Informasi Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Kebut Pembangunan Jembatan Sepanjang, Gisik Cemandi, Kedungcangkring Jabon, Pagerwojo & Bakung Pringgondani Balongbendo

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus mengebut pembangunan sejumlah jembatan di wilayah setempat mengingat konstruksi bangunan lama sudah mulai rusak dan pertimbangan batas tahun anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Senin, mengatakan, pembangunan jembatan itu memang terus dikebut maksimal sebelum pergantian tahun ini.

“Beberapa jembatan yang dibangun tersebut di antaranya adalah jembatan Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo, Jembatan Gisik Cemandi, Sedati, Jembatan Kedungcangkring, Jabon, Jembatan Pagerwojo Sidoarjo dan juga Jembatan Bakung Pringgondani Balongbendo,” katanya.

Sigit mengemukakan, jembatan-jembatan yang dibangun itu secara konstruksi memang sudah rusak, sehingga diperlukan pembangunan ulang.

“Seperti halnya jembatan penguhubung antara Sidoarjo-Surabaya di Wonocolo Sepanjang, dilakukan pembangunan ulang mengingat keberadaannya sudah tidak mampu lagi menampung beban berat saat dilewati kendaraan,” katanya.

Kondisi serupa, kata Sigit, juga terjadi di Jembatan Bakung Pringgondandi yang konstruksinya sudah bengkok, sehingga kalau dipaksakan untuk dilewati kendaraan dikhawatirkan akan roboh.

“Oleh karena itu, pembangunan jembatan itu harus dilakukan karena berhubungan dengan roda perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, minimal pembangunan jembatan tersebut bisa diselesaikan pondasinya terlebih dahulu guna menyerap anggaran tahun 2013.

“Sedangkan untuk pembangunan bagian atas jembatan akan dilakukan pada tahun anggaran 2014,” kata Sigit.

Menurutnya, selain membangun sejumlah jembatan, pihaknya juga melakukan perbaikan dan peningkatan jalan yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

“Perbaikan dan peningkatan jalan di Kabupaten Sidoarjo ini diutamakan untuk kawasan-kawasan yang selama ini masih sering terendam banjir saat musim hujan,” katanya. (*) (antara)

Evaluasi Operasi Zebra Semeru 2013 Sidoarjo: Tilang 6105, Teguran 3652, Pelanggar Lalin Terbanyak Usia 30-40 Tahun & Pelajar

Dua pekan mulai tanggal 28 November 2013 hingga 11 Desember 2013 dalam giat Operasi Zebra Semeru 2013, Satlantas Polres Sidoarjo telah menilang 6.105 pengendara dan melakukan teguran Simpatik sebanyak 3652 pengendara. Dari data yang diberikan Satlantas Polres Sidoarjo, dari banyaknya pelanggaran yang terjadi itu, di dominasi oleh pelanggaran kepemilikan Surat ijin mengemudi (SIM) dan dilanjutkan dengan surat-surat dan kelengkapan kendaraan. Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Tommy mengatakan, pihaknya akan menjadikan hasil operasi zebra ini sebagai bahan evaluasi di Satlantas. “Hasilnya akan kita evaluasi, entah itu tentang kepemilikan sim atau tentang ketertiban dan kelengkapan kendaraan bermotor” katanya. Tommy juga menjelaskan, dari ribuan pelanggaran selama Operasi Zebra itu, rata-rata juga para pelanggar berusia diatas 30 tahun.“Rata-rata usianya 30-40 tahun yang banyak melakukan pelanggaran, urutan keduanya di kalangan pelajar ” jelasnya. Kemudian dia berharap, agar masyarakat Sidoarjo selalu tertib berlalu lintas.

“Kalau masyarakat sidoarjo tertib berlalu lintas dan menaati peraturan berlalu lintas, maka akan menekan angka kecelakaan berlalu lintas ” harapnya. Meskipun operasi zebra sudah selesai bukan berarti Satlantas Polres Sidoarjo tidak melakukan penindakan pre emptif atau preventif.

