Informasi Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Tanam Seribu Mangrove di Pulau Tanjung Lumpur

Sidoarjo, infosda.com – Pemkab Sidoarjo bersama PT Lapindo Brantas Inc kemarin melakukan penanaman mangrove tahap kedua di Pulau Tanjung Lumpur, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon. Kali ini mangrove yang ditanam sebanyak seribu anakan. Saat ini, pulau seluas 100 hektareyang populer dengan sebutan Pulau Sarinah itu telah tumbuh sekitar 30 ribu pohon mangrove.
Beberapa instansi yang terlibat dalam penghijauan kemarin di antaranya SKK Migas, Dinas ESDM Sidoarjo, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan BPLS. Tak ketinggalan perangkat desa, kecamatan, dan nelayan setempat. Presiden Lapindo Brantas Inc Tri Setia Sutisna berharap, Pulau Tanjung Lumpur bisa dijadikan habitat ikan dan hewan lain untuk berkembang biak.
“Di pulau ini sudah hidup banyak kura-kura dan ditemukan telur buaya. Artinya,ekosistemnya sudah terbentuk dengan baik,”kata Tri Setia. Pada tahap pertama, tahun 2013, di Pulau Tanjung Lumpur ini telah ditanam 15 ribu pohon. Pulau yang dibentuk dari bentukan lumpur ini masih bisa bertambah lagi luasnya. Bahkan, ada wacana akan disulap untuk tempat wisata.
“Intinya, kami berkomitmen dengan lingkungan,” imbuh Tri Setia. Kepala Dinas koperasi, Perindag, UMKM, dan ESDM Sidoarjo Fenny Apridawati mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove yang merupakan kegiatan CSR Lapindo Brantas Inc. “Kami berharap perusahaan lain di Sidoarjo melakukan hal serupa,” kata Fenny. (sat/rek) [ Humas protokol Kab.SDA ]

Sidoarjo Sabet Juara Satu Nasional Lomba Masak pada Gerakan Makan Ikan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI

Sidoarjo, infosda.com – Sidoarjo berhasil menyabet juara 1 lomba masak serba ikan tingkat nasional dengan kategori menu kudapan, yang di selenggarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, belum lama ini, di Jakarta ovention Center. Selain itu, dalam lomba yang diikuti oleh sebanyak 34 Provinsi di Indonesia itu, Prov Jawa Timur yang diwakili oleh Sidoarjo itu, juga berhasil menyabet juara 2 kategori menu balita dan juara 2 kategori menu keluarga.
Kabid Usaha Perikanan Dinas Kelautan Perikanan Sidoarjo, Ir Septiwati Nugraheni MM, menyampaikan dalam lomba ini peserta bisa memanfatkan ikan di daerahnya. Maka itu Sidoarjo sejumlah ikan yang punya potensi, seperti ikan bandeng, lele dan udang. ” Lomba ini digelar dalam rangka meningkatakan gerakan memasyarakatkan makan ikan pada masyarakat, agar bisa meningkatkan gizi masyarakat,” jelas Septi, Jum at ( 5/9) di kantornya.
Menurut Septi, dengan mngkonsumsi ikan, diharapkan bisa memberikan keanekaragaman menu makanan di keluarga. Sehingga bisa memberi kontribusi pada kecerdasan pada masyarakat. Disampaikan Septi, bagi Kabupaten Sidoarjo, dari kegiatan ini bukan masalah juaranya, tapi lebih penting dari itu adalah bagaimana mampu menigkatkan gemar makan ikan dengan menu yang beragam di dalam keluarga. Karena gemar makan ikan, sehingga tingkat konsumsi makan ikan di Kab Sidoarjo melebihi Jawa Timur. Pada tahun 2012, datanya sebanyak 27,71 kg perkapita pertahun, sedangkan tingkat Jawa Timur masih 22,27 kg perkapita pertahun. Tetapi di tingkat Nasional 33, 89 kg perkapita pertahun. (ali) [humas protokol Kab. SDA]

Rilis di Bioskop Mulai 9 Oktober. Garuda 19, Kisah Perjuangan Timnas U-19 di Piala AFF U-19 2013 Sidoarjo

Sidoarjo, infosda.com – Kejuaraan Remaja U-19 AFF tahun lalu telah menorehkan sejarah besar untuk dunia sepakbola Indonesia karena untuk pertama kalinya tim nasional berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Vietnam.

