Informasi Sidoarjo

Diperkirakan Bandara Juanda Padat Hingga Dua Hari ke Depan

Pantauan di ruang tunggu di Terminal Keberangkatan tampak dipenuhi calon penumpang. “Saya mau pulang ke Kalimantan. Pesan tiketnya sudah dari jauh hari, kalau pesan sekarang bisa-bisa kehabisan,” ujar Nuriyah, calon penumpang di Bandara Juanda, Jumat (3/1/2014).

Data PT Angkasa Pura I Surabaya menyebut hampir seluruh rute penerbangan ke berbagai daerah mengalami full booking, khususnya keberangkatan menuju Jakarta, Makassar, dan Banjarmasin. Tiket ke tiga tempat tersebut sudah habis terjual hingga Minggu 5 Januari.

Arus balik liburan hingga hari ini masih didominasi oleh penumpang berangkat, dengan tingkat lonjakan jumlah penumpang mencapai 25 persen dibanding hari sebelumnya.

Sementara untuk penumpang yang datang di Terminal Kedatangan Domestik masih menunjukkan angka normal, belum ada peningkatan yang signifikan. Diperkirakan, kepadatan calon penumpang akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

Nasib Deltras Sidoarjo Musim Depan Tak Jelas, Malam ini Deltamania Gelar Rapat Akbar

Belum kunjung jelasnya nasib Deltras di kompetisi Divisi Utama musim mendatang serta belum adanya balasan dari Bupati Sidoarjo Saiful Illah, terkait surat permohonan audiensi, membuat suporter fanatik Deltras, Deltamania mulai merapatkan diri dengan menggelar rapat akbar malam ini, Jum’at (3/1/2014) di GOR Delta Sidoarjo.

Rapat akbar bertajuk “Save Deltras” ini rencananya akan diikuti perwakilan 18 korcam dan 200 korwil Deltamania yang ada di Sidoarjo. Ketua Deltamania Saiful Baqiro mengatakan, tujuan dari pertemuan itu adalah untuk membahas mengenai upaya menyelematkan nasib Deltras di kompetisi musim depan.

“Kami akan membahas tentang nasib Deltras di kompetisi musim depan. Undangan sudah kami sebar dan mereka menyatakan siap datang,” ujar Ketua Deltamania, Saiful Baqiro.

Baqiro menambahkan rapat tersebut juga digunakan sebagai persiapan Deltamania yang akan menggelar unjuk rasa pada 6 Januari mendatang. Rapat ini dinilainya harus segera dilakukan mengingat pelaksaan kompetisi menyisakan waktu sekitar satu bulan saja. Hal itu semakin diperkuat dengan belum adanya persiapan yang dilakukan oleh manajemen Deltras untuk turun di kompetisi Divisi Utama musim depan. (Agustin/Rio) (rri)

Anggarannya Dicoret, DPRD Sidoarjo Batal Punya Gedung Baru

Harapan anggota DPRD Sidoarjo untuk memiliki ruangan sendiri tinggal kenangan. Pembangunan gedung DPRD yang direncanakan tahun 2014 dengan lima lantai anggarannya dicoret dengan alasan masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus diperhatikan.

Sesuai Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (RAPBD) 2014, usulan pembangunan kantor wakil rakyat itu Rp 5 miliar. Kantor tersebut diusulkan dibangun karena kondisinya sudah tua dan di lantai II yang dipakai ruang Paripurna terasa ada getaran jika ada kendaraan berat melintas. Bahkan di lantai II tidak diperbolehkan jika sampai over kapasitas dikhawatirkan ambruk.

Sewaktu pembahasan anggaran, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo dan Tim Aggaran Pemkab Sidoarjo sempat terjadi perdebatan jika pembangunan gedung itu segera dilaksanakan. Karena pembangunan itu tidak hanya untuk ruang sekretariat dan paripurna. Tetapi satu paket dengan ruangan setiap anggota dewan..

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, H Abdul Kholik, menjelaskan anggaran pembangunan gedung DPRD sudah dicoret. “Gedung yang ada masih layak ditempati sehingga belum perlu dibangun,” tutur politisi PKB.

Keinginan sebagian anggota dewan agar dibuatkan ruang sendiri dinilai terlalu berlebihan. Karena selama ini masih banyak ruangan yang tidak dimaksimalkan oleh anggota dewan, seperti ruang fraksi yang jarang ditempati.

Apakah pembangunan gedung dewan akan dianggarkan tahun berikutnya? “Tergantung dari anggota dewan periode mendatang. Yang penting saat ini tidak kami menganggarkan,” paparnya.

