Informasi Sidoarjo

Donor Darah KPU Sidoarjo Bersama PMI Sepi Dari Caleg & Partai Politik Besar

Aksi bakti sosial (baksos) KPU Sidoarjo dalam donor darah sepertinya kurang mendapatkan respon dari partai besar di Sidoarjo.

Buktinya, kegiatan yang bekerjasama dengan UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Sidoarjo di GOR Sidoarjo itu, sepi dari kedatangan para pimpinan parpol maupun Caleg 2014.

Padahal donor darah ini untuk menyambut Pemilu 2014 dan mensosialisasikan hak pilih masyarakat Sidoarjo dalam pesta demokrasi 2014 ini.

Menurut anggota KPU Sidoarjo Fatkhur Mujib, baksos ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Sidoarjo terkait Pemilu yang akan datang. “Ini bagian dari sosialisasi hak pilih masyarakat dalam Pileg mendatang,” ucapnya.

brt655246624

Dia menambahkan, baksos ini semestinya diperuntukkan bagi seluruh partai politik. Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan para caleg kepada warga Sidoarjo. “Supaya masyarakat tahu, para caleg dipertemukan melalui program ini,” terangnya.

Pantauan di lapangan, meski kegiatan sudah berlangsung, belum juga tampak caleg parpol besar, berada di lokasi. Hanya tampak di lokasi kader Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) dan ada juga kader parpol yang belum memiliki kursi di DPRD Sidoarjo. [isa/but] (beritajatim)

Lingkungan Terancam Banjir, Warga RW III Sedati Agung Wadul DPRD Sidoarjo

Sampah menumpuk, selokan mampet dan air menggenangi pemukiman, membuat warga RW III Sedati Agung, wadul bareng-bareng ke anggota DPRD Sidoarjo.

Para warga itu mengeluh saat berdialog dengan Tarkit Erdianto anggota DPRD Sidoarjo dapil VI (Sedati, Gedangan dan Buduran) dalam jaring apirasi masyarakat di Balai RW III Sedati Agung.

“Dalam musim hujan ini, daerah kami terancam banjir, karena selokan yang ada, tak berfungsi dan banyak sampah menumpuk di sungai,” ucap Laila salah satu warga Semambung Kecamatan Gedangan Sabtu (7/12/2013).

Hal yang sama juga dikeluhkan Nur Cahya Wahyudi warga Sedati Agung RT 8 RW 3 Kecamatan Sedati. Kala hujan turun, sering adanya genangan air. “Khawatirnya, kalau ini tidak segera diatasi, akan terjadi banjir di Desa Sedati Agung,” keluhnya.

Sementara Tarkit Erdianto menyatakan akan berkordinasi dengan kades yang ada, agar permasalahan sampah, sungai terjadi sumbatan, segera teratasi.

Soal sampah dilingkungan desa, anggota Komisi B itu mengusulkan agar di buatkan Perdes. Karena sampah, termasuk bagian kewenangan dan bisa diatasi oleh pemerintahan desa.

“Soalnya, dengan Perdes itu, semua warga harus berpartisipasi untuk iuran pengangkutan sampah. Semakin banyak warga yang ikut ‘urunan’ pengangkutan sampah, tentunya iuran yang dikenakan lebih sedikit,” terangnya politisi PDIP itu.

Lanjut dia, soal penanganan banjir, dirinya minta diberikan laporan soal selokan yang dibutuhkan lingkungan dan selokan perlu penanganan agar berfungsi normal.

“Dan kami juga akan laporkan ke Dinas PU Pengairan Pemkab Sidoarjo, perlu adanya normalisasi di sungai atau penanganan banjir di Sedati tersebut,” janji Tarkit dengan juga mengajak warga untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan . [isa/kun] (beritajatim)

Sebanyak 600 Karateka Ramaikan Kejurkab FORKI Sidoarjo 07 – 08 Desember 2013

Pengurus Kabupaten Federasi Karate Do-Indonesia (FORKI) Sidoarjo, 07 – 08 Desember 2013, menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Karate di GOR Sulaksana Sidoarjo.

Kejuaraan yang setiap tahun diselenggarakan ini diikuti sekitar 600 karateka dari 11 perguruan di Sidoarjo.

Sekretaris Umum FORKI Sidoarjo, Sutanto, menjelaskan, kejuaraan ini dihelat untuk menjaring atlet-atlet karate baru di Sidoarjo yang akan dibina dalam Pemusatan Latihan Cabang (Pustalcab).

“Selain itu Kejurkab tersebut juga sebagai persiapan untuk kejuaraan selanjutnya termasuk persiapan Porprov Jawa Timur kelima di Banyuwangi 2 tahun mendatang,” ungkapnya.