Peristiwa membanggakan ini kemudian menginspirasi Mizan Productions untuk mengangkatnya kedalam film layar lebar terbaru berjudul ‘Garuda 19‘.

Walaupun berdasarkan kisah nyata, kisah keseluruhan Garuda 19 diadaptasi dari sebuah buku karangan FX Rudy Guanwan dan Guntur Utomo berjudul ‘Semangat Membatu‘.

Untuk menghidupkannya kedalam layar lebar, terpilihlah sutradara yang memang sudah dikenal sebagai spesialis film-film sepakbola yakni Andibachtiar Yusuf (The Jak, Romeo Juliet, Hari Ini Pasti Menang).

Garuda 19 mengisahkan tentang kisah sukses dibalik gelaran Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo. Garuda 19 berhasil menekuk Vietnam lewat adu penalti (7-6) di partai puncak dan berhak membawa pulang piala resmi pertama yang didapatkan timnas Indonesia sejak 22 tahun yang lalu.

Terbayang kembali jejak jejak para punggawa Garuda 19, ketika mulai direkrut Indra Sjafri dan tim pelatih. Ditengah perseteruan dualisme federasi, semuanya serba apa adanya, fasilitas dan dana yang minim. Namun tidak membuat gentar Indra Sjafri dkk. Mereka yakin ada bibit hebat pesepakbola tersebar di Nusantara.

Perjalanan ini pun dirasakan oleh seluruh pemain, seperti Yazid, (anak muda asal Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara), Sahrul (anak Ngawi, Jawa Timur) dan Yabes (anak Alor, Nusa Tenggara Timur). Alam seakan membentuk mereka sebagai pemain bola. Yabes selalu berlari setiap habis berlatih bola dari lapangan di kota Alor menuju rumahnya di pegunungan. Yazid yang senang berenang dan bermain bola di pasir pantai. Dan Syahrul yang mengasah talentanya lewat pertandingan antar kampung (Tarkam).

Indra Sjafri dan tim pelatih menjemput mereka menjadi bagian bersama Evan Dimas dan kawan kawan dalam Garuda 19. Mereka sama sama merasakan kepahitan dan kegembiraan selama pemusatan latihan. Coach Indra Sjafri dan tim pelatih lainnya harus menaikan mental dengan menyuntikan semangat membatu. Termasuk bagaimana situasi perang urat syaraf ketika melawan Korea Selatan untuk menentukan nasib mengikuti PIALA ASIA Oktober 2014

Film Garuda 19 dibintangi oleh Mathias Muchus, Ibnu Jamil, yusuf Mahardika, Rendy Ahmad, Gazza Zubizareta, dan Sumarlin Beta. Anda bisa menyaksikan perjuangan tim Garuda 19 ini dibioskop mulai tanggal 9 Oktober 2014.

Agar tak mengancam jiwa warga lain, Korban lumpur Lapindo Sidoarjo persilahkan BPLS perbaiki tanggul yang jebol

