Informasi Sidoarjo

KPA: Penderita AIDS Meningkat, Dana Penanggulangan di APBD Sidoarjo 2014 Minim

Pengidap HIV/AIDS terus meningkat di Sidoarjo. Namun, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sidoarjo hanya mendapat anggaran Rp 50 juta dari APBD 2014. Sekretaris KPA Sidoarjo Hariyadi mengungkapkan, tahun lalu komisi ini bahkan tidak mendapatkan anggaran sama sekali. Hal tersebut tentu saja menghambat kinerja KPA dalam upaya mencegah penyebaran HIV/AIDS. Padahal, dari tahun ke tahun pengidap HIV/AIDS terus meningkat. Pada 2013, KPA mencatat ada 959 penderita di Kabupaten Sidoarjo. “Kami sebenarnya bingung untuk melaksanakan sosialisasi,” kata Hariyadi usai hearing dengan Komisi D DPRD Sidoarjo, kemarin (7/1).

aids sidoarjo

Dia mengungkapkan, KPA sebenarnya juga mendapatkan anggaran rutin dari pemkab. Pada 2009 anggaran yang diterima Rp 84 juta, 2010 Rp 398,9 juta. Kemudian, tahun 2011 naik menjadi Rp 290,1 juta dan pada 2012 menerimaRp 250 juta. Anehnya, pada 2013 justru tidak menerima anggaran sama sekali. “Tahun 2014 ini kami hanya mendapat Rp 50 juta,” keluhnya. Anggaran yang minim tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan. Di antaranya, peringatan Hari AIDS Sedunia, penyuluhan ke sekolah-sekolah serta kelompok risiko tinggi. Itu semua memerlukan anggaran. “Ingat, tahun 2009 jumlah penderita hanya 414, tapi meningkat tajam pada 2013 menjadi 959,” ucapnya.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Mahmud menyayangkanjika KPA Sidoarjo hanya mendapatkan anggaran yang sangat minim untuk upaya pencegahan HIV/AIDS di seluruh Kabupaten Sidoarjo. “Kami usahakan ada tambahan lewat perubahan anggaran keuangan,” tegasnya. Mahmud mengaku prihatin dengan meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kota Delta. Ditutupnya sejumlah lokalisasi di Surabaya, menurut dia, secara tidak langsung berdampak negatif pada kota penyangga seperti Sidoarjo.

“Jangan sampai lokalisasi berpindah di Sidoarjo, yang ujung-ujungnya meningkatkan penderita HIV/AIDS,” pungkasya. (vga/rek)

Demi Permintaan Sang Anak, Seorang Ayah Tertangkap Saat Curi Celana Jeans di Giant Sun City Sidoarjo

Orang tua, mungkin bakal berusaha memberikan apa pun yang diminta oleh anak kesayangannya. Tak terkecuali Hartoyo alias Sangit (44), warga Sidoarjo, Jawa Timur. Sang anak, meminta kepada Hartoyo untuk membelikannya celana jeans. Namun, Hartoyo tak memiliki uang untuk membelikan celana tersebut. Karenanya, ia nekat mencuri demi si buah hati.
Lelaki asal Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto itu disergap petugas keamanan yang sudah menunggu di dekat pintu keluar. Saat ditanya, tersangka pura-pura tidak tahu apa-apa. Namun, setelah disuruh membuka jaket yang dikenakan, tersangka langsung pasrah. Ternyata, di dalam jaket ada lima buah celana jeans merek ternama. “Tersangka bersama barang bukti langsung dibawa ke pos keamanan lalu diserahkan ke kami,” tutur Kapolsek Kota Komisaris Kurniawan, Rabu (8/1/2014). Melihat Hartoyo digiring ke mobil polisi, HR temannya yang menunggu di lokasi parkir depan langsung kabur. Saat diperiksa penyidik, Hartoyo mengaku dirinya tak kuat disambati anaknya yang minta dibelikan celana. Akhirnya, ia mengajak HR berputar-putar mencari sasaran dan dipilihlah Giant Sun City. Di pertokoan Giant, tersangka tidak sadar kalau orang yang belanja itu dipantau CCTV dari segala arah. Untuk membawa celana hasil curian, tersangka menatanya di perut dan punggung. Begitu tersangka keluar dari Giant langsung disambut satpam yang sudah mengawasinya.

