Informasi Sidoarjo

Persida Sidoarjo Utamakan Rekrut Pemain Lokal

Gagal memenuhi target juara Divisi Satu, manajemen Persida langsung berbenah menyongsong musim depan. Bakal berlaga didivisi utama yang pastinya butuh persiapan lebih matang, Persida kini sudah mengincar sejumlah pemain.
Selain pembentukan format manajemen yang baru, Persida bakal merekrut pemain-pemain bagus yang bakal membuat Laskar Jenggolo disegani. Pelatih Persida Hayatul Fauzi mengungkapkan, kebutuhan pemain baru ini diharapkan sudah ada saat Laskar Jenggolo mengikuti Piala Gubernur 2013. ”Dengan skuad yang ada saat ini masih kurang untuk bertanding di Piala Gubernur 2013,” ujarnya. Hal tersebut juga diungkapkan Ketua Umum Persida Biqontorin Musa. Ia menyatakan pihak manajemen akan lebih mengutamakan pemain lokal atau merupakan putra daerah. Alasannya Persida merupakan klub asli Sidoarjo yang harus mengutamakan pemain asli dari Kota Delta. ”Namun tetap tidak menutup kemungkinan kita mencari pemain dari luar daerah. Jika ada, tetap kita persilakan,” tuturnya.
Biqintorin mengaku, saat ini belum memikirkan sistem seleksi yang akan digunakan untuk merekrut pemain baru itu. Pihak manajemen masih fokus membentuk format baru sesuai persyaratan yang dikeluarkan PT Liga Indonesia. Format tersebut terdiri dari beberapa komposisi seperti pengurus lama dan pihak sponsor. ”Juga orang di luar PSSI yang mempunyai kepedulian terhadap sepak bola,” terangnya. Untuk itu, pihaknya segera melakukan rapat pengurus, serta membentuk format manajemen baru ini. Barulah setelah format manajemen terpenuhi, pengurus segera menentukan sistem seleksi. ”Apakah itu nanti sistem terbuka atau tertutup kita tentukan nanti setelah rapat,” imbuhnya seraya mengatakan rapat tersebut rencananya akan dilakukan dalam minggu ini. Jika pengurus memutuskan sistem seleksi tertutup, pemain baru akan diundang mengikuti seleksi. Sebaliknya, jika seleksi diputuskan terbuka maka bisa diikuti siapa saja. (bam/c3/jee)

Anak Jenderal Penabrak Siswa SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo Tak Kunjung Dijebloskan Ke Sel

Meski berkas dilimpahkan ke Kejari hingga dikembalikan ke lagi ke penyidik, Anggara, belum menghuni ruang tahanan Polres Sidoarjo. Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo hingga kemarin, putra Brigjen Pol (purn) Totok Sudharto ini masih menjalani rawat inap di RS Bhayangkara. Dengan demikian Anggara sudah 12 hari dirawat. Anggara masuk rumah sakit 7 November 2013 lalu. Saat itu, lulusan sebuah SMA di Surabaya itu mengeluh sakit karena sulit makan dan tidur. Penyidik Polres Sidoarjo pun membawanya ke rumah sakit dengan dalih butuh perawatan. Hanya dua hari setelah dirawat, tim dokter pemeriksa menyimpulkan Anggara sudah normal dan dibolehkan pulang. Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim dr Roni Subagyo SpKj saat itu menyebut bahwa Anggara boleh melakukan rawat jalan karena kondisinya sudah membaik. Meski dokter pemeriksa sudah menyatakan Anggara sehat, polisi tak kunjung membawa Anggara kembali sel tahanan Polres Sidoarjo.
Tersangka itu dinyatakan masih dalam perawatan meski dokter menyebut sudah tidak perlu rawat inap lagi. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono saat dikonformasi membenarkan bahwa saat ini Anggara masih dalam perawatan dokter rumah sakit. Menurut dia, dari keterangan kepala rumah sakit, Anggara masih memerlukan perawatan. “Yang bersangkutan masih labil,” katanya. (gal/nov/c3/jee)

DPRD: Masa Kontrak Sudah Habis, Seharusnya Pemkab Sidoarjo Ambil Alih Matahari Gajah Mada

Komisi CDPRD Sidoarjo meminta agar Pemkab Sidoarjo segera mengambil alih pertokoan Matahari yang ada di Jl Gajah Mada. Menyusul berakhirnya masa kontrak PT Sarana Dinamika (SD) dengan sistem build operation transfer (BOT) berakhir 28 Oktober 2013 lalu. Seiring habisnya masa kontrak 25 tahun dengan PT SD yang telah berakhir, maka segala bentuk aktivitas di pertokoan sudah tidak bisa lagi dilakukan.