Sidoarjo, infosda.com – Sebelumnya, pada Rabu (10/9) pagi, lumpur panas Lapindo kembali meluber ke sejumlah rumah warga Desa Gempolsari, Kecamatan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dari tangggul titik 68 di sisi selatan Desa Gempolsari yang sudah jebol sejak 2011 lalu. Aliran lumpur mulai masuk ke sungai Ketapang dan warna air sungai berubah menjadi keruh.
Hingga saat ini Debit lumpur panas Lapindo terus mengalami peningkatan, khususnya jika malam tiba, volume lumpur makin naik, seperti air laut pasang, dan jika dibiarkan akan menenggelamkan rumah-rumah warga sekitar.
Dikhawatirkan, jika aliran lumpur panas tersebut terus mengalir, akan memenuhi sungai yang volumnye saat ini sudah relatif tinggi karena endapan tanah.
Sementara itu, saat ini warga menolak dievakuasi ke balai desa jika lumpur panas Lapindo Brantas itu terus membanjiri rumah mereka. Alasannya, warga enggan jadi tontonan jika harus menginap di balai desa.
Warga korban bencana lumpur Lapindo membolehkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) memperbaiki tanggul lumpur yang jebol di titik 68 Desa Gempol Sari, Tanggulangin, Sidoarjo. Korban lumpur Lapindo masih punya rasa kemanusiaan dengan membolehkan BPLS memperbaiki tanggul yang bisa mengancam perumahan warga itu. Berbeda dengan sikap petinggi-petinggi PT Minarak Lapindo Jaya yang selama ini menggantung nasib korban lumpur.
Izin perbaikan oleh BPLS diberikan lantaran mereka tak ingin lumpur Lapindo mengancam jiwa warga lagi. Dia menyebutkan selama delapan tahun ini bencana lumpur sudah menyengsarakan warga, yang harus terseok-seok untuk mencari makan.

Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo Kritis, PT KAI Siaga Kirim Tim Pemantau

Sidoarjo, infosda.com – Sedikitnya 6 petugas PT KAI Daop VIII Surabaya disiagakan di sepanjang jalur KA Porong, untuk memantau pergerakan luapan lumpur Lapindo, imbas Peninggian tanggul dan penyedotan air lumpur oleh petugas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang mendapatkan penolak warga.
Sumarsono Manager Humas PT KAI Daop VIII Surabaya, mengungkapkan, dari pantauan di lapangan, kondisi lumpur sekarang ini sejajar dengan bibir tanggul, apabila BPLS tidak mencarikan solusi akan peninggian tanggul menyusul penolakan korban lumpur, bukan tidak mungkin berimbas pada masyarakat,
“Kita menyiapkan satu orang, petugas yang selalu bergantian di lokasi itu, inti nya bahwa setiap ada kejadian luapan itu langsung melaporkan pada pusat pengendali dan stasiun kanan kiri, sehingga KA tidak akan melewati sebelum ada kepastian jalur tersebut bisa dilewati atau tidak,” ungkap Sumarsono.
Selain ke khawatiran lumpur panas disertai air tumpah ke jalan raya Porong. Kondisi rel yang berdekatan dengan tangul lumpur juga akan terkena dampak sehingga dapat membahayakan keselamatan warga masyarakat. PT KAI, lanjutnya, telah melakukan langkah antsipativ jika sewaktu-waktu lumpur Lapindo meluber, selain menerjunkan petugas untuk melakukan pengawasan 24 Jam penuh, material untuk memastikan perjalanan menggunakan kereta api tetap lancar dan aman juga telah dipersiapkan,
“Material yang disiapkan itu ditempatkan di stasiun terdekat, yakni Sidoarjo dan Bangil. Material yang disiapkan itu seperti rel cadangan, batu ballas, dan bahan material lainnya,” urai Sumarsono.
Lebih lanjut Sumarsono menjelaskan, lintasan rel kereta api di daerah Porong berbatasan langsung dengan tanggul. Beberapa kali jalur kereta api Porong tersebut terancam karena volume air yang meningkat dan tanggul kritis mengancam keberadaan rel Hingga saat ini,
Pemerintah melalui BPLS belum menemukan cara jitu untuk menghentikan luapan lumpur Lapindo, strategi peninggian tanggul masih dinilai menjadi cara yang ampuh, meski dalam prateknya di tolak warga, sebagai bentuk proses belum terselesaikannya proses ganti rugi bagi korban terdampak. (Benny H/AKS)