Lemkari Sidoarjo Siap Berlaga di Marinir Cup 2014

Menghadapi Marinir Cup yang berlangsung 10 Januari mendatang, Lembaga Karate Do Indonesia (Lemkari) Sidoarjo mulai Selasa (7/1/2014) kemarin, menyiapkan atletnya dengan mengadakan pemusatan latihan bertempat di Smanor Sidoarjo. Pada sesi latihan perdana itu, para atlet yang menjadi juara 1,2 dan 3 pada Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) yang digelar Federasi Karate Do-Indonesia (FORKI) Sidoarjo lalu akan diproyeksikan dalam kejuaraan tersebut.

Ketua Umum Lemkari Sidoarjo Marry Simangasing mengungkapkan, jika berdasarkan hasil Kejurkab itu, maka setidaknya akan ada 49 karateka yang disiapkan.

“Jumlah itu masih mungkin bertambah karena atlet yang juara ditingkat nasional yang tidak boleh turun saat kejurkab, di kejuaraan ini boleh mengikuti,” ungkapnya, Rabu (8/1/2014).

Sedangkan ditanya target, Marry mengatakan hanya masuk lima besar. Marry mengatakan target 5 besar tersebut cukup rasional karena pada Marinir Cup akan diikuti berbagai perguruan/ranting Karate di seluruh Indonesia dan nomor TNI / POLRI. (Agustin/Rio) (rri)

Motor Bersenggolan, Tewas Tertabrak Truk di Raya Trosobo Sidoarjo

Seorang pengendara motor tewas tertabrak truk di kawasan Trosobo, Sidoarjo, Rabu (8/1/2014) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban bernama Agus Budianto (36) warga Komplek Kenjeran RT 10 RW 2 Surabaya pengendara sepeda motor Nopol L 5176 NQ tersebut tewas setelah tertabrak truk Nopol AD 308 LA.
Dari keterangan sopir truk yang bernama Ahmad Sholeh (24), sebelumnya ada dua sepeda motor yang bersenggolan dan kedua sepeda motor jatuh. Satu sepeda motor bisa berdiri dan pengendaranya melanjutkan perjalanan lagi, tapi sepeda motor satunya langsung tertabrak truk. Agus Budianto pengendaranya tewas. Peristiwa ini sempat memacetkan lalu lintas di sekitar lokasi hingga dua jam.

Sekret Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Candi Sidoarjo dibobol Maling, 4 Laptop & 1 Android Amblas

Kawanan pencuri obok-obok komplek Perumahan Tenggulunan Mega Asri Kecamatan Candi, Sidoarjo, Rabu (8/1/2014) dinihari. Mereka beraksi di sekretariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) usai korbannya nonton pertandingan sepakbola Manchester United Vs Sunderland.

Saat itu para korban tidur terlelap. Dan baru diketahui jika sejumlah barang laptop dan ponsel hilang pukul 06.00 Wib. Aksi pencurian diperkirakan pukul 04.00 Wib. Akibatnya 4 buah laptop dan 1 android raib.

“Kita tahunya pagi, saat teman-teman bangun semua. Dikira bercanda menyembunyikan laptop. Trus kemana semua laptopnya,” kata Ketua Ekonomi 1 IMM, M.Ilyas Junjunan kepada detikcom di lokasi kejadian.

Rupanya, kelengahan mahasiswa ini dimanfaatkan kawanan pencuri untuk mengambil laptop dan android di ruang tamu dan kamar tidur utama. “Yang hilang itu 4 laptop dan 1 ponsel android. Totalnya diperkirakan mencapai Rp 11 juta,” tambah Ilyas.