Tetapi faktanya hingga saat ini masih ada beberapa pertokoan yang melakukan aktivitas. Ketua Komisi C Nur Achmad Syaifudin mengatakan, idealnya setelah perjanjian kerja sama berakhir, pihak pengembang pertokoan PT Sarana Dinamika harus meninggalkan area pertokoan. Itu untuk menghormati perjanjian yang sudah dilakukan. ”Namun saat ini masih ada yang berjualan. segera mengambil tindakan,” ucapnya.

Masih beraktivitasnya pertokoan di sana, dikhawatirkan dimanfaatkan pedagang lain untuk kembali ke sana. Dengan tidak adanya tindakan dari Pemkab Sidoarjo, makin banyak nantinya pemilik toko yang tidak mau meninggalkan area tersebut. ”Imbasnya malah digunakan untuk jualan oleh orang lain yang justru bukan pemilik toko,” kata politisi PKB ini. Setelah area pertokoan tersebut dikosongkan, ucapnya, Pemkab Sidoarjo dapat memikirkan tindak lanjut dari penggunaan aset tersebut.

Apakah digunakan untuk menampung sejumlah PKL atau digunakan untuk lahan parkir. Terpisah, Kabag Kerja sama Pemkab Sidoarjo Ari Suryono mengatakan, proses penetapan pertokoan Matahari menjadi aset Pemkab Sidoarjo saat ini Pemkab … sedang dilakukan. Dikarenakan, PT Sarana Dinamika sebagai pihak pengelola tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini. Pemkab Sidoarjo pun juga telah melakukan sosialisasi kepada sejumlah pemilik toko agar meninggalkan lahan tersebut. ”Kita beri sosialisasi dulu pada mereka,” ucapnya. Terkait dengan kegunaan lahan, ucapnya, direncanakan untuk PKL serta lahan parkir bagi pengunjung pasar yang ada di belakang pertokoan. (vga/c3/nug)

Tak Puas Hasil UMK 2014, Apindo Akan Menggugat Ke MA & Ancam Akan Hengkang Dari Jatim

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim akan menggugat Peraturan Peraturan Gubernur Nomor 78 tahun 2013 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2014 ke Mahkamah Agung (MA).

”Saya menilai ini adalah keputusan yang memberatkan bagi pengusaha di Jawa Timur karena itu kami akan melayangkan gugatan,” Wakil Ketua Apindo Jatim Bidang Pengupahan, Johnson Simanjuntak, Rabu (20/11).

Dia mengatakan, pihaknya menunggu draft UMK 2014 tersebut diberlakukan. Setelah itu Apindo akan melayangkan gugatan itu ke Mahkamah Agung (MA). Saat ini pihaknya juga masih menunggu masukan dari sejumlah pengusaha terkait penetapan UMK 2014 tersebut. “Yang jelas kami akan memperkarakan penetapan UMK tersebut karena memang memberatkan pengusaha,” katanya.

Dia mengatakan, keputusan UMK 2014 saat ini memang menjadi pukulan telak bagi pengusaha. Bukan tidak mungkin, beberapa industri akan direlokasi dari Jawa Timur karena pengusaha keberatan untuk membayar upah buruh. Pada tahun 2013 lalu, ada sekitar 25 perusahaan yang pindah lantaran keberatan membayar UMK 2013.

”Kalau itu kita masih inventarisasi belum mengetahui jumlah pastinya berapa. Yang jelas pengusaha sangat keberatan terutama di sektor padat karya,” tambahnya.