Korban Lumpur Lapindo Sidoarjo Minta Penyelesaian Ganti Rugi Segera Tuntas

Sidoarjo, infosda.com – Korban lumpur Lapindo yang ada di dalam peta areal terdampak meminta supaya penyelesaian pembayaran atas aset mereka oleh Minarak Lapindo Jaya selaku juru bayar dari PT Lapindo Brantas Inc, segera dilakukan. Salah seorang warga, Sudibyo, Selasa, mengatakan selama ini warga masih menunggu kapan penyelesaian pembayaran tersebut.
“Warga sudah lelah menunggu ketidakjelasan pembayaran ini karena sudah lebih dari tujuh tahun masih belum tahu kapan pembayaran tersebut bisa diselesaikan,” katanya.
Ia mengatakan, pada hari ini memang ada rencana pertemuan dengan dewan pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).
“Namun karena sesuatu hal, pertemuan tersebut tidak jadi dilakukan dan kondisi ini membuat warga menjadi kecewa karena membuat penyelesaian pembayaran menjadi tidak jelas,” katanya.
Sementara itu, Humas BPLS Dwinanto mengaku hingga saat ini masih belum bisa melakukan aktivitasnya di tanggul dan juga di dalam kolam penampungan lumpur.
“Sudah sekitar empat bulan kami masih belum bisa melakukan aktivitas pengaliran lumpur ke Kali Porong karena adanya pelarangan,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini kondisi tanggul penahan lumpur di titik 21 yang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Porong memang cukup kritis dengan elevasi yang hanya sekitar 25 centimeter.
“Seharusnya, jarak aman untuk elevasi tersebut adalah sekitar 1,5 meter supaya luapan lumpur yang ada di dalam kolam penampungan tidak terjadi,” katanya. (antara)

Jajaran Polres Sidoarjo Melakukan Mutasi Para Anggotanya

Sidoarjo, infosda.com – Jajaran Polres Sidoarjo Melakukan Mutasi Jabatan, Kapolsek Sukodono, AKP Redik Tribawanto, menjadi Kasat Narkoba Polres Sidoarjo. Jabatan Kapolsek Sukodono digantikan AKP Tego Supriyanto Marwoto yang sebelumnya menjabat Kanit Sek Taman.
Kapolsek Buduran, Kompol Hendy Kurniawan menjadi Kapolsek Driyorejo. Jabatan Kapolsek Buduran digantikan AKP Sutupo yang sebelumnya menjadi Kasat Narkoba Polres Gresik.
AKP Chotib yang sebelumnya menjabat Kasat Narkoba Polres Sidoarjo menjadi Kasat Narkoba Polres Gersik. Sedangkan AKP Sumino yang sebelumnya Kaurtu Subagrenmin Ditlantas Polda Jatim menjadi Kanit Lantas Sek Gedangan,
IPTU Dodik Ssos Kasiwas polres sidoarjo menjadi Kanit II Subditkilas Ditpamobvit sedangkan IPTU Eka Anggriana Kanit Lantas Polres Sidoarjo menjadi Paur Subbagmina Opsnalbagbin Sopsnal Dit Pam Obvit,dan Kompol Saswito Kabagren Polres Sidoarjo menjadi Waka Polres Pasuruan.
AKP Mustofa berganti Posisi menjadi Kasubagdalgar yang sebelumnya berada di ruang PAMA. Sedangkan AKP Suradji menjadi PAMA Polres Sidoarjo. Sebelumnya, AKP Suradji menjabat Kasubagdalgar Polres Sidoarjo
Kompol Drs Khoirul Anam Kapolsek Krian dipromosikan menjadi Kanit 111Tanah Subdit 11 Ditreskrimum Polda Jatim. Kompol Agung Setyono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Bugul Polres Pasuruan dimutasi menjadi Kapolsek Krian.
AKP Tommy Ferdian Sik Msc.Kasat Lantas Polres Sidoarjo menjadi Kapolsek Dukuh Pakis Restabes Surabaya. Sementara itu, posisinya digantikan AKP Budi Setiyono Sik Mh yang sebelumnya menjadi Kasat Lantas Mojokerto.
IPDA Ali Saiful SH, Kanit Idik II Polres Sidoarjo menjadi PAMA Polres Gersik.sedangkan Kompol Achmad Soleh SH yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Pertama Bidang Progesional Polres Sidoarjo, menjadi Pamen Yanma Polda Jatim.
Kompol Suhartini yang sebelumnya Kabagren Polres Malang Kota menjadi Kabagren Polres Sidoarjo, Sedangkan AKP Sahraku Kanit I Sigar Ditlantas menjadi Kanit Lantas Sek Taman.