Ada 6 kelompok umur (KU) yang dilombakan yakni umur 7 hingga 19 tahun. Total nomor yang diikuti ada 50 nomor. Sementara 11 perguruan yang mengikuti adalah KKI, Lemkari, Inkai, Inkadi, Unkanas, Gojukai, Wadokai, Pordibya, Kandagaprana, Amura dan Funakosi. (Agustin/Rio/DS) (rri)

Bolos Sekolah, Pelajar Yang Berkeliaran di GOR Sidoarjo Diciduk Satpol PP

Siswa SMA sederajat yang berkeliaran di sekitar Gelanggang Olah Raga (GOR) Sidoarjo saat jam aktif sekolah digaruk petugas Satpol PP, Jumat (6/12/2013) sekitar pukul 08.00 WIB.

Puluhan pelajar yang digaruk dalam Operasi Cipta Kondisi itu ada yang tengah main biliar, ngopi dan cangkruk di sudut GOR. Berbagai alasan yang dilontarkan siswa agar tidak dibawa petugas dikesampingkan karena mereka main biliar, ngopi, dan cangkruk saat jam efektif sekolah. Mereka langsung dibariskan untuk diberi pengarahan dan menjadi tontonan masyarakat.

“Mereka (siswa) ini sama halnya mencoreng dunia pendidikan di Sidoarjo. Nanti kalau tidak lulus, katanya sekolahnya yang jelek. Justru anak-anak sendiri yang tidak sekolah,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Satpol PP Pemkab Sidoarjo, Mujib Anwar, Jumat (6/12/2013).

Mujib mengkhawatirkan, jika hal ini terus dilakukan oleh siswa akan membuat orang tua makin sedih. Karena siswa dari rumah pamit berangkat sekolah ternyata tidak sampai di sekolah.

“Apa kamu tidak kasihan dengan orang tua Anda. Orang tua Anda menyekolahkan agar pandai, ternyata Anda semua malah tidak mau sekolah,” tegur Mujib di hadapan para siswa yang tengah dibariskan.

Operasi terhadap pelajar terus diintensifkan karena masih ada pelajar saat jam belajar ada di taman dan mall. “Operasi ini akan kami teruskan dengan mobil patroli agar mereka jera dan masuk sekolah,” paparnya.

Penyisiran pelajar yang bolos sekolah juga sebagai bentuk upaya antisipasi terhadap tawuran pelajar. “Para pelajar ini dari sekolah yang berbeda, jiwa mereka adalah jiwa muda yang gampang tersulut emosinya. Untuk itu kami amankan pelajar yang bolos sekolah biar tidak sampai terjadi ketersinggungan antar pelajar yang nantinya mengarah ke tawuran,” jelas Mujib.
sumber: Tribunnews

Karena Minim Sarana, Atlet Panjat Tebing Sidoarjo Terpaksa Urunan

Sarana latihan untuk olahraga Panjat Tebing Sidoarjo sangat minim. Wajar kalau hingga saat ini mereka belum pernah mendapatkan medali sama sekali dalam berbagai event yang diikutinya.
Berdasarkan pantauan, Pemkab Sidoarjo baru menyediakan satu papan panjat tebing yang berada di sisi barat GOR Delta Sidoarjo. Meski begitu sejumlah atlet tetap semangat melakukan latihan rutin. Dengan media latihan seadanya para atlet melalulan latihan rutin 5 kali dalam seminggu. Pelatih Panjat Tebing Sidoarjo, Boyes Tapalera mengakui media latihan yang ada saat ini masih dirasa kurang. “Tapi tetap kita gunakan latihan secara maksimal,” ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan latihan, para atlet tersebut rela mengumpulkan dana guna membuat papan panjat tebing baru. “Saat ini sudah jadi dan akan digunakan untuk latihan di dalam gedung,”terangnya. Terdapat 3 papan baru dengan ketinggian 3 meter yang dipasang di lantai 2 Stadion Delta Sidoarjo.
Selain menjaga kekuatan fisik, latihan rutin ini juga digunakan untuk melatih strategi dan teknik saat pertandingan. Sebab dalam event Porprov V di Madiun lalu tim panjat tebing Sidoarjo belum mampu menyumbang medali. “Banyak yang harus diperbaiki sehingga latihan rutin ini dilakukan,” imbuh pria yang juga menjadi pengurus di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sidoarjo ini. Latihan ini juga sebagai persiapan untuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing yang diselenggarakan di Surabaya awal tahun depan. Diharapkan dalam Kejurda nanti atlet panjat tebing bisa membawa pulang medali. “ Untuk itu kita persiapkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan kejuaraan,” tandasnya. (bam/nug)

Kerupuk Udang Sidoarjo Digemari Masyarakat Jepang

Kerupuk udang asal Sidoarjo saat mengikuti pameran di Osaka, Jepang dalam dalam acara food and beverages expo 2013 (Fabex) ternyata diminati oleh 12 buyer asal Jepang serta India dan Afrika. Bahkan saat pameran berlangsung salah satu buyer ada yang minta dikirim 2 kontainer.