Lantaran Tak Ada Lapangan, PSM Batal Latihan di Sidoarjo

Seyogianya, Minggu (15/12/2013) sore tadi, skuad PSM Makassar berlatih di bawah arahan pelatih Jorg Peter Steinebrunner. Namun, latihan teknis terpaksa dibatalkan karena lapangan latihan tak diperoleh tim PSM.

Lapangan Gelora Delta Sidoarjo tak bisa digunakan karena sedang direnovasi. Tim kemudian beralih ke lapangan Arhanud TNI AD Sidoarjo, namun lapangan tersebut kurang baik dan tergenang air usai hujan deras yang melanda.

Sedangkan lapangan Jenggolo, Sidoarjo juga tak bisa digunakan lantaran digunakan oleh pihak lain untuk berlatih. Rencana untuk main futsal pun muncul, namun urung dilakukan karena tempat futsal di samping Sun Hotel, tempat rombongan tim menginap penuh.

Akhirnya tim pun hanya berlatih jogging di luar Stadion Gelora Delta Sidoarjo. (A.Yani Nyanggu/HF) (rri)

Kini Caleg di Sidoarjo Lebih Memilih Banner Ketimbang Kaos Parpol Untuk Media Kampanye

Belakangan ini banyak calon legislatif (caleg) cenderung memanfaatkan media banner, baliho, stiker untuk media promosi mereka. Stiker tidak hanya dipasang di pohon tetapi juga di angkutan umum karena dianggap lebih efektif. Tetapi hal itu tak memunculkan kekhawatiran produsen kaos yang biasanya kebanjiran order jelang pelaksanaan pemilu. Muhammad Fauzi (50) salah satu produsen kaos di kawasan Jetis, Sidoarjo ini misalnya. Lelaki itu justru merasa tidak khawatir omzetnya menurun karena banyak caleg lebih memilih pesan baliho dan sebagainya. Bahkan dia tegas menyatakan menolak pesanan kaos caleg. “Ya, mulai tahun ini saya sudah menolak pesanan kaos untuk caleg yang digunakan dalam kampanye,” kata Muhammad Fauzi ditemui, Sabtu (14/12) siang. Fauzi mengaku cukup lama melayani pesanan kaos caleg kurang lebih 15 tahun. Tetapi keuntungan yang diperoleh kurang sesuai atau tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. Harga kaos per potong hanya dibanderol Rp 10 ribu. “Pesanan kaos caleg itu harganya murah dan untungnya sedikit. Paling per potongnya hanya Rp 1.000,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Fauzi pengerjaan kaos caleg itu juga sangat rumit. Selain harga belinya kaos per potong yang murah, setiap produsen juga dikejar waktu. Pasalnya, mereka harus mengerjakan pesanan kaos tepat waktu. Semisal 1.000 kaos pesanan, dalam waktu lima hari atau paling lama satu minggu harus selesai dengan garapan desain yang rumit. “Ya kalau ada pesanan caleg, harus lembur untuk mengerjakannya,” jelasnya. Diakuinya dengan banyaknya caleg yang beralih dari kaos ke banner atau baliho untuk berkampanye, tidak berpengaruh terhadap bisnis yang dijalankannya sejak tahun 1992 itu. Sebaliknya, banyaknya caleg memilih menggunakan banner atau baliho itu terkait dengan masalah pendanaan. “Dengan ukuran yang besar dan harganya murah, kemungkinan itu yang menjadi bahan pertimbangan para caleg sekarang,” paparnya.
Sementara itu salah satu pengusaha vinil, Puput membenarkan harga banner, stiker, baliho lebih terjangkau dibanding kaos. Menurutnya harga banner per meter sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. “Memang harganya lebih murah dan kesannya ke masyarakat lebih mengena,” ucapnya. Saat disinggung banyak caleg yang beralih dari kaos ke banner, baliho, dirinya enggan berkomentar banyak. Ia hanya menuturkan kemungkinan caleg sekarang lebih memperhitungkan anggaran yang dikeluarkan dalam berkampanye. “Intinya semuanya terserah kepada caleg itu sendiri,” pungkasnya. (gal/nug)