Sementara itu, sebelum ada rencana pembangunan gedung DPRD, Kepala Dinas PU Cipta Karya Pemkab Sidoarjo, Ir Dwijo Prawito sudah mengaudit kondisi gedung utama DPRD Sidoarjo. Konstruksi bangunan gedung utama yang dipakai paripurna kurang layak dan harus dibongkar karena beberapa ruang tidak disangga beton.

“Memang gedung itu sudah seharusnya dibangun lagi karena orang yang datang saat paripurna atau pelantikan bupati dan wakil bupati akan banyak,” terangnya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sidoarjo, Ny Endang Soesijanti, mengaku gedung itu dibangun pada 1975 dan usianya sekarang sudah mencapai 38 tahun. Kondisi gedung jika dilihat dari luar memang masih tampak bagus. Namun kekuatan gedung itu diragukan karena beberapa bagian sudah kelihatan bergelombang. sumber: tribunnews

Kasus Narkoba di Sidoarjo Terus Meningkat

Angka tindak penyalahgunaan narkoba di wilayah Sidoarjo di tahun 2013, meningkat dari tahun sebelumnya. Jika di tahun 2012 lalu ada 155 kasus, kini di tahun 2013 ini meningkat 173 kasus.
Kasat Narkoba Polres Sidoarjo, AKP Chotib Widiyanto mengklaim dari hasil analisa dan evaluasi (anev) yang dilakukannya, kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu maupun ganja meningkat drastis. Yakni dari 82 kasus, meningkat menjadi 135 kasus di tahun 2013. Dalam penanganan kasus tersebut, jumlah barang bukti yang berhasil disita juga mengalami peningkatan.
Untuk sabu-sabu jika tahun 2012 jumlah yang disita mencapai 60,56 gram, tahun 2013 meningkat menjadi 238,996 gram. Sedangkan ganja di tahun ini berhasil dikumpulkan seberat 575,98 gram dibandingkan tahun 2012 yang hanya seberat 535,7 gram.
Sedangkan khusus untuk barang bukti pil LL atau obat keras di tahun ini mengalami penurunan. Dari 39.886 butir yang berhasil dikumpulkan pada tahun 2012, ditahun 2013 hanya 9991 butir pil LL. “Untuk penyalahgunaan obat keras (oker, red) semacam pil LL dan sebagainya di tahun 2013 menurun drastis. Tahun 2012 ada 73 kasus terjadi, dan tahun 2013 hanya 38 kasus,” katanya.
Menurut Chotib di tahun 2013 lalu penangkapan lebih banyak ke pengguna narkoba. “Tergantung kita mau berantasnya sejauh mana, semakin jauh memberantas maka hasilnya juga semakin banyak” ucapnya.
Umumnya tindak penyalahgunaan narkoba didominasi laki-laki, namun tidak menutup wanita juga ikut melakukannya. ”Terhitung tahun ini pengguna wanita bertambah, dari 5di tahun sebelumnya, kini menjadi 11. Maka dari itu, masyarakat lebih waspada dalam berteman. Kalau tidak berhati-hati akan terjerumus dalam lubang hitam,” tuturnya. (gal/nug)

Sukses Kelola Persida Naik Ke Divisi Utama, PSSI Sidoarjo Masih Bingung Tiba-Tiba Diminta Bupati Kelola Deltras

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dikabarkan telah meminta kepada pengurus PSSI Sidoarjo untuk mengelola Deltras untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama (DU) musim depan. Menyusul suksesnya PSSI Kota Delta untuk mengantarkan binaannya, Persida ke level yang sama denga The Lobster.
Kabar ini dibenarkan Ketua PSSI Sidoarjo, Biqintorin Musa. Saat dikonfirmasi, mantan anggota DPRD Sidoarjo ini menerangkan permintaan Saiful tersebut telah diungkapkan saat jajaran management Persida dan pengurus PSSI melaporkan kesuksesan Persida menembus DU. “Bupati kemudian meminta PSSI untuk mengelola Deltras di kompetisi divisi utama musim depan,” ujarnya.
Sebelumnya PSSI fokus mengelola Persida yang notabene merupakan tim asli Sidoarjo. Sedangkan Deltras merupakan tim asli Pulau Dewata, Bali yang kemudian dibeli oleh Pemkab Sidoarjo pada tahun 2001. Maka, mantan anggota DPRD Sidoarjo ini pun mengaku masih belum memahami permintaan bupati tersebut. “Apakah beliau berharap ada merger antara Persida dengan Deltras atau tetap dua tim kami belum mengetahuinya,” akunya.
Jika tetap ada dua tim, Biqintorin mengaku kesulitan untuk ikut mengelola Deltras. Hal ini dikarenakan untuk mengelola Persida musim depan saja pihak managemen dan pengurus PSSI masih belum mempunyai gambaran. “Selain itu jumlah kita juga sangat terbatas sangat kesulitan jika harus mengelola dua tim,” imbuhnya. Meskipun begitu, Biqintorin belum menyatakan sanggup atau tidaknya PSSI menerima permintaan bupati tersebut. Menurutnya hal ini perlu dirapatkan secara matang oleh seluruh pengurus. Saat ini telah diajukan surat audiensi kepada bupati untuk membahas permintaan ini. (bam/nug)