Ilyas mengungkapkan, situasi dan kondisi kantor Sekretariat IMM setiap harinya dalam keadaan terbuka. Karena, sering dikunjungi atau didatangi para mahasiswa yang ikut bergabung di IMM. Namun, mengetahui 4 laptop dan satu ponsel smartphone android hilang. Kasus itupun langsung dilaporkan polisn.

“Kita sudah melaporkan pencurian yang terjadi di sekretariat IMM di Polsek Candi. Dan polisi juga sudah datang mengecek untuk melakukan olah TKP,” pungkas dia. (detik)

Rute Sidoarjo – Tulangan – Tarik – Krian – Wonokromo – Surabaya Akan Dihidupkan PT KAI Lagi

PT Kereta Api Indonesia (Persero), bersama pemegang kebijakan di daerah memulai menghidupkan lintasan rel-rel yang sebelumnya mati. Untuk wilayah Jatim, yang paling siap untuk operasional kembali adalah lintasan rel untuk rute Sidoarjo – Tulangan, dan Tarik. Bahkan rute ini akan diperpanjang memutar dengan menjadi Sidoarjo – Tulangan – Tarik – Krian – Wonokromo – Surabaya.

Hal itu diungkapkan Isa Anshori, Kepala Bidang Perkeretaapian dan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub & LLAJ) Jatim, Selasa (7/1/2014) usai rapat paparan desain dan hasil kajian jalan, jalur kereta api dan pelabuhan di Hotel Santika Jemursari.

“Ini sesuai dengan rencana dari PT KAI pusat dan kita ikut menyiapkan. Untuk kegiatan pembebasan lintasan sudah dilakukan dan tinggal operasionalnya saja untuk rute tersebut,” jelas Isa. Rute ini direncanakan menggunakan kereta api bersubsidi atau sejenis komuter. Karena jaraknya yang kurang lebih sekitar 60 km.
Begitu juga untuk lintasan rel stasiun Indrokilo, di Gresik yang saat ini sudah dilintasi KA barang tujuan Pasar Turi, juga akan dimaksimalkan untuk dilintasi KA penumpang untuk tujuan sama.

Dikhawatirkan Kedepan Proyek Frontage Road Sidoarjo Bermasalah Dengan Double Track, PU Binamarga Diminta Koordinasi dengan PT KAI

PU Bina Marga diminta agar berkoordinasi dengan PT KAI terkait pembangunan drainase dan trotoar di depan Maspion III, agar Pemkab mengetahui batas lahan yang bisa dipergunakan Frontage Road. Sebab dikhawatirkan PT KAI bakal mengembangkan double track.
Pembangunan Frontage Road selain memecah kemacetan arus lalu lintas di sepanjang Jl Raya Waru, Buduran dan Gedangan akan memudahkan angkutan milik perusahaan (Angkutan besar, seperti Truk) juga bisa mengarah ke Jalan Lingkar Timur. Selama ini saat jam kerja baik pagi dan sore kondisi jalan selalu macet. Baik itu kendaraan roda dua atau roda empat menjadi satu di jalur Sidoarjo-Waru. “Ini salah satu cara untuk memecah kemacetan arus lalu lintas,” terangnya.

ODHA Sidoarjo Teridentifikasi Sebanyak 1.000 Orang

Warga Sidoarjo yang hidup dengan HIV/AIDS (Odha) cukup tinggi. Hingga akhir 2013 jumlah penduduk Sidoarjo yang teridentifikasi sudah mencapai 1.000 orang. Dari jumlah warga yang terdeteksi diperkirakan lebih dari 1.000 karena HIV/AIDS ibaratnya gunung es.

Sesuai data dari Komisi Penangulangan Aids (KPA) Sidoarjo, hingga akhir 2013 jumlah yang tercatat sebanyak 959 orang dan 165 lebih di antaranya meninggal dunia. “Itu data yang masuk ke KPA, belum lagi Odha yang belum terdata,” tutur Ketua KPA Sidoarjo, Hariyadi Purwantoro, Selasa (7/1/2014).