Pemkab Sidoarjo Sosialisasikan Program Sekolah Adiwiyata

Sidoarjo, infosda.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong sekolah-sekolah untuk menerapkan Program Adiwiyata. Salah satunya dengan memberikan Sosialisasikan Program Sekolah Adiwiyata kepada guru sekolah yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (9/9).
Melalui Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo, dorongan tersebut disampaikan kepada guru sekolah di Sidoarjo mulai jenjang pendidikan SD sampai SMA sederajat di Gedung Delta Karya Setda Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyampaikan bahwa program Adiwiyata merupakan program strategis untuk merubah perilaku dengan membangun kesadaran anak sejak usia dini terhadap pelestarian lingkungan. Selain itu, melalui program Adiwiyata tersebut akan mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran seluruh warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Adiwiyata di Kabupaten Sidoarjo mendapat sambutan hangat oleh semua pihak. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasi yang diraih Kabupaten Sidoarjo melalui penghargaan Adiwiyata yang diterima oleh sekolah yang ada di Sidoarjo.
Sampai dengan tahun 2014 ini, ujar Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, 2 sekolah yang ada di Sidoarjo berhasil memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri. Sedangkan 16 Sekolah lainnya berhasil meraih Adiwiyata Kabupaten.
Untuk itu ia berharap, Program Adiwiyata di Kabupaten Sidoarjo dapat terus berkembang. Agar upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Sidoarjo dapat terus terwujud. Salah satunya dapat dicapai melalui kegiatan Sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata kali ini.
“Melalui sosialisasi yang dilaksanakan saat ini, diharapkan semakin memotivasi banyak sekolah melaksanakan Program Adiwiyata di sekolah masing-masing,”sampainya.
Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sidoarjo, Drs. Siswojo menyampaikan bahwa masih sedikit sekolah yang ada di Sidoarjo yang menerapkan program Adiwiyata. Untuk itu melalui sosialisasi tersebut diharapkan semakin banyak sekolah-sekolah di Sidoarjo yang menerapkan program Adiwiyata.
Drs. Siswojo menyampaikan peran serta dan keterlibatan warga sekolah sangat dibutuhkan dalam program Adiwiyata. Pasalnya keterlibatan warga sekolah didalam kegiatan sekolah untuk menuju lingkungan sekolah yang sejuk akan dapat tercapai. Sehingga nantinya, sekolah yang ada di Kabupaten Sidoarjo bisa dikatakan menuju lingkungan green school dalam pengelolaan lingkungannya.
“Bagaimana Adiwiyata itu menjadi budaya lingkungan di sekolah, bukan sekedar mencari juara, kalau mencari juara selesai,”sampainya.
Mantan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Sidoarjo tersebut juga menyampaikan kalau tahun ini ada 4 sekolah di Kabupaten Sidoarjo yang diusulkan Propinsi Jawa Timur untuk sekolah Adiwiyata Nasional. Yakni SMKN 1 Sidoarjo, SMKN 3 Buduran, SMP Hang Tuah 5 Candi dan SD Pembangunan Jaya 2 Gedangan. Disamping telah menerapkan program Adiwiyata, dipilihnya sekolah-sekolah tersebut sampainya karena telah mendukung program Adipura. (humas protokol Kab.SDA/git)