Jelang Tahun Baru Pedagang Terompet Menjamur di Sidoarjo

Jelang perayaan pergantian tahun baru, sejumlah pedagang terompet di Sidoarjo kebanjiran pembeli. Hal itu lantaran banyaknya masyarakat yang masih setia menggunakan terompet saat tahun baru. Momen tersebut menjadi lahan bisnis bagi pedagang terompet. Bahkan, pedagang terompet mulai menaikkan harga jual barang dagangannya.
Salah satu pedagang terompet yang meraup untung adalah Jumali (35) asal Wonogiri, Jawa Tengah. Dia mengaku sudah menaikkan harga terompetnya sejak kemarin. “Betul, saya sudah naikkan harga terompet sekitar 30 persen dari harga jual sebelumnya,” ucap lelaki ini sudah delapan tahun menjadi penjual terompet musiman itu.
Menurutnya kini terompet buatannya bisa dijual dengan harga lumayan tinggi. Semisal, terompet biasa yang semula dijual dengan harga Rp 5 ribu, kini dijualnya seharga Rp 8 ribu. Sedangkan untuk terompet angry birds dan naga biasanya dijual seharga Rp 10 ribu, kini ia jual seharga Rp 15 ribu. “Ya memang kami sengaja menaikkan harga itu lebih mahal, sebab tahun baru semakin dekat,” jelasnya. Hal sama dilontarkan Neli yang juga pedagang terompet musiman ini. Ia juga mulai menaikkan tarif harga terompet per satuannya. Bahkan, ia mengatakan mulai menaikkan harga itu sejak dua hari yang lalu. “Alasannya untuk mencari keuntungan banyak,” pungkasnya. (gal/no)

Musim Liburan, Wisata Lumpur Lapindo Ramai Dibanjiri Pengunjung Dari Luar Sidoarjo

Musim libur panjang di penghujung tahun ini dimanfaatkan masyarakat mengunjungi lokasi-lokasi wisata, tidak terkecuali semburan lumpur Lapindo di Porong. Mereka ada yang datang dari berbagai kota di Indonesia seperti Semarang, Bandung dan lain-lainnya untuk melihat lokasi semburan yang terjadi sejak tujuh tahun lalu tersebut. Mereka tidak hanya puas memandang dari atas tanggul. Tetapi tidak sedikit yang nekat mendekati pusat semburan dengan menapaki lumpur yang sudah mengering. Sebuah aksi yang berbahaya karena lumpur yang mereka pijak bisa sewaktu-waktu amblas. Parmanto Wahyudi, asal Semarang terlihat naik ke tanggul titik 25 Desa Jatirejo setelah puas mendekati pusat semburan bersama keluarga dan mengabadikanya dengan kamera DSLR nya. Tidak takut lumpur yang diinjak longsor ? “Sebenarnya agak kuatir juga karena lumpur yang saja pijak agak lunak. Tetapi nyatanya toh aman- aman saja,” kata bapak satu anak ini. Wisatawan lain, M Said salah satu karyawan bank swasta di Bandung Jawa Barat yang datang bersama rombongan terlihat takjub begitu setelah selesai menaiki anak tangga di tanggul Siring dan melihat hamparan lumpur yang membentang.
“Wow,” ujarnya singkat. (sat/nug)

Rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Car Free Night Sidoarjo (CFN) malam tahun baru 2014

Berikut Rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Car Free Night Sidoarjo (CFN) malam tahun baru 2014. Berlaku Selasa 31 Desember 2013 sejak pukul 18.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.

1. Untuk Car Free Night di sekitar Alun-alun Sidoarjo. Alun-alun akan Steril dari kendaraan bermotor mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.

2. Lalu lintas di Jalan Thamrin, seluruh kendaraan akan dialihkan ke Jalan Gajah Mada, dan semua U-Turn di Jalan Pahlawan akan ditutup total.

3. Untuk kendaraan yang keluar dari Tol Sidoarjo ke arah Kota Sidoarjo, lalu lintas di Bundaran Taman Pinang Indah akan di belokkan ke kiri melewati Lingkar Barat. Dan untuk kendaran besar (Truk) diarahkann keluar melalui Exit Tol Porong.

4. Untuk kendaraan dari arah Surabaya menuju Malang dan Pasuruan yang lewat bawah (lewat kota Sidoarjo) dan sebaliknya, akan di alihkan dari TL Buduran belok kiri melalui Jalan Lingkar Timur sampai ke TL Candi belok kiri. Arah sebaliknya dari TL Candi belok kanan lewat Jalan Lingkar Timur sampai TL Buduran belok kanan ke Surabaya.