Seperti diketahui, dalam penetapan UMK 2014 di Jatim di beberapa daerah mengalami peningkatan cukup signifikan. Salah satunya adalah UMK Surabaya yang mencapai Rp 2,2 juta, sebelumnya Rp 1.740.000. Sedangkan, UMK terendah nilainya Rp 1 juta ditetapkan kepada sejumlah kabupaten/kota seperti Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, kabupaten Blitar dan Magetan.

Dalam penetapan UMK tersebut Gubernur mengubah usulan empat daerah di Jatim yang masuk dalam ring I yakni Gresik dari Rp 2.376.918 menjadi Rp 2.195.000. Sementara Kabupaten Mojokerto yang awalnya Rp 2.426.000 diubah menjadi Rp 2.050.000.Untuk Sidoarjo dari Rp 2.348.000 menjadi Rp 2.190.000 dan yang terakhir Kabupaten Pasuruan dari usulannya Rp 2.311.689 menjadi Rp 2.190.000.

Penetapan UMK Surabaya sebesar Rp 2,2 juta itu karena usulan tersebut dianggap paling rasional. Sebelumnya, memang Surabaya mengusulkan dua UMK yakni Rp 2,2 juta dan terakhir dalam revisi dinaikkan menjadi Rp 2,8 juta. ”Kita memang memutuskan agar diambil Rp 2,2 juta karena paling reaslistis,” kata Gubernur Jatim, Soekarwo.

Dia mengatakan, penetapan UMK Surabaya harus lebih tinggi dari wilayah lainnya. Penetapan UMK tersebut dinilai sudah dikaji secara mendalam oleh akademisi dan merupakan jalan tengah antara tuntutan buruh dan keinginan pengusaha.

”UMK kali ini adalah angka tengah, selain usulan dari bupati/walikota juga kita pertimbangkan masukan dari akademisi yang menghitung langsung nilainya. Dalam menetapkan UMK Surabaya harus lebih tinggi dari wilayah lainnya meskipun hanya satu rupiah,” katanya.

Soekarwo juga mempersilakan kepada pihak yang tidak puas terhadap penetapan UMK 2014 mengajukan gugatan. Akan tetapi, pihaknya mengaku membuka ruang dialog bagi para pengusaha yang tidak puas dengan penetapan UMK tersebut.”Silahkan tempuh jalur hukum. Tapi kita yakin bisa menemukan jalan keluar terhadap keberatan pengusaha,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gugatan Apindo selalu berakhir tidak memuaskan, seperti gugatan yang pernah dilayangkan Apindo Gresik.

Pada 2009 lalu saat UMK Gresik lebih tinggi dari Surabaya. UMK Gresik 2009 Rp 971.624, Surabaya hanya Rp 948.500. Apindo Gresik saat itu memenangkan gugatan di tingkat banding. Proses ini berjalan selama sepuluh bulan, padahal pengusaha sudah menerapkan UMK 2009 tersebut per 1 Januari. Dan salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) tak kunjung turun hingga tahun 2009 berakhir.

Upaya yang sama juga dilakukan Apindo Gresik pada UMK 2011. Saat itu, UMK Gresik juga tertinggi mengalahkan Surabaya. UMK Gresik saat itu Rp 1.133.000, dan Surabaya hanya Rp 1.115.000. Meskipun sidang dimulai dua tahun lalu, hingga sekarang belum ada putusan dari MA. sty
sumber: surabayapost