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, mengatakan pameran yang diikuti oleh Sidoarjo dan menggandeng PT Sekar Laut dan PT Surya Jaya (produsen kerupuk udang dan ikan serta mente) sangat mendongkrak produk khas Sidoarjo. Pasalnya, dalam satu kali ajang pameran sudah langsung dapat langganan baru.

“Ini menunjukkan produk khas Sidoarjo diakui oleh negara lain dan tidak bisa dipandang sebelah mata,” tandas Abah Ipul demikian dipanggil, Jumat (6/12/2013).

bupati-sidoarjo-saiful-ilah-saat-pameran

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah saat memasarkan kerupuk produk PT Sekar Laut dan PT Surya Jaya saat pameran di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu.

Pameran yang diikuti Sidoarjo ini dalam rangka mendukung kerja sama sister province antara Pemprov Jatim dengan Pemerintah Prefektur Osaka, Jepang. Jumlah exhibitor pada pavilion Asia Food Show 2013 sebanyak 20 perusahaan dari 4 negara yakni Indonesia, Thailand, Korea dan Filipina.

“Jumlah buyer yang datang ke stand Sidoarjo 230 buyer dan 12 buyer langsung melakukan kerja sama. Sisanya tertarik tapi masih belum melakukan kerja sama,” terangnya.

Buyer menyukai produk kerupuk ikan dan kerupuk udang karena rasanya lebih enak karena memang kerupuknya dibuat dari udang. Sidoarjo sendiri adalah penghasil udang terbesar sehingga dijuluki Kota Udang.

“Kelebihan kerupuk udang Sidoarjo saat digoreng mekar dan rasa udangnya terasa di lidah. Ini yang membuat buyer tertarik,” paparnya.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Sumber Daya Alam dan UMKM, Sidoarjo Fenny Apridawati, menuturkan, buyer yang langsung memesan saat pameran adalah Tatsuya Bussan Co. Ltd. Global Vision Inc, Yamagataya Sato Chohachi-Shoji Co. Ltd, Best One Co. Ltd, Kanematsu Corp, Fuji Trading Co. Ltd, Taishin Co, Ltd. Global Shizuoka Co. Ltd, Kawaguchi Trading co, Marubeni Corp.
Keita Pte Ltd. Dua negara yang sudah memesan adalah India dan Afrika.

Menurut mantan Kabag Perekonomian, selain dua perusahaan PT Sekar Laut dan PT Surya Jaya, pemkab juga terus membina home industri lokal yang juga sudah menembus ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Bunei Darussalam dan Laos. Bahkan produk kerupuk udang dari home industri juga sudah melengkapi seluruh wilayah Indonesia. “Sidoarjo kaya dengan sumber daya yang bisa dijual ke negara lain atau lokal,” jelasnya.

Sidoarjo sebenarnya juga terkenal dengan kerupuk ikan dan abon ikan yang kini banyak diproduksi Kedung Bocok, Kecamatan Tarik dan Sidoarjo Kota. “Produk ini sudah mulai kami pasarkan ke daerah lain dan banyak peminatnya. Makanya kami terus turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan supaya terus berkembang,” jelasnya.
sumber: tribunnews

Atlet Sepatu Roda X-Speed Sidoarjo Belum Maksimal di Kejurnas Sepatu Roda Antar Klub Bupati Cup Malang

Atlet Sepatu roda X-Speed Sidoarjo hanya mampu membawa 1 medali emas, 1 perak dan 5 perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Antar Klub Bupati Cup di Malang pekan lalu.

Atlet nasional, Della Olivia yang tergabung dalam tim ini menjadi penyumbang medali terbanyak dengan meraih 1 medali emas di kategori 1000 meter, 1 perak kategori marathon 21 km dan 1 perunggu kategori 500 m.

Pelatih X Speed, Sugianto menuturkan, perbedaan lintasan yang digunakan saat lomba dan latihan mempengaruhi penampilan para atlet.

