Informasi Sidoarjo

Sehari, Tiga Penyabu Sidoarjo Ditangkap Polisi

Satnarkoba Polres Sidoarjo menangkap tiga orang yang diduga mengonsumsi sabu-sabu di tempat berbeda, Sabtu (14/12). Mereka adalah Eko Wahyudi,32, warga dusun Balong Biru, Desa Sadang, Kecamatan Taman, Sidoarjo; Sai’in,45, warga Dusun Masangan Kulon, Sukodono; Agung,23,warga Desa Sambibulu, Kecamatan Taman. Beberapa hari sebelum, Satnarkoba Polres Sidoarjo juga mengamankan Sodikun warga Keragan, Kecamatan Gedangan. Lantaran, lelaki 33 tahun itu positif mengonsumsi sabu.
Penangkapan ketiga tersangka penyabu itu bermula dari anggota polisi mendapatkan informasi dari masyarakat. Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya polisi menemukan identitas ketiga tersangka. Penangkapan mereka dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Kasatnarkoba Polres Sidoarjo AKP Chotib Widyanto membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebut penangkapan ketiga tersangka itu adalah hasil pengembangan dari salah satu tersangka yang sudah tertangkap lebih dulu. “Awalnya kami (satnarkoba, Red) hanya menangkap satu, tapi dari satu itulah bisa mengembang hingga dapat menangkap dua orang lainnya,” ucapnnya saat dikonfirmasi, kemarin (16/12). Chotib menjelaskan, pertama kali yang ditangkap Eko Wahyudi (32) warga Dusun Balong Biru, Desa Sadang, Kecamatan Taman, Sidoarjo pada Sabtu (14/12) sekitar pukul 16.30. Eko ditangkap di depan Puspa Agro Jemundo. Dari Eko yang bekerja sebagai pembuat paving ini, polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 0,30 gram. Narkoba berbentuk kristal putih itu disimpan dalam plastik klip di saku celana. “Saat ditanya mendapatkan sabu-sabu dari mana, tersangka (Eko, Red) mengaku mendapatkannya dari temannya yang bernama Sai’in,” jelas Chotib. Berbekal pengakuan itu, satnarkoba melakukan pengejaran terhadap Sai’in (45) warga Dusun Masangan Kulon, Sukodono. Sai’in yang memasok sabu-sabu kepada tersangka Eko ditangkap dua jam kemudian. Dari tangan Sai’in, polisi tidak menemukan barang bukti sabu-sabu. Polisi hanya menemukan uang tunai Rp 380 ribu yang merupakan hasil penjualan sabu pada Eko. Setelah tertangkap, keduanya digiring ke Satnarkoba Polres Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan. Dihadapan penyidik, Sai’in yang tidak memiliki pekerjaan ini mengaku dirinya mendapatkan barang haram itu dari pemuda asal Taman. “Dari Sai’in, kasus ini semakin mengembang karena lebih mengarah kepada satu nama yakni Agung yang menjadi pemasok sabu ke Sai’in,” tutur Chotib. Setelah mendapatkan informasi identitas penyuplai Sabu ke Sai’in, Satnarkoba memancing Agung dengan memafaatkan Sai’in.
Diskenario Sai’in berpura-pura membutuhkan suplai sabu-sabu. Alasannya, Sai’in minta tambahan sabu-sabu untuk dikonsumsinya. Akhirnya, Agung masuk perangkap dan berjanji segera mengantarkan sabu-sabu permintaan Sai’in. Kedua sepakat untuk bertemu di depan Masjid Masangan Kulon. “Setelah keduanya setuju, saat Agung mengantarkan sabu-sabu langsung kita tangkap di pinggir jalan,” papar Chotib. Dari penangkapan itu, polisi mendapatkan barang bukti sabu 0,83 gram dari tangan Agung. Saat diperiksa penyidik, Agung mengaku mendapatkan sabu dari salah satu temannya dari Mojokerto. Ia menyebutkan selama ini dirinya hanya mengantarkan sabu ke para konsumen. Sedangkan order para konsumen itu langsung memesan ke temannya di Mojokerto. “Ini hanya mengantarkan pesanan saja,” aku Agung yang kesehariannya bekerja sebagai sopir truk. Menurut Chotib ketiganya adalah pemakai sabusabu yang akan dijerat dengan Pasal 112 ayat(2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (gal/no)

