malang” kurang dari 24 jam akhirnya anggota saya dapat menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di pintu masuk Ramayana Bungurasih, tanpa adanya perlawanan dari pelaku,” kata Roni

Sementara itu berdasarkan modus terjadinya pembunuhan itu sendiri, berawal dari Rebutan Lahan Parkir yang ada di depan Kafe yang ada di ruko Ramayana Desa Bungurasih, karena teman pelaku saat memarkirkan kendaraanya tidak mau membayar akhirnya Korban menegur teman pelaku itu. ” Setelah korban menegur teman pelaku akhirnya teman pelaku meloporkan kejadian tersebut kepada pelaku dan terjadilah perkelahian yang menyebabkan tewasnya korban,” Imbuh Kasat reskrim ini

Kini pelaku sudah diamankan di Mapolres Sidoarjo guna untuk mempertangung jawabkan perbuatanya tersebut.
sumber: suarakawan

Tak Hanya Surabaya, di Sidoarjo dan Sebagian Besar Jatim Tindak Kejahatan Meningkat

Pelaku kejahatan, tampaknya, sedang berpesta di Jatim. Sejumlah kasus kejahatan menonjol terjadi di sejumlah kabupaten/kota secara beruntun. Tidak hanya Kota Surabaya, di Sidoarjo dan sekitarnya juga tinggi kejadian kriminalitas. Karena intensitas kejahatan meningkat, Polda Jatim melakukan antisipasi ekstrakeras. Jajaran Polda Jatim membuat kebijakan mobil patroli harus selalu di jalanan dan dilarang balik kandang.

Kebijakan itu muncul setelah polisi dihujani pekerjaan rumah untuk mengungkap sejumlah kasus kejahatan yang marak beberapa hari terakhir. “Marak iya, ada di beberapa daerah,” kata Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono.

Kasus tersebut, antara lain, perampokan SPBU di Lamongan, tiga kasus perampokan di Pasu­ruan, perampokan bank di Kediri, serta perampokan di Pacitan, Mojokerto, dan Tulungagung. Bahkan, di Pasuruan dalam sehari ada dua kasus perampokan.

Awi mengatakan, menyikapi hal tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono menginstruksikan semua jajaran agar mengoptimalkan patroli dan gelar pasukan di lapangan. “Mobil patroli tidak boleh pulang, kecuali isi bensin dan ganti sif,” ungkapnya.

Menurut dia, sistem itu berlaku di Surabaya dengan membentuk beat di sejumlah titik yang dinilai rawan. Penerapan sistem tersebut dianggap cukup efektif untuk mencegah terjadinya kejahatan. Polda berharap semua jajaran di Jatim menerapkan sistem serupa.

Sebab, selain memberikan rasa aman, sistem itu mendekatkan sentra pelayanan masyarakat. Apalagi, penempatan personel tersebut difokuskan pada titik-titik yang dianggap rawan.

Saat ini Polda Jatim masih memetakan peta kerawanan dan modus operandinya. Namun, berdasar kesimpulan sementara, ada kemiripan modus dan ciri-ciri pelaku di sejumlah daerah. Awi tidak menampik adanya kemungkinan keterkaitan antarkasus di semua daerah di Jatim. “Ini PR kami,” ucap Awi.

Dia mencontohkan, kasus perampokan di Pasuruan nyaris sama dengan yang terjadi di Mojokerto. Ciri-cirinya, pelaku berjumlah 4-5 orang dan mengendarai motor Vixion. Modusnya, awalnya menempel, lalu mendorong korban hingga terjatuh. Saat terjatuh itulah, pelaku beraksi.

Dua pelaku kejahatan di Pasuruan sudah tertangkap. Salah seorang korban mereka adalah seorang tentara. Polisi sudah mengantongi ciri-ciri empat perampok lain yang sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang. Awi menegaskan, pelaku rata-rata orang lama. Mereka notabene membawa senjata tajam saat beraksi. Termasuk menggunakan airsoft gun yang dikira sebagai senjata api.

Pria yang pernah menjabat Kapolres Magetan itu tidak menampik ada kemungkinan pelaku berjalan. Ketika beraksi di satu tempat, mereka bergeser ke tempat lain. Bukan hal mustahil, kejahatan dilakukan di suatu tempat dan hasilnya dijual di tempat lain.