“Saat latihan, anak-anak terbiasa dengan lintasan aspal tetapi dalam kejuaraan tersebut menggunakan lintasan beton. Karakter lintasan yang berbeda menyebabkan atlet kesulitan sehingga beberapa atlet sempat terjatuh karena belum terbiasa menggunakan lintasan beton,” ungkapnya kepada RRI, Rabu (4/12/2013).

Hal senada diungkapkan Manager X-Speed Sidoarjo Agus Supatmo jika faktor lintasan itu sangat mempengaruhi. Hasil yang kurang memuaskan ini tim pelatih akan segera melakukan evaluasi. Menurut Agus Supatmo saat ini yang dinilai masih kurang adalah kelompok umur dibawah 16 tahun.

“Di kelompok umur ini masih belum ada atlet yang menonjol. Pembinaan di KU (kelompok umum) inilah yang perlu ditingkatkan lagi,” harapnya. (Agustin/Rio/WDA) (rri)

Minggu 8/12/2013 KPU Sidoarjo Gelar Donor Darah Bersama Parpol di GOR Sidoarjo

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, Jatim, menggelar donor darah dengan melibatkan partai politik yang ada, dalam rangka menyosialisasikan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2014.

Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo, Bima Ariesdiyanto saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Jumat mengatakan, donor darah ini nantinya akan melibatkan seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

“Bidikan kami memang para calon legislatif tersebut bisa memberikan darahnya, karena mereka itu merupakan salah satu instrumen pelaksanaan pemilihan umum tahun ini,” ucapnya.

Ia mengemukakan, pelaksanaan donor darah ini akan dilakukan di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Sidoarjo pada Minggu (8/12).

“Dalam sehari itu kami mentargetkan bisa mendapatkan sedikitnya 500 kantong darah yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sidoarjo,” tuturnya.

Ia mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo untuk sosialisasi pelaksanaan pemilihan umum tahun 2014.

“Sesuai dengan temanya kegiatan ini bertaju ‘Darah Untuk Pemilu’ yang nantinya diharapkan akan banyak peserta pemilu termasuk caleg yang akan mendonorkan darahnya,” katanya.

Ia mengatakan, selain menggelar kegiatan donor darah, pihaknya juga menggelar beberapa kegiatan lainnya seperti parade musik, lomba karya ilmiah dan juga film dokumenter.

“Untuk parade musik rencananya akan digelar pada tanggal 14 Desember mendatang dengan target sosialisasi para pemilih pemula,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Sidoarjo ini mendapatkan respon yang cukup bagus dari masyarakat di Kabupaten Sidoarjo untuk meminimalisir angka golongan putih.

“Harapan kami, dengan banyaknya kegiatan ini bisa memotivasi warga masyarakat untuk memberikan hak suaranya pada pemilihan umum mendatang,” katanya.(*) (antara)

Terkait Polemik Akad Nikah Harus di KUA Pada Jam Kerja, DPRD Bakal Panggil Kepala KUA se-Sidoarjo