Bawa Kabur Ninja 250 CC di Wonoayu Sidoarjo, Pemuda Perantauan Dibekuk Polisi

Alih-alih ingin punya sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC, Yoga Pratama yang kos di Perumahan Bumi Candi Asri, Kecamatan Candi, Sidoarjo ini menempuh jalan pintas. Dia membawa kabur sepeda motor Ninja bernopol W 3876 ZW milik temannya, Fahmi Sabilillah Huda,15. Modusnya, dengan berpura-pura meminjam motor untuk mencoba knalpot.
Tak terima sepeda motornya dibawa kabur, Fahmi warga Desa Wonoayu RT 01 RW 05, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo ini melaporkan ke Polsek Sidoarjo. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lelaki 22 tahun asal Dusun Tratai Lumbuk, Kecamatan Banjar Baru, Banjarmasin ini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Sidoarjo, Minggu (15/12). Penipuan itu terjadi pada Kamis (5/12) lalu saat korban berjanji untuk bertemu dengan pelaku di perumahan Kahuripan Nirwana.
Pada kesempatan itu, Yoga mengajak korban berbincang soal kelengkapan dan aksesoris sepeda motor. Melihat korban datang dengan menggunakan sepeda motor Ninja 250 CC berwarna putih, Yoga tergiur untuk memilikinya. Modusnya, pelaku meminjam motor milik korban dengan berdalih ingin mencoba suara knalpot motor tersebut.
Karena sudah kenal dekat dengan pelaku, korban pun memperbolehkan Yoga Pratama untuk mencoba motornya itu. Tak disangka, ternyata sepeda motornya langsung dibawa kabur oleh Yoga. Kecurigaan korban timbul, setelah Yoga yang membawa motornya tak kunjung kembali. Saat itu pelaku meninggalkan sepeda motor Honda Blade miliknya. Akhirnya, korban melaporkan pelaku ke Mapolsek Sidoarjo dengan tuduhan penipuan dengan kerugian Rp 56 juta. Pelaku berhasil ditangkap, Minggu (15/12) sore saat berada di rumah kosnya. Kapolsek Sidoarjo Kompol Kurniawan menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah menipu dengan dalih meminjam motor.
Karena itu, pelaku dijerat tindak pidana penipuan yang sesuai dengan pasal 378. Ancamanan hukuman 5 tahun penjara. “Setelah dapat laporan, anggota mencari informasi keberadaan pelaku ini, baru kemarin pelaku bisa kita tangkap beserta barang buktinya ” kata Kompol Kurniawan, Senin (16/12) siang. (gal/no)

10 makanan yang bisa bersihkan darah secara alami

Darah adalah salah satu elemen penting dalam sistem tubuh. Darah berfungsi untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen pada organ-organ penting. Kebanyakan organ penting bergantung pada darah agar bisa berfungsi dengan baik, sehingga keperluan darah sangat penting bagi tubuh kita.

Meski begitu, darah juga bisa dimasuki oleh racun berbahaya. Darah bisa teracuni oleh racun dari polusi, aditif makanan, rokok, dan lainnya. Namun darah bisa dimurnikan dengan makanan secara alami. Berikut adalah beberapa makanan yang bisa membersihkan darah dalam tubuh, seperti dilansir oleh Boldsky.

1. Apel
Apel kaya akan pectin, sejenis serat yang mengikat kolesterol dan metal berat dalam tubuh. Dengan begitu, apel akan membantu menghilangkan racun yang berkumpul dalam darah dan tubuh serta membersihkan sistem pencernaan.