SMKN 1 Jadi Wakil Sidoarjo Dalam Lomba Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Jatim

Sidoarjo, infosda.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Sidoarjo yang berada di kawasan kota Sidoarjo, kedatangan rombongan tamu dari Tim Penilai Pelayanan Publik tingkat Provinsi Jawa Timur.
Tim yang dikoordinatori Nurkholis, S. Sos, M. Si Kepala Bagian Kelembagaan Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur ini, sengaja datang ke lembaga pendidikan yang mengkhususkan spesialisasi di bidang permesinan dan pembangunan tersebut, untuk melihat dari dekat profil sekolah yang menjadi wakil Kabupaten Sidoarjo sebagai Unit Percontohan Pelayanan Publik se-Jawa Timur.
Rombongan penilai dari propinsi tiba di SMKN1 Sidoarjo pukul. 8.45 wib diterima langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto, SH, MM didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Kissowo Sidi HP, SH,MH, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Drs. Mustain Baladan, MM bersama Kepala Bagian Organisasi Setda Sidoarjo Drs. Ahadi Yusuf.
SMKN 1 Sidoarjo diharapkan bisa menyabet juara umum tingkat propinsi Jawa Timur karena apabila berhasil menjadi juara umum ditingkat propinsi, SMKN 1 Sidoarjo akan menjadi percontohan ditingkat propinsi Jawa Timur dan bisa maju mewakili propinsi Jawa Timur dalam lomba ditingkat nasional”, tutur H. MG. Hadi Sutjipto, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo ini.
Untuk itu SMKN 1 Sidoarjo menjadi wakil Sidoarjo ke Tingkat Provinsi Jatim. SMKN 1 Sidoarjo telah mengirimkan data dan profil ke Provinsi Jawa Timur. Dan, kali ini mendapatkan kesempatan untuk dievaluasi Tim Penilai Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur, kata Kabag Humas dan Protokol Setda Sidoarjo H. Machmudi Alie, SH, senin (8/9/2014).
Dalam penilaian yang dilakukan, Tim dari Provinsi Jawa Timur memotret langsung berbagai hal yang telah disampaikan melalui data dan profil yang diterima. Diantaranya, SDM pengajar, sarana dan prasarana serta inovasi yang ada di sekolah tersebut.
Setelah melihat kondisi di lapangan, untuk sementara, Tim Penilai menyatakan cukup puas dengan kondisi yang ada di SMKN 1 Sidoarjo. Bahkan, Ketua Tim Penilai Nurkholis mengatakan, dari beberapa sekolah yang mengikuti penilaian, sementara ini SMKN 1 Sidoarjo secara umum sudah baik, namun yang lebih penting dari perlombaan ini adalah dilakukannya pembinaan kepada sekolah-sekolah, mengenai pentingnya pelayanan publik yang baik yang harus diwujudkan disetiap sekolah, khususnya milik pemerintah.