Dalam dua tahun terakhir, Odha di Sidoarjo naik cukup pesat. Pada 2011 lalu, jumlah Odha yang tercatat sebanyak 691 orang. Jika dikalkulasi selama dua tahun ada kenaikan yang cukup siginifikan yakni 250 kasus. “Data yang ada, itu yang melapor dan yang tidak melapor kemungkinannya cukup banyak,” terangnya.

Jumlah Odha yang paling banyak terdata yakni di wilayah Kecamatan Sidoarjo sebanyak 183 kasus dan di Waru sebanyak 118 kasus. Sementara jumlah lainnya menyebar di 16 kecamatan itu. Tingkat Odha tertinggi di Sidoarjo dan Waru karena penduduknya kompleks. Selain banyaknya warga pendatang juga pergaulan bebas mulai narkoba hingga seks bebas. “Yang paling banyak adalah lewat jarum suntik dan seks,” paparnya.

Sesuai data yang ada, jumlah penderita HIV/AIDS yang masuk usia produktif usia 26 – 30 tahun menempati peringkat tertinggi dengan penderita mencapai 252 orang. Usia 31 – 35 terdapat 210 penderita.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo H Machmud Untung mengaku prihatin dengan banyaknya orang tertular HIV/AIDS. Sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita akan mengusulkan anggaran untuk penanggulangan HIV/AIDS. Seperti penyuluhan dan biaya untuk perawatan terhadap penderita. Dalam draf APBD 2014, anggaran untuk KPA Sidoarjo sekitar Rp 50 juta.

“Setelah tahu kondisinya seperti ini, kami akan menambah pada Perubahan APBD 2014 nanti,” paparnya. (tribunnews)

SMKN Prambon Akan Dibangun Tahun Ini

Lambatnya realisasi pengadaan SMKN baru mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Sidoarjo. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Mahmud berharap, Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo segera menuntaskan pengadaan lahan untuk SMKN Prambon. Pasalnya, anggaran pengadaan lahan itu sudah dialokasikan sejak 2011.
“Sudah selayaknya di kawasan barat dibangun SMKN. Sebab, selama ini sekolah kejuruan masih terfokus di kota. Nantinya SMKN Prambon bisa mewadahi siswa dari kawasan barat,” ucap Mahmud kemarin (6/1). Dia menambahkan, sesuai visi dan misi Bupati Saiful Ilah, Sidoarjo akan dijadikan kota vokasi, sehingga jumlah siswa SMK harus lebih banyak daripada SMA. “Kami sangat mendukung program kota vokasi. Namun, kenyataannya sampai sekarang belum juga terbangun SMK negeri baru,” keluhnya. Pembangunan SMKN Prambon sebenarnya lebih mudah, karena tidak ada penolakan dari sekolah-sekolah lain di kawasan itu. Dus, tinggal mencari lahan yang cocok untuk pembangunan sekolah tersebut. “Untuk SMKN Waru sebenarnya bagus, kalau harga lahannya mahal bisa dipindah ke kawasan terdekat,” ujar anggota Komisi D Ahmad Habibul Muis.
Kepala Dispendik Agoes Boedi Tjahjono mengatakan, pengadaan lahan SMKN Prambon bisa direalisasikan tahun ini. Pasalnya, sudah ada lahannya dan izin dari Gubernur Jatim Soekarwo sudah turun. Lahan yang akan dibeli untuk SMKN Prambon merupakan lahan siap pakai. “Tahun 2015 pembangunan SMKN Prambon sudah bisa dimulai. Sedangkan untuk SMKN Waru akan dialihkan ke kawasan terdekat karena harga lahan mahal,” jelasnya. Menurut dia, kawasan Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Sedati menjadi target pembangunan SMKN baru. “Kami harap harganya tidak melambung seperti di Waru,” ucapnya. Tahun 2011, Pemkab Sidoarjo sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 28 miliar untuk pengadaan lahan untuk SMKN Waru dan SMKN Prambon. Sayangnya, sampai saat ini pembebasan lahan untuk SMKN tersebut belum juga kelar.