2. Alpukat
Alpukat adalah makanan pembersih yang kaya nutrisi dan rendah kolesterol. Alpukat akan membesarkan pembuluh darah sementara menghilangkan racun yang bisa menyumbat arteri. Alpukat mengandung nutrisi yang disebut dengan glutathione. Zat ini bisa menghilangkan setidaknya 30 zat karsinogen yang berbahaya. Dengan begitu, alpukat secara tak langsung juga membantu memurnikan dan menghilangkan racun dari lever.

3. Bit
Bit bisa dikonsumsi sebagai makanan atau cemilan. Bit juga dikenal sebagai makanan yang bisa memurnikan darah. Tak hanya itu, bit juga diketahui bisa membersihkan lever dari zat-zat beracun.

4. Blueberry
Blueberry adalah salah satu makanan yang memiliki kekuatan penyembuhan. Blueberry juga mengandung aspirin yang membantu mengurangi kerusakan pada jaringan. Blueberry bisa menghilangkan zat beracun serta bakteri dalam darah serta saluran kemih. Tak hanya itu, blueberry juga baik untuk mencegah infeksi.

5. Kubis
Kubis mengandung zat anti-kanker dan antioksidan yang bisa membantu lever memecah hormon berlebihan. Kubis juga baik untuk membersihkan darah dan sistem pencernaan, serta menetralkan beberapa zat berbahaya yang bisa ditemukan dalam rokok atau asap rokok.

6. Cranberry
Tak hanya membersihkan darah dari zat beracun, cranberry juga ampuh membersihkan tubuh dari bakteri dan virus berbahaya. Manfaat lain cranberry adalah bisa membersihkan saluran kemih dan mencegah terjadinya infeksi. Hal ini karena cranberry mengandung antibiotik dan zat antivirus.

7. Bawang putih
Makan bawang putih bisa membersihkan bakteri, virus, dan zat beracun dari tubuh, terutama pada usus dan darah. Bawang putih mengandung zat anti-kanker dan zat antioksidan yang bisa membantu menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh.

8. Grapefruit
Buah grapefruit mengandung serat yang bisa mengikat kolesterol dan membersihkan darah. serat pectin yang ada di dalamnya juga mengikat zat metal berat dan membantu tubuh mengeluarkan zat-zat berbahaya tersebut.

9. Kunyit
Rempah-rempah yang satu ini memang sudah diketahui banyak memiliki kegunaan. Kunyit sudah digunakan sejak zaman kuno untuk pengobatan. Salah satu kegunaan kunyit adalah membersihkan darah dari zat-zat beracun dan berbahaya. Kunyit juga secara alami memiliki zat anti-racun yang bisa membersihkan aliran darah.

10. Teh
Teh juga diketahui bisa membersihkan darah dan mengeluarkan zat-zat beracun dari dalam tubuh. Beberapa jenis teh yang diketahui bisa membersihkan darah adalah teh jahe, teh dandelion, dan teh peppermint. Teh hijau juga bisa digunakan untuk membantu memurnikan darah.

Itulah beberapa makanan yang diketahui bisa digunakan untuk membersihkan zat-zat beracun, virus, serta bakteri dalam darah. Jangan terburu-buru minum obat untuk membersihkan darah, konsumsi dulu beberapa makanan di atas untuk membersihkan darah secara alami.

Pemkab Sidoarjo Serius Garap Minapolitan di Kecamatan Candi, Sedati, Sidoarjo, Waru, Buduran & Jabon

Kawasan minapolitan terus dikembangkan oleh Pemkab Sidoarjo. Ada enam kecamatan yang telah ditetapkan untuk proyek minapolitan. Yakni, Kecamatan Candi, Sedati, Sidoarjo, Waru, Buduran, dan Jabon. Kawasan tersebut ditunjang dengan komoditas unggulan bandeng dan udang. Dengan luas tambak mencapai 15.539 hektare atau 21,9 persen dari luas total wilayah Sidoarjo. Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Ir Rosida Winayu MM mengatakan, kawasan tersebut sangat cocok untuk minapolitan.