Dishub Sidoarjo Pesimis Pendapatan Daerah Dari Sektor Parkir Non Langganan Bisa Ditingkatkan

Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir non berlangganan, tampaknya masih rendah. Target PAD yang diminta Komisi B DPRD Sidoarjo senilai Rp 1 miliar, direspon pesimis oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo.

Dishub keberatan untuk menaikkan anggaran dari sektor parkir non berlangganan tersebut. Dalam hearing dengan Dishub Sidoarjo untuk pembahasan RAPBD yang memfokuskan pada parkir, Dishub sanggup menaikkan PAD 2014 senilai Rp 1 miliar dari target awal Rp 133 juta.

“Tiba-tiba Dishub mengurungkan atau membatalkan kesepakatan itu. Dishub kirim surat keberatan dan hanya sanggup memberikan kontribusi PAD sebesar Rp 250 juta,” ucap anggota Komisi B Tarkit Erdianto Sabtu(14/12/2013).

Lanjut dia, dinaikkannya PAD itu sebenarnya tidak tanpa alasan. “Komisi B melihat banyak kebocoran parkir non berlangganan yang membuat PAD menjadi rendah,” beber politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B Aditya Nindyatman menyatakan, dalam kesepatan hearing dengan Dishub Sidoarjo sebenarnya memang sudah ada kata setuju dari Dishub Sidoarjo. “Komisi B sangat terkejut, setelah dibatalkan. Apalagi saat ini pembahsan sudah ada di Banggar,” tukas politisi PKS ini.

Diberitakan sebelumnya, dalam hearing di Komisi B dengan Dishub diketahui PAD parkir berlangganan yang disetorkan oleh Dishub pada 2013 hanya sekitar Rp 27,5 miliar. Pada 2014 ini hanya ditarget sekitar 29 miliar. Jumlah tersebut dianggap sangat minim karena potensi parkir berlangganan di Kota Delta ini dianggap besar. Komisi malah mentarget ada kenaikan sekitar Rp 5 miliar pada 2014. [isa/kun] (beritajatim)

Satlantas Polres Sidoarjo Tertibkan Odong-Odong & Kereta Kelinci

Satlantas Polres Sidoarjo kumpulkan puluhan odong-odong dan kereta kelinci yang biasa beroperasi di jalan raya. Para pemilik dan sopir mobil modivikasi itu diberi pemahaman terkait peraturan kelayakan kendaraan yang digunakan untuk odong-odong dan kereta kelinci.

Dari 20 kendaraan, hanya terdapat 4 kendaraan saja yang layak dikendarai dan lainnya termasuk dalam kondisi yang kurang layak jika dikendarai di jalan raya. “Kita berikan mereka sosialisasi karena kendaraan yang mereka gunakan sebagai odong-odong dan kereta kelinci itu rawan kejadian laka lantas, karena adanya perubahan spesifikasi kendaraan atau kendaraan tersebut sudah dimodifikasi,” ucap Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Tommy F Kamis (12/12/2013).

Mobil yang digunakan juga tergolong mobil tua yang belum teruji lagi kelayakannya untuk dikendarai. Bahkan mesin yang digunakan bukan mesin asli dari mobil tersebut. “Spesifikasi dan masalah surat-surat kendaraan, terkadang kurang sesuai,” tambahnya.

Selain melakukan sosialisasi peraturan kelayakan kendaraan yang digunakan untuk odong-odong dan kereta kelinci Satlantas Polres Sidoarjo bekerja sama dengan pihak Dishub Sidoarjo untuk melakukan cek fisik serta uji kelayakan.