Komisi D DPRD Sidoarjo berencana memanggil kepala KUA se-Sidoarjo. Hal itu dilakukan untuk mengakomodir aspirasi dari masing-masing KUA terkait kesepakatan baru dalam melayani akad nikah. Hasil kesepakatan Forum Komunikasi Kepala KUA se-Jatim adalah akad nikah harus dilakukan di KUA pada jam kerja. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Mahmud mengatakan, kesepakatan kepala KUA se Jatim ini memang memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, termasuk Sidoarjo. Karena itu, harus ada jalan keluar yang terbaik agar tidak ada yang dirugikan. “Kesepakatan itu kan belum menjadi aturan tetap. Karena itu, kita harap ada solusi terbaik,” ujarnya. Dia mengungkapkan, budaya pengaturan waktu untuk akad nikah sudah berlangsung sejak dulu. Budaya tersebut sepertinya akan sulit dihilangkan karena kebanyakan proses akad nikah dilakukan saat hari libur dan dilakukan di luar kantor KUA. “Budaya Jawa kan sudah sejak lama. Jika rumah dengan kantor KUA jauh kan juga memberatkan,” kata politisi PAN ini. Menurutnya, gratifikasi yang terjadi di KUA di Kediri diharapkan tidak terjadi di Sidoarjo. Asalkan tidak ada yang dirugikan antara calon pengantin dengan modin atau penghulu untuk masalah tarif tidak menjadi masalah. Kesepakatan tersebut sama-sama menguntungkan. “Karena itu, kita harapkan ada solusi terbaik nantinya,” tegasnya. Pemanggilan kepala KUA se-Sidoarjo tersebut, imbuhnya, untuk mengakomodir aspirasi dari KUA. Diharapkan, kesepakatan itu bisa kembali mewujudkan aturan yang lama. Asalkan tidak ada unsur pemaksaan dalam masalah biaya. Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Didik Budi San toso menambahkan, KUA hendaknya lebih fleksibel dalam melayani calon pengantin. Kesepakatan baru yang saat ini melandasi untuk melayani proses akad nikah diharapkan tidak memberatkan siapapun. “Intinya memang jangan ada yang dirugikan,” ucap politisi Hanura ini. Seperti pernah diberitakan, dampak kesepakatan tersebut, KUA Sidoarjo, mendapatkan banyak komplain. KUA Sidoarjo per 3 Desember baru memberlakukan kesepakatan baru itu. Sebanyak 60 calon pengantin akhirnya bisa melaksanakan akad nikah sesuai aturan lama. Lantaran, mereka mendaftar ke KUA sebelum 3 Desember 2013. Modin Jabon tidak masalah meski kesepakatan baru itu membuat pendapatan berkurang, namun para kasi kesra desa (modin) di Kecamatan Jabon mengaku tak mempermasalahkannya. Hal itu disampaikan Rusman Syaifullah (38) salah satu modin Keboguyang, Jabon. Ia mengatakan bersama 14 temannya seprofesi sepakat untuk tetap bekerja meskipun kesepakatan itu sedikit merugikan. “Meskipun sekarang akad nikah tidak boleh di luar jam kerja dan di luar KUA, saya tetap menerimanya tanpa beban,” ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Rabu (4/12) pagi. Saat disinggung terkait pendapatannya yang terancam berkurang akibat tarif nikah yang telah ditentukan dalam PP No.47 Tahun 2004 sebesar Rp 30 ribu, ia hanya menjawab rezeki seseorang tidak datang dari satu pintu. Menurutnya meski para modin terancam tidak akan mendapatkan uang transpor dari calon mempelai, mereka tetap akan melaksanakan tugasnya.
“ Ada rezeki dari jalan lain, dan kesepakatan ini tidak akan mengurangi rezeki kami (modin, Red),” jelasnya. Kepala KUA Jabon Muhammad Khusaeri mengatakan akan menyosialisasikan kesepatan akad nikah baru itu ke masyarakat. “Misalnya sekarang nikah harus di KUA, biaya lebih murah, dan dilarang nikah di luar jam kerja, masyarakat harus lebih paham,” ucapnya.
(vga/gal/no)

Ternyata Sudah Seminggu Anggara Putra Trisula Dibebaskan Oleh Polisi

Anggara Putra Trisula, putra purnawirawan Jenderal Bintang Satu yang sempat ditahan penyidik Polres Sidoarjo itu ternyata sudah sekitar seminggu bebas. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Anggara tidak kembali ke ruang sel tahanan Polres Sidoarjo. Dia diperbolehkan pulang ke rumahnya, karena pengajuan penangguhan penahanan diterima oleh penyidik.

Sudah sekitar seminggu. Orang tuanya yang menjamin penangguhan tersebut,” jawab Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim Kompol Bambang Cahyo Bawono. Menurut Bambang, salah satu alasan penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ini, karena Anggara menderita sakit. Sayangnya, dia mengaku tidak tahu persis jenis sakitnya.

Setelah peristiwa penabrakan itu, Anggara sempat kabur. Kemudian, dia menjalani pemeriksaan di Polres Sidoarjo dan ditetapkan sebagai tersangka. Dalam prosesnya, anak jenderal ini sempat beberapa kali masuk rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim. Pertama, untuk pemeriksaan kejiwaan. Kemudian, dibawa lagi ke rumah sakit dengan alasan tidak bisa tidur dan tidak doyan makan. Setelah beberapa lama menjalani perawatan Anggara tidak kembali ke tahanan Polres, melainkan pulang ke rumahnya karena pengajuan penangguhan penahanan dikabulkan oleh penyidik Polres Sidoarjo.

Dan Untuk menindaklanjuti pengembalian berkas APT yang dinilai kurang lengkap karena tak ada Hasil Visum Korban Tabrak Siswa dan Guru SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. Saat ini, penyidik telah memperbaiki berkas yang dikembalikan jaksa karena dianggap tidak lengkap,” kata Bambang.

Page 80 of 375« First...102030...7879808182...90100110...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Wed, 22 Oct 2014 5:29 am WIT

Haze

25°

High: 34° Low: 25°

Haze

Feels like: 25 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 74%

Visibility: 2 km

Dewpoint: 25 °C

Wind: 4.83 km/h

Sunrise: 5:04 am

Sunset: 5:22 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+