kolam udang

Salah satu tambak yang produktif di Sidoarjo

Adanya sentra produksi, pengolahan atau pemasaran yang berbasis perikanan menjadi salah satu poin utama. “Sidoarjo jika dilihat melalui poin persyaratan dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan sudah memenuhi syarat sebagai kawasan minapolitan,” ucapnya kemarin. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, memiliki komoditas unggulan di bidang perikanan dengan nilai ekonomis tinggi, letak kawasan yang strategis, dan secara alami memenuhi persyaratan untuk pengembangan produk unggulan perikanan. Kemudian, terdapat unit produksi, pengolahan atau pemasaran, dan jaringan usaha yang aktif berproduksi.

“Terkonsentrasi di suatu lokasi dan mempunyai mata rantai produksi, pengolahan atau pemasaran yang salinterkait,” ungkapnya. Menurut dia, Sidoarjo memiliki posisi strategis. Secara geografis berada di pantai utara yang memiliki keterkaitan erat dengan perikanan laut dan budidaya. Dilewati jalur transportasi darat nasional yang menghubungkan Jawa–Bali dan merupakan hinterland dari Kota Surabaya. “Karena itu, kita harus manfaatkan dengan baik,” jelasnya. Kasubid Sumber Daya Alam Bappeda M Rofik menambahkan, peluang untuk pengembangan kawasan minapolitan ditujukan untuk meraih pasar yang lebih baik. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis perikanan. (vga/rek)

Pemkab Sidoarjo Berupaya Melibatkan Organisasi Kepemudaan Dalam Pembangunan Daerah

Peran pemuda dalam menentukan arah pembangunan daerah sangat dibutuhkan. Data statistik Kabupaten Sidoarjo di tahun 2012 mencatat bahwa kelompok umur pemuda hampir sepertiga jumlah penduduk Sidoarjo. Hal tersebut menjadi potensi yang strategis untuk mengajak pemuda berperan dalam pembangunan daerah. Melalui kegiatan yang bertajuk “Workshop Pengembangan Kemitraan Pemuda Dengan Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan di Kabupaten Sidoarjo”, Pemkab Sidoarjo mencoba menggandeng para pemuda tersebut. Para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan di Sidoarjo tersebut diajak tukar pendapat dan pikiran dalam rangka membangun Kabupaten Sidoarjo, kemarin, Minggu (15/12) di Hotel Tretes Raya Pasuruan. Narasumber dari akademisi dan tokoh pemuda serta pejabat Sidoarjo dihadirkan dalam kegiatan yang di buka oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM. Dalam sambutannya, wakil bupati Sidoarjo mengatakan bahwa banyaknya jumlah pemuda di Sidoarjo merupakan potensi yang harus dikelola dengan baik. Ia mengatakan bahwa pemuda adalah elemen penting dalam struktur sosial di masyarakat. Tidak hanya secara kuantitas, secara kualitas juga sangat penting. Dan hal tersebut dapat diukur berdasarkan kontribusi serta peran serta terhadap pembangunan dan kehidupan bermkasyarakat, berbangsa dan bernegara. Secara kuantitas jumlah pemuda di Kabupaten Sidoarjo sampai H. MG Hadi Sutjipto sangat potensial untuk di rangkul dalam pembangunan daerah. “Inilah yang kita dorong, yang menjadi prioritas bagi pemerintah daerah yakni bagamana meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan daerah,”sampainya. Untuk itu dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto berharap agar kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sehingga dapat memberikan kemanfaatan positif bagi semua. Ia berharap melalui workshop tersebut, pemerintah daerah dengan masyarakat dapat sinergi dengan saling berbagi pengalaman, tukar pendapat serta saling mendukung demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu Kabag Kerjasama Setda Sidoarjo Ari Suryono mengatakan bahwa workshop tersebut di maksudkan sebagai forum curah pendapat antar unsur terkait. Baik unsur pemerintah maupun unsur kepemudaan. Hal tersebut dilakukan untuk membangun persepsi bersama dalam rangka membangun kemitraan untuk mengakselersi program-program pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. Ari Suryono mengatakan kegiatan workshop akan diselenggarakan dalam dua format acara. Yakni bentuk panelis dan forum FGD (Focus Group Discussion). Format panelis ujarnya akan dilakukan dengan menghadirkan dua nara sumber yang kompeten dibidangnya. Sedangkan kegiatan forum FGD atau kegiatan diskusi kelompok terarah diselenggarakan untuk menyusun rekomendasi kebijakan terkait pengembangan kemitraan antara pemuda dengan pemerintah daerah. (humas/git)