Tommy menegaskan kepada pemilik atau pengemudi odong-odong dan kereta kelinci itu agar tidak menggunakan kendaraan tersebut di jalan raya kota. “Mobil odong-odong ini harus digunakan di jalan Desa, karena bisa menyebabkan kemacetan dan rawan laka lantas. Apalagi penumpangnya dominan anak-anak dan ibu-ibu. Apabila masih tetap berjalan dijalan raya umum akan kita lakukan penindakan,” tegasnya.

Buya salah satu sopir kereta kelinci mengatakan akan menaaati peraturan yang ada dan akan beroperasi di jalan-jalan desa saja. “Mending beroperasi di pedesaan, dari di jalan kota, kena tilang petugas,” akunya. [isa/ted] (beritajatim)

Karena Tersinggung, 2 Anggota TNI Warga Sidokare Asri Bertikai Hinnga Berlanjut Ke Kantor Polres

Perselisihan antara pecatan anggota TNI Sutarji warga Perumahan Sidokare Asri blok O no.9 Kecamatan Kota Sidoarjo dengan?Pelda Guntur NRP 557555 anggota Koperasi Kodim 0816 Sidoarjo yang tak lain adalah masih tetangganya itu, berujung ke kantor Mapolsek Kota Sidoarjo, Sabtu (14/12). Menurut informasi yang didapat, kejadian tersebut berawal dari Pelda Guntur memasang kabel TV digital melewati depan rumah Sutarji. Sementara Sutarji sendiri keberatan dengan adanya kabel TV tersebut lantas menegur Pelda Guntur. Tak terima dengan teguran tersebut, akhirnya kedua belah pihak cecok.

Bahkan Pelda Guntur sempat mengatakan kalau Sutarji adalah TNI pecatan di depan warga sekitar perumahan tersebut. Karena malu dan tersinggung ucapan Pelda Guntur, akhirnya Sutarji memukul kaca depan kendaraan Pelda Guntur. Bahkan Sutarji juga sempat akan membacok pelda guntur di depan rumahnya. Merasa terancam, akhirnya Pelda Guntur pergi dan melaporkan kejadian tersebut ke Kodem 0816 Sidoarjo. Selanjutnya pihak Kodem berkoordinasi dengan Mapolsek kota Sidoarjo untuk melakukan penangkapan kepada Pecatan TNI tersebut. Mendapatkan laporan itu, akhirnya pihak kodem 0816 dengan anggota polisi mendatangi rumah Sutarji dan mengamankan Sutarji di rumahnya.

Kini kasus percekcokan antara TNI aktif dengan pecatan TNI ini sedang ditangani oleh pihak Kodem 0816 Sidoarjo dan aparat Kepolisian dari Mapolsek Kota Sidoarjo, untuk dilakukan mediasi serta pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Kota Sidoarjo. (dik/era) (suarakawan)

KPU: Persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Wilayah Sidoarjo Sudah Tuntas

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo menegaskan, persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di wilayah Sidoarjo sudah tuntas.

Berdasarkan hasil akhir rekapitulasi perbaikan NIK pada DPT tercatat ada 1.380.210 pemilih dari 18 Kecamatan se-Sidoarjo. Jumlah tersebut termasuk DPT para pengungsi Lapindo maupun penghuni lapas dan rutan.

“Terkait pengungsi lapindo di empat desa yang tenggelam lumpur, DPT-nya ditiadakan meskipun sebelumnya tetap di data. Sementara empat desa lain yang terancam tenggelam, tetap didata sesuai desa masing-masing,” jelas Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo, Bhima Aries Diyanto, saat dikonfirmasi RRI, Jum’at (13/12/2013).

Bhima Ariesdiyanto menambahkan, dari data NIK yang kosong sebanyak 12.943 tersisa 4.080 saja yang masih ada di rutan dan lapas.