5. Untuk kawasan perbatasan Sidoarjo dengan daerah lain, seperti Porong, Tarik & Bundaran Waru akan diberlakukan sistem buka tutup untuk urai kepadatan & pembatasan kendaraan.

Puskesmas di Sidoarjo Diharapkan Sudah Siap Sambut Pelayanan Untuk BPJS Mulai Januari 2014 Nanti

Komisi D DPRD Sidoarjo meminta seluruh puskesmas di Sidoarjo siap dalam pelayanan menyambut program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai Januari 2014 nanti.

PT Asuransi Kesehatan (Askes) yang ditunjuk pemerintah mengcover biaya kesehatan nanti juga harus siap agar data dari masyarakat miskin tidak keliru. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Mahmud mengatakan, pihaknya telah melakukan hearing dengan PT Askes, RSUD Sidoarjo, Dinas Kesehatan (Dinkes), PT Jamsostek dan Bappeda untuk membahas persiapan BPJS.

Diharapkan ada sinergitas yang membuat program pemerintah tersebut berjalan. “Kami harap juga PT Askes sebagai leading sektornya juga siap,” katanya. Dia mengungkapkan, sejumlah warga yang belum tercover Jamkesmas nantinya juga bisa didata untuk selanjutnya diiukutkan dalam program BPJS.

Ada sekitar 85 ribu jiwa yang belum tercover Jamkesmas. Nantinya akan didaftarkan menjadi peserta BPJS dengan premi sebesar Rp 19.225 per jiwa jiwa untuk setiap bulannya. “Pendataan harus lengkap dan akurat,” terangnya.

Menurutnya, sebanyak 26 puskesmas juga harus siap dengan pelayanan prima. Dari 26 puskesmas yang ada di Sidoarjo, baru ada 13 puskesmas dengan fasilitas rawat inap.

Yakni, puskesmas di Porong, Jabon, Prambon, Krembung, Wonoayu, Sukodono, Sedati, Waru, Medaeng, Taman, Krian, Barengkrajan dan Tulangan. “Harus diimbangi dengan pelayanan yang baik. Jangan sembarangan,” kata politisi PKS ini.

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan monitor terhadap pelaksanaan BPJS di lapangan. Baik itu terkait pelayanan maupun program yang dijalankan. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai akan dievaluasi untuk hasil yang memuaskan.

“Segala laporan maupun pelayanan yang buruk harus jadi dievaluasi,” terangnya. (vga/nug)

Sebanyak 36 Klub Dari Kediri, Surabaya, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Kalimantan Ikuti Kompetisi Sepakbola U-14 ‘Disporabudpar Cup’ Sidoarjo

36 klub sepakbola dari berbagai daerah ikut andil dalam memeriahkan Kompetisi Sepakbola U-14 ‘Disporabudpar Cup’’yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sidoarjo. Kegiatan yang baru pertama kalinya diselenggarakan ini, sebagai salah satu wujud upaya pembinaan sepakbola.
“Ini salah satu bentuk pembinaan selain kompetisi yang digelar oleh PSSI Sidoarjo,” kata Ahmad Burhan, penanggung jawab kompetisi. Beberapa tim dari luar kota seperti Kediri, Surabaya, Pasuruan, Mojokerto, Jombang hingga Kalimantan Tengah sudah tercatat sebagai peserta dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai hingga 30 Desember 2013. Dengan mengikuti kompetisi, peserta juga dapat mengisi hari libur karena pemain kebanyakan masih berstatus pelajar. Selain itu kompetisi yang digelar oleh PSSI Sidoarjo juga sudah habis.
“Sengaja kita pilih waktu yang bertepatan dengan hari libur sekolah,” terangnya. Ke 36 klub ini dibagi dalam 12 grup. Setiap grup terdiri dari tiga klub. Dengan menggunakan sistem setengah kompetisi, mereka akan memperebutkan juara grup dan runner up di babak penyisihan. Durasi waktu yang digunakan 2 x 25 menit. “Hanya juara Grup dan runner up yang lolos ke babak selanjutnya,” tuturnya.

Page 30 of 339« First...1020...2829303132...405060...Last »

Arsip Berita

April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Subscribe

ingin mengikuti berita dari kami?

kirim tweet ke @infosda


update twitter via infosda


Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Thu, 24 Apr 2014 9:59 pm WIT

Partly Cloudy

27°

High: 32° Low: 23°

Partly Cloudy

Feels like: 27 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 79%

Visibility: 5 km

Dewpoint: 23 °C

Wind: 8.05 km/h

Sunrise: 5:29 am

Sunset: 5:24 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+