Karena itu, polda mengintensifkan kerja sama antarpolres. Perampok kini diduga beraksi di lintas wilayah. Bisa jadi, itu pelaku dari daerah tertentu, tapi beraksi di daerah lain.

Sebenarnya akhir-akhir ini di Surabaya dan sekitarnya juga terjadi sejumlah kasus kejahatan yang cukup meresahkan. Salah satunya adalah perampokan terhadap Wawan Hari Prastiyo, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Modusnya, korban dituduh memerkosa adik salah seorang tersangka.

Ternyata hal itu adalah modus agar korban tidak mengira bakal dirampok. Kendaraan korban pun dengan mudah dibawa lari. Saat itu Wawan sebenarnya sempat akan dibunuh di sebuah jalan sepi di kawasan Surabaya Barat. Namun, dia berhasil melarikan diri saat tersangka lengah.

Kasus yang tidak kalah menonjol adalah perampasan dengan korban Bagus Tri Setiawan di Jalan Diponegoro. Tersangka yang berkelompok memepet dan menarik tas hingga korban terjatuh. Kejadian dengan modus serupa berlangsung di Jalan Simo Sidomulyo dua hari kemudian.

Di sejumlah jalanan Sidoarjo juga kerap terjadi perampokan saat malam. Pelaku tidak jarang melukai korban. Salah satu yang menonjol adalah kasus perampokan bersenjata api di jalan arteri Porong Jumat (8/11). Perampok beraksi di siang bolong dan berhasil membawa kabur dua sepeda motor.

Terakhir, perampokan Rabu lalu (13/11) di bawah jembatan layang Jenggolo. Pelaku yang juga berkelompok berusaha merampok seorang pengendara motor. Tersangka melukai korban, tapi gagal membawa kabur sepeda motor. (eko/end/mas)
sumber: JPNN

Persida Sidoarjo Gagal Lolos ke Final Divisi I

Target Persida menjadi kampiun dalam Luga Sepak bola Amatir Indonesia gagal. Jangankan juara, Laskar Jenggolo tidak mampu lolos ke final. Dalam pertandingan tadi malam melawan PS Martapura, anak asuh Hayatul Fauzi ini kalah 3-2. Sementara itu di waktu yang sama, Persinga Ngawi yang menjadi pesaing Persida untuk lolos ke final berhasil mengalahkan Persigubin Gunung Bintang Papua dengan skor telak 5-1. Dengan demikian, Persinga Ngawi menggusur Persida dari puncak klasemen sekaligus berhak lolos ke final. Hayatul Fauzi mengaku kecewa dengan kekalahan ini. Namun ia beralasan perubahan jadwal pertandingan membuat berpengaruh kepada permainan timnya. Berdasarkan jadwal, seharusnya pertandingan di gelar di Lapangan Kopasus Cijantung pukul 15.30. Namun karena hujan deras, laga dipindah ke lapangan Ciracas dan baru dimulai pukul 18.00. “Anak-anak siap main sore ternyata pertandingan digelar malam,” ujarnya.
Pertandingan antara kedua tim dinilai imbang. Meskipun begitu Hayatul mengaku penyelesaian pemain Persida masih kurang. Setidaknya ada dua peluang emas yang gagal dimanfaatkan oleh Faisal Muttaqin dkk. Gol Persida sendiri dicetak oleh Aris Sutiyono pada menit ke 30 dan Khoiron menit ke 80. Namun dua gol ini tidak mampu menyelamatkan dari kekalahan karena sebelumnya gawang Persida sudah bobol tiga kali. “Selain itu faktor keburuntungan juga berpihak ke PS Martapura,” terangnya.(bam/jee)

Page 113 of 397« First...102030...111112113114115...120130140...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Sat, 23 May 2015 2:30 am WIT

Haze

25°

High: 32° Low: 24°

Haze

Feels like: 25 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 83%

Visibility: 5 km

Dewpoint: 24 °C

Wind: 8.05 km/h

Sunrise: 5:33 am

Sunset: 5:17 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+