Sementara terkait pengungsi syiah yang sempat direlokasi ke Sidoarjo, Bhima mengungkapkan, DPT pengungsi syiah tetap masuk DPT diwilayah asal yang telah tercatat sekarang. (Agustin/Rio/HF) (rri)

Tercatat Angka Kecelakaan di Wilayah Sidoarjo Terbanyak Terjadi di Jalan Raya Balongbendo KM 39-40 Desa Ciro

“Seringnya kecelakaan yang terjadi di jalan raya di wilayah Sidoarjo itu, disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas saat menggunakan kendaraan di jalan raya. Selain kurang kesadaran masyarakat, penyebab lainnya adalah infrastruktur jalan yang kurang bagus. Karena hal ini juga bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Seperti salah satu contohnya adalah banyaknya jalanan berlubang di daerah Jalan Raya Balongbendo, lampu-lampu PJU yang mati atau kondisi jalan gelap. Hal itu juga bisa menimbulkan kecelakaan bila pengendara tidak berhati-hati saat melintas di jalan tersebut,” kata Tommy.

Tommy menghimbau, agar para pengguna jalan, khususnya pengguna jalan kendaraan roda dua, hendaknya selalu berhati-hati dan selalu mematuhi rambu-rambu yang ada. Karena rata-rata kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Balongbendo atau jalan black spot itu, pasti melibatkan kendaraan sepeda motor. Sementara itu saat disinggung tentang masih banyaknya jalur lintasan kereta api yang tak berpintu pengaman ini, Kasatlantas Mapolres Sidoarjo ini enggan memberikan komentar. Agar bisa menekan angka kecelakaan tersebut, pihaknya di tahun 2014 nanti akan melakukan beberapa langkah yang kongkrit dan salah satunya adalah memperlakukan tindakan tegas kepada semua pengendara kendaraan bermotor.

“Kami mengakui memang angka kecelakaan di wilayah sidoarjo cukup tinggi, khususnya di jalan-jalan Nasional seperti di jalan Raya Balongbendo atau titik KM 39-40 Desa Ciro Kecamatan Balongbendo,” ujar Tommy, Jum’at (13/12).

Untuk itu agar bisa meminimalisir angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya, dirinya beserta jajaran lalulintas Polres Sidoarjo akan menggunakan alat speed gun yang fungsinya bisa mengetahui batas kecepatan laju kendaraan bermotor yang biasanya menjadikan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

Kasatlantas Sidoarjo: Angka Kecelakaan Dalam Satu Bulan di Sidoarjo Tahun 2013 Terjadi 70-80 Kali Kejadian

Dalam mengevaluasi kejadian kecelakaan yang terjadi di wilayah Sidoarjo di tahun 2013, jajaran polisi lalu lintas Polres Sidoarjo akan melakukan beberapa langkah-langkah preventif dalam melakukan tindakan berlalu lintas bagi pengedara kendaraan bermotor di wilayah Sidoarjo. Salah satunya adalah penggunaan alat speed gun di beberapa tempat di Sidoarjo.

Menurut Ksatlantas Mapolres Sidoarjo AKP Tommy Ferdiyan ketika dimintai keterangan mengatakan, setelah melihat rekam data angka kecelakaan di Wilayah Sidoarjo di tahun 2013, didapatkan bahwa dalam satu bulan terjadi angka kecelakaan 70-80 kali kejadian.

Agar bisa menekan angka kecelakaan tersebut, pihaknya di tahun 2014 nanti akan melakukan beberapa langkah yang kongkrit dan salah satunya adalah memperlakukan tindakan tegas kepada semua pengendara kendaraan bermotor.

Page 80 of 379« First...102030...7879808182...90100110...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Mon, 24 Nov 2014 10:30 am WIT

Partly Cloudy

32°

High: 33° Low: 26°

Partly Cloudy

Feels like: 32 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 59%

Visibility: 9 km

Dewpoint: 26 °C

Wind: 11.27 km/h

Sunrise: 4:59 am

Sunset: 5:30 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+