(mediacentersda)

Korban Lumpur Lapindo Sidoarjo Berharap Bisa Menangkan Gugatan UU APBN Tentang Ganti Rugi di Mahkamah Konstitusi

Ratusan korban lumpur kembali berkumpul di titik 42 Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, kemarin (15/12) pagi. Warga yang tergabung dari Desa Siring, Jatirejo, Glagaharum, Renokenongo, dan Kedungbendo ini mendengarkan saksi ahli yang telah mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta untuk memperjuangkan ganti rugi tanah dan bangunan mereka.
Saksi ahli itu, Sungkono, yang juga anggota Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo. Dia mengatakan, hingga kemarin MK belum mengeluarkan putusan atas gugatan terhadap Undang-Undang APBN 2013. Pasalnya, sidang baru dalam tahap mendengarkan keterangan para saksi.
“Ya, belum ada keputusan sampai sekarang. Cuma sidang sudah berjalan,” ucapnya. Sungkono menyebutkan, sidang sudah berlangsung enam kali. Keterangan yang ada cenderung menguntungkan pemohon alias korban lumpur di wilayah peta area terdampak. Warga korban lumpur pun optimistis bakal dimenangkan. Besok, pemohon akan mengajukan kesimpulannya. “Minta doa restunya agar semuanya berjalan dengan lancar dan Desember ini ada keputusan,” ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Mursid Mudiantoro, menegaskan, bencana akibat pengeboran minyak di Porong bukan hanya tanggung jawab Lapindo. Pemerintah pun seharusnya ikut bertanggung jawab. “Kalau pengeboran itu berhasil, negara akan diuntungkan sangat besar. Jadi, negara sebenarnya harus ikut bertanggung jawab,” kata Mursid. Selama ini, menurut dia, ganti rugi yang dibebankan pada Lapindo terhadap warga di wilayah PAT belum juga dilunasi. Sejauh ini, Lapindo baru membayar ganti rugi sebesar Rp 3 triliun. Padahal, Rp 4,5 triliun masih harus dibayarkan oleh perusahaan milik Aburizal Bakrie ini.
Ketimbang menunggu ketidakjelasan Lapindo, kata Mursid, sisa utang lebih baik dibayar pemerintah melalui APBN. Sebab, selama ini korban yang ada diluar wilayah PAT diganti dengan dana APBN dan sudah lunas. “Untuk itu, kami menggugat UU APBN agar wilayah dalam PAT ikut ditanggung APBN. Lagi pula, kalau pemerintah membayar itu, maka tanah warga bisa menjadi milik negara,” imbuhnya. (gal/rek)

Pemkab Sidoarjo Kebut Pembangunan Jembatan Sepanjang, Gisik Cemandi, Kedungcangkring Jabon, Pagerwojo & Bakung Pringgondani Balongbendo

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus mengebut pembangunan sejumlah jembatan di wilayah setempat mengingat konstruksi bangunan lama sudah mulai rusak dan pertimbangan batas tahun anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Senin, mengatakan, pembangunan jembatan itu memang terus dikebut maksimal sebelum pergantian tahun ini.