Marak Lagi Di Alun-Alun Sidoarjo, Awalnya Foto Bersama, Berpelukan, Trus …

Pacaran bebas di Alun-alun muncul lagi. Sempat ditertibkan Satpol PP, kini salah satu ikon publik di Kota Delta ini kembali banyak digunakan untuk memadu kasih pasangan muda-mudi. Bahkan beberapa pasangan tidak segan saling bercumbu. Seperti yang terlihat, Minggu sekitar pukul 13.00. Di siang bolong itu, tampak sepasang kekasih duduk berdua di bawah pohon. Awalnya mereka bercengkerama biasa layaknya orang sedang kasmaran. Mereka juga sempat foto bersama. Selang beberapa menit, mereka tidak segan berpelukan dan berciuman tanpa risih meskipun banyak orang di sekelilingnya. Ridwan, salah satu pedagang asongan di kawasan itu mengatakan kondisi tersebut sudah lumrah. Maksudnya, pacaran gaya bebas tersebut sewaktu-waktu bisa dijumpai. ”Kalau pelukan dan ciuman sudah biasa, bahkan pernah ada yang hendak bertindak asusila,” ujarnya.
Pria paruh baya tersebut juga menjelaskan kondisi makin hot saat malam hari. Ada saja pasangan yang tidak segan melakukan tindakan asusila itu di pojokan atau bahkan di tempat yang agak tersembunyi. ”Kalau malam tambah ramai. Ada yang berbuat tidak senonoh, bahkan meski ketahuan mereka juga tidak sungkan,” imbuhnya. Kepala Seksi (Kasi) Operasional dan Pengawasan Satpol PP Ridho Prasetyo mengatakan pihaknya tidak henti-hentinya melakukan razia, nyatanya tetap saja mereka tidak gentar. Selama ini, Satpol PP selalu melakukan patroli di kawasan. ”Kami patroli pagi, siang, hingga malam. Bahkan petugasnya dibagi beberapa shift agar dapat bergantian jaga,” katanya saat dikonfirmasi.
Menurut Ridho, Satpol PP sudah biasa menjaring pasangan muda mudi yang berbuat mesum. Mereka juga sudah diberikan hukuman dan pembinaan. ”Mereka sering kena razia tapi ya tetap berbuat mesum, ini harus ditindak lanjuti dengan hukuman yang lebih berat,” tambahnya. Selama ini, pasangan yang tertangkap tangan sedang berbuat mesum hanya dilakukan pendataan dan pembinaan. Ke depan, pihaknya akan memberikan hukuman khusus terhadap pasangan mesum tersebut. (gal/c3/jee)

Polres Sidoarjo Tak Sertakan Hasil Visum Korban Tabrak Lari Anak Jenderal di SMA Hang Tuah 2, Kejari Sidoarjo Kembalikan Berkas Tersangka

Kasus tabrak masal yang dilakukan tersangka Anggara Putra Trisula di SMA Hang Tuah 2 Gedangan, memasuki babak baru. Setelah berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditangani Polres Sidoarjo diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) seminggu yang lalu, BAP tersebut dikembalikan ke penyidik Polres Sidoarjo. Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Dedi Setiawan Kejari mengembalikan BAP itu dengan status P19. Menurut dia, berkas yang diserahkan polisi banyak kekurangan sehingga harus direvisi. ”Dikembalikan karena banyak materi yang kurang lengkap baik secara formil dan materiil,” ungkapnya. Saat disinggung terkait kurangnya berkas itu, Dedi enggan berkomentar banyak. Kata dia, kewenangan menjelaskan hal tersebut di Kasi Intelijen. Sebab, Kasi Intelijen lebih mengetahui terkait pengembalian berkas tersebut. Selain itu, mereka juga koordinator dalam penanganan BAP Anggara.
Kasi Intelijen Syaifullah dikonfirmasi menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan berkas Anggara selama seminggu. Intinya, berkas dikembalikan karena ada kekurangan di beberapa bagian. Di antaranya, kekurangan alat bukti maupun keterangan saksi. ”Juga ada beberapa penerapan pasal yang perlu dikaji lagi oleh penyidik,” ungkapnya. Namun, dari informasi yang didapat, ada sejumlah kekurangan yang cukup menyolok terjadi dari hasil pemeriksaan polisi yang membuat berkas itu harus dikembalikan lagi. Salah satunya tidak adanya hasil visum dari seluruh korban. Dari total tiga korban luka yang dimasukkan dalam BAP, hanya dua hasil visumnya yang dilampirkan. Sedangkan hasil visum yang belum diikutsertakan adalah milik Alif Kurnia Safitri, korban tabrak masal yang mengalami luka cukup parah. Selain itu pihak kepolisian juga tidak mengikutsertakan sket kejadaian dalam BAP tersebut.