Pengoperasian Stasiun Tarik – Tulangan Sidoarjo Belum Ada Kejelasan

Sidoarjo, infosda.com – Stasiun Tarik Tulangan Sidoarjo hingga kini belum ada tanda-tanda akan di operasionalkan meski pengerjaan stasiun lama yang di obtimalkan kembali tersebut sudah rampung. PT KAI selaku regulator pelaksana dilapangan juga tidak tahu kapan stasiun alternatif tersebut akan dimanfaatkan.
“Kita belum tahu, kapan akan di operasionalkan karena belum ada serah terima ke kita dari Dirjen KA,” ungkap Sumarsono Manager Humas PT KAI Daop VIIi Surabaya kepada Radio Republik Indonesia, Jum’at (5/9/2014).
Menurut Sumarsono, berbagai uji coba kesiapan sudah di lakukan oleh PT KAI, untuk mengetahui kekuatan jalur rel, namun dijelaskan oleh Sumarsono semua itu hanya serangkaian uji coba, karena hingga kini wewenang pengontrolan stasiun Tarik Sidoarjo masih ada pada Dirjen Perkereta Apian dan belum diserah terimakan pada PT KAI.
“Tarik Sidoarjo itu sudah kita coba, ada dua KE yang kita coba, kemudian rombongan dari Perhubungan juga pernah lewat sana, terus waktu ada dua kejadian truck yang mogok diperlintasan, yan terakhir ada crain yang tertabrak, itu kita pakai jalur itu dan aman, tapi yang jelas belum ada pemberitahuan secara resmi dan belum diserahkan ke PT KAI,” urai Sumarsono.
Sumarsono berharap serah terima stasiun yang lama terbengkalai ini segera diserah terimakan, terlebih lanjut Sumarsono kondisi lumpur lapindo tidak menentu, bahkan saat ini kondisi lumpur sejajar dengan tanggul sehingga rentan untuk meluber di rel jalur Porong. Terpisah Dirjen Perkeretaapian Hermanto Dwi Atmoko menjelaskan, terkait pengoperasionalan jalur Sidoarjo-Tarik, tidak lama lagi akan di opersionalkan, Hermanto mengatakan pada September ini akan di serah terimakan pada PT KAI.
“Sebenar nya, siap operasi, tinggal masalah perjanjian dengan PT KAI untuk mengoperasionalkan sebagai lintasan perintis, karena disitu awal, maka kita subsidi dengan Perintis, kereta nya juga sudah siap di Madiun mudah-mudahan September ini bisa di operasionalkan,” terang Hermanto.
Jalur Sidoarjo-Tarik sebelum nya di operasionalkan pada 1971-an. Jalur ini kemudian ditutup karena adanya proyek KA Komuter yang menghubungkan Surabaya dengan sejumlah kota di sekitarnya. Keberadaan jalur rel KA Sidoarjo-Tarik itu sangat tepat karena dengan adanya rencana relokasi jalur KA Tanggulangin-Porong yang kini terkena dampak semburan lumpur. Jalur penggantinya akan melalui Sidoarjo-Tulangan terus ke Kejapanan-Gunung Gangsir-Bangil.
Pada jalur Tulangan-Gunung Gangsir masih dalam tahap penyelesaian. Jalur rel KA Gunung Gangsir-Bangil dulunya memang sudah ada tetapi tidak difungsikan, kini tinggal menghidupkan kembali. Imbas belum diopersionalkan stasiun Tarik Sidoarjo, berdampak pada prasarana dan sarana yang hilang. Beberapa waktu lalu alat pengait pengikat rel atau pandrol dicuri sekawanan pencuri. Belum lagi banyak nya kaca pecah dan rambu yang rusak semakin memperparah kondisi Stasiun. (Benny H/AKS)

Page 30 of 398« First...1020...2829303132...405060...Last »

Instagram

Prakiraan Cuaca

Current conditions for Sidoarjo as of Wed, 27 May 2015 5:30 pm WIT

Partly Cloudy

29°

High: 33° Low: 24°

Partly Cloudy

Feels like: 29 °C

Barometer: 982.05 mb and steady

Humidity: 74%

Visibility: 9.99 km

Dewpoint: 24 °C

Wind: 19.31 km/h

Sunrise: 5:33 am

Sunset: 5:17 pm

Powered by Yahoo! Weather

Jadwal Adzan Sidoarjo

Waktu sholat untuk Sidoarjo, Indonesia.

Kurs Mata Uang Asing

Download Android Apps


versi: 1.0
min OS: 4.1 Jelly Bean+