“Beberapa jembatan yang dibangun tersebut di antaranya adalah jembatan Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo, Jembatan Gisik Cemandi, Sedati, Jembatan Kedungcangkring, Jabon, Jembatan Pagerwojo Sidoarjo dan juga Jembatan Bakung Pringgondani Balongbendo,” katanya.

Sigit mengemukakan, jembatan-jembatan yang dibangun itu secara konstruksi memang sudah rusak, sehingga diperlukan pembangunan ulang.

“Seperti halnya jembatan penguhubung antara Sidoarjo-Surabaya di Wonocolo Sepanjang, dilakukan pembangunan ulang mengingat keberadaannya sudah tidak mampu lagi menampung beban berat saat dilewati kendaraan,” katanya.

Kondisi serupa, kata Sigit, juga terjadi di Jembatan Bakung Pringgondandi yang konstruksinya sudah bengkok, sehingga kalau dipaksakan untuk dilewati kendaraan dikhawatirkan akan roboh.

“Oleh karena itu, pembangunan jembatan itu harus dilakukan karena berhubungan dengan roda perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, minimal pembangunan jembatan tersebut bisa diselesaikan pondasinya terlebih dahulu guna menyerap anggaran tahun 2013.

“Sedangkan untuk pembangunan bagian atas jembatan akan dilakukan pada tahun anggaran 2014,” kata Sigit.

Menurutnya, selain membangun sejumlah jembatan, pihaknya juga melakukan perbaikan dan peningkatan jalan yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

“Perbaikan dan peningkatan jalan di Kabupaten Sidoarjo ini diutamakan untuk kawasan-kawasan yang selama ini masih sering terendam banjir saat musim hujan,” katanya. (*) (antara)

Evaluasi Operasi Zebra Semeru 2013 Sidoarjo: Tilang 6105, Teguran 3652, Pelanggar Lalin Terbanyak Usia 30-40 Tahun & Pelajar

Dua pekan mulai tanggal 28 November 2013 hingga 11 Desember 2013 dalam giat Operasi Zebra Semeru 2013, Satlantas Polres Sidoarjo telah menilang 6.105 pengendara dan melakukan teguran Simpatik sebanyak 3652 pengendara. Dari data yang diberikan Satlantas Polres Sidoarjo, dari banyaknya pelanggaran yang terjadi itu, di dominasi oleh pelanggaran kepemilikan Surat ijin mengemudi (SIM) dan dilanjutkan dengan surat-surat dan kelengkapan kendaraan. Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Tommy mengatakan, pihaknya akan menjadikan hasil operasi zebra ini sebagai bahan evaluasi di Satlantas. “Hasilnya akan kita evaluasi, entah itu tentang kepemilikan sim atau tentang ketertiban dan kelengkapan kendaraan bermotor” katanya. Tommy juga menjelaskan, dari ribuan pelanggaran selama Operasi Zebra itu, rata-rata juga para pelanggar berusia diatas 30 tahun.“Rata-rata usianya 30-40 tahun yang banyak melakukan pelanggaran, urutan keduanya di kalangan pelajar ” jelasnya. Kemudian dia berharap, agar masyarakat Sidoarjo selalu tertib berlalu lintas.

“Kalau masyarakat sidoarjo tertib berlalu lintas dan menaati peraturan berlalu lintas, maka akan menekan angka kecelakaan berlalu lintas ” harapnya. Meskipun operasi zebra sudah selesai bukan berarti Satlantas Polres Sidoarjo tidak melakukan penindakan pre emptif atau preventif.

Lantaran Tak Ada Lapangan, PSM Batal Latihan di Sidoarjo

Seyogianya, Minggu (15/12/2013) sore tadi, skuad PSM Makassar berlatih di bawah arahan pelatih Jorg Peter Steinebrunner. Namun, latihan teknis terpaksa dibatalkan karena lapangan latihan tak diperoleh tim PSM.

Lapangan Gelora Delta Sidoarjo tak bisa digunakan karena sedang direnovasi. Tim kemudian beralih ke lapangan Arhanud TNI AD Sidoarjo, namun lapangan tersebut kurang baik dan tergenang air usai hujan deras yang melanda.