Dulu Berstatus Tipe B Non-Pendidikan, Kini RSUD Sidoarjo Naik Pangkat Jadi Tipe B Pendidikan

RSUD Sidoarjo naik pangkat. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini sekarang menyandang tipe B Pendidikan. Sebelumnya, selama beberapa tahun terakhir, RSUD memiliki tipe B non-pendidikan.

Kemarin (19/11), secara simbolis sertifikat penetapan dari Menteri Kesehatan (Menkes) atas tipe baru ini diterima kepada Bupati Saiful Ilah dari Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Republik Indonesia Wita Nursanti Nasution.

Tipe B Pendidikan ini sebenarnya sudah sejak Juli lalu, namun resminya penyerahan sertifikat penetapan baru diberikan kemarin. Penyerahan ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-49 di Pendapa Delta Wibawa.

”Sebelum mendapatkan tipe B pendidikan ini, kita sudah mempersiapkandiri selama dua tahun,” ungkap Wakil Direktur Pelayanan RSUD Atok Irawan.

Dengan tipe baru ini, kata Atok, RSUD Sidoarjo dinilai telah memenuhi standar rumah sakit pendidikan berdasarkan Keputusan Menkes nomor 1069/ menkes/SK/XL/2008 tentang pedoman, klasifikasi, dan standar rumah sakit pendidikan.

Sebelumnya, pihak RSUD yang mendaftarkan akreditasi rumah sakit yang dibarengi dengan meningkatkan sumber daya manusia, memperbaiki alur kinerja, serta menambah sarana dan prasarana.

”Dengan tipe baru ini, ke depan pelayanan medis dan manajemen harus semakin optimal. Pendidikan dan penelitian juga harus yakin dikembangakan,” tambahnya. Atok Irawan menerangkan keinginan manajemen agar RSUD bisa menjadi tipe A.

Namun, butuh penambahan fasilitas untuk mencapai tipe tersebut.

Untuk menuju tipe A itu, pihak RSUD terganjal dengan dokter spesialis yang masih kurang, serta radioterapi, beberapa dokter bedah jatung, bedah anak, jumlah tempat tidur dan sarana prasarana.

Sementara itu, setelah sertifikat diserahterimakan, dilanjutkan penandatanganan prasasti RSUD Sidoarjo menjadi RSUD Tipe B pendidikan oleh Saiful Ilah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Ika Harnasti.

Setelah itu juga dilakukan potong tumpeng. Di sisi lain, dalam peringatan HKN ini mengangkat tema Indonesia Cinta Sehat. Retnowati, ketua panitia menyatakan hal tersebut dimaksudkan untuk menggerakan segenap komponen bangsa guna mencapai hidup sehat.

”Mulai tahun 2014 nantinya akan diberlakukannya jaminan kesehatan nasional, yang tujuannya menuju masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri dan berkeadilan,” kata dia.

Ia mengatakan, peringatan HKN ini juga merupakan puncak rangkaian kegiatan lain.

Sebelumnya ada kegiatan donor darah, pemberian sertifikat dan penghargaan untuk beberapa kategori, salah satunya dokter terbaik, dokter atau bidan teladan, puskesmas terbaik dan lain-lain.

Selain itu, ada 18 lomba, di antaranya lomba evaluasi kinerja desa upaya perbaikan gizi keluarga (UPGK) berprestasi tingkat Kabupaten sidoarjo, serta lomba balita sejahtera indonesia (LBSI) dengan kategori usia 6-24 bulan dan 25-60 bulan, lalu lomba ibu ASI. (rie/c3/jee)

Siang Tadi Korban Lumpur Lapindo Sidoarjo Berdemo Di Depan Istana Negara Jakarta, SBY Dan Menteri PU Dituding Pembohong

Lima orang warga korban lumpur Lapindo dari desa Besuki, kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali menggelar aksi di depan Istana Negara, Selasa (19/11/2013).

Dalam aksinya mereka menuntut Presiden SBY segera menginstruksikan kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi kepada lima warga di luar area terdampak semburan lumpur panas Sidoarjo.

“Pembayaran ganti rugi itu harus sesuai Perpres No. 48 tahun 2008, Keputusan PN Sidoarjo No 125-129/PDT.P/2010/PN.Sidoarjo dan Keputusan PN Jakarta Pusat dengan Nomor 246-250/PDP.G/2012/P.N.JKT.PST,” kata Thoyib, koordinator Forum Korban Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (FK-BPLS).