Bangun Jembatan Gisik Cemandi Sedati Sidoarjo Molor, Kontraktor Diputus Kontrak

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sidoarjo akhir bersikap tegas terhadap kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan proyeknya tepat waktu. Satu kontraktor diblacklist dan satu kontraktor lagi diputus kontrak. Yang diblacklist adalah kontraktor yang mengerjakan trotoar di Jalan Yos Sudarso. Sedangkan kontraktor yang menggarap proyek jembatan Gisik Cemandi, Sedati, diputus kontraknya.

Kepala Dinas PU Bina MargaSigit Setyawan mengatakan, kontraktor yang mengerjakan trotoar di Jalan Yos Sudarso sudah masuk daftar hitam. Sebab, hingga batas akhir evaluasi pada 6 Januari 2014, kontraktor tersebut meninggalkan pekerjaan yang belum tuntas. “Kami denda kontraktor tersebut dan kami blacklist ,” ucapnya kemarin (6/1). Sedangkan kontraktor jembatan di Gisik Cemandi, kata Sigit,pihaknya tidak lagi memperpanjang pengerajaan kontraktor. Kontraktor belum bisa menyelesaikan pengerjaan jembatan kontruksi bawah yang memilik bentang 40 meter dan lebar 8,5 meter tersebut. Kontraktor jembatan Gisik Cemandi hanya dibayar sesuai dengan konstruksi yang sudah dibangun pada jembatan tersebut. PU Bina Marga tidak membayar total nilai anggaran jembatan yang pada 2013 dianggarkan senilai Rp 7,8 miliar.

“Kami hanya banyar sesuai dengan pengerjaan yang sudah rampung sekarang,” terangnya. Berdasar hasil evaluasi, pengerjaan jembatan tersebut memiliki sejumlah hambatan. Pengerjaan yang dimulai pada September 2013 itu terkendala pemindahan tiang PLN, kabe serat optik Telkom, serta koordinasi peminjaman tempat untuk peralatan berat. “Itu yang antara lain menjadi kendala di lapangan. Sebenarnya sudah ada perencanaan, namun kondisinya di lapangan yang lain. Kami memahami itu,” ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini. Bagaimana kondisi jembatan tersebut ke depan? Sigit mengatakan, jembatan itu untuk sementara diberi jembatan bailey. Sama halnya dengan jembatan Sepanjang Lama di Taman. Jembatan darurat itu dipasang agar para pengguna jalan tidak menggunakan jembatan Gisik Cemandi yang tengah dibongkar. Pembangunan akan dilan jutkan menggunakan anggaran 2014 serta sisa uang dari proyek yang tidak dibayarkan ke kontraktor.

Sigit menambahkan, selama 2013, dari 108 paket pengerjaan yang melewati lelang, sebanyak 22 paket terkena denda. Proyek tersebut rampung, tapi tidak sesuai dengan skedul. “Dari 22 paket yang terkena denda tersebut terkumpul sekitar Rp 300 juta. Setiap kontraktor membayar denda yang berbeda. Tetapi mereka tidak terkena blacklist ,” ucapnya.

Selama 2013 itu PU Bina Marga mengerjakan 10 jembatan. Semuanya telah rampung tepat waktu. Hanya jembatan di Gisik Cemandi, Sedati, yang mengalami kendala sehingga belum rampung. (vga/rek)

Page 80 of 392« First...102030...7879808182...90100110...Last »

Arsip Berita

April 2015
M T W T F S S
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Thu, 02 Apr 2015 7:31 am WIT

Partly Cloudy

30°

High: 32° Low: 25°

Partly Cloudy

Feels like: 30 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 74%

Visibility: 9.99 km

Dewpoint: 25 °C

Wind: 11.27 km/h

Sunrise: 5:31 am

Sunset: 5:32 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+