Sedangkan lapangan Jenggolo, Sidoarjo juga tak bisa digunakan lantaran digunakan oleh pihak lain untuk berlatih. Rencana untuk main futsal pun muncul, namun urung dilakukan karena tempat futsal di samping Sun Hotel, tempat rombongan tim menginap penuh.

Akhirnya tim pun hanya berlatih jogging di luar Stadion Gelora Delta Sidoarjo. (A.Yani Nyanggu/HF) (rri)

Kini Caleg di Sidoarjo Lebih Memilih Banner Ketimbang Kaos Parpol Untuk Media Kampanye

Belakangan ini banyak calon legislatif (caleg) cenderung memanfaatkan media banner, baliho, stiker untuk media promosi mereka. Stiker tidak hanya dipasang di pohon tetapi juga di angkutan umum karena dianggap lebih efektif. Tetapi hal itu tak memunculkan kekhawatiran produsen kaos yang biasanya kebanjiran order jelang pelaksanaan pemilu. Muhammad Fauzi (50) salah satu produsen kaos di kawasan Jetis, Sidoarjo ini misalnya. Lelaki itu justru merasa tidak khawatir omzetnya menurun karena banyak caleg lebih memilih pesan baliho dan sebagainya. Bahkan dia tegas menyatakan menolak pesanan kaos caleg. “Ya, mulai tahun ini saya sudah menolak pesanan kaos untuk caleg yang digunakan dalam kampanye,” kata Muhammad Fauzi ditemui, Sabtu (14/12) siang. Fauzi mengaku cukup lama melayani pesanan kaos caleg kurang lebih 15 tahun. Tetapi keuntungan yang diperoleh kurang sesuai atau tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. Harga kaos per potong hanya dibanderol Rp 10 ribu. “Pesanan kaos caleg itu harganya murah dan untungnya sedikit. Paling per potongnya hanya Rp 1.000,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Fauzi pengerjaan kaos caleg itu juga sangat rumit. Selain harga belinya kaos per potong yang murah, setiap produsen juga dikejar waktu. Pasalnya, mereka harus mengerjakan pesanan kaos tepat waktu. Semisal 1.000 kaos pesanan, dalam waktu lima hari atau paling lama satu minggu harus selesai dengan garapan desain yang rumit. “Ya kalau ada pesanan caleg, harus lembur untuk mengerjakannya,” jelasnya. Diakuinya dengan banyaknya caleg yang beralih dari kaos ke banner atau baliho untuk berkampanye, tidak berpengaruh terhadap bisnis yang dijalankannya sejak tahun 1992 itu. Sebaliknya, banyaknya caleg memilih menggunakan banner atau baliho itu terkait dengan masalah pendanaan. “Dengan ukuran yang besar dan harganya murah, kemungkinan itu yang menjadi bahan pertimbangan para caleg sekarang,” paparnya.
Sementara itu salah satu pengusaha vinil, Puput membenarkan harga banner, stiker, baliho lebih terjangkau dibanding kaos. Menurutnya harga banner per meter sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. “Memang harganya lebih murah dan kesannya ke masyarakat lebih mengena,” ucapnya. Saat disinggung banyak caleg yang beralih dari kaos ke banner, baliho, dirinya enggan berkomentar banyak. Ia hanya menuturkan kemungkinan caleg sekarang lebih memperhitungkan anggaran yang dikeluarkan dalam berkampanye. “Intinya semuanya terserah kepada caleg itu sendiri,” pungkasnya. (gal/nug)

Page 80 of 380« First...102030...7879808182...90100110...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Fri, 28 Nov 2014 3:00 am WIT

Haze

25°

High: 31° Low: 25°

Haze

Feels like: 25 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 83%

Visibility: 5 km

Dewpoint: 25 °C

Wind: 0 km/h

Sunrise: 5:01 am

Sunset: 5:30 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+