Menurut Thoyib, pada mulanya warga korban lumpur diperas oleh oknum pejabat BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) dan Pemda Sidoarjo. Akhirnya, pada tahun 2009, warga yang menolak memberi sejumlah uang kepada pejabat BPLS, Pemda, BPN diancam bahwa status tanahnya ditetapkan sebagai tanah sawah/basah.

Ancaman itu benar-benar-benar terjadi. Ada 5 warga yang mempunyai 7 bidang tanah di desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, yang tanahnya ditetapkan sebagai tanah basah.

Padahal, menurut Thoyib, objek tanah yang dimiliki oleh kelima warga tersebut adalah tanah darat/kering. Hal itu juga sesuai dengan peta BPLS, yaitu peta di luar area terdampak, yang merupakan tanah darat. Selain itu, warga juga mengantongi bukti lain sepertid PBB dan sertifikat kepemilikan tanah.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden No.48 Tahun 2008 dan SK Kepala BPLS No.43/KPTS/BPLS/2008 tentang besaran bantuan sosial kemasyarakatan dengan harga tanah dan bangunan disebutkan bahwa tanah darat 1.000.000/m2, tanah basah 120.000/m2 dan bangunan 1.500.000/m2.

Atas dasar itulah warga kemudian menempuh jalur hukum. Pada tahun 2011, Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo menetapkan status tanah tersebut sebagai tanah kering melalui putusan Nomor 125-129/PDT.P/2010/PN.Sidoarjo. Namun, pihak BPLS mengabaikan putusan pengadilan tersebut.

Tetapi perjuangan warga tidak berhenti. Mereka lalu menggugat Presiden dan Menteri PU sebagai Dewan Pengarah BPLS, juga BPLS sebagai pelaksana lapangan, ke pengadilan negeri Jakarta Pusat. Akhirnya, PN Jakpus mengeluarkan putusan Nomor 246-250/PDP.G/2012/P.N.JKT.PST bahwa Menteri Pekerjaan Umum dan BPLS telah melanggar hukum dengan tidak membayar kewajiban penyelesaian pemenuhan hak korban lumpur melalui skema jual-beli tanah darat sesuai SK Kepala BPLS No.43/KPTS/BPLS/2008.

Tak hanya itu, pada tanggal 31 Mei 2013, KPA bersama dengan FK-BPLS sempat menggelar aksi di depan kantor Kementerian PU. Saat itu Menteri PU Djoko Kirmanto berjanji menyelesaikan kasus tersebut.

“Djoko Kirmanto berjanji akan menginstruksikan BPLS untuk segera membayar ganti rugi sesuai ketentuan. Tak hanya itu, ia berjanji tidak akan naik banding atas putusan PN Jakarta Pusat yang memenangkan gugatan korban lumpur,” ujar Thoyib.

Dalam perkembangannya, Menteri PU mengingkari janjinya. Selain tidak menyelesaian pembayaran ganti rugi sesuai ketentuan, Menteri PU juga melakukan langkah banding terhadap keputusan PN Jakpus.

“Ini menunjukan tidak adanya itikad baik pemerintah dalam hal ini Menteri Pekerjaan Umum dan BPLS menyelesaikan kewajibannya memenuhi hak-hak korban lumpur sidoarjo. Jangan sampai BPLS mempraktekan bisnis kemanusiaan di atas penderitaan korban lumpur Sidoarjo dengan melakukan korupsi,” tegas Thoyib.
sumber: berdikari

Sempat Berhenti Seminggu Hacker Indonesia Siap Serang Australia Lagi

Setelah hampir seminggu istirahat dan tidak melakukan penyerangan terhadap situs-situs pemerintahan Australia, hacker muda Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Security Down berencana menyerang negara Kanguru kembali besok malam mulai pukul 19:00 WIB.

Hal tersebut diketahui dari laman grup di Facebook dan laman event #StopSpyingOnIndonesia di Facebook yang bisa dibuka siapa saja.

Menurut pimpinan serangan hacker Indonesia, Om-Jin, serangan akan diluncurkan ke situs-situs pemerintah Australia sebagai bentuk protes komunitas hacker Indonesia terhadap aksi penyadapan Australia.

“Demi harga diri NKRI !!! persetan dengan mereka yang merasa hebat yang selalu mengkritik kita .!! saat ini kita bukan mencari popularitas .. kami merangkul kalian untuk sama-sama ikut berjuang .. !!,” tegasnya dalam laman Grup Indonesia Security Down di Facebook.

Om-Jin berpesan agar para hacker muda tidak melakukan random deface, karena sekitar 47 persen programmer dan webmaster di Australia berasal dari Indonesia sendiri.

Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri menyadari bahwa aksi penyadapan yang dilakukan Australia telah menyentuh rasa nasionalisme karena merasa kedaulatan diinjak-injak.

“Namun, hendaknya para hacker menahan diri agar tidak memperkeruh suasana, karena bagaimana pun aksi peretasan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S. Dewa Broto.

Pada serangan sebelumnya, barisan hacker Indonesia sukses melumpuhkan situs intelijen Australia, yaitu http://asis.gov.au dan http://asio.gov.au.
sumber: merdeka

Polisi Sidoarjo Tangkap Pelaku Pencurian ATM Yang Biasa Beroperasi Di Kawasan Sedati

Petugas Kepolisian Sektor Sedati, Kabupaten Sidoarjo berhasil menangkap seorang pelaku pencurian kartu anjungan tunai mandiri (ATM) berinisial SP di kawasan setempat.

Kepala Kepolisian Sektor Sedati Inspektur Satu Yuyus Andriastanto, saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Selasa mengatakan pelaku ditangkap setelah berhasil menguras isi tabungan milik korbannya bernisial SW warga Griya Kartika, Sidoarjo.

“Awalnya, korban mengaku telah kehilangan dompet yang berisi kartu ATM beserta dengan nomor rahasia atau pin dari kartu ATM tersebut,” ungkapnya.

Ia mengemukakan, atas laporan kehilangan tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan bank yang bersangkutan untuk memeriksa transaksi perbankan.

“Selain itu, petugas juga memeriksa rekaman kamera tersembunyi yang ada di dalam bilik ATM sebuah bank di kawasan Sedati, Sidoarjo,” ucapnya.

Baru kemudian dari rekaman tersebut, kata dia, petugas berhasil mengenali pelaku pencurian yang tak lain adalah SP, “sales” minuman langganan korban.

“Atas bukti tersebut, petugas kemudian melakukan pengejaran pelaku dengan mendatangi rumah kos pelaku yang ada di kawasan setempat,” tuturnya.

Setalah ditangkap, lanjut dia, pelaku tidak bisa mengelak dan mengakui seluruh perbuatannya atas aksi pencurian yang sudah dilakukan tersebut.

“Pelaku mengaku nekad melakukan pencurian tersebut karena terbelit kebutuhan ekonomi, dan berhasil menguras uang tabungan korban sampai dengan Rp9 juta,” katanya.

Ia mengatakan, pada saat penangkapan di rumah kos pelaku, petugas berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp1,3 juta, kartu ATM dan juga struk ATM sebagai barang bukti.

“Petugas juga berhasil menyita sebuah alat hisap sabu-sabu yang menurut tersangka milik suaminya. Dan kini, petugas sedang memburu suami pelaku untuk kasus narkoba,” ujarnya.

Atas kasus ini, petugas menjerat pelaku dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Kami juga meminta kepada warga masyarakat kalau mengetahui ada tindakan pencurian di wilayahnya untuk segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat,” katanya. (*)
sumber: antara

Page 80 of 368« First...102030...7879808182...90100110...Last »

Arsip Berita

September 2014
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

Arekpulsa.com

Twitter @infosda

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Wed, 03 Sep 2014 12:59 pm WIT

Partly Cloudy

30°

High: 34° Low: 23°

Partly Cloudy

Feels like: 30 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 55%

Visibility: 9.99 km

Dewpoint: 23 °C

Wind: 14.48 km/h

Sunrise: 5:29 am

Sunset: 5:26 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+